Kartu Sihir

Kartu Sihir
Ada Apa Sebenar Nya?


__ADS_3

Zen akhirnya ingat bahwa hari sudah berganti dan tentu saja itu arti nya kartu sihi sudah bisa dipilih kembali


Segera ponsel diambil dan terlihat di layar ponsel ada sepuluh kartu sihir seperti biasanya


Dengan memilih dua dari sepuluh kartu ya g ada akhirnya zen sekarang membuka kartu sihir pertama nya


[Mendapat Keterampilan Master Medis]


"Ini dia kemampuan baru yang benar benar bagus" gumam zen


Satu lagi segera dibuka dan nampaklah apa isi nya


[Maaf anda belum beruntung silahkan coba lagi]


Selesai dengan membuka dua kartu sihir ny sekarang layar ponsel kembali normal seperti semula dan seperti seharusnya


Kemudian dalam kepala zen muncul banyak pengetahuan mengani medis dan menyatu dengan otak nya


Lima menit berlalu.....


Semua telah zen cerna dalam kepala nya mengenai pengetahuan medis yang baru saja didapat oleh diri nya barusan


Zen berdiri dari duduk nya dan mendekati kedua wanita nya yang sedang tertidur lelap sekarang diatas tempat tidur rumah sakit


Dengan perlahan zen menggunakan teknik pengobatan melalui pijatan kepada maria untuk menghilangkan rasa trauma dalam kepala nya


Setelah selesai dengan memakan waktu singkat saja zen segera saja sekarang memeriksa kondisi hani dan dia sehat sehat saja


Cup.....Cup......


Dua kecupan zen mendart di masing masing kening perempuan nya yang sedang tertidur diatas tempat tidur rumah sakit tersebut


"Aku memliki tanggung jawab lagi" ucap zen


......


Pagi hari tiba sekitar pukul enam pagi mamah anita dengan papah arya masuk kedalam ruangan rawat inap maria dan mendapati zen sedang duduk di sofa sekarang sambil bermain ponsel


Zen mengalihkan perhatian nya pada mamah anita dan juga papah arya sekarang yang sudah ada dihadapan nya


"Nak bagaimana?" tanya mamah anita memgarah pada kejadian sebelum nya antara hani dengan maria dan dirinya


"Semua sudah zen selesaikan dengan baik tanpa menyakiti siapapun mah....pah" jawab zen


"Jadi hasil akhir nya kau memacari kedua anak papah?" tanya papah arya tepat sasaran


Zen menganggukkan kepala nya


"Ini lebih baik namum ingat jangan sakiti mereka ya nak karena mereka dua peri kecil hidup mamah dan papah" jawab mamah anita sambil tersenyum


"Zen mengerti mah" jawab zen atas perkataan permohonan mama anita tersebut


Zen bangkit berdiri dan berkata pada mamah anita dan papah arya sekarang "kalau begitu karena mamah dan papah sudah datang zen pulang dulu mau mandi dan bersiap ke kampus dulu nanti baru kesini lagi" jelas zen


"Ya hati hati di jalan ya" jawab papah arya pada zen


"Iya nak hati hatilah apalagi kamu jangan sampai kenapa napa karena memiliki dua orang calon istri disisimu sekarang ini" jelas mamah anita terkesan tegas mengingatkan zen agar tidak mencari yang lain selain anak anak nya


Zen mengangguk dan tersenyum sebelum pergi keluar dari dalam ruangan kamar rawat inap maria


Setelah keluar dari dalam kamar rawat inap maria segera zen melangkah keluar rumah sakit dan masuk kearea parkiran rumah sakit mengambil mobil nya


Sampai di dalam mobil zen sekarang segera menghidupkan mesin mobil setelah itu segera berkendara dari rumah sakit menuju ke rumah dengan kecepatan normal dan tak terlalu terburu buru


Karena kampus kan mulai pukul 8.00 pagi jadi masih ada banyak waktu sebelum akhirnya pergi ngampus


Di jalan tepat pada lampu merah zen menghentikan laju mobil nya dibawah lampu merah di perempatan


Tiba tiba di samping mobil zen berhenti dua mobil van hitam dengan tepat berada di samping kanan dan kiri mobil nya

__ADS_1


Dan segera telpon zen berbunyi ketika dilihat iti adalah panggilan telpon dari draco


"Halo ada apa kakak pertama?" tanya zen heran sebab biasanya kalau draco menelpon pasti ada masalah seperti di pantai waktu itu


"Zen hati hatilah geng kita sedang dalam incaran beberapa pihak sekarang jadi mungkin saja kau termasuk juga dalam target mereka" jelas draco


"Kenapa aku harus khawatir bukan kah selama ini tak ada yang tahu akan diriku siapa di Red Maple?" tanya heran zen pada draco


"Itu memang benar namun wajah mu sudah dikenali sebagai salah satu anggota Red Maple karena kau membantu anggota kita sewaktu di pantai saat itu ketika geng kita bentrol dengan geng galaxy disana" jelas draco


Zen menjadi serius sekarang dan akhirnya paham akan maksud draco ini memberitahu nya mengenai masalah ini sekarang sebab zen tahu sekarang dirinya bagian dari Red Maple ini juga salah satu dari geng bawah tanah di kota ini


"Aku mengerti terimakasih informasi mu" jawan zen


Segera telpon dimatikan zen kemudian melihat sekitar nya dan benar saja kecurigaan nya terbukti terhadap dua mobil van yang mengapit keberadaan nya sekarang


"Sudah dimulai rupanya!" zen segera bersiap memacu mobil sport nya di jalanan raya begitu lampu berubah dari merah ke kuning dan akhirnya berubah hijau!


Segera begitu lampu hijau menyala zen dengan lamborghini nya di jalan raya melesat cepat meninggalkan dua mobil van dibelakang nya dengan juah sekali


Setelah memacu kendaraan dalam kecepan tinggi nya zen sekarang sudah bebas dari kejaran dua mobil van sebelum nya


Terlebih sudah sampai rumah juga sekarang jadi aman sekiranya


Dalam rumah segera zen mandi dan berganti pakaian setelah itu memasak dengan seporsi nasi goreng putih tanpa pake kecap


Selesai masak dan sudah jadi seporsi nasi goreng untuk nya sarapan segera zen sajikan diatas piring dan dibawa ke meja makan untuk disantap segera


......


Waktu sudah berlalu dari saat zen memakan seporsi nasi goreng nya dan sekarang zen sendiri sudah berada di kampus nya


Dalam kelas


"Zen aku tidak melihat mu datang dengan hani sebelum nya kemana dia?" tanya dewi di samping kanan zen


"Kenapa?" sekarang yang bertanya adalah lusi


"Dia menemani kakak nya maria dirumah sakit" jawaban zen sukses membuat tiga sahabat nya ini kaget


"Ada apa dengan kakak cantik?" tanya brian


Pletak


Pletak


Dua jitakan mendarat di kepala brian bersamaan membuat brian merasakan rasa sakit double sekarang karea dua jitakan cukup keras mendarat di kepala nya


"Aww sakit sayang" ucap brian pada lusi


"Biarin!! Malanya jangan panggil cantik ke wanita lain aku tak suka" jawab lusi kesal


"Iya iya maaf deh" jawab brian lalu mengalihkan pandangan nya pada zen sekarang dengan bingung dan kesl juga karena zen ikut mejitak kepala nya bersamaan dengan sang pacara barusan


"Hey zen kampret kenapa kau juga mejitak kepala ku?" tanya kesal brian pada zen


"Aku kenapa? Tentu saja kesal dengan mu sudah punya kekasih masih ingin berkata begitu pada wanita lain ditinggalin lusi tau rasa nanti kau" jawab zen berbohong


Terntu saja zen kesal wanita nya dibilang cantik oleh brian yang padahal sudah punca pacar namun tak zen katakan dengan jujur apa yang ada dipikiran nya


Dewi malah tertawa terbahak bahak melihat kesialan brian yang mendapatkan dua jitakan bersamaan dari zen satu dan satu dari lusi barusan


Kelas tak lama setelah itu dimulai dan segera dosen masuk dan memberikan bahan ajar pada setiap mahasiswa/i kampus di tiap kelas yang masuk saat itu


Tiga jam kembali berlalu.......


Zen dengan segera berdiri setelah selesai berkemas barang barang nya kedalam tas sekarang


"Kau mau kemana zen?" tanya dewi

__ADS_1


"Ke rumah sakit menjenguk maria" jawan zen


"Kami ikut" jawab brian dan diangguki oleh pacar dan teman nya yaitu dewi


"Yaudah ayo cepet" jawab zen sambil melangkah keluar kelas dan diikuti mereka bertiga sahabat nya


Di pakiran zen yang hendak masuk kedalam mobil nya terhenti sebab mendapat panggilan telpon dari mamah anita


"Halo mah ada apa?" tanya zen setelah panggilang telpon dijawab


"Zen kalau kamu amu jenguk maria dia sudah pulang karena dokter berkata maria sudah baik baik saja jadi bisa pulang" jawab mamah anita


"Kalau begitu sekarang maria dirumah?" tanya zen


"Iya begitulah dia juga bilang supaya kamu cepet datang kesini" jelas mamah anita


"Baik kalau begitu zen akan segera rumah mamah" jawab zen


Setelah sambungan telpon antara zen degan mamah anita ditutup segera zen menyimpan ponsel nya kedalam kantung celana dan berkata pada brian dan dua sahabat nya yang lain yaitu dewi dan lusi


"Sekarang maria sudah ada dirumah jadi apa kalian masih tetap ingin menjenguk?" tanya zen


"Ya" jawab mereka serempak


"Yaudah ayo berangkat" jawab zen


Segera mereka berangkat dengan mobil menuju kerumah hani


Dewi kemudian lusi ikut mobil brian dengan brian yang menyetir tentu saja


Zen sendiri dengan mobil sport nya berkendara dengan kecepatan normal menuju kerumah hani dan maria dengan dibelakang mobil sport zen ada mobil yang ditumpangi oleh dewi kemudian lusi dan brian yang menyetir mobil nya


Lima belas menit perjalanan mereka sampai di rumah hani sekarang dan segera masuk kedalam rumah dengan zen memimpin di depan


Dewi dan lusi tadi sempat mampir membeli buah di kios buah pinggir jalan


Jadi mereka tak ringan tangan ketika menjenguk maria sekarang melinkan memawa buah tangan berubah buah buahan


Setelah masuk segera zen mendapati mamah anita menyambut diruang tamu dan segera saja zen hampiri sambil mencium punggung tangan mamah anita sebagai ucapan salam


Begitupun dengan brian dan lusi juga dewi ikut mencium punggung tangan mamah anita sebagai salam


"Mereka ada dimana mah?" tanya zen


"Di kamar maria" jawab mamah anita


"Yaudah kalau gitu kita keatas duku ya mah" jawab zen


"Yaudah sana mereka dah kangen banget sama kamu kata nya padahal baru ditinggal sebentar saja oleh mu" jawab mamah anita


Dewi dan lusi serta brian terlihat heran dengan interaksi ini walau mereka tahu mungkin zen sudah dapat lampu hijau atas hubungan nya dengan hani


Namum mereka entah kenapa merasakan ada hal lain nya disini yang belum mereka sadari atau ketahui mengenai zen dan keluarga ini namun apa?


Sehingga daripada lelah dan makin penasaran dengan menebak nebak saja dewi dan lusi serta brian segera mengikuti langakah zen naik keatas menuju lantai dua rumah ke kamar maria tentu nya


Karena kamar hani dan maria memang merska tahu ada di lantai atas atau lantai dua rumah ini


Sampai dalam kamar maria begitu pintu terbuka hani dan maria yang berada dalam kamar mendapati zen yang masuk segera menyambut dengan perkataan


"Sayang" secara bersamaan nya


Brian dengan lusi serta dewi kaget bukan main sebab memang mereka tahu hani pacar zen dan wajar bilang sayang ke zen namun kenapa kak maria juga ikut bilang sayang ke zen ada apa ini sebenar nya?


****


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang


Makasih

__ADS_1


__ADS_2