Kartu Sihir

Kartu Sihir
White Tiger II


__ADS_3

Setelah cukup lama mengikuti pria dengan pakaian serba hitam tersebut sampai akhirnya berhenti di alamat yang ditanyakan sebelumnya.


Namun Zen sepertinya tidak seorang diri disana, melainkan dirinya melihat ada Darco dengan beberapa orang anggota Red Maple dibelakangnya mengikuti.


Wush.


Zen menghilang dari tempat dirinya berada sebelum ini, dan muncul dibelakang Darco dan pasukannya.


"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Zen.


Darco dengan pasukannya tentu saja dibuat terkejut dengan perkataan Zen.


"Sial! kau mengagetkan kami saja" ucap Darco.


"Maaf, apa yang kaliam lakukan disini?" tanya Zen kembali pada Darco.


"Orang dengan pakaian serba hitam itu adalah target kami" jawan Darco.


"Maksudnya target?" tanya Zen bingung.


"Kami dapat sebuah pekerjaan sebagai pengawal dari balil bayangan, dan target yang harus dikawal adalah orang dengan pakaian serba hitam tersebut" jelas Darco sambil terus memperhatikan pergerakan orang dengan baju serba hitam tersebut.


"Kenapa harus dilindungi dari balik bayangan?" tanya Zen.


"Itu karena target sengaja digunakan sebagai umpan untuk memancing lawan" jawab Darco.


Target misi Darco nampaknya masuk kedalam rumah yang ditanyakan pada Zen sebelumnya.


Begitu target masuk kedalam rumah tersebut, ada dua mobil van hitam berhenti didepan rumah dengan beberapa orang keluar dari dalamnya.


"Itu mereka" ucap Darco.


"Siapa mereka semua itu?" tanya Zen.


"Mereka adalah kelompok White Tiger" jawab Darco.


"Lalu, kenapa masih belum bertindak juga?" tanya Zen.


"Kami sengaja membiarkan target dibawa menuju markas musuh terlebih dahulu, baru kami selesaikan disana semuanya" ucap Darco.


"Itu akan lebih membahayakan keadaan target bukan?" tanya Zen heran.


"Benar, namun hanya itu cara satu-satunya agar kami bisa mengetahui keberadaan markas musuh ada dimana selama ini" jawan Darco.


"Begitu, akan kubantu" jawab Zen.


"Baiklah" jawab Darco.


Real World Manipulation!


Setelah aktif, Zen membuat pingsan semua anggota kelompok White Tigger yang mencoba menculik target.


Darco dan kelompoknya tentu saja terkejut, namun segera tahu dan sadar bahwa itu semua akibat perbuatan yang dilakukan oleh Zen dengan cara yang tidak masuk diakal sehat dan diluar nalar mereka.


Langkah berikutnya adalah mencari lokasi markas White Tiger berada dimana, dan itu bisa dilakukan dengan mudah.


Sampai lokasi yang diinginkan didapatkan.


"Markas mereka selama ino berada di dekat pelabuhan dalam bangunan gudang kosong yang telah diubah menjadi markas mereka semua" begitulah jelas Zen pada Darco dan anggota kelompoknya.


"Apakah pelabuhan terdekat dari sini?" tanya Darco.


"Benar" jawab Zen.


"Baiklah terimakasih atas informasi yang kau berikan sekarang ini" ucap Darco tulus.

__ADS_1


"Bukan masalah, bereskan mereka terlebih dahulu" ucap Zen pada Darco sebelum pergi.


"Baik, kami mengerti" jawab Darco.


Zen langsung pergi dari sana setelah melakukan semua itu, kemampuan Real World Manipulation juga telah dinonaktifkan.


...


"Aku pulang" ucap Zen begitu masuk kedalam rumah.


"Selamat datang kembali" jawab Liona dengan Yuri.


"Kalian belum tidur?" tanya Zen.


"Masih sore" jawab Yuri.


"Jadi sudah selesai?" tanya Liona.


"Benar, aku hanya ingin istirahat saja sekarang ini" jawab Zen.


"Kalau begitu mandilah terlebih dahulu, dan kami akan siapkan makanan" jawab Yuri.


Zen akhirnya pergi mandi, sementara Yuri dengan Liona sedang menyiapkan makan malam untuk mereka makan.


15 menit sudah berlalu.


Zen dengan dua istrinya sedang duduk bersama di meja makan, mereka menyantap hidangan lezat untuk makan malam mereka sekarang.


Saat sedang makan malam, tidak ada pembicaraan apapun.


Sehingga begitu selesai makan, Zen pergi menonton acara televisi.


Kedua wanitanya sendiri sedang membereskan piring dan gelas kotor bekas mereka makan dan mencuci nya.


....


"Sayang" panggil Liona.


"Aku mau punya baby seperti Yuri" ucapnya.


"Kau pasti akan punya" jawab Zen.


"Semoga bisa secepatnya aku punya baby seperti Yuri" jawab Liona.


"Sudah jangan sedih begitu, kamu pasti akan jadi seorang ibu suatu saat nanti jika sudah waktunya" ucap Zen menyemangati Lion.


"Kalau begitu kalian malam ini bermainlah berdua, aku tidur dikamar sebelah saja" ucap Yuri.


"Tidak bisa, aku tidak mau seeogois itu" jawan Liona.


"Ini aku yang mau, supaya bisa mendapatkan teman ibu hamil juga" jawab Yuri.


"Tapi aku merasa tidak enak sampai membiatmu harus tidur dikamar sebelah begitu dan membiarkan Zen bermain denganku secara penuh begitu malam ini" jelas Liona.


"Tidak apa-apa, masih ada lain hari" jawab Yuri.


"Kalau begitu terimakasih" jawab Liona.


Akhirnya dari ruangan tengah berpindah ke kamar masing-masing.


Yuri di kamar lain tidur sendiri, sementara Liona dengan Zen tengah melakukan permaianan panas mereka.


.....


Keesokan pago harinya.

__ADS_1


Zen yang baru membuka matanya melihat ada Liona diatas tubuhnya, mereka sama-sama tidak mengenakan pakaian satu helai benangpun.


Dan hanya ditutupi selimut tebal saja.


Cup.


Satu kecupan didaratkan oleh Zen pada bagian kening Liona.


"Buka kartu sihir"


Kemudian pemilihan dilakukan, dan kali ini yang dibuka adalah dua kartu sihir biasa.


Kartu pertama yang dibuka berisikan 100% kepemilikan Asia Plaza Mall, yang merupakan mall terbesar di Jakarta.


Kartu kedua yang dibuka berisikan satu limosin megah dan mewah, yang langsung terparkir di basement apartemen miliknya.


"Hadiah yang bagus"


"Aku ajak saja mereka berdua jalan-jalan ke mall"


Saat sedang berbicara dalam hati mengenai hadiah yang didapatkan dari kartu sihir barusan pada pagi hari ini.


Liona nampak mulai terusik dari tidur nyenyaknya, kemudian membuka mata secara perlahan-lahan.


"Selamat pagi" sapa Zen.


"Selamat pagi, sayang" jawab Liona.


"Baiklah, segera bersiap" ucap Zen.


"Memangnya kita mau pergi kemana?" tanya sambil duduk diatas tubuh Zen dan berhasil menampakan pemandangan wow bagi Zen dipagi hari seperti sekarang.


"Sengaja mau dimakan lagi ya?" tanya Zen.


Lion tersenyum meggoda dan berkata dengan suara serak merdu khas bangun tidur dengan sedikit godaan yang imut sambil megucapkan "aku tidak menggoda~"


Zen tersenyum dan berkata "sudah, kita bersiap"


"Beneran gak mau yang laim dulu?" goda Liona dengan senyum yang menggoda.


Grep!


Zen akhirnya menarik Liona kebawah dari atas tubuhnya dan menindih Liona dibawahnya, spai permainan kembali dimulai.


....


Selesai bersiap-siap dengan pakaian rapih dan modis yang dikenakan mereka bertiga, akhirnya mereka pergi menuju Asia Plaza Mall yang baru didapatkan.


Sebelumnya pengelola mall sudah menelpon Zen untuk mengucapkan selamat dan beberapa patah kata pada Zen.


Sekalian Zen berkata bahwa dirinya akan berkunjung dengan dua wanitanya, namun tidak menginginkan sambutan dan segala hal meriah saja.


Cukup anggap sebagai pengunjung mall seperti pada umumnya saja.


Pihak pengelola mall tidak ada masalah sama sekali dengan permintaan dari Zen selaku pemilil mall yang baru.


"Kita boleh beli apa saja?" tanya Liona.


"Iya" jawab Zen.


"Jangan ingkarin kata-kata kamu sendiri ini ya!" tegas Yuri.


"Iya, kalin mau beli apapun silahkan" jawab Zen.


Bersabung.......

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang


Makasih.


__ADS_2