
Di depan pintu rumah zen dapat melihat ada hani disana berdiri dengan wajah senang nya ketika melihat keberadaan dirinya sekarang ini
"Hani ada apa kau malam malam datang kerumahku?" tanya zen heran
"Aku boleh masuk dulu tidak disini dingin zen" jawab hani sambil mengusap usap kedua lengan nya sendiri sekarang ini
"Ah iya ayo masuk dulu kau benar diluar pasti dingin" ucap zen ada hani
Hani dibawa masuk kedalam rumah oleh zen
Setelah menutup dan mengunci pintu rumah nya kembali zen segera saja sekarang ini memghampiri hani yang duduk di sofa ruang tamu rumah nya
Sambil duduk di samping hani zen bertanya ada apa hani sampai datang kerumah nya malam malam begini?
"Jadi hani kenapa kau datang kemari?" tanya zen
"Sebelum nya maukah kau jujur padaku dan tak akan menutupi apapun itu atas segala jawaban dari pertanyaan ku padamu?" pinta hani pada zen dengan menatap serius nya
"Memang nya apa yang mau kau tanyakan padaku sampai samapi serius sekali kayak nya?" tanya zen
"Jawab dulu perkataanku sebelum nya zen!" tergas hani
"Huft..... baiklah apa yang mau kau tanyakan padaku akan kujawab dengan jujur" jawab zen
"Bagus......"
"Pertama apakah hancurnya The Lion adalah ulah mu?" tanya hani serius
"Iya itu karena perbuatan ku" jawab zen jujur nya
"Kedua apakah itu semua kau lakukan karena perbuatan rei tadi siang padaku direstoran?" tanya hani
"Iya karena aku tak mau ada satu tangan jahat pun mendarat di tubuh mu apalagi sampai meraba raba tubuh mu walu hanya sekedar lengan mu saja" jawab zen
Blush.......
Wajah hani seketika menjadi merona merah mendengarkan jawaban zen barusan
"Lalu kau tidak terluka atau kenapa napa kan?" tanya hani penuh akan nada khawatir nya sampai sampai rasa merona karena senang dan malu sebelum nya menghilang digantikan kecemasan dan kekhawatiran bagi diri nya terhadap orang yang palimg dia sukai ini
Segera zen memgerti kenapa sampai bisa hani datang malam malam sejauh ini kerumah nya karena alasan apa
"Aku tidak kenapa napa kok kamu bisa tenang saja karena seperti yang aku bilang bawah aku kan kuat dan hebat mereka tidak akan bisa melukai ku" jawab zen sambil mengelus rambut kepala hani
Hani tersipu dan sangan senang dapat diperlakukan seerti ini oleh zen
"Jadi kalau begitu aku bisa tenang dan pulang sekarang ini dalam keadaan lega karena sudah memastikan keadaan mu zen" ucap hani sambil hendak berdiri namun lengan nya ditahan oleh zen sehingga hani menoleh kearah zen
"Kenapa?" tanya hani
"Sudah malam bahaya untukmu menyetir malam malam dalam jarak jauh jadi menginap saja disini" ucap zen memberikan saran pada hani
"Tapi....." perkataan hani tak diteruskan karena ragu
"Ah kamu tenang saja aku tidak akan macam macam kok beneran" jawab zen tegas dan serius pada hani
"Bukan bukan itu maksud ku zen.....tapi apakah kau tidak keberatan aku nginap disini malam ini?" tanya hani memastikan
"Jika aku bilang tidak keberatan apakah kau mau?" tanya zen
"Iya aku mau" jawab hani
"Kalau begitu kau bisa kamar manapun disini selain kamarku dan mari makan malam bersama denganku apakah kau sudah makan malam?" ajak zen
"Aku belum makan malam jadi akan kuterima ajakan makan malam ini" jawab hani senang karena memang suka dengan masakan zen ini
Segera mereka berdua duduk di meja makan setelah zen sebelum nya memasak kembali untuk makanan tambahan malam ini bagi dirinya dam hani
Setelah masak dengan waktu singkat segera zen dengan hani makan bersama sama dengan bahagia bagaikan keluarga baru penuh akan suka dan cerita
Selesai makan seperti biasa zen hendak mencuci alat bekas mereka makan namun hani kembali memaksa biar dia yang mencuci alat bekas makan kotor sebelum nya
Maka zen hanya mengizinkan saja dan bertugas mengeringkan alat makan yang basah terkena air setelah dicuci sebelum nya oleh hani
Kegiatan tersebut berlangsung tak lama setelah akhirnya selesai zen membawa hani menuju kamar nya dilantai atas tepat disamping kamar dirinya sendiri
"Nah hani ini dia kamar mu tepat disamping ku" jelas zen sambil membukakan pintu kamar nya
"Wah kamar yang bagus untuk sekedar kamar biasa di rumah mu" jawab hani senang pada zen sekaligus memuji dengan tulus akan keadaan kamar zen
"Makasih pujian mu" ucap zen
"Kalau begitu istirahatlah aku ada dikamar sebelah jadi jika ada apa apa pamggil saja aku ok?" ucap zen
"Ya" jawab hani
Zen keluar dari dalam kamar tersebut dan masuk kedalam kamar nya sekarang
Setelah masuk kedalam kamar zen masuk dulu kedalam kamar mandi untuk sikat gigi terlebih dahulu
Selesai sikat gigi dari dalam kamar mandi zen berkutik dengan laptop nya mengecek kinerja perusahaan dari laporan yang diberikan wiliam melaluo email di laptop
Satu jam berlalu begitu saja......
Selesai dengan mengecek kerjaan kantor zen memyudahi kegiatan nya dengan laptop dan mulai berbaring diatas kasur empuk dalam kamar tersebut
"Aku baru sadar bahwa diluar huja sekarang" ucap zen yang mendengarkan bunyi hujan diluar rumah sekarang ini
Tiba tiba.......
Psu.....
Lampu mati dan suasana jadi gelap sekali yang juga bertepatan timing nya dengan bunyi guntur yang menggelegar diawan
"Duar......."
Dari kamar sebelah terdengsr teriakan hani yang keras
__ADS_1
"Kyaaaa!!!! Zen tolong aku"
Segera zen bangkit dalam keadaan sigap dan dikarenakan mempunyai seni beladiri kuno di tubuh nya zen bisa merasakan keadaan sekitar walau tidak bisa melihat apapun sekarang
Berjalan keluar kamar dan menuju kamar samping tempat hani berada sekarang ini
"Duar......."
Suara petir kembali terdengar
"Kyaaa!! Zen tolong aku takut" teriak hani kembali dari dalam kamar
Segera zen mengetuk pintu
"Tok.....Tok......Tok......"
"Hani buka kunci pintu nya aku tak bisa masuk" ucap zen dari luar kamar tempat hani berada
"I-iya sebentar" segera hani dari dalam kamar yang gelap dengan meraba raba berhasil mencapai pintu dan membuka kunci nya sekarang
"Ceklek" pintu kamar terbuka
"Hani kau tidak apa apa?" tanya zen tanpa bisa melihat hani
"Duar......"
Suara petir kembali terdengar dan membuat hani meloncat dari dalam kamar tepat kedalam pelukan zen
"Kyaa.....zen aku takut" uca hani sambil melompat kedalam pelukan zen dan memeluk nya erat
Zen kaget akan hani yang melomat tiba tiba sehingga dalam keadaan tidak siap menerima hani yang melompat kedalam pelukan nya sekarang ini
Dan membuat zen terbaring keatas lantai dengan hani yang memeluk nya dari depan dengan erat dan tak mengalami kesakitan berarti karena mendarat di tubuh zen
"Hani kau tidak apa apa kan?" tanya zen pada hani sambil memeluk tubuh hani
"Aku takut petir zen dan lagi takut gelap" ucap hani
"Sudah ada aku disini" ucap zen sambil memeluk erat badan hani yang gemetaran karena takut
Naun zen merasakan sesuatu yang aneh sekarang bahwa nyata nya seperti hani ini tak memakai pakaian!!
Sehingga zen baru sadar bahwa hani yang hanya memakai dalaman saja bagian dada nya menyentuh dada bidang zen sekarang ini
Membuat sebuah rangsangan perasaan bagi kaum pria tentu nya karena zen pria normal yang juga suka wanita bukan pria
"Hani apakah kau tidak memakai pakaian?!" tanya zen memberanikan diri nya bertanya pada hani
"Apa!! Ah benar zen aku tak memakai pakaian-" perkataan hani terhenti karena mendengar sebuah suara petir kembali sekarang yang menggelegar diluar
"Duar....."
"Kyaa zen takut" ucap hani ketakutan dan bahkan mulai menangis
"Hiks....hiks....zen takut tolong aku zen hua hiks....hiks.....huhu" hani sampai menangis karena saking takut akan gelap dan suara petir yang menggelegar nya
"Hani sudah ya jangan takut ada aku disini di pelukan mu sekarang dan itu berarti kau aman bersamaku" ucap zen
Hani makin mempererat pelukan nya pada zen hingga beberapa saat berlalu akhir nya mereka dalam posisi seperti itu dilantai
Dan akhirnya lampu menyala kembali walau hujan belum reda diluar sana yang malah hujan nya makin deras
"Akhirnya lampu menyala kembali" ucap zen
"Hani hey bangun lampu sudah kembali menyala sekarang" ucap zen pada hani
"Zen....." ucap hani sendu
"Kenapa?" tanya zen
"Temani aku tidur malam ini" pinta hani
"Apa!?" zen setengah menaikan nada nya mendengarkan perkataan hani barusan yang memgejutkan nya
"Hey hani kau jangan aneh aneh ya kalau kita tidur bersama aku takut ak-" ucapan zen terhenti karena hani mencium bibir nya tiba tiba dengan sekilas
"Kumohon" hani memelas dengan wajah pucat karena takut nya
"Huft.....baiklah aku akan temani" jawab zen
Segera zen berdiri setelah hani berdiri dari atas tubuh nya
Dan mereka masuk kedalam kamar yang ditempati hani sekarang sambil tidur diatas kasur dalam keadaan berpelukan atas permintaan hani
Zen tak bisa tidur sekarang begitupun dengan hani
"Zen...." tanya hani
"Kenapa hm?" tanya zen
"Apakah aku tak menarik bagimu?" tanya hani
"Kau menarik sekali bahkan menggoda sekali bagiku sekarang sampai sampai insting lelaki ku bangkit apalagi dalam keadaan seperti ini hani jadi jangan macam macam ok karena takut nya tak bisa ku kontrol dan memakan mu nanti nya" jelas zen sambil menahan hasrat nya
"Benarkah?!" tanya hani dengan senang sebab zen tertarik akan tubuh nya yang menandakan zen tertarik akan dirinya walau hanya malam hani senang
"Iya" jawab zen
"Kalau begitu kenapa ti-" ucapan hani terpotong oleh zen sekarang
"Hani tolong jangan buat aku makin tersiksa akan hasrat ini" pinta zen karena dia tahu maksud perkataan hani barusan kemana
Hani tak menjawab dan malah sekarang mengganti posisi dengan menaiki tubuh zen sambil berkata "kalau begitu jangan menahan nya lagi"
Zen makin dibuat kalut dan panas dingin melihat tubuh mulus hani sekarang yang hanya tertutup oleh dalaman saja tepat diatas tubuh nya sekarang ini
"Huft......" zen menghela nafas dan mencoba menenangkan diri nya sendiri
__ADS_1
Dengan lembut zen membalikan badan hani sehingga sekarang hani yang tertindih oleh tubuh zen
Hani mengalungkan tubuh nya dileher zen sekarang
"Hani dengarkan aku.......aku belum siap untuk langkah terlalu jauh ini terlebih lagi kita tak memilili hubungan lebih dari teman sekarang ini" jelas zen menatap lembut hani sambil mengelus pipi hani dibawah tindiham tubuh nya
Hani mulai menangis sekarang mendengar jawaban zen barusan
"Hiks....apakah aku tak bisa menjadi lebih dari sekedar teman dan sahabat dekatmu zen?" tanya hani sedih
Zen tertegun dan merenung dalam pikiran nya sendiri sekarang
"Apakah aku senaif dan sebodoh itu akan cinta?!" tegur zen pada dirinya sendiri sekarang ini
Mengalihkan perhatian nya kembali kemudian zen menghapus air mata di pelupuk mata hani dan memgecup lembut bibir nya perlahan lahan
Sebelum nya hani tak memberikan balasan dan menutup rapat bibir nya
Zen melepas ciuman nya dan menatap hani "aku minta maaf atas sikap tidak peka diriku akan perasaaan mu padaku selama ini mungkin"
"Namum aku sekarang sadar bahwa kau penting dalam hidupku jadi maukah kau bersama bersamaku dalam menjalani hidup ini sebagai pacarku untuk sekarang?" tanya zen
Hani dibuat bahagia sekarang akhirnya momen ini dia dapatkan namun dia harus memastikan sesuatu hal terlebih dahulu sekarang ini
"Apakah kau mengatakan nya karena mengasihani diriku zen?" tanya hani
"Aku serius" jawab zen dengan pandangan mata serius nya
"Jadi bagaimana?" tanya zen
"Iya aku mau" jawab hani
Zen tersenyum dan menghapus jejak air mata di wajah hani sekarang sebelum akhir nya mereka saling pandang dengan dalam dan mulai bercumbu bibir dengan lembut dan hangat hingga beberapa saat zen menyudahi nya
"Sekarang segini dulu ok?" ucap zen
"Ehm" jawab hani bahagia dan tak masalah sebab sekarang dia sudah jadi pacar zen
Segera zen mengambil posisi berbaring tepat disamping hani
Hani dengan inisiatif masuk kedalam pelukan zen dan memeluk nya yang dibalas sebuah pelukan juga oleh zen sekarang ini
"Selamat malam" ucap zen sambil mengecup puncuk kepala hani
"Cup"
"Ehm selamat malam" jawab hani
Merela kemudian tertidur dengan lelap dalam mimpi bahagia nya masing masing sekarang ini
......
Pagi hari tiba zen bangun terlebih dahulu daripada hani
Terlihat oleh zen bahwa hani masih dalam posisi tertidur lelap dipelukan nya
"Cantik" ucap zen begitu saja dengan senyuman nya yang terbit di pagi hari
Segera setelah itu zen melepaskan pelukan hani perlahan dari tubuh nya dan beranjak masuk kedalam kamar milik nya
Seerti biasa mengambil ponsel diatas nakas di dalam kamar zen memilih kartu sihir kembali
"Mari lihat hari ini aku dapat apa" ucap zen
Maka segera zen milih dua kartu sihir dari sepuluh kartu sihir yang ada
Setelah memilih dua kartu sihir zen segera membuka satu kartu pertama
[Mendapat Apartement Lotus]
"Wah apartement bagus sekali" ucap zen
Segera zen membuka kartu selanjut nya
[Anda belum beruntung silahkan coba lagi]
"......."
"Apa?" zen heran karena kartu sihir ini kosong sekarang
"Huft......sudahlah yang penting dapat apartement" ucap zen
Segera layar ponsel kembali normal dan ada sebuah telpon masuk kembali seperti biasanya dari nomor tak dikenal
"Halo?" ucap zen ketika menjawab panggilan telpon
"Halo apakah ini tuan zen?" tanya orang disebrang telpon
"Iya saya sendiri" jawab zen
"Syukurlah.....perkenalkan saya wilson dari direktur penjualan apartement di jakarta" ucap wilson
"Apakah soal apartement lotus miliku?" tanya zen
"Benar" jawab wilson
"Kalau begitu hubungi saja direktur di perusahaan angkasa maka dia akan mengurus nya dan sampai kan padaku" ucap zen pada wilson
"Baik saya mengerti" jawab wilson
Kemudian setelah perbincangan singkat barusan segera sambungan telpon di tutup dan zen pergi mandi sekarang di dalam kamar nya
Setelah beberapa saat berlalu sekarang zen selesai mandi dan mulai berpakaian dengan rapih memggunakan pakaian bebas namun bergaya karena mau pergi ke kampus nanti pukul 8.00 pagi
****
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
__ADS_1
Makasih