Kartu Sihir

Kartu Sihir
Kepergian Liona


__ADS_3

Selesai dengan berpakaian liona menghampiri zen di meja makan, namun malah duduk dipangkuan zen.


"Duduk disebelahku, jangan dipangkuan diriku" ucap zen.


"Biarkan aku begini, lagipula nanti aku akan sulit bertemu denganmu" ucap liona.


"Memangnya kau mau kemana?" tanya zen.


"Aku akan dikirim bertugas diluar sebagai pasukan bantuan, dan bertugas sebagai tim medis" jelas liona.


"Kota mana?" tanya zen.


"Luar negara" jawab liona.


"....berapa lama?" tanya zen.


"Entah, mungkin sampai konflik disana mereda dan damai kembali baru dikirim kembali pulang ke negara" ucap liona.


"Hati-hati saat disana, jangan ceroboh" ucap zen memberikan nasihat.


"....jika aku pulang dalam kondisi meninggal ke negaraku, apakah kau akan hadir dipemakamanku setidaknya sekali saja?" tanya liona tiba-tiba.


"Jangan berkata begitu, kalaupun kau mati aku akan pastika datang setiap ada waktu untuk memanjatkan doa untukmu" ucap zen menjawab.


"Apakah kau akan sedih kehilanganku?" tanya liona.


"....." zen hanya terdiam.


"Jawab, aku mohon" ucap liona.


Zen masih terdiam dan merasa bingung sekali sekaligus bimbang, karena pertanyaan dari liona barusan.


"Aku pasti aka sedih jika kau mati, karena aku akan kehilangan orang yang selalu bersikap seenaknya begini padaku yang sudah bersitri" ucap zen.


"Apakah aku bisa memiliki tempat dihatimu?" tanya liona.


"....aku tidak tahu, namun aku akan berikan kau sebuah hadiah sebelum berpisah" ucap zen merogoh kantung celananya.


Yang padahal mengambil liontin pelindung yang pernah dirinya dapatkan dari kartu sihir biasa dulu. Kemudian zen memperlihatkan liontin pelindung tersebut pada liona.


"Cantik" ucap liona ketika melihat liontin tersebut.


"Jangan sampai kamu lepas kemanapun kamu pergi" ucap zen sambil memasangkan liontin pelindung tersebug pada leher jenjang milik liona.


"Bahkan saat mandi?" tanya liona.


"Benar, pokoknya setiap saat dn setiap waktu jangan sampai kau lepas liontin itu" ucap zen memperingati.


"Aku mengerti, lalu ada hadiah perpisahan apa lagi yang mau kamu berikan padaku sebelum aku bertugas diluar?" tanya liona.


"Mungkin ini terdengar konyol, namun jangan lirik pria lain" ucap zen.


"Itu tidak akan" ucap liona.


Lalu secara mengejutkan liona mencium bibir zen dengan lembut, dan bahkan zen menanggapi permainan bibir lion sampai akhirnya terjadi percumbuan bibir dan lidah diantara keduanya.


Setelah cumbuan tersebut dilepas, kemudian zen berkata "sudah, jangan berlebihan"


"Suapin dong" ucap liona.


"Baiklah" jawab zen.


Mereka pada akhirnya makan bersama dengan sepiring berdua dan saling menyuapi satu sama lainnya.


Selesai dengan kegiatan makan sarapan pagi yang tidak biasa, zen sedang berada dalam perjalanan bersama dengan liona menggunakan mobil.


"Mau kemana kita?" tanya liona.

__ADS_1


"Mengantarmu pulang" ucap zen.


"Jangan copet-cepet anter aku pulang dong, biarkan setidaknya aku habiskan waktu satu hari ini bersama denganmu" ucap liona.


"Kapan memangnya kau berangkat?" tanya zen.


"Besok dini hari" ucap liona.


"Baiklah, aku akan berikan kenangan indah sebelum kita berpisah dalam waktu lama" ucap zen.


Mereka akhirnya pada hari itu menghabiskan waktu bersama-sama dari mulai pergi ke mall, taman hiburan, wahana permainan, tempat wisata, dan berbagai hal lain yang dilakukan bersama.


Malam tiba, zen sudah berada di rumah liona.


"Hati-hati saat disana" ucap zen.


"Aku akan hati-hati, namun jika memang takdir berkata lain. Aku harap jangan lupakan aku dihati dan pikiranmu" ucap liona.


"Aku akan usahakan" jawab zen.


Mereka sesaat melakukan cumbuan bibir dan lidah, sebelum akhirnya diakhiri dan liona keluar dari dalam mobil untuk masuk kedalam rumah.


Zen sendiri sekarang pergi pulang menuju apartemen.


"Aku yakin dia akan marah"


... ....


Sampai apartemen, zen disambut oleh yuri.


"Aku pulang" ucap zen saat baru masuk kedalam rumah.


"Selamat datang kembali" ucap yuri menyambut dihadapan zen.


"Kenapa baru pulang?" tanya yuri.


"Jujur?" tanya yuri.


"Iya, tanoa ada kebohongan" ucap zen.


Mereka kemudian duduk disofa bersama, lebih tepatnya yuri duduk dipangkuan zen sambil merebahkan kepalanya di dada zen.


"Ada lipstik di kerahmu" ucap yuri.


"Aku akan cerita" ucap zen.


Kemudian akhirnya zen menceritakan semuanya dari awal sewaktu liona minta bantuan saat dikejar para preman sampai akhirnya mengantarkan liona pulang barusan.


"Kamu ada hati padanya?" tanya yuri.


"Entah, aku tidak tahu" jawab zen.


"Sepertinya dia benar-benar suka padamu" ucap yuri.


"Aku tahu itu" jawab zen.


"Lalu kamu akan biarkan cintanya bertepuk sebelah tangan begitu?" tanya yuri.


"Entahlah, aku sudah ada kamu sayang" jawab zen.


"Aku izinkan kamu menikah lagi dengannya, asalkan tidak ada lagi yang lain" jawab yuri.


"Aku tidak tahu, tidak bisa putuskan sekarang" ucap zen.


"Yasudah, sekarang kamu mandi terus kita makan malam sama-sama" ucap yuri.


"Aku minta maaf atas kelakukan ku" ucap zen.

__ADS_1


"Aku sudah maafkan, lagipula aku tidak boleh egois karena kamu adalah lelaki yang bisa dikatakan perfect" ucap yuri.


"Aku minta maaf" ucap zen kembali.


"Sudah jangan merasa bersalah begitu, bagiku asalkan kamu gak ninggalin kami berdua maka itu sudah lebih dari cukup" ucap yuri.


"Makasih" jawab zen sambil mengecup bibir yuri singkat.


Kemudian zen segera mandi, sehabis mandi langsung makan malam bersama-sama dengan yuri di meja makan.


... ....


Selesai makan, akhirnya mereka tertidur bersama-sama.


Keesokan pagi harinya......


Zen yang baru bangun tidur langsung membuka kartu sihir emas, setelah selesai memilih kartu emas langsung dibuka.


[Mendapatkan kemampuan Raja Tentara]


Seketika zen merasakan banyak keahlian terekam dalam otaknya sekarang ini, bahkan tubuhnya serasa lebih ringan dan kuat lagi.


"Ini bagus"


Melihat kesamping rupanya yuri masih tertidur pulas, zen mengelus kepalanya dengan lembut dan penuh akan kasih sayang.


Tak lama kemudian yuri bangun dari tidurnya, sebab merasakan adanya sentuhan pada bagian kepala.


"Selamat pagi" sapa zen.


"Selamat pagi" sapa yuri.


"Ayo bangun dan siap-siap buat kampus" ucap zen.


"Sekarang itu akhir pekan" ucap yuri.


"Oh ya, lupa" jawab zen.


"Olahraga pagi aja gimana?" tanya yuri.


"Boleh, kita jalan-jalan samtai aja" ucap zen.


"Yaudah ayo bersiap" ucap yuri.


Mereka kemudin bersiap-siap untuk kegiatan olahraga pagi hari ini, setelah siap mereka pergi berjalan santai sampai di taman komplek.


Yang ternyata banyak orang lain yang juga berolahraga pagi ditaman komplek pagi hari itu.


Saat sedang melakukan olahraga jalan santai, ada seseorang yang memanggil dari belakang.


"Zen" panggilnya.


Dari suara yang memanggil terdengar tidak asing, benar saja ketika menengok kebelakang ada sosok brian dan kawan-kawan yang lain.


"Kalian disini juga?" tanya yuri kaget.


"Iya, karena nyaman banget olahraga pagi disini" jawab dewi.


"Kalau gitu kita olahraga bareng-bareng aja" saran violet.


"Ide bagu" ucap marcel.


Mereka semua akhirnya jalan-jalan pagi dengan santai di area taman komplek tersebut, sambil jalan sambil cerita banyak hal tentang apapun dengan begitu ceria.


Bersabung.......


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang

__ADS_1


Makasih.


__ADS_2