Kartu Sihir

Kartu Sihir
IS Company


__ADS_3

Zen yang selesai makan segera membereskan alat alat bekas makan nya barusan


Selesai beres beres dan cuci piring kotor segera zen pergi masuk kedalam kamar untuk istirahat


Namun langkah kaki nya terhenti karena melihat yuri keluar kamar


"Mau kemana kamu?" tanya zen


"Aku ingin mandi tapi gak ada pakaian ganti" jelas yuri


"Yaudah kalau gitu ayo aku beliin kamu baju mau?" tanya zen


"Boleh nih aku kan belum muli kerja juga masa dah-" perkataan yuri dipotong oleh zen segera


"Gak papa kalau untuk yuri" potong zen sambil menarik lengan yuri


Seketika debaran jantung tak biasa dirasakan oleh yuri ketika lengan nya ditarik oleh zen berjalan keluar rumah


Sampai diluar rumah sekarang ini zen sedang berdiri disamping mobil nya membukakan pintu mobil untuk yuri


"Silahkan masuk cantik" goda zen


"Makasih" jawab yuri dengan merona merah mukannya


Setelah yuri masuk kedalam mobil segera zen menutup pintu lamborghini milik nya dan berputar menuju kursi kemudi


Dan masuk kedalam kursi kemudi


Setelah masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi zen memghidupkan mesin mobil dan segera mulai jalan


"Aku baru sadar kau kaya" ucap yuri


"Makasih" jawab zen


"Dan tampan" tambah yuri


Zen yang baru saja menjalankan mobil nya sebentar dan belum sampai ke mall sudah menghentikan mobil nya ditepi jalan


Kemudian menatap yuri


Merasa ditatap yuri balik menatap kearah zen dengan pandangan terkunci dan saling menatap lekat lekat


"Yuri aku serius aku sayang kamu" ucap zen


Yuri terkisiap kaget dan menjawab "masa?"


"Aku serius mengatakan nya yuri,yah walau baru bertemu namun jatuh hati padamu tapi aku tak akan maksa perasaan ku untuk kau terima jadi akan kuperjuangkan" jelas zen


"Benarkah apa yang kau katakan itu?" tanya yuri


"Aku serius" jawab zen


"Kenapa bisa semudah itu? baru putus ya" celetuk yuri


"Baiklah akan kuceritakan kisah hidup ku sebelum bertemu dengan mu namun nanti saja cerita nya di cafe dekat sini" jelas zen


"Ok" jawab yuri


Mobil kenbali melaju meninggalkan tempat sebelum nya dan menuju ke cafe terdekat dari sana yaitu cafe Love Story


Selesau parkir mobil zen turun lebih dulu dari dalam mobil dan segera membukakakn pintu untuk yuri


"Silahkan cantik" ucap zen kala membukakan pintu mobil


"Makasih tampan" jawab yuri pada zen


Setelah yuri keluar dari dalam mobil zen menutup pintu mobil kembali dan mengunci nya


pip


Mereka berdua setelah itu pergi kedalam cafe bersama dan duduk di salah satu meja yang ada disana


"Mas"


panggil zen pada seorang pelayan cafe


Pelayan laki laki tersebut datang ke meja tempat zen dan yuri duduk sekarang


"Mau pesan apa mas dan mba?" tanya si pelayan


"Aku capucino" jawab yuri dan zen bersamaan

__ADS_1


Mereka saling pandang dan kemudian terkekeh tertawa bersama


"Yaudah mas capucino nya dua ya" jelas zen akan pesanan mereka berdua


"Baik mohon ditunggu" jawab si pelayan sambil pergi dari sana


"Jadi ayo ceritakan kisah mu sebelum bertemu dengan ku" jelas yuri


"Aku......." zen bercerita mulai dari kehidupan awal nya sampai dengan tadi ketika bertemu dengan yuri saat melawan ketiga pria badan besar sebelum nya


Dan akhirnya sampai mereka disini sekarang


"Kau memiliki kisah hidup yang sedih namun membahagiakan juga" ucap yuri


"Begitulah....." jelas zen


Mereka berdua sama sama meneguk capucino pesanan mereka sebelum nya yang sudah tiba saat zen bercerita


Selesai meneguk segelas capucino nya yuri bercerita sekarang


"Aku hidup memang dalam keluarga kaya namun tidak semua nya bisa bahagia" ucap.yuri berhenti sejenak


Zen sendiri hanya mendengarkan saja


"Sejak kecil kurang kasih sayang dan berlaku semau ku dan seenaku saja karena punya ayah yang berkuasa"


"Hingga aku muak dan mencoba memohon pada orang tuaku yang selalu sibuk untuk setidak nya dalam satu minggu luangkan satu hari untuku"


"Namun mereka berkata tidak bisa dan lebih memilih membahagiakan ku dengan harta mereka saja"


"Sampai perusahaan ayah ku hampir bangkrut aku dijadikan sebagai nilai tukar untuk pemulihan perusahaan ayah ku melalui pernikahan bisnis" jelas yuri mengakhiri cerita nya yang singkat


"Jadi kau kabur dan akhirnya seperti tadi?" tanya zen


"Begitulah" jawab yuri


"Aku jadi tidak enak ingin menjadikan mu ART dirumahku" jelas zen


"Ah gak papa justru dengan aku bekerja aku bisa merasakan hidup yang berbeda tak lagi dengan begitu mudah nya meminta minta pada keluarga atau orang tua dan mendapatkan nya" jelas yuri


"Yaudah kalau gitu" jawab zen


Mereka meneguk gelas berisikan capucino mereka sekali dan meletekan gelas nya kembali diatas meja


"Aku akan terima perasaan mu namun.....buat aku nyaman disisi mu" jelas yuri


"Benarkah?" tanya zen semangat


Yuri tersenyum dan mengangguk


"Makasih sudah mencoba memberikan kesempatan padaku untuk membuktikan perasaan ku padamu" jelas zen


Yuri hanya tersenyum


Saat sedang asik berbicara zen dengan hani dikejutkan dengan sebuah suara


"Yuri kau disini rupanya!!" ucap suara keras seseorang


Yuri dan zen melirik kearah sumber suara dan mendapati seorang pria paruh baya dengan banyak pria berjas hitam dibelakang nya


"Ayah!" teriak yuri


"Ayah mu?" tanya zen


"Iya" jawab yuri


Pria yang diakui ayah oleh yuri segera mendekat dengan dibelakang nya diikuti oleh pria pria berjas hitam tersebut


"Pulang sekarang kau harus melakukan pernikahan itu demi ayah!!" pekik sang ayah pada anak nya yuri sambil menarik lengan yuri paksa


Plak


Zen menepis lengan ayah yuri yang menarik paksa lengan yuri


"Maaf tuan yuri tidak bisa pergi dengan mu" jelas zen


"Kenapa tidak bisa dia anaku sudah seharusnya mendengarkan perkataan dan perintahku kan?" dengus si pria paruh baya tersebut pada zen


"Karena dia telah melakukan kontrak kerja dengan ku" jelas zen


"Berapa yang harus dibayar sebagai biaya ganti rugi kontrak nya?" tanya pria baya tersebut mendengus

__ADS_1


"Tidak bisa dibatalkan" jawab zen


"Kau anak muda jangan sok keras!!"


"Lagian kau siapa?!" teriak pria baya tersebut


"Aku-" belum sempat zen menjawab yuri sudah memotong perkataan nya


"Zen tak apa apa lebih baik aku ikut pergi dengan ayahku daripada kau terluka aku takut kehilangan mu" jelas yuri setengah berbisik pada zen dari belakang tubuh zen


"Tapi-" ucapan zen lagi lagi terpotong namun kali ini ucapan zen terpotong oleh perkataan si pria paruh baya


"Ah aku tak suka menunggu serahkan yuri sekarang atau kau akan menderita akibat nya" teriak si pria paruh baya sambil menyuruh anak buah nya yang berjas hitam mengeluarkan senjata api dan diarahkan kearah zen dan sekitar


"Sialan kau menggunakan senjata api ditempat umum!?" teriak zen


"Aku tak peduli ikut dengan ku sekarang yuri atau pacar mu ini akan kubunuh disini sekarang" teriak si ayah


"Zen jika kau bisa merebut ku kembali akan kuanggap itu perjuangan besar bagimu untuku" jelas yuri sambil melangkah kearah sang ayah


"Sial!" umpat zen


Setelah yuri berhasil dibawa si pria baya pergi dari sana dengan anak buah nya


"Jika saja disini hanya aku seorang diri kupastikan yuri akan aman namun melihat keadaan sekitar dengan banyak senjata api barusan jika aku melawan bukanlah pilihan yang bijak"


"Yuri aku akan pastikan kau hanya akan jadi miliku siapapun tak akan bisa menghentikan keinginan dan langkah ku untuk mendapatkan mu kecuali maut memisahkan" jelas zen dalam hati bertekad bagai tekad api yang menyala tiada henti nya


Zen membayar pesanan nya dengan yuri sebelum ini dan segera pergi dari san dan menuju ke perusahaan milik nya


Sampai perusahaan dengan perjalanan singkat sekitar 25 menit saja......


Zen segera masuk kedalam kantor dan duduk di kursi kebesaran nya dalam ruangan kantor pribadi nya sendiri


"Wiliam!"


panggil zen dengan nada menahan emosi


"Disini bos" jawab wiliam


"Cari tahu mengenai perusahaan YSS Company" jelas zen


"Baik segera bos" jawab wiliam sambil pergi dari dalam ruangan zen segera dan melaksanakan perintah zen barusan


"Yuri tunggu aku tak akan lama lama" jelas zen bertekad dalam hati nya


Sementara di rumah yuri.....


"Kau jangan berani coba coba kabur lagi atau akan kupastikan bahwa pacar putih mu sebelum nya akan mati mengenaskan dan kau akan melihat jasad nya segera dengan mata kepala mu sendiri" begitulah ancam si ayah pada anak nya yuri


brak!


Pintub kamar tertutup dan terkunci meninggalkan yuri didalam kamar nya yang terkunci sekarang


"Zen kumohon hati hati dan tolong keluarkan aku dari sini"


Kembali pada zen......


Wiliam datang kembali kedalam ruangan zen dengan membawa beberapa berkas di lengan nya sekarang


"Jadi sudah dapat semua dengan komplit?!" tanya zen


"Semua sudah ada dalam laporan tersebut bos" jelas wiliam


Zen membaca semua berkas laporan tersebut dan mendapati kenyataan


"YSS milik keluarga yuri merupakan perusahaan yang sebandimg dengan ku ketika jaya nya namun sekarang lebih buruk dan itu semua akibat ulah IS Company!"


"Dasar bajingan licik menggunakan cara curang demi mendapatkan harta kekayaan dan yuri sebagai dambaan nya sedari dulu!!" zen dibuat makin geram sekali dengan kelakuan Is Company ini yang berusahan melakukan segala jenis cara demi mendapatkan yang mereka inginkan


"Kupastikan permainan kalian akan berakhir tak lama lagi!" sumpah zen dalam hati nya


"Semoga besok dapat hal bagus dari sistem!!" gumam zen dalam pikiran nya


"Wiliam kau akan mendapat tugas hebat dan penting dari ku tak lama lagi jadi bersiap lah dengan segala nya paham?!" perintah zen pada wiliam


"Saya mengerti bos" jawab wiliam


Segera zen memberikan kode pada wiliam agar keluar dari ruangan nya terlebih dahulu kemudian meninggalkan nya sendirian di dalam ruangan kantor nya sendiri sekarang ini


******

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang


Makasih


__ADS_2