Kartu Sihir

Kartu Sihir
Liona II


__ADS_3

Selesai dengan semua cerita mengenai liona, sekarang yuri dengan zen saling terdiam satu sama lain diruangan tengah dalam posisi yang masih sama seperti sebelumnya.


"Kamu pasti marah, namun semua yang aku ceritakan itu sesuai dengan apa yang terjadi antara aku dengan liona tadi pagi" jelas zen.


"Sakit hati sudah pasti, namun aku sudah bilang bahwa akan terima dan dukung kamu walau mau mendua atau bahkan punya istri lagi berapapun itu" jawab yuri.


"...." zen hanya bisa terdiam.


"Namun jangan lupakan kami berdua" ucap yuri.


Zen memeluk erat tubuh yuri yang berada didalam pangkuannya, kemudian berkata "aku minta maaf"


"Ehm.....sudah takdir seperti ini, aku cuma meminta jangan tinggalkan kami berdua" jawab yuri.


"Aku tidak akan tinggalkan kalian" jawab zen.


... ....


Setelah kejadian tadi pagi berlalu, sekarang ini zen sedang rapat bersama dengan klien di sebuah restoran bernama Hilton Resto.


Rapat tersebut membahas jalannya sebuah projek kerja sama antara kedua perusahaan yang akan segera dijalankan sesegera mungkin.


Selesai dengan rapat, zen beserta orang-orang kantornya pergi menuju keluar resto.


Tapi zen mendadak berhenti melangkah begitu didepan restoran, karena berhadapan dengan liona.


"Liona, kamu sedang apa disini?" tanya zen.


"Huft....hah....zen t-olong aku" ucap liona.


"Kau kenapa?" tanya zen.


"S-elamatkan aku" ucap liona.


Tidak lama datang beberapa orang dengan pakaian hitam mendekat, lebih tepatnya mereka mengincar liona.


Zen tentu saja tidak akan membiarkan lion jatuh ketangan mereka, sehingga segeralah preman tersebut dihalangi.


"Siapa kalian?" tanya zen.


"Minggir, kami tidak ada urusan dengan orang seperti dirimu!" teriak salah satu preman.


"Wanita ini temanku, jadi ini urusanku jika dia dalam masalah" jawab zen.


"Jangan banyak bicara dengan orang ini, habisi saja lalu bawa target!" teriak preman yang lain.


Lima orang preman tersebut maju dan mengepung dari sekeliling zen dengan liona yang berada dibelekangnya.


Satu orang dari arah belakang maju untuk mencoba menangkap liona, besertaan dengan satu orang yang maju dari depan untuk memukul zen.


Tentu tidak akan dibiarkan begitu saja.


Buagk!


Satu pukulan dari zen berhasil menumbangkan preman yang datang dari arah depan, hingga preman tersebut langsung tumbang dengan kesakitan di bagian dada.


Sedangkan yang datang dari bagian belakang diberikan sebuah tendangan memutar oleh zen sebagai hadiah.


Bugk!


Orang tersebut yang diberikan serangan memutar oleh zen langsung tumbang dengan kesakitan pada bagian rusuk sebelah kiri.


Tiga orang yang tersisa maju menyerang dari tiga arah yang berbeda, namun itu adalah hal yang sia-sia bagi mereka jika melawan zen.


Pukulan cepat dan kuat segala diberikan secara beruntun oleh zen pada tiga orang yang tersisa.


Buagk!

__ADS_1


Bugk!


Bagk!


Tiga orang yang terkena pukulan beruntun dari zen langsung tumbang dengan begitu saja.


Selesai dengan lima orang preman tersebut, sekarang ini zen membawa liona pergi masuk kedalam supercar miliknya.


Kemudian mobil segera dikendarakan pergi menjauh dari Hilton Resto dengan kecepatan normal menyusuri jalan raya.


Didalam mobil sekarang ini.


Liona nampak kacau sekali, pakaian atasan yang dia kenakan sudah terlepas dan wajah memerah dengan lengan yang tidak bisa diam sedari awal.


"Kau kenapa sebenarnya liona?" tanya zen bingun.


Liona sudah termakan dan terkuasai oleh hawa nafsu yang ada didalam dirinya sekarang ini.


Sehingga tiba-tiba liona naik kedalam pangkuan zen yang sedang menyetir, membuat zen kewalahan sekali.


"Liona apa yang kau lakukan?" tanya zen.


Namun tidak terdapat balasan bagi pertanyaan zen barusan dari orang yang bersangkutan.


"Sial apakah dia diberi obat?" tanya zen.


Akhirnya dengan segera supercar dipacu lebih cepat dan menuju rumah miliknya, sebab disana kosong karena yuri dengan dirinya sedang tinggal di apartemen.


... ....


Didalam kamar, sekarang ini zen tengah bercumbu bibir dengan liona.


Sampai lama kelamaan keduanya terbuai dalam permainan yang dalam dan makin dalam, namun zen sesaat kemudian sadar akan apa yang sedang dilakukan dirinya.


Segera zen lepaskan cumbuan bibirnya dengan liona, lalu dengan segera menggunakan kemampuan master medis untuk menghilangkan efek obat dalam tubuh liona.


Sampai begitu selesai, liona nampak pingsan dan tidak merasakan penderitaan seperti sebelumnya.


Zen membaringkan liona diatas tempat tidur dengan perlahan dan kemudian menyelimuti badannya.


"Huft....aku harus meminta maaf padanya nanti setelah sadar" ucap zen merasa bersalah.


Selesai menyelimuti tubuh liona, zen keluar dari dalam kamar dan menuju kamar mandi di kamar yang lain untuk mandi sambil menenangkan diri dari hawa nafsu yang sempat naik.


Setelah dirasa tenang, zen keluar dari dalam kamar mandi dan segera mengenakan pakaian yang diambil dari dalam kamar.


Setelah berpakaian langsung pergi memasak makanan didapur untuk mereka makan nantinya.


Sekitar satu jam kemudian.......


Liona bangun dari pingsannya, kemudian mendapati bahwa dirinya berada didalam kamar asing.


"Hiks...hiks.....aku ceroboh!" ucap liona sambil terisak tangis.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan memperlihatkan zen masuk kedalam kamar.


"Kamu sudah bangun ternyata" ucap zen.


Liona yang sedang terisak tangis melihat siapa yang berbicara.


"Zen" ucap liona sambil memeluk zen yang duduk ditepi ranjang dengan erat.


Zen membalas pelukan liona dan menenangkan perasaannya sampai banar-benar tenang dan dapat diajak bicara.


... ....


Setelah liona tenang, zen bertanya apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya zen.


"Sebelum aku menjelaskannya, aku ingin bertanya sesuatu padamu" ucap liona.


"Apa?" tanya zen.


"Apakah kita melakukannya?" tanya liona.


"Hampir, namun aku segera melakukan pengobatan melalui metode khusus sehingga kau langsung pingsan dan efek obatnya menghilang" jawab zen jujur.


"Huft....syukurlah" ucap liona.


"Jadi mau kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya zen.


"Aku sedang jalan santai, tiba-tiba aku dibekap dari belakang sampai kehilangan kesadaran" ucap liona.


"Kemudian?" tanya zen.


"Saat sadar aku berada didalam mobil van, dan dicekoki obat oleh kelima preman tersebut tanpa bisa melawan karena baru sadar dan masih agak lemas" jawab liona.


"Kemudian kau melawan dan kabur seperti sebelumnya dan bertemu dengan diriku di depan Hilton Restoran?" tanya zen.


"Benar, beruntung ada dirimu disana" jawab liona sambil kembali menangis dan zen memeluk tubuhnya untuk memberikan rasa tenang.


Tiba-tiba ada panggilan telpon didapatkan zen saat ini dari yuri.


"Aku angkat telpon dulu" ucap zen.


"Hiks...iya" jawab liona.


Zen berdiri dan menjawab panggilan telpon dari yuri.


"Halo" ucap zen.


"Kamu dimana?" tanya yuri.


"Aku ada dirumah kita" jawab zen.


"Ngapain disana?" tanya yuri.


"Aku ceritakan nanti secara langsung biar makin jelas" ucap zen.


"Baiklah, sekarang pulang" jawab yuri.


Kemudian zen mematikan sambungan telpon, dan mendekati liona kembali yang berada diatas tempat tidur.


"Kamu pakailah baju terlebih dahulu" ucap zen.


"Aku tidak ada baju ganti" jawab liona.


"Di dalam lemari ada pakaian milik istriku, jadi pakailah" jawab zen.


"Jadi sekarang kita ada dirumahmu!?" tanya liona kaget.


"Benar, kau tenang saja karena istriku ada di apartemen sekarang" jelas zen.


"Aku kira ada istrimu disini" jawab liona.


"Sekarang segeralah berpakaian, dan kita makan terlebih dahulu baru kita pergi dari sini" ucap zen sambil beranjak keluar kamar.


Liona segera berpakaian didalam kamar segera.


Bersabung.......


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang


Makasih.

__ADS_1


__ADS_2