Kartu Sihir

Kartu Sihir
Liona


__ADS_3

Pagi hari ini zen yang baru membuka mata langsung membuka satu kartu sihir emas, dan melakukan pemilihan kartu emas yang mana yang akan dirinya pilih untuk dibuka.


Pilihan kartu emas selesai, zen membuka kartu emas tersebut.


[Mendapat satu permohonan]


"Dapat kartu ini lagi, simpanlah untuk sekarang ini" ucap zen.


Selesai memilih kartu sihir, zen segera pergi melakukan olahraga pagi dengan jogging keliling komplek.


... ....


Saat ini zen yang sedang jogging pagi tiba-tiba dihampiri oleh seorang perempuan cantik dengan pakaian khas baju olahraga dan rambut panjangnya.


"Boleh gabung?" tanya perempuan tersebut.


"Tentu, silahkan" jawab zen.


Awalnya walau mereka sedang berjogging bersama-sama tidak ada pembicaraan satupun diantara keduanya, sampai wanita tersebut dengan inisiatifnya membuka obrolan pembicaraan diantara mereka.


"Boleh kenalan?" tanya wanita tersebut.


"Zen" jawabnya.


"Aku liona, apakah kamu tinggal didekat sini?" tanya liona.


"Iya, kau sendiri?" tanya zen.


"Aku juga tinggal didekat sini, apakah kamu sering olahraga pagi?" tanya liona.


"Banar, kau sendiri?" tanya zen balik.


"Aku juga hobi olahraga, karena memang aku seorang perwira" jawab liona.


"Tentara?" tebak zen.


"Tepat, maka dari itu aku harus menjaga tubuh agar teta kuat dan sehat" ucap liona sambil melirik kesamping memandang kearag zen.


Dan bertepatan dengan itu, ada sepeda motor dari arah depan yang nampak melaju kencang mengarah pada liona.


"Awas!" teriak zen memperingati liona sambil menarik tubuhnya kesamping untuk menghindari sepeda motor tersebut yang terlihat berniat menabrak tubuh liona.


Liona terkaget sebab ditarik secara tiba-tiba seperti itu oleh zen, sampai dirinya masuk kedalam pelukannya.


Motor yang barusan hendak menabrak liona telah kabur jauh dengan menancap gas kencang-kencang, sedangkan zen yang melihat itu mengerutkan keningnya.


Zen melepaskan liona yang dipeluknya, kemudian bertanya "apakah kau memang sedang diincar?"


"Aku rasa tidak, namun sepertinya ada yang berniat secara sengaja mencelakai diriku" jawab liona.


"Kalau begitu kau harus lebih berhati-hati lagi mulai dari sekarang, dan harus menyelediki soal hal ini" ucap zen memperingati.


Liona merasakan kehangatan di hatinya, selain mendapat pelukan dari seorang lekaki seperti sebelumnya untuk pertama kalinya. Dirinya juga merasakan perhatian yang tulus dari pria dihadapannya ini.


Zen tahu apa yang sedang dipikirkan oleh liona sekarang dan berkata "aku sudah punya pasangan, jangan terlalu berharap lebih padaku"

__ADS_1


!


Seolah pikirannya tertebak dengan tepat 100%, liona menjadi sedih dan kehangatan sebelumnya yang dirasakan didalam hatinya menghilang begitu saja secara cepat dan digantikan dengan rasa kecewa.


Zen mengelus kepala liona, kemudian berkata "jangan sedih, suatu hari nanti kau pasti akan menemukan seseorang yang bisa memberikan kehangatan didalam hatimu serta kebahagiaan untukmu"


"....Kita masih bisa bertemu kan?" tanya liona penuh harap.


"Tentu saja" jawab zen.


"Kalau begitu, ayo lanjut jogging" ucap liona.


"Baiklah" jawab zen.


Mereka kemudian melanjutkan kegiatan jogging pagi kembali, sampai akhirnya beristirahat ditaman komplek sambil duduk bersama di bangku taman.


Zen memberikan satu botol air meneral yang ada ditangannya pada liona, liona menerima botol air mineral pemberian zen dan langsung membuka tutup botolnya untuk meminum air mineral didalam botol.


Zen juga meminum air mineral yang dia miliki didalam botol air mineral dilengannya.


Setelah puas dengan minum, keduanya nampak terdiam beberapa saat.


Tiba-tiba liona bersandar pada bahu zen, sambil berkata "rasa ini tidak hilang dengan mudah, biarkan aku selalu dekat denganmu"


"Ini tidak baik, aku sudah puny-" ucapan zen terhenti oleh perbuatan liona yang menempelkan jari telunjuknya dibibir zen.


"Aku tahu, setidaknya biarkan aku memiliki rasa ini seorang diri walau bertepuk sebelah tangan saja" jawab liona.


Setelah jari telunjuk liona tidak menghalangi mulutnya kembali, zen berkata "kau boleh miliki perasaan itu, namun jangan sampai melakukan hal diluar batas untuk bisa mendapatkan perasaan dan diriku"


... .......


Setelah selesai dengan kegiatan jogging pagi hari dengan beberapa kegiatan tambahan lainnya, zen sudah pulang kembali kerumah.


"Aku pulang" ucap zen sambil masuk kedalam rumah sambil setelah membuka pintu.


"Selamat datang kembali" sambut yuri dengan menggunakan apron putih dan memegang sepatula.


"Lagi masak apa?" tanya zen.


"Sudah pokoknya kamu mandi terlebih dahulu terus ganti baju dan turun lagi kesini" ucap yuri.


"Baiklah" jawab zen sambil berjalan ke lantai atas.


10 menit berlalu......


Zen sudah kembali turun kelantai bawah dan sedang duduk pada kursi yang tersedia di meja makan untuk bersiap sarapan pagi.


Terlihat diatas meja makan sudah tersedia banyak sekali makanan yang baru saja disajikan karena baru matang.


Yuri duduk dusamping zen dalam meja makan, kemudian mulai mengambilkan porsi makan untuk zen sebagaimana tugasnya sebagai istri yang baik.


"Terimakasih" ucap zen setelah menerima piring berisikan porsi makannya pagi haru ini yang begitu menggugah selera makannya.


"Sama-sama, sudah kewajiban seorang istri untuk melayani suaminya sepenuh hati" jawab yuri.

__ADS_1


Kegiatan makan berlangsung dengan tenang tanpa ada percakapan apapun dan interaksi apapun selain untuk makan saja, setelah selesai melakukan kegiatan sarapan pagi zen langsung duduk diruangan tengah.


Dirinya menyalakan televisi untuk menonton sebuah acara televisi yang merupakan sebuah berita pagi hari, dalam acara berita tersebut banyak yang disampaikan dari berbagai macam hal.


Sesaat sedang menonton televisi, zen mendapatkan sebuah ide menarik didalam kepalanya.


"Apakah aku bergabung saja didalam tentara?" pikir zen.


"Lagipula aku tidak terlalu punya banyak urusan, namun masih terhalang aktifitas kuliah" guman zen.


"Kuliah masih cukup panjang, jadi kurasa masih belum bisa aku lakukan keinginan untuk menjadi seorang pasukan tentara khusus ini" gumam zen.


Datanglah yuri bergabung dengan dirinya yang sedang melamun sambil dalam posisi duduk diruangan tengah.


"Mikirin apa?" tanya yuri saat duduk dipangkuan zen dan menyadarkan lamunan suaminya tersebut.


"Aku sedang memikirkan setelah lulus dari masa dunia perkuliahan, akan melakukan apa" ucap zen menjawab.


"Urus saja perusahaan di kantormu itu kan bisa" jawab yuri mudah.


Zen tersenyum dan menjawab ucapan yuri barusan "soal urusan kantor biarlah orang-orangku yang selesaikan dan urus"


"Jadi kamu ada rencana apa?" tanya yuri.


"Aku mungkin akan bergabung dengan unit ketentaraan" ucap zen menjawab.


"Jika kamu masuk kedalam unit ketentaraan, maka kita akan sulit untuk bertemu. Apalagi saat kamu dimutasi ke luar kota" jawab yuri.


"Soal itu bisa diatur, dan kita akan tetap bisa untuk bertemu dengan mudah nantinya" jawab zen.


"Tapi aku akan dukung apapun kemauanmu, walau jika kamu meminta nikah lagi" ucap yuri.


"Kenapa bilang begitu hm?" tanya zen heran.


"Ya habisnya, aku lihat tadi pagi di leher kamu ada bekas lipstik wanita" ucap yuri jujur dan tidak mau ada kegundahan didalam hatinya yang disimpan.


Deg!


Zen merasa tertangkap basah sekarang ini.


"Boleh aku jelasin dulu?" tanya zen.


Yuri mengangguk dan menatap serius kedua bola mata zen, sehingga pandangan keduanya terkunci satu sama lain.


"Namanya liona, aku bertemu denganya tiba-tiba saat jogging tadi pagi" ucap zen mengawal ceritanya.


"Hem, lalu?" tanya yuri makin dibuat penasaran akan cerita soal jogging tadi pagi yang dilakukan suaminya zen itu apa saja sebenarnya.


"Kami kenalan dan jogging sama-sama, sampai dia........" zen menceritakan semuanya tanpa ditutu-tutupi olehnya.


Bersabung.......


Cuma mau kasih tahu aja, bahwa ini bukan sekedar novel kekayaan yang mentingan materi dan harta.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang

__ADS_1


Makasih.


__ADS_2