
Bangun tidur keesokan pagi harinya, zen yang baru bangun dapat melihat bahwa yuri masih tertidur didalam pelukannya.
"Buka kartu sihir"
Zen kemudian memilih untuk membuka dua kartu sihir biasa untuk hari ini, selesai pilih kartu langsung dibuka satu persatu.
[Mendapat liontin pelindung]
"Liontin pelindung? biarlah itu barang bagus" ucap zen.
[Mendapat Lamborghini Veneno]
"Lumayan, daripada dapat kosong"
Selesai dengan kartu sihir barusan, zen melirik kearah yuri dan mengelus lembut pipinya sambil berkata "aku akan menjaga kalian dengan sungguh-sungguh"
Yuri nampaknya mulai terusik dari tidur nyenyaknya dan membuka mata secara perlahan-lahan.
"Selamat pagi" ucap zen menyapa sambil memberikan kecupan lembut dikeningnya.
"Selamat pagi" jawab yuri.
"Kenapa kamu semalem tidur didepan?" tany zen.
"Aku cemas dan menunggumu pulang sampai ketiduran semalam" jawab yuri sambil memeluk erat badan zen dengan kepala yang membenam didadanya.
"Yasudah, ayo siap-siap kita pergi kekampus" ucap zen.
"Ehm" mereka kemudian segera bersiap-siap untuk pergi kampus hari itu.
Setelah selesai dengan segala persiapan untuk kegiatan kampus hari ini, mereka berdua duduk bersama di meja makan sedang menikmati hasil masakan sarapan pagi buatan zen.
"Kamu hebat kalau soal memasak makanan" ucap yuri.
"Aku juga masih belajar" jawab zen.
"Ajarin aku juga dong" jawab yuri.
"Kalau begitu nanti kita belajar sama-sama" jawab zen.
"Oh iya, setelah beberapa saat tidak masuk kampus. Apakah tidak masalah?" tanya yuri.
"Jika kamu dipersulit hanya karena gak masuk beberapa hari saja, maka aku akan buat perhitungan dengan orang-orang kampus" ucap zen.
"Mentang-mentang kamu berkuasa nih ceritanya?" tanya yuri.
"Berkuasapun, tidak salah menggunakannya" ucap zen.
"Udah ah, ayo segera selesaikan makannya dan langsung pergi kekampus" ucap yuri.
"Ok" jawab zen.
... ....
Selesai mereka makan sarapan pagi, mereka pergi kekampus dengan menggunakan mobil lamborghini veneno yang zen dapatkan belum lama ini.
"Kamu beli mobil lagi?" tanya yuri.
"Iya" jawab zen.
"Walau kamu kaya raya, jangan hambur-hamburkan uang dengan gitu aja untuk beli mobil dong" ucap yuri.
"Lain kali gak deh" ucap zen.
"Aku gak ngelarang kamu buat beli mobil, namun kalau bisa tolong jangan hambur-hamburkan uang gitu aja" ucap yuri.
"Baiklah aku mengerti" jawab zen.
__ADS_1
"Aku kangen dengan mereka" ucap yuri.
"Siapa?" tanya zen.
"Teman-teman kita" jawab yuri.
"Aku juga kangen dengan keseruan yang mereka sering buat dan kelucuan mereka juga" ucap zen.
... ....
Sampai kampus mereka langsung berpisah menuju kelas masing-masing.
Didalam kelas sekarang ini, zen disambut oleh teman-temannya di kelas.
"Wuih ini dia nih yang baru masuk setelah sekian lama" ucap brian.
"Karena banyak urusan baru bisa masuk sekarang" ucap zen menjawab perkataan dari brian sebelumnya.
"Emang urusan apa sih sampai gak bisa masuk kampus begitu?" tanya lusi.
"Kerjaan kantor" jawab zen.
"Owh" jawab mereka kompak.
"Oh ya, marcel bagaimana semuanya?" tanya zen.
"Semua sudah diselesaikan dengan sempurna dan rapih tanpa jejak" jawab marcel.
"Zen aku benar-benar ucapin makasih atas bantuan kamu hari itu yang sudah nolong marcel waktu itu" ucap violet.
"Santai aja kali, kita semua kan sahabat bisa dibilangnya, jadi harus saling bantu dan tolong-menolong sesama sahabat" ucap zen menjawab.
"Apa yang kalian sedang obrolkan?" tanya dewi bingung, begitupun dengan brian dan lusi.
"Cuma soal pertarungan kecil aja" jawab marcel.
"Siapa yang udah berani cari masalah dengan kalian?" tanya brian.
"Tapi kalian gak kenapa-napa kan?" tanya dewi.
"Kami baik-baik saja kok" jawab zen.
Akhirnya waktu belajar dimulai dan mereka semua mulai belajar dengan giat dan tekun sekali didalam kelas.
Sampai waktu pulang tiba, mereka pergi kekantin seperti biasanya untuk makan-makan disana sambil mengobrol.
Baru saja keluar kelas, zen langsung disamperin yuri.
"Hai" sapa yuri.
"Wah kamu dah disini aja" ucap brian.
"Takut zen dibawa wanita lain ya?" goda dewi.
"Iya, dia gak boleh sampai di embat wanita lain" ucap yuri.
"Dah lanjut ngobrolnya nanti aja dikantin" ucap marcel menyela.
Akhirnya mereka semua berjalan ke kantin kampus bersama-sama dan mereka bak pangeran dan putri yang terlihat dari penampilannya saja.
Bahkan orang-orang kampus lainnya seolah memberikan mereka jalan untuk lewat di koridor kampus.
Sampai kantin mereka langsung dihampiri seorang pelayan kantin begitu duduk pada salah satu meja kosong, setelah selesai pesan makanan dan minum, mereka langsung lanjut mengobrol.
"Kapan kalian akan menikah?" tanya zen pada marcel.
"Setelah lulus mungkin" jawab violet.
__ADS_1
"Wah jangan lupa undangannya" ucap brian.
"Kau sendiri gimana brian?" tanya zen.
"Aku harus kerja dulu, setelah punya modal baru nikah" jawab brian.
"Emang lusi mau?" tanya violet menggoda.
"Tentu saja pasti mau" jawab brian percaya diri.
"Kurasa aku gak mau deh" jawab lusi.
"Apa, kamu bercandakan sayang?" tanya brian panik.
"Yaelah panik amat, lusi cuma bercanda kali" sahut dewi.
"Hihihi, kamu lucu banget. Aku mau kok nikah sama kamu" ucap lusi.
"Kamu sendiri gimana dewi?" tanya zen.
"Kalau soal itu tanya juna" jawab dewi.
"Nah gimana juna?" tanya brian.
"Aku masih belum punya apa-apa, jadi harus cari uang dulu buat modal" jawab juna.
"Kalau kalian mau, gimana kalau kerja dikantorku saja setelah lulus nanti gimana?" tanya zen.
"Boleh tuh" jawab brian semangat.
"Pokoknya kuliah dulu yang bener" ucap zen.
Makanan pesanan mereka tiba, langsung mereka semua makan dengan bersama-sama dan bahkan sambil bercerita banyak hal lagi sambil makan bersama-sama.
Saat sedang makan degan enaknya, datang beberapa orang menghampiri meja mereka di kantin. Mereka semua itu adalah senior-senior kampus.
"Ahem" salah satu senior kampus berdehem, mengalihkan perhatian zen dengan kawan-kawan.
"Ada yang bisa dibantu?" tanya zen.
"Siapa yang bernama juna?" tanya salah satu senior kampus tersebut.
"Aku" jawab juna.
"Kamu harus ikut dengan kami sekarang, bos kami ingin bertemu" ucap salah satu senior kampus tersebut.
"Siap bos kalian, dan ada urusan apa dengan juna?" tanya marcel.
"Untuk itu bisa kalia tanyakan langsung pada bos kami" ucap senior tersebut.
"Apakah kau pernah bersinggungan dengan salah satu senior kampus?" tanya zen pada juna.
"Tidak ada" jawab juna.
"Kalau begitu dimana juna harus bertemu dengan bos kalian itu?" tanya brian.
"Ikuti kami" jawab senior tersebut.
"Kaliam para wanita lebih baik segera pulang, atau bisa tunggu disini terlebih dahulu" ucap zen menjelaskan.
"Baik" jawab para wanita tersebut.
Sedangkan juna dengan yang lainya pergi mengikuti senior tersebut entah pergi kemana sekarang ini, untuk bertemu dengan bos dari senior-senior kampus tersebut sekarang.
Bersabung.......
Hm
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
Makasih.