Kartu Sihir

Kartu Sihir
Hani Terluka


__ADS_3

Zen yang disambut dengan begitu segera melempar senyuman sebagai balasan


Namun zen belum tahu saja ekspresi brian juga lusi dengan dewi sekarang yang sudah beku karena melihat interaksi zen dengan dua wanita dihadapan mereka


Zen ditarik oleh maria dan hani secara bersamaan hingga dia terbaring diatas tempat tidur dan mendarat kepala nya di dada kak maria sedangkan disebelah nya ada hani memeluk erat


.....


Zen segera membalik posisi kepala nya ya g semula terbenam dalam dada besar maria menjadi menghadap kearah brian dan dua lain nya


"Kalian kenapa?" tanya zen


Hani dan maria segera menatap kearah yang sama dengan zen dan mendapati brian dan dua lain nya


"Zen.....ada apa ini?" tanya brian heran


Zen tersenyum begitupun dengan hani dan maria sebab mereka bertiga tahu apa yang sekarang berada dalam isi kepala brian dan dua lain nya


"Mereka berdua kekasihku" jawab zen biasa saja sambil tersenyum


Jder.....


Bagai guntur menyambar sekarang bagi brian dan dua lain nya


"Bagaimana bisa!!??" teriak brian dan dua lain nya bersamaan sekarang


"Iya bisalah" jawab zen


"Coba kau jelaskan" tanya brian sambil duduk di sofa dekat kasur sana bersama dengan diikuti oleh lusi dan dewi


"Ini dimulai karena kecelakaan maria sebelum nya" ucap zen singkat sebelum memulai penjelasan panjang.......


Lima belas menit penjelasan selesai


Brian dan lusi serta dewi dibuat tertegun akan penjelasan dari sang sahabat yang bida mendapatkan kakak adik ini


"Hebat banget kamu zen aku kalah deh kayak nya kalau soal wanita" jawab brian


"Halah gak usal lebai dah ada lusi tuh" jawab zen


Kemudian menatap dewi dan berkata "dewi mau kucarikan pasangan?" tanya zen


"Boleh yang ganteng dan baik sudah cukup untuku masalah harta bisa cari bersama sama" jelas dewi


"Ok nanti aku kenalkan" jawab zen


Mereka segera bercerita dan mengobrol bersama sama dengan bahagia nya tanpa beban seperti sahabat biasa saja pada umum nya yang sedang berkumpul dan mengobrol banyak hal bersama tanpa beban


Jam tujuh malam tiba......


Brian dan lusi serta dewi sudah pulang sedangkan sekarang zen tak bisa pulang karena


"Sayang sayang ku aku pulang aja ya" ucap zen


"Gak" bantah kedua wanita tersebut yang sedang memeluk erat zen bagai guling tidur diatas kasur dengan posisi zen berada di tengah tengah antara hani dan maria


"Yaudah kalau gitu beri alasan agar aku tetap tinggal" jawab zen


"Pengen aja" jawab kedua nya kompak dan singkat


"Huft.....yaudah boleh deh malam ini saja" jawab zen


Makin senang bagai terbang ke awang awang maria dengan hani makin merapat dan melekat pada zen dengan pelukan erat


Akhir nya zen merasa daripada sayang kan dibuang momen nya mending dimakan aja kan


Dengan kekuatan nya zen sekarang menarik kedua wanita nya dari dua sisi dengan lengan nya hingga terpeluk erat dan makin nempel bak perekat


"Ih sayang nakal~" ucap maria


"Makin sayang~" ucap hani


Malam berlalu......

__ADS_1


Bangun tidur zen sekarang segera hendak bangkit dari atas kasur dan melepas pelukan mereka yang memeluk erat dirinya


Namun sayang mereka malah bangun


"Kemana" tanya mereka berdua


"Pulang" jawab zen


"Nggak" jawab mereka berdua


"Kalian kenapa sih manja banget?" tanya zen heran


"Kan ama pacar sendiri" jawab mereka kompak lagi


"Mending kalian segera mandi sana aku pulang dulu abis itu kesini lagi jemput kamu" jelas zen sambil menatap hani diakhir kalimat nya


"Yaudah iya" jawab mereka berdua


Sementara mereka pergi mandi zen pamitan pada mamah anita dan papah arya untuk pulang


Selesai pamit segera zen pulang dengan supercar nya kerumah sendiri


Lima belas menit perjalanan berlalu begitu saja tanpa ada kondisi spesial apapun itu


Dirumah nya


Zen mandi dan kemudian selesai mandi ganti berpakain dan buat sarapan lalu makan


Namun seperti biasa sebelum zen mengecek dulu ponsel nya membuka kartu sihir nya


Kartu pertama dibuka dan mendapat


[Mendapat 100% Saham L Compny]


"Saham lagi.....maka harusnya makin kaya"


Kartu kedua dibuka


"Sigh.....kosong"


Layar ponsel kembali lagi normal


Segera zen beranjak dari duduk nya dan berjalan keluar rumah dengan membawa tas hitam di punggung


Setelah mengunci pintu dari luar zen masuk kedalam lamborghini dan kembali berkendara dengan kecepatan cukup cepat sebab ingin segera sampai di rumah hani dan maria


Benar saja dengan kemampuan menyetir bukan main ditambah kombinasi sempurna dengan mobil khas balap nya sudah sampai di rumah hani dan maria


Di depan rumah sudah ada hani menunggu


Begitu mobil lamborghini zen masuk kedalam halaman rumah hani segera saja hani masuk kedalam mobil


"Maria man?" tanya zen


"Kaka masih gak boleh kerja ama papah jadi masih istirahat di kamar" jawab hani


"Owh.....yaudah gak ada yang lupa kan?" kata zen bertanya untuk memastikan


"....Kayak nya gak deh jalan aja ayo" jawab hani


"Yaudah" jawab zen singkat


Mobil lamborghini bergerak dengan kecepatan normal ke arah kampus yang berjarak sekitar 3,6 km dari rumah hani sekarang


Namun dengan kemampuan mengemudi zen dan mobil sport yang dikendarai membuat perjalanan mudah dan cepat nya


Sampai parkiran kampus


Zen dengan hani keluar dari dalam lamborghini dan berjalan ke gedung kampus sampai akhirnya berpisah di koridor


Hani ke kelas nya sedangkan zen juga masuk ke kelas nya sendiri


Sampai kelas baru saja duduk zen dihampiri brian

__ADS_1


"Bro gimana semalem?" goda brian


"Gak usah nanya kayak gitu orang gak ada kejadian apa apa juga semalam" jawab zen sambil masih fokus dengan buku dilengan nya yang tengah dibaca


"Lusi dan dewi mana?" tanya zen


"Mereka lagi ke toilet" jawab brian


Tiba tiba pintu kelas terbuka kelas dan menampakan seorang mahasiswa laki laki di sana dengan nafas ngos ngosan dibawah tatapan semua mahasiswa/i di kelas yang sudah ada


"Zen hani terluka!!" teriak nya


Deg.....


Segera zen menyimpan buku nya dan berlari kearah mahasiswa laki laki tersebut


"Dimana sekarang hani!?" tanya zen dengan sedikit suara meninggi


"Dia di kelas nya" jawab si mahasiswa tersebut yang membawa kabar mengenai hani barusan


Dengan langkah berlari segera zen menuju ke kelas hani


Tak lama zen sampai di kelas hani dengan membuka pintu keras


Brak!


Semua mata menatap kearah nya dengan berbagai tatapan mata dan arti


Takut?


Kaget?


Terpesona?


Menunggu sesuatu?


Zen tak memperdulikan tatapan mereka semua dan melihat seluruh kelas sampai akhirnya mata nya tertuju pada hani yang sedang terduduk dilantai dengan rambut ditarik seorang perempuan dan kening beradarah


Marah!


Dengan langkah cepat segera zen menepis lengan si perempuan yang menarik rambut hani dengan berkata


"Lepaskan atau hari ini adalah hari terakhir kau melihat matahari!"


Dengan gemetar ketakutan segera perempuan tersebut melepas jambakan nya pada rambut hani dan perlahan lahan melangkah mundur ketakutan


Zen memangku hani ala bridal dan dibawa ke uks namun sebelum meninggalkan ruangan kelas tersebut zen berkata pada si pelaku


"Ikut dengan ku atau kau akan mati hari ini!" ancam zen dengan suara dingin nya


Kemudian zen berjalan menuju uks dengan menggendong hani ala bridal bersamaan dengan si pelaku mengikuti dari belakang zen dengan langkah berat namun tak bisa menolak nya


Kenapa?


****


Note:


Halo para readers autor mau tanya nih kenapa kalian bilang novel ini terjemahan?


Ini autor buat sendiri loh padahal


Terus autor juga pernah liat komen di novel 'Sistem Kekayaan Pemandu' ada yang tanya


"Thor ini novel terjemahan ya?"


Yaampun semua novel autor baik yang pertama 'Sistem Kehampaan' kedua 'Sistem Kekayaan Pemandu' terus ketiga 'Kartu Sihir' ini semua bikinan autor 100%


Jadi udah kejawab ya yang nanya ini novel terjemah atau bukan?


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang


Makasih

__ADS_1


__ADS_2