
Selesai dengan percakapan bersama Darco, Zen sekarang sudah pulang kerumahnya kembali.
Sampai rumah disambut oleh dua orang wanitanya.
"Aku pulang" ucap zen.
"Habis darimana?" tanya Liona.
"Bertemu dengan Darco" jawab Zen.
Zen duduk diantara keduanya yang sedang duduk di sofa, dan mereka menghabiskan waktu bersama-sama.
Sementara di belahan dunia lainnya, sedang terjadi peperangan antara para anggota EVILS demi memperluas wilayah kekuasaan mereka masing-masing dan menunjukan siapa yang paling kuat diantara kelompok yang ada dalam EVILS.
....
Waktu demi waktu berlalu sampai akhirnya hari pernikahan Liona dengan Zen sudah selesai dilaksanakan dengan lancar dan aman tanpa ada masalah.
Malam ini Liona dengan Zen berada dalam sebuah kamar terpisah dengan Yuri dalam rumahnya sambil menghabiskan malam syahdu mereka.
Dan ditempat Leon berada sekarang ini baru saja dirinya mendapat laporan dari perbatasan bahwa ada penyelundup yang berhasil masuk ke indonesia dengan muatan misterius dari jalur laut.
"Perketat penjagaan di laut, udara dan darat. Kemudian lakukan penyelidikan terhadap barang yang diselundupkan masuk tersebut kedalam negara kita" perintah Leon.
"Baik!" jawab ajudan dari Leon yang mendapat perintah dari sang atasan.
Ajudan tersebut berbalik pergi setelah memberikan laporan pada Leon, kemudian Leon sendiri sedang merasakan sebuah firasat tidak baik dalam hatinya.
"Aku harus bisa menyelesaikan ini, sebelum ada masalah yang datang dalam tingkat bahaya besar dan berbahaya bagi masyarakat Indonesia" gumam Leon.
Kemudian teringat dalam pikirannya mengenai sosok menantunya tersebut, "aku bisa meminta bantuan padanya dan juga Red Maple"
"Namun jangan sekarang, mereka pasti sedang......" Leon segera pergi dari ruangan tersebut dan entah kemana.
....
Keesokan harinya, Zen baru saja membuka mata mendapat sambutan dati Liona dengan sebuah senyuman yang menghiasi wajah cantik dirinya pagi hari itu.
"Selamat pagi, suami" ucap Liona.
Zen tersenyum dan menjawab "selamat pagi juga, ternyata sudah bangun"
"Hehehe, iya" jawab Liona.
"Kalau begitu kita segera mandi dan bersiap-siap, lalu sarapan bersama" ucap Liona.
"Baik" jawabnya.
__ADS_1
Zen memangku Liona kedalam kamar mandi dan mereka mandi bersama dengan saling membersihkan satu sama lainnya.
Liona sendiri keluar dari satuan TNI akibat keputusan dari Zen, karena Zen tidak mau istrinya berada di medan perang dan tempat berbahay lainnya.
Bukannya tidak mau karena hal kurang jelas dan lain sebagainya, Zen hanya ingin Liona berada dirumah saja. Liona tidak menolak, dan akan mengikuti perintah suaminya itu yang begitu dicintai dirinya.
Selesai mandi dan berpakaian, mereka berdua keluar dari dalam kamar dan menuju ruangan makan.
"Selamat pagi" ucap Liona dengan Zen bersamaan menyapa Yuri.
"Pagi, sudah bangun ternyata kalian" ucap Yuri.
Liona datang dan mendekati Yuri kemudian memeluknya sambil berkata "terimakasih"
Zen senang keduanya akur dan tidak ada perang dunia ketiga dalm rumah tangganya diantara mereka bertiga, terlebih keduanya akur dan saling menerima juga berbagi rasa juga asa.
"Lebih baik kita makan terlebih dahulu, sepertinya Yuri sudah memasak dengan sengaja untuk kita semua makan sarapan pagi ini" ucap Zen.
"Itu karena kalian pasti lelah setelah aktivitas semalam, jadi sengaja aku siapkan makanan spesial untuk kita makan" jawab Yuri.
Muka Liona sedikit memerah dengan kepala ditundukan kebawah karena rasa malu sesaat, namun rasa malu itu segera dihilangkan oleh perasaan senang.
Mereka duduk dengan tenang dan melakukan kegiatan sarapan pagi bersama, hingga selesai.
....
Selesai sarapan pagi bersama, Zen yang tengah duduk menonton acara televisi mendapati sebuah berita heboh di sebuah acara berita.
"Aku rasa akan ada beberapa kehebohan terjadi di masa yang akan datang dalam waktu dekat akibat kedatangan kelompok misterius ini" pikir Zen.
Drrrttt.....Drrrttttt......Drrrrtttttt......
Ponsel miliknya bergetar karena sebuah panggilan masuk, ketika dilihat itu adalah panggilan masuk dari Leon.
"Pasti soal berita ini"
Zen menekan tombol jawab pada panggilan telpon, kemudian memulai percakapan.
"Halo, ayah" ucap Zen.
"Halo Zen, sudah lihat berita pagi hari ini?" tanya Leon.
"Iya, apakah ayah butuh bantuanku?" tebak Zen.
"Benar, datanglah ke markas Red Maple sekarang" ucap Leon.
"Dimengerti Pak!" jawab Zen agak bercanda.
__ADS_1
"Cepatlah" jawab Leon sebelum mematikan sambungan telpon barusan.
Setelah percakapan telpon diakhiri, Zen pamit pergi pada kedua wanitanya untuk bertemu Leon. Tentu saja Zen sudah menyiapkan pasukan miliknya untuk berjaga dirumah, lebih tepatnya menjaga keduanya dari bahaya dan masalah.
Zen pergi dari rumah menuju markas Red Maple dengan menggunakan mobil sport milik dirinya, dengan memacu kecepatan tinggi dan gerakan mengemudi yang melebihi ahli dan pengemudi professional. Membuat Zen bisa sampai di markas Red Maple dengan cepat.
Markas Res Maple, Ruangan Darco.
Sudah berkumpul Leon dengan Zen beserta Darco didalam ruangan tersebut, dan membahas kelompok yang tengah hangat dibicarakan awak media dan masyarakat hari ini.
"Kalian tolong bantu aku menemukan kelompok tersebut, dan pastikan barang apa yang mereka bawa masuk kedalam negeri tercinta kita ini semalam" jelas Leon.
"Aku sudah temukan mereka" ucap Darco sambil menyerahkan sebuah berkas kepada Leon dan Zen.
"Evils" ucap Zen.
"Benar, salah satu dari kelompok Evils yang terbuang dan tersisihkan setelah kalah dalam perang wilayah dan kekuatan" ucap Darco pada kedua orang dihadapannya sekarang ini.
"Apa muatan yang mereka bawa?" tanya Leon.
"Sebelumnya, aku menerima kabar bahwa kelompok Vindex kalah dalam perang wilayah dan kekuasaan dalam Evils sehingga tersisihkan dan terbuang"
"Kemudian mereka memutuskan untuk pergi dari wilayah pusat dan sisa anggota yang ada memutuskan pindah kemari dengan sisa kekuatan yang ada mereka bawa semua" jelas Darco.
"Apakah informasi darimu ini akurat?" tanya Leon.
"75%" jawab Darco.
"Setidaknya sudah ada gambaran mengenai kelompok ini" ucap Zen.
"Lalu dimana mereka sekarang?" tanya Leon.
"Mereka mendirikan sebuah genk dengan naman masih sama yaitu Vindex, dan baru saja berhasil merebut wilayah pesisir" ucap Darco menjelaskan pada keduanya yang terlihat menyimak.
"Mau apa tujuan mereka?" tanya Leon.
"Bukankah sudah jelas terbaca bahwa mereka ingin membangun kekuatan baru dan mencoba kembali ke wilayah pusat dan melakukan serangan balik" jawab Zen.
"Benar, karena itu kelompok Vindex ini mulai melakukan pengambil alihan kekuasaan dan wilayah dalam dunia bawah ini secara perlahan demi perlahan dan satu demi satu" ucap Darco.
"Apakah kalian berdua bisa bantu aku membereskan mereka?" tanya Leon.
"Kebetulan mereka mengirim tantangan perang pada Red Maple dengan syarat, bagi yang kalah harus menyerahkan wilayah yang dipegang dan pergi meninggalkan wilayah tersebut setelah kalah" ucap Darco.
"Aku akan buat mereka datang kemari dan tak bisa pulang!" ucap Zen.
Bersabung.......
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
Makasih.