
Dalam ruangan UKS zen mengobrol dengan si pelaku dengan amarah yang masih di tahan sebab dia perempuan
"Jadi siapa nama mu?" tanya zen
"Yumina" jawab nya gemetar takut terdengar dari badan yang bergetar dan air mata yang ditahan akan turun
"Kenapa kau melakukan nya jelaskan?" perintah zen
"Kami adalah teman dekat atu bahkan sahabat namun......" yumina nampak ragu untuk menjelaskan yang selanjut nya jadi dia diam saja
"Lanjutkan!" perintah zen
"ehm lebih baik kita ngobrol jangan disini" jelas yumina
"Huft.....ikutlah dengan ku" jelas zen
Mereka berdua pergi dari ruangan uks menuju perpus
Perpus merupakan tempat terbaik untuk bicara karena orang berpikir di perpus tak bisa saling ngobrol karena tak boleh berisik namun justru itu adalah tempat terbaik
Di dalam perpus pada meja baca bagian paling pojok ruangan dengan buku buku yang tertata rapih dalam rak
"Jadi bagaimana jika disini?" tanya zen
"Baiklah akan kujelaskan lebih lanjut" jelas yumina
"Kami adalah sahabat baik tapi dulu.....sebelum akhirnya aku tahu hani berubah karena harta" jelas yumina
"Harta?" tanya zen bingung
"Jadi dulu saat kami masuk kedalam universitas di awal awal hani berubah......" ucapan yumina terhenti karena ada sang pengawas perpus lewat
Setelah pemgawas perpus lewat kembali penjelasan dilanjutkan
"Kenapa hani bisa berubah?" tanya zen mulai penasaran
"Itu karena pergaulan sepertinya sebab dulu hani tak seperti sekarang yang modis dia dulu culun dan pendiam bahkan dulu hani tak pandang harta berteman" jelas yumina
"Bukankah sekarang pun masih begitu?" tanya zen heran dan mulai ada rasa kecewa dalam hati jika apa yang diduga nya benar
"Semenjak hani mulai bergaul dia benar benar berubah dan menjauh dariku sebagai sahabat nya hingga aku tahu hani sering gonta ganti pasangan dan bahkan aku pernah memergoki dia xxx di toilet dulu dengan lelaki yang berbeda demi sebuah harta" jelas yumina
Deg.......
"Huft......kemudian?" ucap zen dengan perasaan mulai hancur tak karuan
"Karena sebagai sahabat aku berusaha menasehati hani agar kembali kejalan yang benar seperti dulu namun dia menolak dan memutuskan persahabatan kita" jelas yumina
"Dan alasan kalian bertengakar karena?" tanya zen
"Tadi aku dengar dia telponan dengan seseorang entah siapa,awal nya kukira itu kamu namun karena arah pembicaraan yang lama lama lia aku curiga itu bukan kamu dan menguping" jelas yumina
"Jadi siapa yang dia telpon?" tanya zen heran
"Seseorang entah siapa namun mereka berjanji akan bertemu malam ini di hotel angkasa" jelas yumina
"Lalu kalian bertengkar?" tanya zen
"Ya karena aku ketahuan menguping dan dia marah kemudian perkelahian tak terelakan" jelas yumina
"Huft.....aku akan pegang perkataan mu dahulu sekarang jangan coba coba kabur sampai besok aku harus memastikan sesuatu tentang apa yang kau katakan tentang hani!" jelas zen
"Aku mengerti" jawab yumina
Zen pergi meninggalkan yumina dari dalam perpus sana dan kembali ke ruangan uks tempat hani di obati
Baru sampe san hendak membuka pintu ruangan uks zen terhenti langkah nya sebab hani sudah keluar dan membuka pintu
Grep......
Zen memeluk hani segera
"Sayang kau baik baik saja?" tanya zen cemas
"Sayang ini sakit" jawab hani
"Yaudah aku ajak jalan jalan aja gimana mau pasti kamu senang?" tanya zen
"Benarkah!?" tanya hani
"Yaudah ayo ke mall" jawab zen
Segera saja zen membawa hani dengan lamborghini milik nya ke mall terbesar dan megah di kota ini
Sampai mall zen bertanya "mau beli apa tas,sepatu,pakaian?" tanya zen
__ADS_1
"ehm.....sayang boleh semua nya gak?" tanya hani
"Ok tapi hadiah buat aku apa?" tanya zen
"Kalau gitu gimana kalau xxx? " bisik hani pada zen
"Hehe.....kamu ini dah aku bercanda kok jangan bayar juga gak papa" jelas zen
"Yaudah ayo beli" ucap hani
Zen segera pergi dari toko satu ke toko lain membeli tas dan lain nya hingga siang hari baru selesai dengan banyak kantong belanjaan ditangan hani sekarang
Selain itu hani juga merengek ingin perhiasan
"Sekarang pulang ya dan istirahat?" perintah zen
"Ya" jawab hani antusias nya
Zen segera mengantarkan hani pulang kerumah nya dan selesai dengan mengantar hani pulang segera saja zen pulang kembali
Namun sekarang dalam rumah nya zen menelpon seseorang
"Bagaimana apakah semua yang kuminta buktikan benar ada nya?" tanya zen pada seseorang di sebrang telpon
"Semua benar boss bahkan saya sudah baya bukti nya juga" jelas orang di sebrang telpon
"Huft.....kirim bukti fisik dan bukti video nya kedalam ponsel ku" jelas zen
"Baik boss" jawab orang di sebrang telpon
"Oh ya lalu yang satu nya gimana sama?" tanya zen
"ehm.......itu anu bos" jelas orang disebrang telpon
"Jawab saja jangan ragu aku tak akan marah padamu justru jika kau dapat bukti yang kumau akan kuberikan hadiah kau" jelas zen
"yang satu lebih parah lagi boss sebab dia punya rumah bordil dan dia dijuluki Quentes Sexy sebagai ratu xxx" jelas orang disebrang telpon pada zen
"Bagus kirimkan juga bukti fisik dan video nya ke ponsel ku segera ya aku ingin menyudahi semua ini secepat nya" jelas zen
"Saya sudah atur semua nya boss anda hanya perlu bawa mereka sekeluarga ke Restoran Angkasa" jelas orang di sebrang telpon
"Kalau begitu aku pegang omongan mu dan akan kubawa mereka sekeluarga kesana" jelas zen
"Satu jam lagi" jelas zen
"Baik saya mengerti boss akan saya pastikan setelah anda bawa mereka sekeluarga kemari maka semua sisa nya aka saya urusi sampai dengan beres" jelas orang disebrang telpon pada zen
"Ya" jawab zen singkat
Sambungan telpon dimatikan sekarang dan zen pergi dari rumah nya dengan lamborghini ke rumah hani segera
Dua puluh menit sampai......
"Tok.....Tok......Tok"
Pintu rumah diketuk dan tak lama terbuka
"Zen kau disini?" tanya mamah anita
"Mamah sebelum nya boleh zen masuk dulu dan jelaskan didalam maksud kedatangan zen kesini?" tanya zen
"Ya boleh dong mantu ganteng mamah" jawab mamah anita
Zen masuk kedalam rumah dengan dibawa mamah anita hingga mereka duduk di sofa ruang tamu
"Sayang!! ah kamu disini kangen" teriak maria
Disusul hani yang baru datang ketika mendengar nama zen disebutkan dan mereka berdua duduk di sofa tepat di kiri dan kanan zen dengan menempelkan tubuh mereka lekat pada kedua lengan zen sisi kiri dan kanan
Mamah anita hanya tersenyum melihat itu
"Jadi nak ada apa nih kayk nya serius?" tanya mamah anita
Belum sempat menjawab pertanyaan mamah anita papah arya pulang kerumah tepat pada waktu yang pas
"Papah pulang" ucap papah arya
"Pah kebetulan bisa kesini ikut gabung gak?" tanya zen
Papah arya duduk di sofa tepat di samping mamah anita dan segera zen menjelaskan maksud kedatangan nya kepada mereka sekeluarga ini
"Zen ingin membawa kalian makan malam sekarang di Restora Angkasa gimana sebagai makan malam?" tanya zen
"Wah beneran sayang?!" teriak maria dan hani bersamaan sambil menatap zen
__ADS_1
Zen tersenyum dan hanya menganggukan kepala nya saja
"Ihh kalau gitu kami siap siap dulu" teriak mereka berdua kompak dan segera pergi keatas untuk siap siap
Sedangkan di bawah papah arya dan mamah anita mengobrol dengan zen
"Ada apa nih tiba tiba ngajak makan diluar?" tanya papah arya
"Kejutan pokok nya" jelas zen
"Yaudah deh papah dan mamah siap siap dulu ya" ucap mamah anita
Mereka segera pergi dari sana sehingga kembali setelah lima belas menitan bersamaan dengan hani dan maria juga yang sudan dandan cantik
Mereka segera saja berangkat dengan papah anita serta kedua anak nya maria dan hani menggunakan mobil milik papah arya agar muat semua
Sedangkan zen didepan dengan lamborghini nya memimpin jalan ke restoran angkasa
Waktu berlalu mereka sampai di restoran dengan selamat dan segera masuk kedalam sehingga begitu masuk kedalam zen yang membawa keluarga papah arya dan mamah anita langsung disambut oleh para pelayan
"Semua sudah siap?" tanya zen pada wiliam
"Sudah siap boss" jawab wiliam
Maka zen mengajak papah arya dan mamah anita serta dua anak nya keruangan khusus yang begitu masuk langsung terasa kemewahan nya
"Nah lebih baik kita makan dulu sebelum acara puncak nya ya" jelas zen sambil duduk di meja makan
Mereka segera makan malam karena memang sudah waktu nya dengan segala makanan dan minuman yang ada disediakan restoran ini untuk zen selaku boss mereka
Sebab ya hotel,restoran dan ressort yang memiliki nama Angkasa adalah milik perusahaan Angkasa nya
Kembali pada zen dan keluarga tersebut yang selesai makan sekarang
"Jadi mantu ganteng mamah ada apa ini sebenar nya?" tanya mamah anita
"Wiliam jelaskan" ucap zen sambil berdiri dan menghampiri wiliam disana yang sudah berdiri dari tadi dekat sana
"Baik boss" jawab wiliam
Wiliam maju kehadapan meja makan yang di isi oleh mamah anita lalu papah arya dan dua anak anak nya maria dan hani
"Jadi saya disini tak ingin banyak bicara disini namun sebelum bicara banyak silahkan kalian saksikan tayangan ini" jelas wiliam
Memperlihatkan sebuh monitor besar yang dibawa oleh beberapa orang dan disana terdapat sebuah video
"Ini ada dua monitor dan berisikan dua video mengenai dua orang yang berbeda beda jadi silahkan di nikmati" jelas wiliam
Video di putar dan segera saja mamah anita sekeluarga menyaksikan dua video dari dua monitor yang berbeda
Setengah jam berlalu......
"Anak durhaka!!" teriak papah arya marah setelah melihat keseluruhan video yang berlangsung barusan di dua monitor yang berbeda tersebut
"Hiks....hiks.....hiks" mamah anita sendiri hanya menangis sesegukan
"Kalian berdua mulai sekarang bukan lagi wanita ku dan kita putus" ucap zen
Segera kedua nya melompat kebawah kaki zen dan memohon belas kasih zen
"Sayang tolong maafkan kami kami janji tidak akan begitu lagi dimasa depan" ucap maria
"Sayang aku janji aku akan berubah demi hubungan kita kedepan nya" jelas hani
Zen tersenyum dan segera saja menghempaskan mereka berdua yang sebelum nya memegang erat kaki nya
Hingga maria dan hani terhempas ke lantai
"Maaf aku tak terima wanita kotor" jelas zen
Segera zen tanpa peduli lagi dengan mamah anita dan papah arya apalagi dengan maria dan hani pergi keluar dari dalam ruangan tersebut
Dan diambang pintu sebelum tepat keluar dari dalam ruangan tersebut zen berhenti melangkah dan berkata "Wiliam urus sisa nya....dan kalian aku nyatakan mulai sekarang hubungan kita mungkin tidak aka baik baik saja jadi dimasa depan nanti maafkan aku jika aku mengatakan tak mengenal kalian ketika berjumpa dimanapun dan kapanpun itu" jelas zen
Segera zen melangkah keluar ruangan tersebut dengan langkah dingin nya tanpa suara apapun karena sedang dalam suasana kacau hati nya bagai diterpa badai
Sementara wiliam yang mendapatkan perintah dari boss nya barusan segera menjawab "anda bisa serahkan pada saya boss"
Seketika semua diselesaikan oleh wiliam sisa nya dan zen sendiri pulang kerumah dan langsung tertidur karena lelah pikiran nya sekarang
*****
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
Makasih
__ADS_1