
Dalam rumah zen sedang duduk sekarang memikirkan apa yang telah terjadi kemarin pada dirinya atau nasib hidup nya
"Apakah sesial itu?"
"Tidak hanya satu namun dua!?"
"Huft.....move on!!"
Zen mengalihkan pandangan nya pada ponsel dan teringat akan kartu sihir nya
"Semoga hal yang membuat ku bahagia!" ucap zen
"Kalau begitu mari lihat apa yang akan kudapatkan dari mu Kartu sihir!" ucap zen sambil melihat layar ponsel nya yang sudah berisikan sepuluh kartu sihir seperti biasa dan siap dipilih
Satu kartu selesai dipilih dibagian atas dan satu kartu berhasil terpilih juga dibagian bawah
Kartu dibuka yang pertama
[Mendapat Kemampuan Scan]
"Bagus!!"
Kartu kadua dibuka
[Mendapat Tubuh Sempurna]
Kartu segera saja menghilang setelah zen membuka kedua kartu nya barusan dan beralihkan kembali pada layar ponsel biasa nya
Sekaligus juga dalam kepala zen muncul banyak pengetahuan dan kemampuan serta perasaan tubuh yang seolah makin berisi dan bertenaga juga vit dan sehat
Setengah jam berlalu
Semua perasaan barusan efek dari penyatuan nya tubuh sempurna dengan tubuh zen berlalu dan sekarang di depan cermin sudah ada pemuda tampan dengan rambut putih ditambah dengan warna mata merah nya
Jangan lupakan juga kondisi fisik zen yang sekarang sudah berisi dengan dada bidang dan perut sixpack nya termasuk lengan lengan berotot nya
Sekarang pemuda tersebut menatap lekat tampilan dirinya di cermin
"Tubuh yang sempurna!!" ucap si pemuda sambil tersenyum smirk nya
"Sekarang aku zen akan mulai merubah gaya hidupku ini!!" tekad zen
Selesai dengan bercermin zen segera saja mandi
Selesai mandi zen berpakaian dengan gaya bebas dan cool zen membuat sarapan pagi untuk dirinya makan sendiri
.....
Lamborghini perlahan masuk kedalam area parkiran
Setelah selesai lamborghini parkir dengan perlahan dan bergaya nya keluarlah si pengemudi yang tak lain adalah zen
Semua mata tertuju pada zen yang penampilan nya berubah drastis sekali sekarang
"Huh" zen hanya mendengus saja melihat dirinya menjadi pusat perhatian sekarang
Zen masuk kedalam gedung kampus dan berjalan di koridor dibawah tatapan mata para mahasiswa/i kampus nya yang memperhatikan setiap gerakan zen yang berjalan menuju kelas nya
Sampai kelas zen mendapati momen yang sama seperti di parkiran dimana mereka semua tertegun tak ada reaksi melihat kondisi seorang pemuda yang benar benar tampan baru masuk kedalam kelas nya
Zen duduk di kursi dan segera dihampiri oleh brian
"Zen?" tanya brian
"Apa?" jawab zen singkat
"Kenapa dengan penampilan mu?" tanya brian heran
"Efek Move On" jawab zen singkat
Segera baik brian dan dewi serta lusi bungkam karena mendengar jawaban zen barusan
Masalah zen dengan hani mereka juga belum tahu apapun jadi sekarang zen dapat pertanyaan beruntun dari brian
"Move On kenapa?" tanya brian
"Move On lah masa gak tahu?" jawab zen balik
"Putus dengan hani?" tanya dewi
"Ya" jawab zen
"Kenapa bisa?" tanya lusi sekarang
"Nanti aja cerita nya di kantin" jelas zen
"Baiklah" jawab ketiga sahabat nya sekarang
Zen dengan yang lain sekarang beralihkan fokus kembali pada pelajaran sebab dosen sudah masuk karena memang sudah waktu nya belajar
......
3 Jam berlalu......
Kelas berakhir sekarang zen dengan tiga sahabat nya duduk di bangku kantin meminta penjelasan pada zen mengenai apa yang terjadi pada hubungan nya dan hani serta maria
__ADS_1
"Jadi kenapa?" tanya brian
"Hani dan maria bukan wanita baik baik" jawab zen
"Maksud nya?" tanya lusi
"Mereka berdua wanita kotor paham dan gak usah bicara soal mereka lagi bisa!?" tanya zen dengan nada penekanan nya
"Owh....ok" jawab tiga sahabat tersebut
"Zen kau ganteng" ucap dewi
"......" tak ada jawaban dan tanggapan dari zen
"Iya juga ya kamu jadi berubah banget pangling loh?" tambah lusi
"Efek Move on" celetuk brian
"Jangan tanya tanya soal dua wanita tersebut lagi dan keluarga nya serta perubahan diriku" jelas zen dengan datar dan sambil menerima pesanan makanan nya dari pelayan kantin
Tiga orang sahabat sersebut sekarang bungkam tak ada lagi percakapan dan mereka mulai makan
Selesai makan zen bayar dan pamit pergi duluan
"Aku selesai dan akan pamit pergi duluan" ucap zen
"Hati hati jangan kebut kebutan" ucap brian
"Iya" jawab zen
Dengan langkah perlahan sekarang zen berjalan dari kantin menuju ke parkiran mobil nya dimana ada lamborghini milik nya menunggu dengan penuh gaya dan daya tarik
Segera masuk kedalam mobil keren itu zen kemudian berkendara dari parkiran kampus menuju jalan raya dengan kecepatan normal
Dalam keadaan mengemudi sendiri zen bungkam tanpa suara sepatah katapun dalam mobil nya yang sedang berkendara dengan kecepatan cukup cepat dalam jalan raya
Sampai di sebuah kawasan sepi zen mendapati sebuah kerumunan disana
Karena penasaran zen menepikan mobil nya dipinggir jalan segera
"Apa yang terjadi?"
Zen turun dari dalam mobil sambil berguman "adegan yang tak asing"
Dengan langkah perlahan sekarang zen sampai di kerumunan tersebut dan bertanya
"Ada apa ini?" tanya zen pada seorang perempuan baya
"Itu mas ada perkelahian" jawab si ibu
"Iya mas itu disana" tunjuk sang ibu pada deretan motor yang terparkir disamping jalan raya dengan rapih nya
Karena penasaran zen berjalan mendekat kearah sana hingga terlihat lah ada sebuah perkelahian antara satu orang perempuan melawan tiga orang
"Apakah tiga pria besar itu tak punya malu mengeroyok seorang perempuan?"
Karena ingin menolang sekarang zen berlari dari sana dan segera saja melayangkan pukulan ke tubuh mereka
Bugk!
Buak!
Bagk!
Tiga pukulan menumbangkan tiga orang dengan masing masing satu pukulan
"Tak punya malu mengeroyok perempuan!" ucap zen geram
Berbalik badan dan menatap perempuan dihadapan nya yang sekarang sedang dalam kondisi terengah engah
"Gak papa?" tanya zen
"Makasih" jawab nya datar
"Ada yang luka gak?" tanya zen
"Gak ada....dan aku pergi dulu" jawab si perempuan sambil pergi dari sana
Zen hanya menatap kearah si wanita tersebut yang baru saja berjalan beberapa langkah pergi dari hadapan nya terkihat oleh dan ambruk tubuh nya
Tepat sebelum jatuh keatas tanah keras tubuh wanita tersebut ditangkap zen
"Hais......bilang nya tak apa apa" gumam zen
Dengan menggendong ala bridal style sekarang zen membawa wanita tersebut masuk kedalam mobil lamborghini nya
Zen selesai menaruh si wanita dalam keadaan pingsan tersebut dalam kursi penumpang di mobil nya
Selesai itu zen ikut masuk kedalam mobil juga duduk di kursi pengemudi nya
"Bawa kemana nih?" tanya zen heran pada dirinya sendiri melihat wanita tersebut
Namun dengan segera saja zen melajukan mobil nya menuju kerumah nya
Dua puluh menit berlalu sampailah sekarang zen dirumah nya
__ADS_1
Sampai rumah zen membawa si wanita pingsan tersebut kedalam rumah nya dan di taruh diatas kasur dalam kamar
Setelah membaringkan si wanita tersebut diatas kasur zen duduk disamping ranjang memperhatikan wanita tersebut
"Cantik" ucap zen
Dengan lembut zen menyibak rambut si wanita yang menutupi mata nya
"Cantik sekali kau ini" ucap zen kembali
Zen meninggalkan si wanita berbaring diatas kasur dalam kamar saja sedangkan zen pergi kedapur masak makan siang sendiri untuk dirinya sendiri dan juga si wanita takut nanti bangun dalam keadaan lapar
Selesai masak sekitar lima belas menit zen menata makanan masakan nya diatas meja dan berbalik kearah kamar sebelum nya tenpat ada si wanita yang ditolong nya tadi dalam keadaan pingsan
"Kau" ucap si wanita kala melihat zen masuk kedalam kamar tempat nya berada
"Sudah sadar rupanya" ucap zen
"Apakah kau kesakitan sampai pingsan?" tanya zen
"Aku tak sakit hanya lapar saja belum makan dari dua hari lalu" jawab nya jujur
"Astaga emang kau taj mampu beli makan?" tanya zen heran
Wanita tersebut menggelengkan kepala tanda jawaban nya
"Yaudah ayo makan aku dah masak juga" terang zen
"Lemes gak bisa gerak nih" jawab nya si wanita tersebut
"Aku bawakan ke sini mau?" tawar zen
"Ya" jawab si wanita
"Ok tunggu disini" jawab zen
Dengan langkah perlahan zen berbalik keluar kamar dan membawakan sepiring nasi dan lauk nya untuk si wanita tersebut
Setelah mengalas nasi dan lauk nya kedalam piring segera saja zen menyiapkan segelas air minum dan diletakan keatas nampan bersamaan dengan sepiring nasi dan lauk nya
Nampan zen bawa kedalam kamar dan disimpan diatas nakas samping tempat tidur dan duduk di kursi yang ada di samping meja
"Bisa makan sendiri?" tanya zen
Wanita tersebut menggelengkan kepala nya tanda jawaban
"Mau kusuapi?" tanya zen
"Ya" jawab singkat si wanita tersebut
Segera dengan telaten zen menyuapi si wanita tersebut tanpa ada obrolan apapun diantara kedua nya sekarang
Selesai makan minum zen masih duduk disamping ranjang dan bertanya
"Siapa namamu?" tanya zen
"Yuri"
"Mau ceritakan apa yang terjadi sampai kau berakhir begini?" tanya zen
"Aku kabur dari rumah belum lama ini karena menolak perjodahan paksa yang dilakukan ayah ku dengan seseorang"
"Aku pun kabur dari rumah tanpa bawa uang sepeser pun dan hanya bawa pakain dibadan ini saja"
"Aku kabur kerumah teman secara berpindah pindah guna menghilangkan jejak curiga orang tuaku atas keberadaan ku"
"Dan orang orang sebelum nya adalah preman entah dari mana dengan maksud bejat padaku dan kau datang menolong" begitulah penjelasan dari yuri
"Begitu ya......lalu sekarang kau tinggal dimana dengan kondisi sekarang?" tanya zen
"ehm.....disini aja deh" jawab nya
"Apa?" ucap heran dan kaget zen
"Boleh ya tolong aku" pinta si yuri
"Kalau gitu kau bertugas sebagai ART bisa kan? jika bisa aku bayar kau dengan upah 15jt mau?" tanya zen
"Aku terima" jawab yuri
"Kau bisa mulai kerja besok dan lakukan tugas mu sebagai ART disini" jelas zen
"Baik aku mengerti" jawab yuri
"Kalau gitu malam ini istirahatlah dulu baru besok kerja" jawab zen
Zen keluar dari dalam kamar tersebut dengam membawa nampan berisikan piring dan juga gelas kotor bekas yuri makan
Sekarang ini diruang makan zen duduk sambil makan di meja makan dengan tenang dan lahap nya
"Cantik juga dan menurut hasil scan dia perempuan baik"
*****
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
__ADS_1
Makasih