Kartu Sihir

Kartu Sihir
Heboh!


__ADS_3

Zen bangun dari tidur lelapnya, ketika membuka mata yang dilihat pertama kali adalah langit-langit kamar. Kemudian saat merasakan ada sesuatu yang berat menindih tubuhnya, zen menengok dan itu adalah yuri.


Senyum manis terbit dari bibir zen, lalu dengan perlahan mengelus pipi yuri dengan lembut.


"Cantik" ucap zen.


Sementara itu yuri sendiri yang terusik akibat sentuhan lembut zen, membuka matanya dan yang terlihat pertama kali ketika membuka mata adalah zen.


"Selamat pagi" sambut zen.


"Pagi sayang" jawab yuri.


"Wah seneng dengernya, coba ulangi" pinta zen.


"Selamat pagi sayang" ucap yuri mengulang kalimatnya.


"Wih gadis penurut" ucap zen.


"Kan latihan sebagai calon istri" jawaban tak terduga terlontar dari mulut yuri.


"Wah beneran?" tanya zen memastikan apa yang didengarnya.


"Kan emang mau nikah, atau kau main-main ya!?" tanya yuri dengan mata tazam nya.


"Mana ada main-main sayang" jawab zen sambil terkekeh senang.


"Awas aja kamu ya kalau boong" ancam yuri.


"Kalau boong kenapa hm?" tanya zen dengan sebuah ide baru dipikirannya yang timbul, untuk mengerjai yuri.


"Berarti kamu cuma main-main denganku!" pekik yuri.


"Kalau iya kenapa, kan masih ada wanita lain diluaran sana" goda zen.


"Kamu!!!" yuri geram dan zen mengira yuri akan marah dan pergi malah nangis.


"Hiks.....hiks.....jahat!!" ucap yuri sendu.


Zen tak menyangka malah begini reaksinya dan seketika ingat akan sesuatu saat zen memeriksa status yuri dengan scan, bahwa dia memiliki sifat manja dan cengeng.


Zen merasa bersalah dan kemudian menarik yuri kedalam dekapannya dengan lembut, sambil mengusap-ngusap punggungnya.


"Maaf" ucap zen.


"Hiks.....hiks....hiks.....jahat kau jahat!" ucap yuri masih menangis.


"Hey aku cuma bercanda maafin ya" ucap zen.


Yuri masih menangis dan tak menjawab ucapan zen dan terus mempererat pelukan nya pada tubuh zen.


Setelah sepuluh menit berlalu yuri sudah berhenti nangis dan mulai lebih tenang lagi perasaannya.


"Kamu gak bohongkan kalau sayang aku?" tanya yuri memastikan.


"Iya aku serius sayang kamu" jawab zen.


"Lalu soal pernikahan?" tanya yuri kembali.


"Seriuslah, masa enggak" jawab zen.


"Jadi gak boong?" tanya yuri.


"Gak sayang, maafin ya cuma bercanda tadi itu" ucap zen ditelinga yuri sambip berbisik.


"ehm, tapi jangan kayak gitu lagi aku takut untuk kecewa" jawab yuri.

__ADS_1


"Iya, dimaafinkan?" tanya zen kembali.


"Iya dimaafin, jangan kayak gitu lagi pokoknya harus janji" ucap tegas turi sambil mengulurkan jari kelingkingnya.


Zen tersenyum dan menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking yuri, sambil berkata "janji".


"Yaudah bangun, aku mau ke kampus" ucap zen.


"Kamu ngampus dimana?" tanya yuri penasaran karena memang belum tahu.


"Universitas Harapan" jawab zen.


"Kita satu kampus rupanya" jawab yuri.


"Lah, tapi aku tak pernah liat kamu?" tanya zen.


"Aku juga sama, gak pernah liat kamu" tanya yuri balik.


Zen berpikir dalam hatinya sendiri "pasti yuri tidak akan kenal dengan penampilanku yang sekarang, karena sudah berubah".


"Yaudah ah, ayo siap-siap ke kampus" ucap zen.


"Emangnya kamu masuk jam berapa?" tanya yuri.


"Jam 8 pagi" jawab zen.


"Ish....kan masih lama itu, sekarang aja baru jam 6 pagi sayang" jawab yuri menggerutu.


"Kalau gitu mumpung pagi olahraga aja dulu, gimana?" tanya zen.


"Boleh juga" jawab yuri.


Mereka bangun dari posisi tiduran dan beranjak dari tempat tidur, kemudian bersiap siap


dengan pakaian olahraga terlebih dahulu.


Dengan rute olahraga mereka adalah jogging keliling taman komplek daerah zen tinggal, rupanya tak hanya ada zen dengan yuri yang berolahraga pagi itu ditaman. Melainkan ada juga banyak pemuda-pemudi lainnya.


Olahraga berlangsung lama hingga pukul 7 pagi, barulah mereka pulang kerumah kembali.


Sampai rumah, zen mandi duluan sedangkan yuri masak sarapan.


10 menit berlalu......


Zen selesai mandi dan segera berpakaian, kemudian pergi ke ruang makan. Disana terlihat ada yuri yang baru saja selesai masak dan sedang menatap makanan dipiring keatas meja makan.


"Kamu mandi duku gih" perintah zen.


"Iya, tapi tungguin ya makannya bareng" pinta yuri.


"Iya cepet mandi sana cantik" jawab zen.


Mendengar pujian cantik dan zen membuat yuri serasa senang bukan main, dengan muka merona merah yuri pergi dari ruangan makan menuju kamar mandi dalam kamar.


15 menit waktu kembali berlalu......


Yuri sekarang sudah duduk disamping zen pada meja makan, mereka sudah mulai makan dengan tenang tanpa pembicaraan apapun. Sebab zen sudah memberi tahu yuri sebelumnya ketika makan, jangan bicara.


Selesai makan, yuri dengan zen melihat jam hampir pukul 8 pagi.


"Yaudah ayo berangkat" ucap zen.


"Iya" jawab yuri.


Keluar dari dalam rumah, yuri dengan zen masuk kedalam lamborghini. Lalu perjalanan menuju kampus dimulai.

__ADS_1


Dalam mobil.......


"Yuri aku tak lihat kamu bawa buku kenapa?" tanya zen.


"Semua buku-buku dan alat-alat tulis keperluan kampus aku simpan didalam loker kampus, jadi gak perlu repot-repot bawa" jawab yuri.


"Oh begitu rupanya, terus kamu kelas apa?" tanya zen kembali.


"Seni" jawab yuri.


"Pantas saja jika jarang ketemu walau dulu kita pernah saling papasan di kampuspun kamu pasti gak akan kenalin aku" ucap zen.


"Emang kamu jurusan apa?" tanya yuri.


"Bisnis" jawab zen.


"Pantes, kita pasti gak bakal ketemu saat di kampus dulu karena ruangan kelas kita berada di gedung kampus yang berjauhan" ucap yuri menanggapi perkataan zen barusan.


"Tapi sekarang kita pasti bakal sering ketemu" ucap zen.


"Iya, itu harus" ucap yuri tegas.


"Kenapa nada bicaramu tegas gitu barusan?" tanya zen heran.


"Karena pasti ada banyak cewek-cewek kegatelan di kampus yang bakal sering cari-cari perhatian kamu ini, yang bukan hanya ganteng tapi kaya pula" sahut yuri.


"Cemburu nih?" tanya zen menggoda yuri.


"Ya iyalah!" jawab yuri.


"Kalau gitu habis kelas ketemu di kantin" ucap zen.


"Ok, dan awas ya lihat aja jika ada satu cewek yang deket-deket sama kamu pas ada atau gak ada aku. Bakal aku labrak dia!" tegas yuri.


"Iya calon istriku" sahut zen.


Perjalanan berlalu mereka sampailah di kampus dengan aman dan selamat, setelah mobil diparkir ditempat biasanya. Zen keluar dari dalam mobil bersama dengan yuri sekarang ini.


Heboh!


Semua mahasiswa/i kampus yang melihat yuri keluar dari dalam mobil zen langsung pada heboh sekali.


"Wih....ganti cewek lagi tuh" seru salah satu mahasiswa kampus.


"Kau gak update berita kampus ya, hani dah putus dengan zen" jawab teman kampus mahasiswa sebelumnya yang berbicara.


"Orang kaya dan ganteng kaya zen cepet amat ya dapet ganti nya, kayak hilang satu cewek itu seolah bukan masalah dan seperti sudah ada cadangannya" ucap mahasiswa lain.


"Sudah jangan liatin terus malah sakit hati nanti kalian semua, para jomblo" timpal mahasiswi lain yang berada di kelompok tersebut.


Kembali pada zen.


"Kalau gitu sampai ketemu di kantin nanti" ucap zen, sambil hendak berlalu pergi dari sana.


"Tunggu" cegah yuri.


"Kenapa?" tanya zen, sambil berbalik badan menatap yuri.


Yuri meraih lengan zen dan mencium punggung tangannya, seraya berkata "sampai ketemu nanti"


Heboh!


Lagi-lagi semua mahasiswa disekeliling sana dibuat heboh atas apa yang mereka lihat antara interaksi zen dengan yuri barusan.


Bersambung........

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang


Makasih


__ADS_2