
Zen pergi dari rumah menggunakan kemampuan seni beladiri kuno miliknya, dan pergi menuju arah selatan. Sebab zen dapat merasakan jejak hawa keberadaan milik hani yang pergi mengarah ke selatan, walau terasa samar-samar.
Wush.
Zen menghilang dari dalam kamar menuju arah selatan sesuai dengan jejak aura milik hani yang pergi menuju arah sana, dan benar saja zen dapat menemukan hani setelah menempuh jarak sekitar 100km menuju arah selatan.
Hani terlihat sedang mengobrol dalam sebuah gedung tua yang tidak terpakai dengan seorang bepakaian hitam, namun itu bukanlah masalah bagi dirinya. Jadi dengan segera, zen melumpuhkan keduanya dengan mudah tanpa adanya perlawanan apapun, sebab zen melakukan sebuah serangan diam-diam.
Bugk!
Bugk!
Dua pukulan zen gunakan untuk menjatuhkan keduanya dalam satu pukulan dengan cepat dan diam-diam, sampai membuat keduanya pingsan tak sadarkan diri.
Setelah menjatuhkan kedua orang tersebut, zen mengikat keduanya dengan menggunakan sebuah tali yang dilapisi oleh energi dalam miliknya. Selesai dengan mengikat keduanya, sekarang zen memeriksa wajah orang yang tertutupi jubah hitam tersebut.
Rupanya dia juga seorang wanita muda yang kurang lebih sama umurnya dengan hani, namun ketika melihat pakain yang dikenakannya membuat zen sedikit aneh dan bingung.
"Apakah ini pakaian dari suatu perguruan?" gumam zen.
Tapi itu semua zen kesampingkan untuk sekarang ini, dan lebih memilih untuk melumpuhkan kekuatan milik hani terlebih dahulu. Sementara untuk yang satunya lagi akan dibiarkan saja disana.
Setelah melumpuhkan kekuatan milik hani, segera zen membawanya ke kantor polisi untuk diadili atas perbuatannya sebelum ini. Sedangkan wanita yang satu lagi dibiarkan digedung sebelumnya saja dalam kondisi terikat.
Beres dengan urusan yuri, sekarang ini zen kembali pulang kerumah dengan segera. Sebab tidak boleh sampai hani tahu apa yang dia lakukan diluaran sini sekarang.
.......
Sampai rumah zen disambut oleh yuri, yuri baru saja selesai memasak makanan untuk sarapan pagi hari sekarang ini.
"Aku pulang" ucap zen.
"Selamat datang kembali" sahut yuri.
Zen berjalan mendekati yuri didapur dan kemudian duduk pada kursi di meja makan.
"Dari mana saja kamu sayang?" tanya yuri sambil meletakan masakan hasil buatan dirinya diatas meja makan.
"Aku jalan-jalan pagi diluar" jawab zen.
"Ish kok kamu gitu, gak ajak-ajak aku?" geram yuri.
"Ah soal itu aku minta maaf, soalnya kamu aku lihat pules banget tidurnya" sahut zen.
"Lain kali ajak-ajak aku" pinta yuri.
"Iya, maafin ya" ucap zen.
Akhirnya setelah itu mereka makan bersama-sama dengan tenang di meja makan, selesai dengan urusan makan di pagi hari. Mereka kemudian bersiap pergi kampus.
Setelah semua persiapan selesai, akhirnya zen dengan yuri berangkat menuju kampus dengan menggunakan bugatti divo miliknya. Dengan perjalanan yang ditempuh singkat, akhirnya zen dengan yuri sudah sampai di kampus dengan selamat dan aman.
"Sayang, jangan nakal ya kamu" tegas yuri mengingatkan.
"Gak nakal kok, paling cuma lirik-lirik" goda zen.
"Apa?! awas ya kamu kalau berani lirik-lirik perempuan lain dibelakang aku" ucap yuri geram.
"Hahaha, kamu ini. Mana ada aku lirik-lirik wanita lain dibelakang kamu, kalau gak khilaf" ucap zen kembali bercanda.
"Ish!!! tau ah males" geram yuri dan berbalik pergi meninggalkan zen di parkiran kampus.
Segera zen mengejar yuri yang sudah berbalik pergi meninggalkannya di parkiran kampus sendirian, kemudian setelah berhasil terkejar segera zen menariknya kedalam pelukan hangat dirinya.
"Maaaf, cuma bercanda" ucap zen sambil mengelus-ngelus kepala yuri lembut.
"Hiks....hiks....kamu bercandanya kelewatn tahu, udah tahu aku tuh lagi ngandung anak kita jadi sering banget sensi. Malah di bercandain kayak gini" ucap yuri sedih.
"Maaf, aku salah" ucap zen.
Setelah itu akhirnya yuri sudah kembali tenang, dibawah kasih sayang tulus dari zen. Setelah yuri tenang kembali, akhirnya dia pamit pergi menuju kelas.
Zen sendiri yang hendak masuk kedalam kelas tidak jadi masuk, sebab dia merasakan ada yang mengawasi dari dekat gedung kelasnya berada.
"Siapa?" gumam zen.
Akhirnya setelah hawa keberadaan dari orang yang memgawasi tersebut menghilang, zen memilih masuk kedalam kelas untuk memulai kegiatan kampus hari ini.
__ADS_1
......
Selesai dengan kegiatan kampus, sekarang zen dengan yuri sudah dalam perjalanan kembali menuju kerumah dengan menggunakan bugatti divo miliknya.
"Sayang, aku merasakan ada seseorang yang selalu mengawasi diriku ketika di kelas sebelumnya" ucap yuri.
"Kamu merasakannya juga ternyata" ucap zen.
"Kamu juga negarasain?" tanya yuri.
Zen mengangguk, kemudian berpikir untuk mengatakan masalah kemarin. Sebelum nantinya yuri mengetahui masalah kemarin dari orang lain dan akan ribut lagi.
"Sebenarnya kemarin aku bukan hanya sekedar jalan-jalan pagi" ucap zen.
"Maksudnya?" tanya yuri belum paham.
"Aku kemarin nagkep hani yang kabur dari penangkapan kepolisian" ucap zen.
"....kamu boong lagi?" tanya yuri.
Zen menepikan mobil yang sedang dia kemudikan dipinggir jalan raya sepi, kemudian menatap mata yuri sambil memegang lengannya.
"Dengerin penjelasan aku dulu bisa ya?" pinta zen.
"ehm" jawab yuri.
"Jadi hani itu lepas dari penangkapan polisi sebelumnya dan berhasil kabur karena diselamatkan seseorang, dan yang menjadi masalahnya adalah hani bukan orang biasa" jelas zen.
"Maksud kami hani bukan orang biasa itu apa?" tanya yuri.
"Sebelum itu kamu maafin aku kan?" tanya zen.
"Iya, aku maafin karena kamu udah mau jujur sama aku" ucap yuri sambil tersenyum.
"Makasih" ucap zen sambil mengecup punggung lengan yuri.
"Lanjutin ceritanya" pinta yuri.
"Kalau soal ceritanya lanjutin dirumah aja ya" jawab zen.
Akhirnya zen kembali berkendara dan pulang ke apartemen miliknya, begitu sampai di apartemen langsung kembali cerita dilanjutkan oleh zen.
......
Sambil duduk di sofa empuk, zen menceritakan semua tentang hani pada yuri sekarang ini dengan tanpa ada kebohongan apapun itu yang disembunyikan oleh zen.
Selesai dengan cerita tersebut, sekarang yuri bertanya dengan cemas soal apa yang akan terjadi kedepannya.
"Suami, terus orang berjubah itu tidak akan melakukan balas dendam pada kita kan dengan komplotannya?" tanya yuri cemas.
"Kemungkinan mereka akan balas dendam" jawab zen.
"Lah terus bagaimana ini suami?" tanya yuri.
"Kamu tenang aja, aku akan beresin mereka semua sekarang juga" ucap zen.
"Gimana caranya?" tanya yuri khawatir.
"Kamu cukup tenang dan duduk manis disini aja, aku yang akan urus semuanya. Namun sebelum itu, apakah kamu kasih izin?" tanya zen.
"....kamu harus pulang dengan utuh dan selamat kehadapanku" jawab yuri.
"Siap, nyonya" jawab zen.
"Kalau begitu aku akan suruh orang-orangku berjaga disini" ucap zen.
"Buat lindungin aku?" tanya yuri.
"Ya iyalah, aku gak mau ya kamu sama anak kita kenapa-napa" jawab zen.
"Kalau gitu, kamu juga harus ekstra hati-hati nanti saat ngurusin masalah ini" ucap yuri mengingatkan.
"Iya, kalau gitu aku pergi dulu" ucap zen.
"Sekarang?" tanya yuri.
"Iya, sekarang" jawab zen.
__ADS_1
"Kalau gitu, kamu hati-hati" sahut yuri.
Setelah itu zen pergi keluar dari kamar apartemen miliknya dan turun menuju basement dengan memggunakan lift.
Sampai di basement, zen mengeluarkn pasukan bayangan miliknya sebanyak 5 anggota.
"Kalian berlima harus menjaga istriku dengan sebaik-baiknya, pergi!" perintah zen.
Swush.
Kelima anggota pasukan bayangan tersebut segera pergi menjalankan perintah setelah diberi tugas oleh zen.
Sedangkan zen sendiri sekarang ini pergi juga dari parkiran basement tersebut dengan menggunakan kekuatan seni beladiri kuno milik nya.
Zen pergi dari basement sebelumnya menuju sebuah lokasi, dimana disana zen merasakan hawa kehadiran dari dua orang misterius yang selalu mengawasi gerak gerik dirinya dan sang istri.
Dan benar saja, begitu zen sampai di lokasi tersebut ada dua orang berjubah hitam yang memang terlihat menunggu kedatangan dirinya.
"Kalian akhirnya menampakan diri juga" ucap zen.
"Kau sendiri punya kemampuan rupanya" ucap salah seorang berjubah tersebut.
"Sebenarnya apa mau kalian?" tanya zen.
"Kami perguruan penggoda ingin balas dendam padamu" ucap orang berjubah hitam satunya lagi.
"Balas dendam untuk apa?" tanya zen.
"Karenamu, junior kami yang bernama hani tertangkap. Dan bahkan kau melumpuhkan kemampuan miliknya!" seru orang berjubah hitam itu kembali.
"Ternyata perguruan penggoda memang sesuai dengan namanya, kayaknya kalian semua ahli sekali dalam hal menggoda pria" ucap zen mengejek.
"Kamu tidak menampik ucapanmu itu" ucap orang berjubah hitam yang satunya.
"Lalau sekarang kalian mau bertarung?" tanya zen.
"Iya!" seru mereka berdua sambil maju menyerang kearah zen secara bersamaan.
Zen tersenyum dan kemudian menghilang dari tempatnya berdiri, kedua orang misterius tersebut kaget dan bingung melihat target mereka menghilang begitu saja.
"Sial, dia lari" ucap salah satu orang berjubah hitam tersebut.
Namun sedetik kemudian, zen muncul dibelakang orang berjubah hitam yang berbicara sebelumnya.
Bugk!
Zen muncul tidak hanya sambil diam saja, melainkan sambil memberikan sebuah serangan kuat dan keras pada tubuh orang tersebut hingga dia menabrak tiang beton bangunn dan pingsan degan luka parah dalam sekali pukul saja oleh zen.
Teman berjubah hitam tersebut yang satunya terlihat kaget sekali, ketika melihat temannya dibuat mengenaskan dalam satu kali pukulan oleh musuh mereka.
"Kau sialan!" teriak orang misterius tersebut meraun marah pada zen.
Kembali zen menghilang dari sana dan tiba-tiba muncul tepat dihadapan orang misterius tersebut sambil kembali menyerangkan sebuah pukulan kuat dan keras.
Buagk!
Buagk!
Dua pukulan itu sukses langsung menjatuhkan orang berjubah hitam yang tersisa, dan membuatnya terbaring diatas lantai dalam keadaan yang mengenaskan juga. Seperti orang berjubah hitam sebelumnya.
"Kalian dari perguruan penggoda lihat saja, aku akan habisi kalian semua!" ucap zen.
Namun zen tidak langsung pergi dari sana setelah menjatuhkan kedua orang berjubah hitam yang bisa dipastikan keduanya adalah wanita.
Zen mengumpulkan kedua wanita tersebut, dan mengikat keduanya bersamaan setelah melumpuhkan kemampuan milik keduanya. Setelah mengikat keduanya zen mengeluarkan dua anggota pasukan boneka miliknya kembali.
"Kalian bawa mereka ke tempat persembunyian yang aman, nanti aku akan menyusul kalian kesana. Dan ingat jangan biarkan mereka berdua kabur dari pengawasan kalian" ucap zen memberikan perintah.
Tanpa berkata apapun, kedua pasukan boneka tersebut segera menjalankan perintah dari zen.
Setelah kedua pasukan boneka miliknya pergi sambil membawa dua orang anggota perguruan penggoda tersebut, zen juga pergi dari sana meninggalkan tkp.
Bersabung.......
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
Makasih.
__ADS_1