
Kedatangan keluarga yuri yang tiba-tiba seperti kejutan bagi zen dengan yuri sendiri.
"Ibu dan ayah kenapa gak bilang-bilang dulu kalau mau datang kemari" ucap yuri.
"Kami terburu-buru" jawab ibu yuri.
"Kenapa terburu-buru?" tanya zen.
"Anita, dia belum pulang semenjak kemarin sore" ucap ayah dari yuri.
"Apa!" ucap yuri kaget.
"Maka dari itu kami pikir dia ada disini" ucap sang ibu.
"Tidak, bahkan kami belum berkomunikasi lagi setelah berpisah saat itu dirumah kalian" jawab zen.
"Begitu ya, kalau begitu bisa tolong bantu kami mencari keberadaan anita?" tanya sang ayah meminta.
"Sayang, tolong bantu cari anita" mohon yuri.
"Baiklah, kalian cukup tunggu saja disini, biar aku dengan orang-orangku yang mencari mereka" jawab zen sambil berdiri.
"Baik, hati-hati" jawab yuri.
Setelah itu zen segera pergi keluar dengan menggunakan lamborghini veneno, zen sebenarnya juga bingung harus mencari kemana.
"Aku gunakan persepsi aura saja untuk mencari jejak hawa keberadaan anita"
Zen dengan segera menyebarkan persepsi aura kearea sekitar dalam jangkauan luas sambil berkendara di jalan raya.
Sambil menyebar persepsi aura, zen terys berkendara berkeliling kesetiap penjuru kota untuk melacak keberadaan dari anita.
Namun siapa sangka, zen merasakan jejak keberadaan anita berada di selatan kota.
Zen dengan menggunakan lamborghini nya segera pergi kesana, sampai lokasi tidak ada keberadaan dari anita.
"Seharusnya anita pernah berada disini, namun jejak aura keberadaannya menghilang"
Zen memandangi area sekitar dengan seksama, namun tidak ada hal aneh ataupun hal janggal lainnya ditempat tersebut yang terlihat oleh mata.
"Tidak ada bekas pertarungan atau bahkan kecelakaan dan sebagainya"
Real World Manipulation!
Begitu kemampuan tersebut diaktifkan, zen memutar balikan waktu didalam area jangkauan real world manipulation yang digunakan dirinya.
Setelah waktu diputar balikan dengan begitu saja, zen dapat melihat adegan sesungguhnya yang terjadi disana sepanjang waktu.
Terlihat bahwa anita pernah berada disana sekitar 15 jam lalu, dan dia tidaklah sendirian disana.
__ADS_1
Anita terlihat bersama dengan seorang perempuan muda yang sekiranya memiliki usia sama dengan dirinya, mereka berjalan bersama menyusuri jalanan yang berada ditepi laut tersebut.
Dan terdengar sebuah percakapan diantara keduanya.
"Anita" panggil temannya.
"Kenapa, vin?" jawab anita.
"Aku minta maaf" ucap perempuan yang dipanggil vin tersebut.
Anita yang sedang berjalan, mendadak berhenti dan berbalik badan untuk melihat kearah temannya tersebut.
"Minta maaf untuk apa?" tanya anita.
Belum sempat temannya itu menjawab perkataan dari anita, sudah datang sebuah mobil van hitam dan berhenti didekat mereka yang langsung menangkap anita dan membiusnya, sedangkan temannya itu juga ikut pergi dengan mobil van hitam tersebut.
Zen terus bergerak mengikuti mobil van hitam tersebut, dengan begitu secara otomatis kemampuan real world manipulation ikut bergerak mengikuti zen sebagai pengendali.
Terus dan terus mobil bergerak menuju arah pelabuhan yang terdekat dari sana, lalu mobil berhenti di pelabuhan dan orang-orang didalam mobil van keluar sambil membawa anita bersama mereka menaiki perahu yang tersedia disana.
Zen terus kembali mengikuti mereka yang sekarang menggunakan perahu menuju arah laut lepas, entah mau kemana.
Perjalanan ditempuh selama 2 jam lamanya dengan perahu oleh orang-orang yang membawa anita, sedangkan zen bisa mengikuti mereka dengan terbang diudara berkat kemampuan seni beladiri kuno yang benar-benar hebat.
Pada akhirnya perahu berhenti disebuah pulau kecil, dan orang-orang tersebut membuang anita disana. Lalu setelah membuang anita dipulau tersebut, mereka kembali pergi.
Zen segera menonaktifkan kemampuan real world manipulation nya setelah mengembalikan waktu, lalu zen yang sekarang berada diatas udara didekat pulau melihat kebawah.
Zen segera turun kebawah dan mendarat di pulau tersebut, setelah mendarat di pulau tersebut langsung memanggil satu pasukan boneka.
"Pergi kepelabuhan terdekat dan bawa kapal kemari untuk kendaraan diriku dan anita nantinya" ucap zen memberikan perintah.
"Baik"
Segera pasukan boneka tersebut pergi dari pulau dengan cara terbang, sementara zen masuk kedalam pulau lebih dalam lagi yang berupa sebuah hutan.
Sambil berjalan masuk, zen menyebarkan persepsi aura miliknya dan berhasil menemukan lokasi keberadaan dari anita.
Tanpa menunggu lama-lama lagi, zen langsung menghilang dari tempatnya berada dan muncul didekat keberadaan anita sekarang.
Begitu zen sampai di lokasi, terlihat bahwa anita sedang duduk termenung diatas sebuah batu dibawah pohon rindang yang membuat anita teduh dibawahnya.
Zen berjalan mendekati anita dan menyapa "hai"
Anita terkejut sekali dan menengok kearah sumber suara berasal, terlihat olehnya ada sosok kakak ipar disana yang sedang tersenyum dan melambaikan tangan.
"Kakak ipar!"
Anita segera berdiri dan berlari masuk kedalam pelukan sang kakak ipar.
__ADS_1
"Kenapa kamu duduk sendirian di pulau terpencil begini?" tanya zen pura-pura tidak tahu.
"Itu semua karena oleh temanku" jawab anita.
Zen mengambil posisi duduk diatas batu, dan diikuti oleh anita yang ikut duduk diatas batu juga tepat disamping zen.
"Coba kau ceritakan siapa temanmu itu dan apa alasan dia melakukan hal ini padamu?" tanya zen seolah ingin tahu lebih jauh dan lebih banyak lagi soal masalah yang dialami anita, padahal dirinya hanya mengulur waktu untuk menunggu perahu yang dibawa pasukan boneka nya sampai dipulau ini.
"Namanya adalah viny, dia adalah temanku" ucap anita.
"Teman kok jahat?" tanya zen.
"Mungkin karena dia tahu orang yang dia sukai malah menyatakan perasaannya padaku belum lama ini disekolah" jawab anita menjelaskan perkara yang mungkin jadi biang masalah sekarang diantara mereka berdua.
"Hanya karena cemburu sampai begini, gimana jadinya jika orang yang dia sukai melamarmu?" tanya zen.
"Mungkin akan lebih dari ini yang akan kualami" ucap anita.
"Tunggu, bagaimana cara kakak ipar tahu aku ada disini?" tanya anita bingung.
"Aku adalah orang hebat, jadi masalah begini adalah masalah kecil untuk diriku" jawab zen.
"Iya deh, anita percaya" jawabnya.
"Kak, aku laper banget belum makan" pinta anita.
"Utututu kasian, yaudah kakak coba carikan makanan dulu" jawab zen.
"Disini tuh gak ada makanan kak, aku sudah keliling pulau ini dari semenjak sadar" jawab anita.
"Kalau begitu kan masih ada ikan" jawab zen.
"Gimana cara nangkapnya?" tanya anita.
"Tinggal tangkap saja kok susah?" tanya zen.
"Maksudnya?" tanya anita.
"Yaudah sini ikut kakak" ucap zen.
Mereka beranjak dari sana menuju perairan di pesisir, kemudian zen menyelam kedalam air untuk menangkap ikan secara pura-pura didalam air.
Padahal dirinya mengendalikan pergerakan air ketika menyelam untuk menangkap satu ikan besar dengan mudah, dan membawanya kedaratan tepat dihadapan anita.
"Gimana?" tanya zen.
"Hebat sekali!" seru anita bahagia dan terpukau.
Bersabung.......
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
Makasih.