
Saat ini zen dengan yuri sedang duduk bersama disofa, zen sedang menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada marcel sebelum ini.
"Jadi kenapa dengan marcel?" tanya yuri.
"Maksud kamu?" tanya zen.
"Kamu gak mungkin pergi sepagi itu hanya untuk bertemu dengan marcel saja, tanpa ada masalah sama sekali" ucap yuri.
"Sebenarnya aku menemui marcel untuk membantunya, karena dia dalam masalah" ucap zen.
"Masalah apa?" tanya yuri.
"Dia bersama dengan kelompoknya dikepung orang-orang tidak dikenal saat tadi pagi, aku yang dapat kabar dari orangku langsung pergi kesana untuk menolongnya" ucap zen.
"Apakah akan berkepanjangan?" tanya yuri.
"Sepertinya begitu" ucap zen.
"Kalau begitu, sepertinya memang susah menjauhkan diri kamu dari bahaya setelah semua hal yang telah dilewati" ucap yuri.
"Apapun yang terjadi aku akan kembali dengan selamat ke sisimu" ucap zen sambil memeluk yuri.
"Harus" jawab yuri.
Saat sedang berpelukan seperti itu, yuri mendapatkan panggilan telpon. Yuri melihat layar ponselnya untuk mengetahui siapa yang menelpon dirinya sekarang ini.
"Ayah, tumben sekali menelpon" ucap yuri saatelihat bahwa yang menelpon dirinya adalah sang ayah.
"Coba angkat, siapa tahu penting" ucap zen.
Yuri menjawab panggilan telpon tersebut.
"Halo, ayah ada apa?" tanya yuri.
"Kamu harus hati-hati bersama dengan zen mulai dari sekarang" ucap sang ayah.
"Memangnya ada apa?" tanya yuri penasaran.
"Beberapa hari yang lalu, pamanmu kembali dan kemungkinan masih mengincar dirimu" ucap sang ayah memberi tahu.
"Apa!" ucap yuri terkaget.
"Pokoknya kamu harus hati-hati" ucap sang ayah sebelum panggilan telpon diakhiri.
Zen segera bertanya pada yuri apakah ada masalah.
"Ada apa?" tanya zen.
"Pamanku kembali" ucap yuri.
"Siapa dan kenapa kalau dia kembali?" tanya zen bingung.
__ADS_1
"Dulu pamanku sangat teramat ingin sekali memakan tubuhku, namun selalu gagal dan dihalangi oleh ayahku. Sampai pamanku pergi dan kembali lagi sekarang secara tiba-tiba" ucap yuri menjelaskan.
"Apakah dia anggota kelompok sesuatu atau organisasi mana gitu?" tanya zen.
"Soal itu aku tidak tahu, bahkan ayahku sekalipun tidak tahu soal itu. Namun satu yang pasti soal pamanku, dia bukan orang yang baik" ucap yuri memberitahukan.
"Mau aku selidiki?" tanya zen.
" Aku takut kamu malah dalam bahaya" ucap yuri.
"Bahaya itu selalu ada jika kita terlibat dalam suatu hal atau kegiatan yanga bisa dibilang bersifat keras dan bersangkutan dengan dunia gelap atau kejahatan" ucap zen menjelaskan.
"Kalau begitu, jangan selidiki pamanku agar kamu bida baik-baik saja" sahut yuri cemas.
"Tapi jika kmu dalam bahaya seperti ini, aku tidak bisa tinggal diam begitu saja" ucap zen.
"Sepertinya kamu sudah bulat memutuskan, maka aku hanya bisa bilang untuk kamu agar hati-hati saat melakukan ini" ucap yuri.
"Makasih, kamu cukup diam dirumah dan duduk tenang. Soal pamanmu aku akan bereskan jika dia berniat atau mempunyai motif tidak baik padamu" ucap zen.
... ....
Malam harinya, zen sudah bersiap dengan pasukan boneka yang dia keluarkan untuk pergi bersama-sama dengan dirinya melakukan kegiatan penyelidikan ini.
"Apakah sudah dapat lokasi target?" tanya zen.
"Sudah, target berada ada sebuah pegunungan dalam sebuah pondok bersama dengan kelompoknya" ucap salah pasukan boneka menjawab perkataan dari zen.
Wush.
Wush.
Mereka semua pergi dari rumah zen menuju lokasi yang dinaksud menjadi tempat keberadaan paman yuri malam itu, yang menurut salah satu pasukan boneka yang zen tugaskan untuk mengintainya.
Sekarang ini paman yuri berada disebuah pondok disebuah pegunungan, jadi mereka semua pergi menuju lokasi yang sudah ditentukan tersebut.
Dengan kemampuan seorang ahli seni beladiri kuno, membuat mereka semua bisa pergi menuju lokasi target dengan cepat. Walau jarak yang ditempuh jauh sekalipun bisa dicapai dengan cepat.
... ..............
Sampai di lokasi, zen dengan seluruh pasukan boneka yang dia bawa sudah menyebar untuk mengintai lokasi persekitaran pondok tersebut, setelah semua penjagaan diluar pondok dilumpuhkan.
Mereka semua masuk kedalam pondok secara diam-diam untuk mengetahui semua rencana dan juga apa yang sedang mereka lakukan didalam pondok tersebut.
"Semua barang sudah siap bos" ucap salah seorang yang sedang mengobrol bersama dengan paman yuri.
"Bagus, sekarang tinggal menyebarkan barang pada para pembeli yang sudah pasti akan menjadi sapi peras kita" ucap paman yuri.
"Berapa jumlah paket narkoba yang kita miliki sekarang?" tanya paman yuri.
"Semua total ada sekitar 1000kg narkoba yang dipecah kedalam paket berukuran kecil-kecil dalam jumlah 1000 pecahan paket" ucap orangnya paman yuri.
__ADS_1
"Bagus, pastikan transaksi bisa sukses tanpa terendus oleh polisi" ucap paman yuri.
Sementara zen yang sedari tadi menguping pembicaraan tersebut sambil merekamnya dengan kamera ponsel tersenyum penuh makna.
"Kalian akan kumasukan kedalam jeruji besi" ucap zen dalam hati.
Kemudian zen langsung memberikan perintah pada semua pasukan boneka yang dia bawa kemari untuk bergerak meringkus mereka semua yang ada dalam komplotan orang-orang paman yuri ini.
"Kaliam segera bergerak dan ringkus semuanya dalam keadaan hidup-hidup" ucap zen memberikan perintah.
Wush.
Wush.
Semua pasukan boneka segera menangkap dan meringkus mereka semua dengan tanpa menyisakan satu orangpun untuk lolos dari cengkraman mereka.
Akhirnya semua komplotan paman yuri berhasil diringkus dalam keadaan pingsan dan beserta barang bukti yang diamankan berupa narkoba, zen kemudian memerintahkan semuanya dibawa kekantor polisi.
... ....
Malam itu, kantor polisi kota Jakarta dikejutkan dengan kedatangan kelompok zen yang membawa banyak orang-orang dalam keadaan pingsan dan terikat kekantor polisi bersama barang bukti narkoba yang mereka bawa.
"Mereka semua adalah bandar narkoba" ucap zen sambil menyerahkan bukti berupa video pada kepala polisi yang ada disana.
Semua polisi kemudian akhirnya mengurus para komplotan narkoba paman yuri ini, dengan semua bukti yang ada. Akhirnya mereka semua mendekam dipenjara dengan waktu yang lama.
... ........
Selesai dengan mengurus paman yuri, zen dengan pasukannya kembali kerumah.
Sampai rumah, zen sekarang ini langsung menyuruh pasukan boneka miliknya untuk berjaga-jaga disekitaran rumah.
Zen sendiri sekarang masuk kedalam rumah.
Setelah masuk kedalam rumah, zen menemukan yuri yang tertidur diatas sofa.
Senyuman terbit dibibir zen, kemudian dengan penuh kasih sayang zen memangku badan yuri untuk dibawa pindah menuju kamar di lantai atas.
Setelah sampai didalam kamar, zen membaringkan tubuh yuri diatas tempat tidur dengan penuh perhatian dan kasih sayang.
Setelah itu zen ikut berbaring diatas tempat tidur tepat disamping yuri sambil memeluknya dibawah selimut tebal tersebut.
"Selamat tidur"
Cup.
Zen setelah itu mulai memejamkan matanya untuk tidur, setelah semua kegiatan yang dia lakukan seharian ini sampai barusan.
Bersabung.......
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
__ADS_1
Makasih.