Kartu Sihir

Kartu Sihir
Kabar Bahagia


__ADS_3

Selesai dengan acara sarapan pagi, zen dengan yuri segera pergi menuju kampus. Dalam perjalanan zen dengan yuri tak banyak berbicara.


"Nanti kita pulangnya barengankan?" tanya yuri.


"Iya, waktu pulang kita sama jam 10.30" jawab zen.


"Kalau gitu, habis waktu pulang jangan kemana-mana dengan teman-temanmu" ucap yuri.


"Emang mau kenapa?" tanya zen.


"Udah si, turutin aja" jawan yuri.


"Iya" jawab zen singkat.


15 menit waktu perjalanan yang ditempuh, sebelum akhirnya sampai kampus. Setelah parkir pada tempat biasanya, sekarang ini zen dengan yuri berpisah setelah turun dari dalam mobil.


Sebelum pisah.


"Inget, jangan ada kegiatan apapun sama temen-temen kamu sehabis waktu pulang" ucap yuri kembali mengingatkan.


"Siap" jawab zen.


Yuri, mencium punggung tangan zen sebelum pergi berpisah diarkiran. Zen hanya tersenyum saja, sebelum akhirnya mereka pisah karena beda kelas.


Sementara banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua, selain ganteng dan cantik. Juga kaya!


Membuat mereka semua merasakan perasaan yang namanya iri, namun semua sudah ada yang atur. Jadi mereka hanya bisa menjalani kehidupan saja dengan penuh semangat tanpa henti.


Kembali pada zen.


Sekarang ini, begitu masuk kedalam kelas. Langsung saja zen disambut oleh brian dan kawan-kawan sohibnya.


"Wuih pengantin baru" ucap violet.


Zen baru saja duduk pada kursinya, sudah mendapat sebuah ucapan godaan begitu. Membuat zen merasa.....


"Sudahlah, jangan menggodaku" ucap zen.


"Wih, jangan galak-galak napa" sahut dewi.


"Sst dah diem" ucap zen.


Merekapun terdiam, namun sesaat saja. Sebelum akhirnya brian yang paling cerewet kembali bertanya.


"Kemarin liburan zen?" tanya brian.


"Iya, ke bali" jawab zen.


"Wih, banyak duit" sahut lisa.


"Kan emang kaya, dia itu" timpal marcel.


"Eh iya juga ya" ucap lisa.


Mereka akhirnya tertawa bersama-sama sebelum akhirnya sekarang giliran marcel yang bertanya.


"Nyewa hotel atau villa disana zen?" tanya marcel.


"Aku punya villa disana, jadi gak perlu sewa" jawab zen.


"Wah the real sultan" jawab dewi.


"Kalau gitu, boleh dong kapan-kapan kita pergi main ke bali terus pake villa mu" ucap brian.


"Kalau ada waktu, kenapa enggak" jawab zen.

__ADS_1


"Ok, sepakat ya" sahut violet antusias.


"Kalian enak pada punya pasangan, lah aku nanti kalau kesana sendirian kan gak enak banget" ucap dewi.


"Kalau gitu, aku punya solusinya" jawab zen.


"Apa?" tanya dewi.


Sementara yang lainnya mendengarkan saja, tanpa ada yang mau menyela perkataan dari zen.


"Kriteria cowok mu apa dewi?" tanya zen.


"Asalkan dia baik, dan tanggung jawab juga perhatian dan penyaang. Sekaligus penyabar dan ganteng" jawab dewi.


"Yah kalau gitumah perfect dong namanya" sahut lisa.


Mereka semua kembali tertawa bahagia, sebeluk akhirnya kembali zen berkata "yaudah kalau gitu, mau aku kenalkan ama seseorang gak?"


"Siapa?" tanya dewi.


"Kalau gitu, nanti aku pertemuin kalian berdua di taman belakang kampus gimana mau?" tanya zen menawarkan.


"Gak akan macem-macem kan dia, kayak rizal dan kawan-kawan?" tanya marcel.


"Dia anak baik-baik kok" jawab zen.


"Kalau gitu aku akan coba ketemu dengannya dulu, untuk sekedar kenalan deh" jawan dewi.


"Ok" jawab zen.


Setelah itu, sekarang zen mengirim sebuah pesan chat pada juna. Untuk memberitahukan perihal apa yang diobrolkan barusan.


Selesai mengirim pesan, langsung dibalas rupanya oleh juna. Dan dia setuju untuk bertemu dengan dewi di taman belakang kampus.


"Dia sudah setuju untuk ketemuan denganmu sehabis jam pelajaran hari ini selesai" ucap zen memberitahukan pada dewi.


"Tapi aku gak bisa ikut kalian gak papa kan?" ucap zen.


"Emang kenapa?" tanya dewi.


"Yuri dia minta aku buat gak ikut kalian kemanapun habis pulang kelas hari ini" ucap zen.


"Emang mau kemana?" tanya lusi.


"Gak tau juga aku" jawab zen.


Obrolan mereka terhenti, sebab mendengar bell masuk kelas sudah berbunyi. Karena itu mereka semua langsung satu on position untuk belajar hari ini dikelas.


......


......


3 Jam berlalu, waktu belajar di kelas hari ini telah usai. Zen segera pergi menuju parkiran, untuk menemui yuri disana yang sudah menunggu.


Sedangkan dewi dengan brian juga yang lainnya pergi ke taman belakang kampus sesuai rencana tadi.


......


Sampai parkiran terlihat disana ada yuri tengah berdiri didekat lamborghini, segera zen hampiri dan menyapa "maaf lama"


"Gak lama kok, yaudah ayo cepet" ucap yuri.


Mereka masuk kedalam mobil, dan segera berkendara pergi dari lingkungan kampus menuju keluar.


"Kita mau kemana sih memangnya?" tanya zen.

__ADS_1


"Rumah sakit" jawab yuri.


"Kamu sakit?" tanya zen khawatir.


"Enggak" jawab yuri.


"Terus kenapa?" tanya zen kembali.


"Mau memeriksa sesuatu" jawab yuri.


"Soal kondisi kemarin-kemarin ya?" tanya zen.


"Iya" jawab yuri.


Setelah itu tak ada lagi percakapan apapun, dan perjalanan berlangsung aman dan nyaman sampai tujuan dengan selamat. Setelah parkir mobil, segera zen dengan yuri pergi keluar dari dalam mobil.


"Ayo masuk" ucap yuri, sambil menggandeng lengan zen erat.


"Ok" jawab zen.


Mereka masuk kedalam rumah sakit, lalui menuju bagian pelayanan untuk bertanya.


"Ruangan untuk dokter kandungan sebelah mana ya?" tanya yuri.


"Tuan dan nona, silahkan ikuti garia biru di lantai maka akan sampai" ucap pegawai rumah sakit di bagian pelayanan tersebut.


"Baik, terimakasih" jawab yuri.


Sesuai arahan, zen dengan yuri pergi mengikuti arah garis biru pada lantai. Sampai disebuah ruangan pemeriksaan dokter kandungan.


Karena tak ada antrian, jadi yuri dengan zen langsung masuk. Begitu masuk mereka disambut sang dokter kandungan wanita yang berusia sekitar 30tahunan.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter tersebut.


"Iya, saya ingin periksa kondisi saya. Apakah hamil atau tidak" ucap yuri.


"Baik, kalau begitu silahkan mbak berbaring di atas tempat tidur. Saya akan periksa" ucap dokter kandungan tersebut.


Dokter pun melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap yuri, sampai akhirnya selesai.


Setelah yuri duduk kembali disamping zen, dokter itu yang memeriksa kondisi yuri berkata "apakah mas suaminya?".


"Ya dok, saya suaminya" jawab zen.


"Jadi bagaimana dok, apakah saya hamil?" tanya yuri.


"Iya, selamat mbak hamil" ucap dokter tersebut, kemudian mulai menjelaskan beberapa hal dan kemudian memberikan resep vitamin untuk kandungan dan ibu hamil.


Setelah selesai periksa dan tebus obat, zen dengan yuri sudah kembali masuk kedalam mobil. Di dalam mobil sekarang ini zen menatap yuri, begitupun sebaliknya.


"Ini bukan mimpi kan?" tanya zen.


Yuri menggelengkan kepalanya sebagai tanda jawaban. Membuat zen benar-benar bahagia sekali dan langsung memeluk yuri.


"Makasih sayang" ucap zen.


"Ehm, aku juga senang" ucap yuri.


"Kalau gitu, kamu gak boleh capek-capek mulai sekarang" ucap zen.


"Iya" jawab yuri.


Bersabung.......


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang

__ADS_1


Makasih.


__ADS_2