
Berkendara dengan kecepatan tinggi, dalam waktu 15 menit sudah sampai dirumah. Namun ada yang aneh begitu zen masuk kedalam rumah, dari mulai pintu tidak dikunci dan keadaan rumah yang berantakan.
Jantung zen berdetak kencang, memikirkan yuri yang berada dalam rumah.
"Aku mohon jangan kenapa-napa" ucap zen cemas.
Dengan tergesa-gesa, setiap ruangan didalam rumah zen periksa. Namun semua kosong tidak ada orang sama sekali, membuat zen makin kalut dan cemas sekali.
"Siapa!?" ucap kesal zen.
Namun ketika didalam kamar, zen mendapati sebuah catatan pada selembar kertas diatas meja. Zen mengambilnya dan dibaca.
"Dia ada pada kami, jadi jika dia ingin kembali dengan selamat. Datanglah pada alamat ini"
"Jl.Merpati gedung No.19"
"Besok datanglah kesana dengan sejumlah uang tebusan besar."
Melihat apa yang tertera pada kertas tersebut membuat zen kesal sekali, baru saja dia kembali setelah berperang dalam kondisi lelah. Sekarang malah ada rampok kelas teri menculik yuri.
"Akan kubuat kalian menyesal" umpat zen geram.
Pergi keluar rumah, zen kemudian mengendarai mobil sportnya kembali. Pergi kealamat yang ditertera pada kertas catatan sebelumnya.
Jaraknya cukup jauh, sehingga harus sedikit memakan waktu walau menggunakan mobil sport dengan kecepatan tinggi sekalipun.
"Tunggu aku, sayang" ucap zen dalam hati.
Di lain tempat.
"Bos, dia cantik sekali" ucap seorang pria badan besar.
"Jadi?" tanya pria berbadan agak kurus dibanding pria besar tersebut.
"Bagaimana kalau kita cicipi dulu badannya?" tanya pria besar tersebut.
Plak!
Sebuah pukulan mendarat pada kepala pria badan besar tersebut, dan itu diberikan oleh si pria kurus yang dipanggil boss itu.
"Walau kita penculik, tapi harus punya sikap patriot bodoh!" ucap si pria kurus yang dipanggil boss tersebut.
"Tapi bos sayang jika dibiarkan" ucap pria besar tersebut.
"Kau dengar ya, walau kita penculik tapi yang kita incar adalah harta kekayaan bukan pelecehan" ucap pria kurus tersebut.
Merasa geram, pria badan besar tersebut menjadi marah dan memukul pria kurus tersebut. Tapi pukulannya berhasil ditahan oleh si pria kurus.
Bugk!
Pak!
"Hey jon, apa kau ingin membelot?" tanya pria kurus, pada pria badan besar.
"Iya, aku sudah muak dengan sikap sok hero mu itu. Kita ini penjahat, tak perlu bersikap sok baik dan sok bersih begitu" ucap jon si pria besar.
__ADS_1
"Kalau begitu, apa mau mu sekarang?" tanya proa kurus tersebut dengan geram.
"Menghabisimu!" sahut si pria besar dengan nama jon.
Sebuah tendangan dilesatkan oleh jon kepada si pria kurus.
Bugk!
Bagk!
Tendangan tersebut berhasil dihentikan dengan sebuah pukulan, dan kali ini pria kurus yang memberikan serangan.
Bugk!
Serangan cepat dengan penuh tenaga, berhasil didaratkan oleh si pria kurus pada badan jon si pria besar. Membuat nya tersungkur jatuh keatas lantai.
Namun tak disangka, pria besar tersebut membawa sebuah balok kayu dan di pukulkan pada si pria kurus dengan kuat. Pria kurus yang melihat serangan datang pun, menghindar dan memberikan pukulan balik.
Buagk!
Bugk!
Buagk!
Tiga serangan bertubi-tubi berhasil zen daratkan pada badan pria besar tersebut, membuat pria besar tersebut tersungkur jatuh dengan mendapati serangan yang bertubi-tubi.
Pria kurus itu terus saja memberikan banyak pukulan bertubi-tubi pada si pria besar hingga pingsan tak sadarkan diri.
Setelah pria kurus tersebut berhasil menumbangkan pria besar, dia berdiri dan menatap kearah seorang wanita yang terikat pada kursi dengan kepala tertutup kain.
"Huft.....huft.......dasar jon!" umpat pria kurus tersebut.
Kembali pada zen.
Setelah parkir mobil, zen keluar dari dalam mobil dan menatap kearah bangunan kosong dihadapannya.
"Bersiaplah kalian!" ucap geram zen.
Dengan menggunakan seni beladiri kuno, zen melesat kedalam bangunan kosong tersebut. Namun baru saja masuk dengan perasaan emosi memuncak, malah melihat sebuah kejadian heran.
Dimana ada dua orang pria sedang bertarung hebat, hingga yang menang adalah si pria kurus. Dan dia sekarang sedang duduk diatas lantai.
Namun walau begitu zen tidak merasa kasihan, dan langsung memberikan pukulan keras pada badan si pria kurus dengan bertubi-tubi.
Pada akhirnya pria kurus itu pingsan, sedangkan zen yang sudah membereskan mereka segera menuju kearah yuri.
Kemudian ikatan di tubuh yuri dilepas, begitupun dengan penutup kepalanya.
Yuri yang memang sudah sadar sedari tadi jadi cemas, apalagi saat mendengar keributan sebelumnya.
Namun ketika merasakan ikatannya dilepas beserta penutup wajahnya, yuri sekarang mlihat pria kesatrianya.
Dengan segera yuri melompat kedalam pelukan zen, sambil menangis.
"Sayang.....hiks....hiks.....takut" ucap yuri.
__ADS_1
Zen tersenyum dan memangku yuri ala bridal style, lalu dibawalah keluar dari dalam gedung kosong tersebut.
Yuri dibawa masuk kedalam mobil oleh zen, kemudian setelah yuri masuk kedalam mobil. Sekarang giliran zen yang masuk kedalam mobilnya.
Setelah di dalam moil, zen segera berkendara pergi dari sana pergi menuju apartemen lotus miliknya.
"Sayang, mau kemana kita?" tanya yuri.
"Apartemen lotus" jawab zen.
"Kamu gak marah?" tanya yuri, dengan tatapan nanar.
"Kenapa harus marah?" ucap zen sambil mengusap kepala yuri.
"Karena aku rumah pasti beratakan" uap yuri.
"Itu bukan, salah kamu" jawab zen.
"Nih ambil tisu dan bersihin air matanya" ucap zen, sambil menyerahkan selebar tisu.
Yuri menerima tisu tersebut dan membersihkan air mata di wajahnya, kemudian bersandar pada bahu zen dengan nyaman.
Perjalanan berlangsung selama 20 menit, sampai mereka sudah berada di hadapan apartemen mewah.
"Ini bagus sekali" ucap yuri.
"Kalau begitu, mari masuk" ucap zen.
Setelah di dalam ruangan aprtemen nya, sekarang ini zen dengan yuri benar-benar hebat dan kagum sekali.
"Kalau begitu kamu mandi dulu san" ucap zen pada yuri.
"Baiklah" ucap yuri.
Sementara yuri pergi mandi, sekarang ini zen memilih memasak makanan terlebih dahulu.
15 Menit berlalu, zen selesai masak dan kebetulan yuri selesai mandi sekaligus berpakaian.
"Sayang giliran kamu mandi" ucap yuri.
"Kalau kamu mau makan duluan, makan aja. Aku mandi dulu" ucap zen.
"Aku tungguin kamu" ucap yuri.
Zen segera pergi mandi, dan setelah mandi langsung berpakaian. Kemudian pergi ke meja makan bergabung dengan yuri, yang sudah duduk dari tadi disana.
Melihat zen sudah duduk dikursi, yuri berkata "aku ambilin makanan nya ya".
"Boleh" ucap zen.
Pada akhirnya setelah melakuka pekerjaan melelahakan, dimulai dari berperang sampai menyelamatkan yuri. Zen bisa bersantai bersama yuri dirumah dengan nyaman.
Selesai makan, langsung pergi kedalam kamar bersama-sama untuk beristirahat bersama dalam kamar. Namun tak langsung tidur, melainkan mereka mengobrol dulu sebelum akhirnya tidur pulas.
Bersabung.......
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
Makasih