
Sebelumnya, zen yang baru saja bangun tidur langsung pergi mandi. Butuh waktu sekitar 10 menit untuk zen mandi, dan selesai mandi zen segera berpakaian.
Menggunakan style mewah tapi santai, menambahkan kesan yang berkelas dan cocok bagi zen yang tampan dan tinggi. Selesai berpakaian dan bersiap, zen pergi keluar kamar dengan menggerek dua koper berukuran sedang.
.....
Diruangan dapur, yuri baru saja selesai menata hasil masakannya keatas meja makan. Ketika hendak pergi membangunkan zen, malah orangnya sudah nyamperin ke dapur.
"Selamag pagi, suami" sapa yuri dengan senyuman cerah bak matahari pagi.
"Selamat pagi, istriku" jawab zen, dengan dibalas senyuman yang tak kalah manis dan indah terbit dari wajah tampannya.
Zen meletakan dua koper yang sebelumnya dia gerek di dekat meja makan, lalu duduk pada kursi. Melihat zen sudah duduk yuri ikutan duduk pada kursi.
"Aku ambilin ya" ucap yuri.
"Boleh, sayang" jawab zen.
Acara makan berlangsun dengan bahagia, karena zen senang dengan apa yang telah yuri lakukan.
"Aku suka" ucap zen tiba-tiba saat makan.
"Suka?" ucap yuri dengan nada bingung.
"Suka sama apa yang kamu lakuin sekarang" ucap zen memperjelas maksud omongannya.
"Aku sekarang udah jadi istri, jadi harus lebih bisa diandelin lagi. Terutama untuk mengurus rumah dan suami ganteng yang jadi incaran para pelakor" ucap yuri menjawab.
"Segitunya?" tanya zen.
"Iya, karena aku gak mau kalau kamu diembat ama pelakor jalanan" ucap yuri.
"Hihihi, tenang aja cantik. Suami tampanmu ini gak bakal selingkuh" ucap zen meyakinkan yuri dengan dibarengi nada bercanda.
"Awas aja kalau kamu selingkuh" sahut yuri.
"Hihihi, iya istriku yang manis" ucap zen.
"Udah, ayo makan" ucap yuri.
Mereka kembali lanjut makan sarapan pagi, dengan perasaan yang bahagia satu sama lainnya. Sampai acara makan selesai, mereka segera pergi menuju bandara dengan menggunakan taxi.
.....
Dalam perjalanan menuju bandara, tak ada hal spesial apapun. Sehingga membuat perjalanan terasa sepi dan hening, namun iti bagi supir.
Sedangkan bagi zen dengan yuri, mereka asik ngobrol dikursi belakang. Bahkan mesra-mesraan lagi pula, membuat sang supir muda dan jomblo tersebut iri setengah mati.
25 menit waktu perjalanan ditempuh, sebelum akhirnya taxi sampai di bandara. Setelah menurunkan dua koper yang dibawa dari bagasi mobil taxi, zen membayar biaya ongkos taxi.
"Berapa ongkosnya?" tanya zen pada supir taxi muda tersebut.
"Cuma Rp.100.000 tuan muda" jawan supir taxi muda tersebut sopan.
Zen mengeluarkan uang 200ribu dari dalam kantung celananya, dan diberikan pada supir taxi muda tersebut. Sambil berkata "itu bonus untukmu".
__ADS_1
Supir taxi muda tersebut menerima uang dari lengan zen dengan senang hati, sambil tak lupa mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih banyak tuan muda" ucap supir taxi muda tersebut.
"Sama-sama" jawab zen.
"Kalau boleh tahu siapa nama kamu?" tanya zen pada si supir taxi.
"Nama saya Juna tuan muda" jawab supir taxi tersebut.
"Kalau gitu boleh saya minta nomor kamu?" tanya zen kembali.
"Baik, silahkan dicatat tuan muda" jawab juna.
Setelah juna menyebutkan nomor ponselnya, zen juga selesai menyimpan nomor ponsel juna kedalam kontak ponsel miliknya.
"Kalau gitu, suatu saat aku akan telpon kamu" ucap zen.
"Untuk apa tuan muda?" tanya juna.
"Aku akam berikan hal bagus untukmu, dan namaku zen" ucap zen sambil berlalu pergi meninggalkan juna disana.
Melihat zen sudah pergi, sekarang juna kembali masuk kedalam mobil taxi miliknya. Dengan perlahan segera pergi meninggalkan area bandara, untuk mencari penumpang kembali.
.....
Kembali pada zen.
"Sayang kamu barusan bicara apa dengan supir taxi itu?" tanya yuri.
"Cuma obrolan biasa, gak ada yang spesial kok" ucap zen.
Mereka berduapun akhirnya mulai melakukan penerbangan, setelah sebelumnya menunggu sejenak dan melakukan pemeriksaan barang bawaan.
2 jam waktu tempuh dengan pesawat udara, sekarang ini peswat sudah mendarat dengan selamat di bandara denpasar bali.
Zen dengan yuri setelah keluar dari pesawat, segera pergi dari bandara dengan menggunakan taxi menuju daerah nusa dua. Dimana disana adalah lokasi villa melati milik zen yang didapat dari kartu sihir.
Selesai memasukan dua kopernya kedalam bagasi taxi, zen dengan yuri masuk kedalam taxi dan duduk dikursi belakang.
"Tolong pergi ke villa melati, nusa dua" ucap zen menyebutkan alamat tujuannya.
"Baik" jawab sang supir taxi.
Sekarang taxi mulai berjalan dengan kecepatan normal, menuju alamat yang disebutkan oleh zen sebelumnya. Dalam mobil yuri hanya diam saja, membuat zen bingung.
"Sayang, kenapa diem aja?" tanya zen.
"Hanya sedikit pusing" jawab yuri.
"Kamu mabuk udara ya?" tanya zen.
"Kayaknya, tapi aku baru kali ini ngalamin mabuk udara. Padahal sebelumnya kalau pergi dengan pesawat udara, gak kayak gini" ucap yuri.
"Yaudah, sini nyender" ucap zen.
__ADS_1
Yuri hanya menurut saja, dan menyenderkan kepalanya pada dada bidang zen. Sampai mereka akhirnya sampai di lokasi.
Selesai bayar ongkos dan menurunkan koper dari bagasi, zen dengan yuri masuk kedalam. Sementara sang supir taxi kembali pergi.
Di dalam villa, setelah masuk kedalam kamar. Zen menyuruh yuri untuk istirahat didalam kamar, sementara zen menata barang-barang bawaan mereka yang berada didalam koper.
Selesai dengan mengurusi barang-barang didalam koper, zen melihat keadaan yuri. Yang ternyata dia sudah tertidur pulas, dengan perlahan dan lembut penuh akan kasih sayang dan perhatian. Zen menyelimuti tubuh yuri.
Setelah itu ikut berbaring disampingnya, dengan memeluk erat badan yuri dengan penuh cinta. Sampai tak terasa zen malah ikut tertidur pulas juga.
2 Jam berlalu......
Yuri membuka matanya, dan bangun dari tidur pulas lebih dulu daripada zen. Ketika membuka mata, yuri mendapati zen tertidur juga disampingnya.
Sebuah senyuman terbit pada bibir yuri, dan perlahan yuri memberikan kecupan lembut pada bibir zen.
Cup.
"Makasih, suamiku" ucap yuri.
Tiba-tiba zen yang memang sudah bangun senjak yuri bangun sebelumnya, menjawab ucapan yuri barusan.
"Sama-sama" jawab zen.
Yuri dibuat kaget, namun kembali bersikap biasa lagi.
"Kalau udah bangun, jangan pura-pura tidur gitu" tegur yuri.
"Emang kenapa?" jawab zen, sambil membuka matanya yang memang pura-pura terpejam seperti tidur.
"Gak, kenapa-napa sih" jawan yuri.
"Laper gak?" tanya zen.
Yuri hany mengangguk, kemudian zen bangun dan memangku tubuh yuri ala bridal style. Yuri hanya diam dan memeluk erat badan zen, sampai ke ruangan makan.
Zen menurunkan badan yuri dan menyuruhnya duduk di kursi, yuri hanya nurut saja.
"Mau makan apa hm?" tanya zen.
"Coba liat dulu, di dalem kulkas ada apa aja?" tanya yuri.
Zen menuruti perkataan yuri, dan membuka kulkas. Terlihat ada banyak bahan makanan dari daging hingga sayuran, serta bumbu dapur yang sepertinya sudah full stok.
"Wah ada lobster!" seru yuri bahagia dengan mata berbinar.
"Suami masakin aku lobster asam manis ya ya ya" pinta yuri antusias, bagai anak kecil melihat permen.
"Yaudah kalau gitu, kamu duduk manis tungguin aku masak sampai selesai ok?" pinta zen.
"Siap" jawan yuri.
Bersabung.......
Note: Ahem napa tuh yuri.
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
Makasih