
Setelah berpisah di parkiran, zen dengan yuri pergi ke kelas masing-masing.
Sampai kelas zen melihat disana ada sahabat-sahabatnya yang lain, yang entah kemarin-kemarin mereka kemana.
"Marcel.... Violet kalian akhirnya keliatan juga" ucap zen menyapa, sambil duduk di kursinya.
"Kami kemarin-kemarin ada urusan" jawab violet.
"Berdua?" tanya zen.
"Iya" jawab marcel.
"Dasar dua sejoli ini bikin iri aja, kemana-mana berdua deh kayaknya" sahut brian menimpali.
"Gak usah iri kali, bukannya dah punya pacar ya?" ucap violet.
"Iya" jawab brian.
"Nah, jadi jangan iri kali" ucap marcel.
"Udah deh ya, kalian semua jangn bahas cinta-cintaan mulu aku jomblo nih. Gak ada yang nemenin" ucap dewi menyahut.
"Tuh zen ada" ucap brian.
"Sialan kenapa bawa-bawa aku?" jawab zen.
"Kau kan jomblo, apa salah aku?" tanya brian.
"Zen mau ama aku gak?" tanya dewi tiba-tiba.
!
Semua yang ada dikelas terdiam mendengar kata-kata dewi barusan, karena begitu mengejutkan bagi semua orang.
"Dewi kau itu cantik dan baik, jadi aku yakin masih ada laki-laki lain yang mau denganmu" ucap zen.
"Tapi gak ada tuh yang berani deketin aku" jawab dewi.
"Sabar cantik" ucap brian.
"Emang kenapa sih zen gak mau sama aku?" tanya dewi.
"Hihi kau ini memang jujur dan lucu, tapi maaf dewi aku cuma bisa anggap kamu sahabat. Gak lebih" jawab zen.
"Iya deh gak papa" ucap dewi.
"Emang kamu dah ada pacar?" tanya lusi.
"Sudah" jawab zen.
!
Kembali semua orang di kelas jadi terkaget-kaget akibat perkataan zen kembali, karena mereka tahu bahwa zen baru saja putus dengan hani sebelum ini.
Tapi sekarang mereka kembali mendengar bahwa zen sudah kembali punya pacar, cepat banget.
"Siapa zen?" tanya marcel.
"Nanti kalian akan tahu, di kantin" ucap zen.
Pelajaran dimulai, sampai kelas berakhir. Semua mahasiswa/i pergi dari kelas, ada yang pulang atau ke kantin.
"Kantin" ucap violet.
"Ya" jawab mereka semua.
Sesuai perkataan violet semuanya pergi ke kantin untuk makan disana, sampai kantin baru saja mereka duduk di kursi dalam satu meja.
Terdengar sebuah suara lembut dan halus, memanggil nama zen dari kejauhan.
"Zen" panggil suara lembut tersebut.
Semua menoleh kearah sumber suara, dan terdapatilah sosok cantik dan anggun. Sungguh kecantikan yang hakiki.
Tapi yang lebih mengejutkannya lagi adalah kecantikan tersebut duduk disamping zen, dan memeluk erat lengannya.
__ADS_1
!
Semua mahasiswa/i di kantin menjadi kaget bukan main dan terkejut sekali dengan apa yang terlihat, sampai-sampai brian yang paling cerewet bertanya.
"Jadi ini adalah pacarmu?" tanya brian.
"Ah salam kenal semua, aku yuri pacar zen" ucap yuri.
"Wih pantesan nolak dewi dah ada kecantikan begini" ucap marcel.
"Udahlah ayo pesen makan" ucap zen.
Mereka makan bersama-sama dikantin, setelah itu barulah mereka pulang.
Tapi zen dalam mobil bersama dengan yuri sekarang tidak langsung pulang, melainkan pergi ke perusahaan.
"Sayang jadi sebenarnya kamu lebih hebatkan?" tanya yuri.
"Hebat apa?" tanya zen.
"Perusahaan mu dibandingkan punya keluargaku?" tanya yuri.
"Begitulah, emang kenapa?" tanya zen balik.
"Karena kamu bisa semudah itu nundukin perusahaan keluargaku" ucap yuri.
"Dan sebenarnya perusahaan mu sebesar apa?" tanya yuri kembali.
"L Company dan perusahaan angkasa, adalah miliku" ucap zen.
"Wah kayak banget suamiku" jawab yuri.
"Seneng?" tanya zen.
"Iya dong, bisa jadi istri sultan lagi" jawab yuri.
"Aku suka kamu seperti ini, jujur" ucap zen.
"Gak suka bohong aku tuh, soalnya takut dibohongin balik" jawab yuri.
Akhirnya mereka sampai, langsung saja pergi ke ruangan kerja zen di lantai atas.
Di dalam ruangan kerjanya, zen sedang mengobrol dengan wiliam sedangkan yuri duduk manis di sofa.
"Wiliam tolong satukan perusahaan l company dengan perusahaan angkasa ini, dan ubah nama menjadi Yz" ucap zen.
"Tuan muda, jadi l company milik anda?" tanya wiliam.
"Iya, jadi segera saja kau urus bisa kan?" perintah zen.
"Baik akan saya urus segera" jawab wiliam.
"Yasudah kalau begitu, kau boleh pergi dan segera kerjakan semuanya" perintah zen.
"Baiklah kalau begitu, saya pergi tuan" ucap wiliam pamit pergi.
Akhirnya setelah wiliam pergi, yuri berdiri dari duduk nya dan berjalan mendekati zen yang sedang duduk di kursi kerjanya.
"Kamu hebat" ucap yuri.
"Segitunya?" tanya zen.
"Iya" jawab yuri, sambil duduk dipangkuan zen dan membenamkan wajahnya pada dada.
Sedangkan zen hanya mendekap yuri saja dengan erat, sambil mengambil kartu sihirnya.
"Sekarang lebih baik, ambil dua atau satu?" gumam zen dalam benaknya.
Dengan keputusannya, zen sekarang memilih membuka dua kartu sihir biasa saja. Setelah memilih dua kartu sihir, segera sisanya menghilang.
Satu demi satu kartu sihir nya dibuka yang telah dipilih.
[Mendapat heart ring]
"Cincin, ini bagus untuk pernikahan" ucap zen sambil tersenyum smirk.
__ADS_1
Kartu pertama selesai dibuka, lanjut pada kartu kedua.
[Mendapat kalung hati]
"ehm untuk ini kurasa bisa diberikan sekarang" ucap zen, sambil meliht kalung dengan liontin ruby tersebut.
"Sayang aku punya hadiah" ucap zen sambil mengeluarkan kalung nya dari dalam penyimpanan.
"Apa itu?" tanya yuri.
"Ini" ucap zen, sambil memperlihatkan kalung dilengannya pada yuri.
"Wahh untuku?" tanya yuri semangat.
"Ya untukmu" jawab zen.
"Beneran?" tanya yuri kembali.
"Iya, aku pasangin ya?" tanya zen.
"Iya" jawab zen.
Segera yuri berbalik badan, dan membiarkan zen memasangkan kalung tersebut pada leher jenjang yuri.
Setelah kalung terpasang dengan baik, sekarang yuri benar-benar terlihat bahagia sekali.
"Makasih" ucap yuri berseru senang.
"Sama-sama" jawab zen.
"Yaudah, kamu mau nungguin sini?" tanya zen.
"Emang mau apa lagi kamu disini?" tanya yuri balik.
"Kerja" jawab zen.
"Kalau gitu, aku disini gak akan ganggu kan?" tanya yuri.
"Gak papa" jawab zen.
Akhirnya, yuri duduk di sofa kembali. Sedangkan zen mulai bekerja dengan serius sekali.
Karena tak mau ganggu yuri akhirnya duduk di sofa, sambil bermain ponsel saja.
Waktu berlalu, sore hari tiba.
"Ayo pulang" ucap zen.
"Makan dulu" jawab yuri.
"Yaudah ayo" ucap zen.
Mereka berdua keluar dari dalam kantor, dan mulai pergi berkendara pergi ke restoran.
Sesuai kemauan yuri, akhirnya mereka makan terlebih dahulu di restoran tersebut berdua. Selesai makan langsung saja pulang kerumah untuk istirahat.
Didalam kamar.
"Yuri kamu beneran mau kan?" tanya zen.
"Apa dulu?" tanya yuri.
"Menikah denganku" ucap zen.
"Iya mau" jawab yuri.
"Makasih" ucap zen.
"ehm" jawab yuri singkat.
Mereka berpelukan diatas kasur sampai akhirnya tertidur pulasnya berpelukan.
Bersambung........
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
__ADS_1
Makasih