
Saat ini zen mendekati yuri, lalu menggendongnya masuk kedalam kamar mereka berdua dilantai atas.
Baru saja zen membaringkan tubuh yuri diatas tempat tidur, terlihat yuri sepertinya terganggu dari tidur nyenyak dirinya.
"Maaf membangunkanmu" ucap zen.
Yuri yang sudah mendapatkan kesadarannya secara penuh, langsung memeluk zen dengan erat sambil menangis.
"Hiks...hiks....kamu kembali juga akhirnya" ucap yuri.
Zen membalas pelukan yuri dan berkata "aku kembali"
Setelah beberapa saat menenangkan yuri, akhirnya dia bisa tenang dan berhenti menangis kembali.
"Sekarang aku mandi dulu" ucap zen.
"Kamu lapar tidak?" tanya yuri.
"Iya, sih aku lapar habis bertarung tadi" jawab zen.
"Kamu gak terluka kan?" tanya yuri cemas.
Zen mengusap kepala yuri dan menjawab "aku baik-baik saja dan pulang tanpa luka"
"Syukurlah, tapi sebenarnya siapa orang-orang sebelumnya?" tanya yuri penasaran.
"Itu akibat kesalah dimasalalu yang aku perbuat" jawab zen.
"Seperti kesalahan yang kamu buat pada hani?" tanya yuri.
"Iya, sama hal nya dengan itu" jawab zen.
"Jadi semua sudah dibereskan tadi?" tanya yuri.
"Sepertinya masih belum beres, dan bisa saja hanya awal" jawab zen.
"Kamu harus lebih berhati-hati lagi" ucap yuri cemas.
"Yang aku lebih khawatirkan adalah dirimu dan baby kita" jawab zen sambil mengusap perut yuri yang masih datar.
"Kami akan hati-hati ayah" ucap yuri sambil menirukan suara khas anak kecil.
Zen tertawa renyah sebelum beranjak menuju kamar mandi, dan langkahnya terhenti sebab pertanyaan dari yuri sekarang.
"Mau aku buatkan makan malam?" tanya yuri.
Zen yang hendak masuk kedalam kamar mandi berbalik badan dan berkata "buatkan aku mie isntan pakai telor"
"Kalau stok nya habis, mau makanan apa?" tanya yuri.
"Nasi goreng" jawab zen sambil berlalu masuk kedalam kamar mandi.
Sementara zen pergi mandi untuk bersih-bersih diri dari keringat dan debu yang menempel pada tubuh dan pakaiannya, yuri pergi menuju kedapur untuk membuat makan malam.
__ADS_1
Sampai didapur, yuri melihat bahwa masih ada mie instan dan telor.
"Kalau begitu aku buatkan mie instan dengan telor saja"
Sekitar 10 menit berlalu, zen sekarang menghampiri sang istri yang berada diruangan makan dengan sekangkuk mie instan dengan telor yang sudah matang dan siap santap diatas meja makan.
"Maaf aku lama mandinya" ucap zen.
"Gak lama kok, lagipula aku sengaja tadi gak langsung masak mie sama telornya, jadi mie sama telornya baru kumasakan barusan dan barusaja matang" jawab yuri.
"Begitu, kamu memang pengertian" jawab zen sambil duduk dikursi.
Zen kemudian mulai makan dengan ditemani oleh yuri malam itu, sampai makanan habis mereka segera kembali kedalam kamar namun tidak langsung tidur begitu saja.
... ....
Didalam kamar, zen sedang duduk berselonjor ditempat tidur sambil bersandar pada kepala ranjang. Sesangkan yuri merebahkan kepalanya pada dada bidang milik zen.
"Sayang" panggil yuri.
"Kenapa?" tanya zen sambil terus mengusap-ngusap kepala yuri dengan lembut.
"Besok gak ngampus ya" pinta yuri.
"Kenapa?" tanya zen.
"Aku males berpergian kayaknya" jawab yuri.
"Kamu trauma sama kejadian tadi ya, maafin aku" ucap zen merasa bersalah atas kejadian sebelumnya.
Zen tersenyum dan menjawab "tapi kalau tadi aku gak bawa kamu kesana, mungkin gak akan buat kamu takut dan trauma" jawab zen sambil mengelus kepala yuri.
"Aku bukan trauma, melainkan mager buat aja karena mungkin lagi hamil" jawab yuri.
"Jadi mau aku temenin seharian besok atau bagaimana?" tanya zen.
"Aku gak larang kamu kalau misalkan kamu besok mau masuk kuliah" jawab yuri.
"Kalau begitu aku dirumah aja" jawab zen.
"Beneran gak apa-apa kamu dirumah aja nemenin aku besok?" tanya yuri.
"Beneran, gak apa-apa kok" jawab zen.
Akhirnya setelah itu mereka memilih untuk tidur karena sudah larut malam, ditambah tidak baik bagi kesehatan untuk bergadang apalagi sampai keseringan.
Juga yuri sedang hamil, zen tidak mau kalau sampai ibu dan calon anaknya kenapa-napa sebab tidur terlalu kemalaman.
... ....
Pagi hari, zen bangun lebih dulu dari yuri, arena tak mau mengganggu tidur nyenyak yuri. Zen memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, selesai mandi dan berpakain langsung pergi kedapur menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua makan pagi ini.
Sewaktu zen sedang memasak dengan fokus tanpa memperhatikan sekitarnya, dari belakang yuri yang sudah bangun tidur langsung datang kelantai bawah untuk menemui sang suami yang sedang memasak sarapan untuk mereka makan pagi ini di dapur.
__ADS_1
Grep.
Yuri memeluk tubuh zen yang sedang memasak dari belakang, kemudian zen berkata "sayang sudah bangun rupanya"
"Begitulah, kamu masak apa sarapan pagi ini?" tanya yuri penasaran.
"Aku sedang membuat nasi uduk untuk sarapan pagi ini" ucap zen.
"Wahh pasti enak sekali tuh sayang" seru bahagia yuri sambil tetap memeluk erat badan zen dari belakang.
Setelah proses memasak yang cukup lama, akhirnya menu sarapan pagi sudah siap dan tak lupa zen juga membuatkan segelas susu ibu hamil bagi yuri.
Mereka makan bersama-sama dengan lahap sampai makanan sarapan pagi hari itu habis dimakan, termasuk yuri yang sudah menghabiskan segelas susu ibu hamil yang telah dibuatkan sang suami.
... ....
Mereka saat ini sedang duduk bersamaan diruangan tengah sambil menonton televisi, karena hari ini zen dengan yuri sudah memutuskan tidak akan masuk kuliah dari semalam.
"Mau dirumah aja?" tanya zen.
"Kayaknya gitu, soalnya mager" jawab yuri.
"Kalau kamu nanti ingin pergi kesuatu tempat, atau misalkan ingin sesuatu. Jangan ragu buat panggil aku dan suruh aku" jelas zen.
"Pasti, lagian itu tanggung jawab kamu sebagai suami ketika istrinya yang sedang hamil menginginkan sesuatu" jawab yuri.
"Iya, aku mengerti" jawab zen.
Waktu berlalu dari menit ke jam sampai jam menunjukan pukul 10 pagi, yuri yang mulai merasa bosan ingin pergi kesuatu tempat untuk jalan-jalan.
"Suami" panggil yuri.
"Kenapa?" tanya zen.
"Jalan-jalan" pinta yuri.
"Boleh, mau kemana?" tanya zen.
"Taman yang indah dimana ya?" tanya yuri.
"Mau liat pemandangan indah?" tanya zen.
"Iya, kayaknya bakal asik kalau lihat alam bebas dengan pemandangan yang seru dan bisa memanjakan mata dan refresing otak sekaligus cuci mata" jawab yuri menjelaskan keinginan dirinya.
"Kalau begitu mau pergi sekarang cari tempat begitu?" tanya zen.
"Beneran boleh?" tanya yuri.
"Iya, ayo" jawab zen.
Mereka kemudian pergi keluar, dengan maksud tujuan untuk berjalan-jalan.
Bersabung.......
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
Makasih.