Kartu Sihir

Kartu Sihir
Membunuh tanpa menyentuh


__ADS_3

Dengan menghabiskan waktu 20 menit berkendara dengan kecepatan cepat, zen sudah bisa sampai di markas red maple.


Begitu zen turun dari dalam mobil, segera masuk kedalam markas dan menuju aula. Sampai aula markas, mereka sudah berkumpul disana dengan perlengkapan lengkapnya.


"Baiklah karena zen sudah disini, kita bisa berangkat" ucap darco.


"Ya!" seru mereka semangat.


"Sebelum itu aku ingin menyampaikan sesuatu" ucap zen.


"Kalau begitu silahkan" ucap darco.


"Nanti biarkan aku maju terlebih dahulu, sebelum kalian semua. Untuk membereskan para penembak" ucap zen.


"Apakah itu tidak terlalu gegabah?" tanya darco khawatir, sebab zen merupakan anggota red maple juga.


"Aku sudah punya rencana yang matang" ucap zen.


"Baiklah jika begitu" ucap darco.


Selesai dengan perkataan zen, mereka mulai bergerak menuju lokasi perang yang ditentukan sebelumnya. Anggota red maple pergi menggunakan truck.


Dan jarak dari markas red maple ke lokasi perang tidak terlalu jauh, jadi perjalanan cukup cepat sampai.


20 menit melakukan perjalanan sudah sampai di lokasi, dan semua sudah turun dari truck.


"Baiklah sesuai perkataan ku sebelumnya, aku akan pergi duluan. Jika sudah selesai aku akan memberikan sebuah tanda, dengan menembakan ini keudara" ucap zen, sambil menunjukan sesuatu.


"Baik" jawab anggota red maple.


"Tapi apakah kau bisa memperkirakan berapa lama kita harus menunggu tanda darimu?" tanya darco.


"Jika dalam sepuluh menit aku belum memberikan tanda kalian bisa maju" jawab zen atas pertanyaan darco barusan.


"Baiklah kalau begitu" sahut darco.


Sesuai ucapan, zen pergi menuju garis depan terlebih dahulu menggunakan kemampuan seni beladiri kuno. Membuat zen bisa bergerak cepat sekali.


Setelah bergerak maju ke garis depan sejauh 200 meter, zen menemukan keberadaan para penembak jitu tersebar pada sepuluh titik.


"Jadi memang ada sepuluh" ucap zen, ketika melihat jumlah para penembak jitu yang ada.


Dengan menggunakan kemampuan mata ilusi, zen mengunci kesepuluh targetnya. Bahkan yang lebih mengagumkannya lagi adalah mata ilusi ini, bisa memberikan sebuah serangan ilusi tanpa perlu lawan menatap mata zen.


Begitu zen melepas teknik mata ilusi, kesepuluh target yang merupakan para penembak jitu mulai merasakan pusing. Kemudian lama-lama mereka merasakan sesak nafas dengan pandangan mata kabur.


Zen melihat teknik mata ilusi berhasil, segera meningkatkan efeknya semakin kuat.


Sampai-sampai kesepuluh penembak jitu yang menjadi target pun mulai melihat ilusi mengerikan di mata mereka, yang terekam jelas kedalam otak masing-masing.


Dan yang lebih parah lagi serangan yang dilancarkan ilusi mengerikan tersebut bisa berefek nyata, seperti salah satu contohnya yang dialami oleh salah seorang penembak jitu adalah sebuah pedang yang menusuk jantungnya lalu sedetik kemudian dia mati.


Tapi secara fisik tak terluka, namun dia benar-benar kehilangan nyawa. Akibat serangan mengerikan dari mata ilusi, yang dilancarkan zen barusan.

__ADS_1


Satu demi satu mereka para penembak jitu yang keberadaannya di atas pohon mati.


"Sekarang sisanya sinyal ini" ucap zen.


Dengan segera sinyal diberikan dan terdengarlah suara ledakan di udara.


'Boom'


Di tempat lain.


Darco dengan para anggota red maple yang mendengar bunyi tersebut, segera sadar itu adalah sinyal yang diberikan zen.


"Itu sinyal yang diberikan untuk kita, ayo bergerak!" seru darco dengan suara lantangnya.


Mereka semua anggota red maple dibawah pimpinan darco bergerak maju kegaris depan, sampai sana langsung bentrok dengan para anggota pasukan skull.


Membuat pertempuran pecah di antara kedua belah pihak yang sedang bertempur di dalam hutan ini.


Zen dari atas pohon masih bersiaga memperhatikan jalannya perang, ketika ada seseorang yang hendak menggunakan senjata api langsung zen berikan serangan ilusi hingga dia mati.


Terus demi terus pertempuran berlangsung, sampai kurang lebih memakan waktu sekitar satu setengah jam.


Selama pertempuran zen sendiri cukup menyerang dengan mata ilusi saja dari atas pohon, sambil duduk santai memperhatikan jalannya perang.


Pertarungan selesai, dan dimenangkan kelompok red maple. Zen turun dari atas pohon menghpiri darco yang terlihat kacau kelelahan dan dia mendapatkan beberapa luka.


"Kau tidak apa-apa?" tanya zen.


"Lumayan" jawab darco.


"Kalian semua kumpulka seluruh anggota kita" perintah zen, pada anggota red maple yang kondisinya masih cukup baik dan bisa bergerak.


"Ya" jawab anggota red maple yang bisa bergerak dan menjalankan perintah zen.


Cukup memakan waktu menunggu mereka semua mengumpulkan amggota yang tak sadarkan diri, dan yang terluka cukup berat sampai tak bisa bergerak.


"Apakah sudah semua?" tanya zen.


"Sudah" jawab mereka.


Zen mulai melkukan pengobatan dengan kemampuan medis, yang dimiliki nya dari kartu sihir dulu.


Satu demi satu anggota red maple yang terluka parah sampai tak bisa bergerak bebas, zen obati dengan menggunakan kemampuan medisnya. Sama hal nya dengan para anggota pasukan red maple yang tak sadarkan diri, zen mengobati mereka.


Kebetulan memang zen sudah sengaja menyimpan alat-alat pertolong darurat di dalam truck sebelum pergi berperang, jadi ketika saat seperti ini tiba tidak terlalu repot.


Cukup makan waktu zen mengobati mereka semua, sebelum pada akhirnya seluruh anggota red maple pergi dari sana menggunakan truck kembali.


Sampai markas.


"Kirim yang terluka berat kerumah sakit" ucap zen.


"Baik" jawab anggota red maple yang bisa bergerak cukup bebas, setelah pertempuran dihutan melawan kelompok skull.

__ADS_1


Zen sendiri sekarang berada dalam ruangan rapat darco dalam markas, tengah duduk dan mengobrol bersama.


"Jadi kakak pertama, langkah kita setelah ini apa?" tanya zen penasaran, akan langkah apa yang diambil darco setelah ini.


"Kita akan mengambil alih seluruh aset dan properti milik skull" jawab darco atas pertanyaan zen.


"Dan dengan begini harusnya kelompok kita semakin besar dan lebih kuat lagi bukan?" tanya zen memastikan.


"Ya, seharusnya begitu" jawab darco.


"Aku tadinya ingin menyediakan senjata api untuk anggota kita, walau tidak semua" ucap zen.


"Apakah bisa begitu?" tanya daeco.


"Ya, aku punya rencana untuk memberikan sebuah senjata api bagi mereka kelompok khusus kita. Yang bertugas menjadi sniper" ucap zen menjelaskan.


"Oh seperti skull itu?" tanya darco.


"Begitulah" jawab zen.


"Aku lebih setuju kita bertarung tanpa menggunakan senjata api" ucap zen.


"Karen kita bukan mafia kan?" ucap zen.


"Ya, kita adalah geng bukan mafia" jawan darco.


"Aku tak masalah sih, lagian cuma saran" ucap zen.


"Maaf mengecewakanmu" ucap darco.


"Tidak apa-apa, lagian itu cuma saran. Aku tak memaksa kok" jawan zen.


"Kalau begitu apakah kau mau langsung kembali setelah ini?" tanya darco.


"Begitulah, apakah ada yang masih kau butuhkan dariku?" tanya zen pada darco.


"Tidak ada" jawab darco.


"Kalau begitu aku pulang dulu" ucap zen pamit.


"Ya, hati-hati dijalan" jawab darco.


"Kalian juga baik-baiklah dulu sementara ini, jangan buat gerakan tiba-tiba" ucap zen menyarankan.


"Aku megerti" sahut darco.


Dengan menggunakan lamborghini miliknya, zen kembali pulang kerumah dengan segera. Bahkan memacu kecepatan tinggi sekali, agar bisa sampai dengan cepat kerumah.


Bersambung........


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang


:g

__ADS_1


Makasih


__ADS_2