Kartu Sihir

Kartu Sihir
Yuri Miliku Sekarang


__ADS_3

Melihat zen berada tepat di depan mata membuat yuri benar benar bahagia sekali karena zen yang paling dirindukan sekarang ini bagi dia


"Zen"


Ucap yuri haru sambil menutup mulut


Zen tersenyum dan berkata "kemari yuri"


Tanpa membanth yuri lari kedalam dekapan hangat zen dan saling berpelukan erat


Yuri nangis sejadi jadi nya dalam pelukan zen


Zen sendiri menenangkan yuri dengan mengelus ngelus punggung yuri dengan lembut


"Jangan nangis lagi sekarang kamu aman selama berada disisiku" ucap zen lembut


"ehm....hiks....makasih kamu sudah datang lagi dan memberikan kehangatan bagiku" ucap yuri


Zen menarik yuri keatas pangkuan dirinya dan yuri tak masalah akan hal tersebut malah membuat yuri lebih mempererat pelukan pada zen


Sementara zen melirik kearah ayah yuri


"Duduklah" titah zen


Ayah yuri segera duduk dan begitupun dengan wiliam


"Aku tegaskan yuri miliku sekarang kau mengerti?!" seru zen menatap mata ayah yuri dengan tegas


"Ba-ik" jawan ayah yuri gugup dan jujur dia takut karena sebelum ini dia menyinggung orang besar yang mungkin jika jadi musuh akan membuat karir hidup nya selama ini musnah


"Tapi kau tenang saja jika kau bersedia membiarkan yuri menikah dengan ku dan kau sebagai wali maka aku bisa jamin kau akan kebagian kebahagian itu kau paham kan apa maksud nya?" tanya zen


"K-alau begitu saya setuju tuan muda" jawab ayah yuri gemeter


"Seminggu dari sekarang pernikahan akan diadakan dan selama itu jangan buat masalah apapun cukup diam dan duduk manis bisa?" tanya zen


"Saya mengerti tuan muda" jawab ayah yuri


"Maka ayo makan kalian pasti lapar" ucap zen


"Makasih tuan muda" jawab wiliam dan ayah yuri


Zen melirik yuri dalam dekapan dirinya


"Sayang lihat sini" pinta zen


Yuri menengok keatas dan memperlihatkan wajah basah akan bekas linangan air mata di kedua belah pipi


Zen menghapus jejak bekas air mata tersebut dan berkata dengan lembut "jangan nangis lagi ya aku tak mau itu"


Yuri mengangguk dengan patuh dan terlihat imut apa lagi hidung nya yang merah itu


"Aku suapin mau?" tanya zen


"Mau" jawab yuri


Zen menyuapi yuri dengan lembut dan penuh perasaan kasih sayang


Sambil menyuapi yuri makan zen juga makan tentu saja


"Selama dirumah kamu pasti belum makan apa apa kan?" tanya zen


Yuri mengangguk dan membuat zen kesal namun sudahlah yang penting yuri aman dengan dirinya sekarang


"Lalu apakah dia kasar?" tanya zen

__ADS_1


"Aku hanya dikurung didalam kamar walau diberi makan aku tak pernah sentuh makanan nya" ucap yuri menjawab jujur


Sedangkan ayah nya sendiri yang mendengar perkataan sang anak itu menjadi takut gemetaran


"Tu-an muda saya minta maaf selaku ayah telah bersikap salah dalam mendidik anak saya" ucap ayah yuri menjelaskan kesalahan dirinya dan mengakui itu semua sambil menundukan kepala dihadapan wiliam dan zen tentu saja yuri


"Aku akan coba lupakan apa yang telah terjadi namun yang dimasa depan jika terulangi belum tentu bisa aku ampuni" jawab zen sambil terus menyuapi yuri


"Baik saya mengerti dan sekali lagi mohon maaf tuan muda" jawab ayah yuri


Selesai acara makan


"Wiliam akan mengurus soal pekerjaan nya sedangkan aku akan bawa yuri pergi jalan jalan" ucap zen


"Baik" jawab wiliam dan ayah yuri bersamaan


"Yuri sayang ayo aku ajak ke mall" ucap zen


"Beneran?" tanya yuri semangat


"Iya ayo mau beli apa aku beliin" ucap zen


"Kalau gitu aku mau" jawab yuri


Zen keluar dari dalam ruangan VIP tersebut dengan yuri yang menggandeng lengan zen erat dan kuat


Setelah keluar restoran zen mengajak yuri masuk kedalam mobil yang sebelum ini wiliam pakai untuk mengantarkan nya kemari karena tak bawa mobil sendiri dan hanya bawa mobil kantor saja


"Gak papa kan cuma pakai BMW?" tanya zen


"Asalkan denganmu apapun itu kendaraan apapun aku tak masalah" jawab yuri


"Gadis pintar" jawab zen


Mobil mulai berjalan menuju mall dari restoran dengan santai


15 menit kemudian mobil sampai di mall dan segera saja zen dengan yuri keluar dari dalam mobil


Mereka masuk kedalam mall dengan saling bergandengan tangan


"Mau beli pakaian atau tas atau kau mau apa?" tanya zen


"Aku bingung mau apa" jawab yuri


"Kenapa bisa begitu?" tanya zen heran


"Karena selama bersamamu saja sudah cukup" jawab yuri


"Kalau begitu aku mau kamu beli sesuatu sekarang" ucap zen


"Baju saja deh" jawab yuri


"Mau toko mana?" tanya zen


Dihadapan mereka berdua sudah berjajar rapih semua toko toko pakaian mewah dan bermerk juga ada yang branded


"Toko ini saja" jawab yuri menunjuk salah satu toko pakaian yang ada


"Ayo kalau begitu" jawab zen


Mereka berdua masuk kedalam toko pakaian tersebut kemudian membeli pakaian yang cocok untuk yuri


Beli baju nya sih cuma tinggal bayar saja namum sesi pilih pilih nya yang makan waktu cukup lama itu


Merasa sudah puas dengan pakaian yang dibeli mereka berdua keluar dari dalam toko pakaian segera

__ADS_1


"Nah mau kemana lagi?" tanya zen


"Game Zone" jawab yuri


"Heh apakah kamu yakin? aku ini jago loh" jawab zen


"Kalau begitu kalau aku menang kasih hadiah bagaimana?" tanya yuri menantang


"Ok tapi jika aku menang apa yang akan kamu berikan padaku?" tanya zen balik


"Kalau kamu menang aku kasih kiss" jawab yuri


"Baiklah jangan nyesel ya!" seru zen


Mereka berdua mulai masuk kedalam game zone dan mulai bermain hingga dua jam lamanya didalam wahana permainan tersebut sebelum akhirnya keluar


Dan pulang kerumah


Didalam mobil zen bertanya satu hal penting menurut nya pada yuri


"Yuri boleh aku tanya sesuatu sayang?" tanya zen


"Apa itu?" tanya balik yuri sambip bersandar dibahu zen


"Apakah kamu sudah mengakui perjuanganku?" tanya zen


"Aku bukan hanya mengakui perjuangan mu tapi juga sudah mencintai mu" jawab yuri sambil tersenyum


"Makasih" ucap yuri


"Aku yang harusnya bilang makasih karena kamu telah menerima perasaan ku dan mengakui perjuangan ku" jawab zen


20 menit berlalu........


Mereka sampai rumah newah zen


Kedua nya masuk kedalam rumah dan zen membawa yuri kedalam kamar mereka berdua tentu saja


Setelah didalam kamar


"Aku kan menang tadi di game zone apa hadiah mu untuku?" tanya zen pada yuri


"Kamu mau apa.....atau kamu mau makan aku?" tanya yuri menggoda dengan suara lembut nya


"Jangan ganggu singa tidue sayang" jawab zen


"Ya kalau kamu mau aku siap ku" ucap yuri sambil menyandar pada bahu zen


"Bukannya tidak mau tapi aku tak mau merusak mu" jelas zen


"Jadi kamu mau nikahi aku dulu baru lakuin itu?" tanya yuri


"Karena kalau kamu sudah jadi istriku itu adalah hak ku kan meminta apapun darimu yang ada ditubuh mu?" tanya zen


"ehm" jawab yuri


"Aku mau tidur" ucap zen sambil berbaring tidur diatas kasur empuk tersebut sekarang


.......


**********


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang


Makasih

__ADS_1


__ADS_2