Kartu Sihir

Kartu Sihir
Master Musik


__ADS_3

Pagi hari tiba zen bangun lebih awal seperti biasanya dari hani yang masih tertidur pulas diatas kasur dalam pelukan dirinya


"Cantik dan manja tapi cengeng itulah kamu hani.....namun sayang" ucap zen melihat kearah hani yang berada dalam pelukan nya masih tertidur pula


"Cup"


Kecupan manis mendarat di kening hani hingga segera setelah itu zen beranjak dari tempat tidur nya menuju kamar mandi


Zen keluar dari dalam kamar mandi setelah lima belas menit lamanya dan hanya mengenakan handuk yang menutupi bagian tubuh bawah nya saja


"Kau sudah bangun?" tanya zen pada hani yang sudah duduk bersandar di kepala ranjang kasur


"ehm" jawab hani singkat dengan muka khas bangun tidur


"Yaudah mandi dulu sana aku buatkan sarapan nanti" ucap zen


"Ah jangan dong.....aku aja yang buatin sarapan ya pliss" mohon hani


"Yaudah kalau gitu cepet mandi dulu sana" jawab zen


"Hehehe ok" jawab hani senang


Sementara hani masuk kedalam kamar mandi zen sendiri duduk di tepi ranjang dan mengambil ponsel nya


Seperti biasa sudah ada sepuluh kartu sihir yang siap dibuka dalam layar ponsel nya sekarang


Dengan memilih secara hati hati akhirnya dua kartu sudah dipilih dan sisa nya seperti biasa menghilang entah kemana


Kartu pertama dibuka


[Mendapat keterampilan Master Musik]


"Ah ini tidak buruk setidak nya tidak kosong seperti kemarin" gumam zen


Kartu kedua dibuka


[Mendapat Villa Melati]


Segera kartu menghilang dari layar ponsel dan digantikan kembali dengan kondisi layar ponsel yang biasa nya dan seharusnya


Sementara zen baru saja menaruh ponsel nya keatas meja samping ranjang tidur


Banyak pengetahuan dan ingatan masuk kedalam otak zen dan menyatu dengan pikiran nya


Setelah lika menit semua berhasil dicerna otak zen dan itu merupakan keterampilan master musik


"Jadi apapun itu yang bersangkutan dengan musik aku tak akan kalah jika bermain" ucap zen sambil tersenyum smirk nya


"Dan villa melati itu berada di kawasan tersohor di bali" gumam zen mengingat informasi dari villa milik nya yang baru di dapat dari Kartu Sihir ini


Benar saja sesuai akan perkiraan zen segera telpon nya berbunyi dan dari nomor tak dikenal


Ketika diangkat itu orang dari agent properti penjual villa di bali


"Halo selamat pagi" sapa orang di sebrang telpon


"Halo selamat pagi" jawab zen


"Apakah ini benar dengan tuan zen?" sapa orang disebrang telpon


"Iya benar saya sendiri ini dengan siapa?" tanya zen


"Saya lisin orang dari agent properti penjualan villa di bali tuan zen" ucap nya di sebrang telpon sana


"Kalau begitu karena aku sibuk kau bisa hubungi general menajer ku di perusahaan angkasa maka dia akan mengurus semua nya untuk masalah ini bisa kan?" tanya zen


"Tentu saya mengerti tuan dan terimakasih atas waktu nya" jawab lisin


Segera sambungan telpon dimatikan dan tepat saat iti hani datang dengan mengenakan handuk nya yang menutupi bagian tubuh yang menggoda tersebut dan harum!


Zen yang melihat hani dalam keadaan seperti itu membuat nya menelan saliva dengan susah payah


"Gluk"


Hani tersenyum nakal dan memiliki niatan menggoda kekasih nya ini


Dengan langkah menggoda dan perlahan mendekati zen yang sedang duduk tepi ranjang kemudian duduk di pangkuan nya begitu saja


"Sayang~" goda hani sambil berbisik di telinga zen dengan suara sensual nya


Zen merasakan hasrat nya memuncak namun tak dapat memakan hani sekarang karena bukan waktu yang tepat jadi kesampingkan dulu hasrat ini


"By jangan menyiksa ku!" ucap zen dengan suara parau nya


"Hihihi maaf by" ucap hani sambil menatap mata zen lekat lekat


"Bagaimana kalau ini saja ganti nya" ucap hani meletakan lengan zen di salah satu buah dada nya


!!


Zen kaget dan tersentak dengan kelakuan hani tersebut


Hendak melepaskan lengan nya dari buah dada hani namun hani menahan nya sambil berkata "kamu tidak tertarik?"


Jder.....


Bagai petir siang bolong zen benar benar dibuat hampir tak bisa menahan ***** nya lagi akan hasrat birahi nya


Namun kembali tenang dan berkata "by bukan nya tidak tertarik namun aku takut kelewatan batas nanti"


"Yaudah main aja sebentar kalau mau" goda hani kembali sambil tersenyum


Zen merasa kesal di permainkan begini jadi dengan agak keras meremas buah dada hani yang di genggaman nya


Sehingga sukses membuat hani menjerit dengan ******* manja nya


"Aahhkk~"

__ADS_1


Zen makin dibuat kalut namun perasaan ditelapak tangan nya ini benar benar membuat nya tak ingin berhenti sekarang untuk bermain membuat zen akhirnya bermain beberapa waktu dengan buah dada hani


Selesai bermain zen segera menyuruh hani segera berpakaian


"By udah sana pakai baju kamu sebelum aku lepas kendali!" ucap zen dengan nada berat nya


"Ok aku pakai baju sebentar habis itu buat makanan buat kamu" ucap hani


Naas saat hani berdiri handuk nya lepas yang melekat pada tubuh nya membut lekuk indah badan hani setiap inci nya terbuka dan terekspos dihadapan zen


Namun zen dan hani tidak bersikap berlebihan seperti berteriak malah tenang saja


"By jangan goda lagi aku sudah benar benar hampir diambang batas" ucap zen


"Ah maaf by lepas handuk nya gara gara kamu main barusan" jawab hani sambil segera mengambil handuk nya kembali dan memasangkan nya ditubuh


Sementara hani berpakaian zen pergi keluar kamar menuju ruang makan setelah mengambil ponsel nya diatas meja


Di ruang makan zen duduk sambil menenangkan diri nya dengan tenang karena berusaha menenangkan diri setelah kejadian barusan di dalam kamar nya


Tak lama datang hani turun dari lantai atas menuju ruang makan menemui zen


"Kalau gitu aku akan buat makan dulu" ucap hani


"Ya" jawab zen


Maka hani pergi masak dan zen berkutat dengan ponsel nya sekarang


Lima belas menit berlalu sekarang zen dengan hani sudah mulai makan dengan tenang nya sambil berbicara ringan dan penuh akan kebahagiaan seperti keluarga baru


Selesai makan segera zen dan hani berangkat dari rumah zen menunu rumah hani untuk mengambil barang barang nya hani untuk pergi ke kampus


.....


"Mah aku pulang" teriak hani dari pintu depan sambil berjalan masuk bersama dengan diikuti oleh zen dibelakang nya


"Nah anak bandel sudah pulang ternyata" jawab mamah anita


Segera zen dengan hani mencium punggung tangan mamah anita disana yang sedang berdiri menyambut kedatangan mereka berdua yaitu zen dan hani


"Kamu dari mana aja anak bandel?" tanya mamah anita


"Mah jangan kayak gitu dong" jawab hani sambil mengerucutkan bibir nya dengan pipi mengembung


"Ya habis apa kalau bukan anak bandel namanya gak pulang kerumah malah pulang dan tidur di rumah pacar nya" jawab mamah anita


"Ah mamah mah gitu......pah" rengek hani pada ayah nya yang terlihat sedang membaca koran di ruangan tamu


"Kamu pantad dimarahi" jawab papah arya


"Isshh kalian!!" hani melangkah dengan kesal naik melalui tangga ke lantai dua untuk pergi ke kamar nya


Sementara mamah anita dan maria yang datang menghampiri zen malah tertawa renyah melihat anak dan adik nya kesal seperti itu


"Hahaha anak itu sungguh pemarah" ucap maria


Setelah itu mamah anita sendiri membuatkan minum untuk zen sementara zen dengan maria serta paah arya duduk bersama di sofa ruang tamu sambil mengobrol banyak hal disana seperti


"Zen kamu udah ada rencana mau kerja dimana setelah wisuda nanti?" tanya papah arya


"Aku gak akan bekerja di perusahaan orang pah" jawab arya


"Owh apa zen ganteng sudah punya usaha sendiri?" tanya maria sang calon kakak ipar tersebut


"Begitulah" jawab zen


"Kalau papah boleh tahu kamu punya usaha apa?" tanya papah arya


"Sekarang masih belum mau zen ceritakan ke banyak orang mengenai siapa zen sebenarnya kecuali hani" jawab zen


"Gitu ya......" jawab maria


"Gak papa asalkan itu halal dan bukan ilegal ya" jawab papah arya


"Iya pah tenang aja pokok nya zen gak akan berbuata tidak jelas kayak gitu kok" jawab zen atas perkataan papah arya barusan


"Nah mantu mamah ini minum untuk kamu diminum dulu ya" ucap si ibu


"Makasih mah" jawab zen sambil menerima gelas berisikan teh hangat tersebut dan meminum nya perlahan dengan seteguk demi seteguk nya


Selesai meminum teh hangat nya barusan zen meletakan gelas berisikan teh barusan diatas meja


Hingga tak lama setelah itu hani datang dengan pakaian bebas dan rapih nya juga mahal dan berkelas tentu nya


(Style anak orang kaya lah ya)


"By ayo berangkat" uca hani


"Kalau begitu mah....pah dan kakak ipar kami jalan dulu ya" ucap zen


Setelah pamit pada keluarga nya hani dan zen segera saja pergi dengan menggunakan mobil sport nya ke kampus dengan kecepatan normal saja walau kendaraan sport


Dua puluh menit berlalu......


Zen dan hani sudah sampai kampus dengan mobil sport


Setelah parkir segera zen dan hani turun dari dalam mobil dan berjalan memasuki gedung kampus untuk masuk kedalam kelas masing masing


Sampai dekat kelas masing masing mereka berpisah arah karena beda kelas tentu nya


Dalam kelas zen sekarang ini tengah mengobrol dengan brian sementara lusi dan dewi sedang duduk mendengarkan tepat dihadapan mereka


"Zen habis kelas berakhir kau mau ikut tidak?" tanya brian


"Kemana memang nya kau mau pergi?" tanya zen pada brian


"Cafe untuk nyanyi" jawab brian

__ADS_1


"Oh ya ke cafe mu kah?" tanya lusi semangat


"Iya benar" jawab brian


"Jadi bagaimana zen mau ikut?" tanya brian


"Kurasa aku ikut dengan hani sambil jalan jalan aja lumayan kan bisa main bareng kayak gini" ucap zen


"Ok kalau begitu habis ini kita semua pergi kesana bagaimana?" tanya brian memberikan saran nya pada zen dan lusi serta dewi kala ngobrol dalam kelas


Bell berbunyi tanda kelas masuk dan dosen tak lama masuk setelah bell berbunyi barusan


Maka segera saja zen dengan mahasiswa/i lain nya memulai kegiatan belajar mereka di kelas hingga selesai


Tiga jam berlalu......


Kelas berakhir dan sesuai rencana sebelum nya zen dengan hani juga tiga sahabat nya pergi ke cafe milik brian


Cafe itu bernama O'Brian Cafe


Sampai cafe mereka disambut dengan ramah dan penuh akan senyuman dan tatapan kagum sebab bagaimana tidak kagum dan terpana melihat lima orang keindahan ini berjalan bersama menyilaukan mata


Mereka berlima taitu zen dengan kawan kawan dan pacar duduk dalam satu meja yang besar dan muat untuk mereka semua duduk di kursi yang tersedia di meja tersebut


"Kalau gitu mau pesen minum atau makan?" tanya brian


"Aku dua dua nya laper nih bri" jawab lusi dengan nada manja pada brian


Zen melihat nya tersenyum dan tahu bahwa lusi menyukai brian namun entah kenapa dan ada apa dengan mereka berdua ini padahal seperti nya sama sama tahu akan perasaan masing masing nya


"Yaudah kalau gitu kalian gimana?"tanya brian


"Kami juga makan dan minum" ucap zen demgan yang lain bersamaan


"Kalau gitu aku panggilkan pelayan dulu" ucap brian sambil memanggil salah satu pelayan cafe nya


Pelayan datang dan mulai mencatat kan pesanan zen dan kawan kawan juga pacar nya


Setelah itu pelayan berbalik pergi menyampaikan pesanan mereka pada juru masak di dapur


"Aku ketoilet dulu" ucap brian berdiri dan pergi dari sana menuju toliet


Zen mendapat kesempatan bicara dengan brian sekarang dan segera saja ikut pergi dari sana dengan alasan ke toilet


"By mau kemana kamu?" tanya hani


"Ke toilet dulu" jawab zen


Dengan segera setelah itu zen pergi mengikuti brian masuk kedalam toilet umum di cafe untuk para pelanggan disana


Dalam toilet brian juga kaget melihat zen masuk kedalam toilet setelah nya


"Bria bisa bicara bentar?" tanya zen


"Kenapa?" tanya brian


"Kau gak peka ya sama perasaan lusi padamu?" tanya zen


"Huft......kau sadar rupanya" jawab brian tak kaget lagi


"Ya iyalah orang jelas kek gitu" jawab zen


"Bukan nya tak sadar dan tak peka aku masih belum siap menyatakan perasaan ku padanya zen" jawab brian


"Oh yaudah kalau gitu paling kamu bakal kehilangan dia selama nya karena keburu diambil orang" ucap zen dan setelah itu keluar dari dalam kamar mandi meninggalkan brian yang tertegun dan berpikir keras akan apa yang dikatakan zen barusan pada nya


"Zen benar aku tidak bisa membiarkan lusi diambil orang begitu saja setelah ini" ucap brian


Setelah selesai dengan urusan nya di kamar mandi brian keluar dari dalam kamar mandi dengan langkah penuh keyakinan


Hingga brian tak kembali ke meja tempat nya dan sahabat sahabat nya duduk sebelum ini malah naik kepanggung dan bernyanyi


Semua pengunjung nampak mendengarkan dengan tenang hingga selesai lagi dinyanyikan brian segera turun dan menghampiri lusi di meja yang sama dengan para sahabat nya


Sambil berdiri dan menarik lusi juga berdiri bersama nya


"Lusi maukah kau jadi pacar ku?" tanya brian tulus


Lusi sampai dibuat menangis haru oleh sikap brian barusan


Dan dengan jawaban penuh kebahagiaan segera lusi menjawb "aku mau"


Suara tepukan tangan dan selamat terdengar d sekitar mereka atas ungkapan rasa cinta yang berhasil diterima oleh orang yang dicintai nya


"Kalau begitu aku akan menyanyi untuk kalian sebagai ucapan selamat atas jadian nya"


Zen naik ke panggung dan mulai bernyanyi dengan suara merdu dan lembut sampai selesai


Semua nampak terpana akan suara nyanyian zen barusan


Prok......Prok.......Prok.......Prok.......


Prok......Prok.......Prok.......Prok.......


Prok......Prok.......Prok.......Prok.......


Prok......Prok.......Prok.......Prok.......


Tepukan tangan meriah diberikan sebagai apresiasi atas nyanyian zen barusan yang begitu hebat dan memukau semua pengunjung yang ada


Sekaligus memukau kekasih dan para sahabat sahabat nya tersebut yang tak menyangka dan tak pernah tahu bahwa selama ini zen bisa menyanyi dan akan sebagus ini hasil nya


Menakjubkan sekali bukan main


****


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang

__ADS_1


Makasih


__ADS_2