Kartu Sihir

Kartu Sihir
Membereskan Hani


__ADS_3

Setelah selesai makan bersama, akhirnya mereka berangkat pergi menuju kekampus dengan menggunakan bugatti divo yang belum lama didapatkan.


"Sayang" panggil yuri.


"Kenapa?" sahut zen.


"Aku makin cemas untuk keluar rumah setelah mendapatkan mimpi semalam" ucap yuri.


Zen tersenyum dan mengelus kepala yuri dengan lembut, kemudian berkata "sudah aku bilang padamu untuk jangan khawatir"


"Tapi hati ini rasanya cemas, bahkan seperti merasa akan kehilangan dirimu selamnya" jelas yuri.


"Yaudah kalau begitu, hari ini kamu masuk kedalam kelas aku saja gimana?" ajak zen.


"Mana bisa kayak gitu, yang ada nantinya aku diusir keluar dari dalam kelas kamu" jawab yuri.


"Kalau gitu aku saja yang masuk kelas kamu hari ini" ucap zen.


"Gak boleh gitu" ucap yuri.


"Yaudah kamu jangan terlalu khawatir soal mimpimu itu semalam" ucap zen kembali mencoba menenangkan perasaan yuri yang terlihat sedang cemas.


"Ehm" ucap yuri.


Kemudian tak lama kemudian mereka sampai dikampus, dan semua orang-orang sekitar yang melihat datangnya mobil mewah tersebut menjadi heboh sekali.


"Wah gila, siapa lagi tuh?" ucap salah satu mahasiswa disana.


"Murid baru kah?" ucap mahasiswi lainnya.


"Sepertinya itu orang deh" ucap mahasiswa tersebut.


Kembali pada zen.


Selesai parkir mobil, yuri dengan zen keluar dari dalam mobil dan kemudian berjalan bersama-sama diparkiran kampus.


"Sayang" panggil yuri sambil menggenggam erat pengan zen.


"Kenapa lagi?" tanya zen heran.


"Aku gak mau pisah, cemas" ucap yuri.


"Baiklah sini aku kasih sihir" ucap zen.


Yuri mendekat kehadapan zen, dan kemudian sekarang ini zen memberikan kecupan lembut pada bibirnya. Dan setelah ciuman terlepas sekarang ini zen menatap yuri.


"Gimana?" tanya zen.


"Lebih baik" ucap yuri.


"Yaudah aku antat kamu sampai kelas" ucap zen.


"Hm" jawab yuri.

__ADS_1


Kemudian sesuai perkataannya, zen mengantar yuri menuju kelasnya. Namun menurut ramalam dari kartu sihir, dilorong koridor kampus hari ini adalah lokasi dimana yuri terbunuh.


Benar saja, begitu sampai di koridor yang terlihat sepi karena memang masih terlalu awal untuk kelas pagi hari. Zen merasakan hawa membunuh dari arah belakang, zen hanya memasang senyum saja.


Sampai ketika melangkah sekitar beberapa langkah di koridor tersebut akhirnya si pembunuh memunculkan dirinya dengan muka fake.


"Yuri" panggil nagisa.


Zen dengan yuri berbalik badan dan melihat ada sosok nagisa dihadapan mereka sekarang, dan yuri balik menyapa.


"Hai" sapa balik yuri.


Tiba-tiba nagisa tanpa banyak berkata apa-apa langsung menyerang dengan menggunakan sebuah pisau lipat, namun kali ini zen tidak hanya diam diri disana melihat orang terkasih nya meninggal.


Begitu nagisa menerjang kedepan dengan menggunakan pisau lipat ditangannya, zen menangkis lengan nagisa sehingga membuat pisau di lengannya jatuh ke lantai. Bukan hanya itu, malah zen juga menyerang nagisa dibagian tengkuk kepala belakangnya hingga pingsan.


Yuri hanya diam saja karena syok dan tak menyangka dengan apa yang terjadi barusan, sedangkan sekarang zen membawa badan nagisa.


"Ikuti aku sekarang" ucap zen sambil menggendong tubuh nagisa.


Kemudian mereka pergi dari sana menuju ruangan kosong yang ada di gedung kampus tersebut.


Didalam ruangan kosong tersebut, zen mengikat nagisa pada kursi dan kemudian menatap yuri.


"Sayang kenapa dengan nagisa?" tanya yuri.


"Ini karena masa lalu yang aku ciptakan" ucap zen.


"Maksudnya bagaimana?" tanya yuri.


Yuri kemudian duduk dipangkuan zen yang sedang duduk diatas meja didalam ruangan kosong tersebut. Zen memeluk yuri dan kemudian melanjutkan ceritanya.


"Nama dua kekasihku tersebut adalah hani dan maria, mereka berdua denganku berakhir dengan hubungan yang tidak baik" ucap zen.


"Kenapa bisa begitu?" tanya yuri.


"Karena mereka berdua bukan wanita baik-baik, dan merupakan dua wanita kotor" ucap zen mengakhiri ceritanya sebab melihat yuri yang seperti tidak rela suaminya ini bercerita soal wanita lainnya.


"Sayang bisakah tidak bicarakan wanita lain" ucap zen.


"Baiklah aku mengerti" ucap zen.


"Lalu nagisa ini mau diapakan?" tanya yuri.


"Kamu tahu sendiri dia mau membunuhmu, jadi kamu mau dia diapakan?" tanya zen balik pada yuri.


"Serahkan pada polisi saja" ucap yuri.


"Baiklah aku mengerti" jawab zen.


Dengan segera zen menelpon orang nya dan menyuruh dia datang kemari dengan membawa anggota kepolisian, dan tak lama dalam waktu sekitar lima belas menit kemudian orang-orang zen datang.


Semua mahasiswa/i kampus sangat kaget dengan kedatangan para orang-orang berjas hitam dan polisi ini, namun lebih terkejut lagi karena melihat nagisa sang mahasiswi baru ditangkap.

__ADS_1


Sedangkan sekarang ini zen mengajak yuri untuk bolos kelas hari ini, yuri sendiri tidak masalah untuk membolos kelas hari ini karena dirinya juga masih syok dengan kejadian sebelumnya.


Didalam mobil sekarang ini berkata.


"Lebih baik kamu pulang dulu" ucap zen.


"Kamu mau kemana?" tanya yuri.


"Aku harus membereskan biang masalah ininterlebih dahulu sebelum nantinya lebih berbahaya lagi" ucap zen.


"Gak mau" ucap yuri.


"Kok begitu?" tanya yuri.


"Suruh saja orang-orangmu sebelum ini yang mengurus mereka" ucap yuri.


"Baiklah-baiklah aku mengerti" jawab zen.


Akhirnya mereka pergi ketaman hiburan untuk bersenang-senang bersama, dipameran tersebut mereka bermain banyak sekali permainan hiburan berdua.


Hingga bahkan mereka pulang sore hari kerumah, akhirnya setelah sampai rumah sekarang zen dengan yuri sehabis mandi langsung tidur.


Dan siang tadi sebelum pergi bersenang-senang dipameran, zen menelpon orang-orang suruhannya. Dimana dengan mudah mereka semua orang-orang suruhan zen tersebut membereskan hani dengan maria.


Akhirnya masalah tersebut sudah diselesaikan, dan tidak lagi akan bermasalah dimasa depan nanti.


Esok pagi harinya.


Zen bangun lebih dulu dan kemudian mendapat telpon padahal baru saja bangun tidur dipagi hari, dan ketika dilihat itu adalah telpon dari orang-orang suruhannya.


"Halo, kenapa?" tanya zen.


"Tuan muda, saya ada kabar tidak baik" jawab orangnya disebrang telpon.


"Apa itu?" tanya zen tanpa basa basi.


"Wanita bernama hani yang kemarin ditangkap berhasil kabur dari penangkapan polisi ketika diperjalanan" ucap orang dari sebrang telpon memberikan laporan pada zen.


"Baiklah, aku mengerti akan kuurus sendiri" ucap zen.


Telpon dimatikan dan segera zen pergi bersiap mandi, dan kemudian berpakain dengan style bebas untuk membereskan hani yang memang bukan orang biasa.


"Kau cukup hebat bisa kabur, tapi tidak dati genggamanku hani" ucap zen.


Zen mengetahui bahwa hani bukan orang biasa sebab kejadian ini, karena bagi orang biasa akan sulit untuk kabur dari tangkapan polisi setelah tertangkap kemarin.


Dengan menggunakan seni beladiri kuno miliknya, zen pergi dari rumah menuju kesebuah tempat untuk menemukan keberadaan hani melalui indra spritual niliknya yang disebarkan kesekitar dalam radius yang luas sekali.


Bersabung.......


Note: agak buru-buru, maaf.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang

__ADS_1


Makasih.


__ADS_2