Kartu Sihir

Kartu Sihir
Yuri Terjatuh


__ADS_3

Saat ini zen masih berada diruangan kantor miliknya diperusahaan, zen hanya memeriksa semua laporan kinerja para pekerja kantornya beserta kinerja perusahaan selama dibawah kepempimpinan wiliam.


Nampak tidak ada masalah lainnya lagi pada perusahaan selain keempat tikus sebelumnya yang mencuri diperusahaan.


"Dengan ini seharusnya tidak akan ada masalah diperusahaan mulai dari sekarang hingga kedepannya" ucap zen.


Tiba-tiba keempat pasukan boneka miliknya telah kembali dan muncul dihadapan dirinya.


"Apakah sudah selesai?" tanya zen.


"Keempat tikus sudah dikandangi" ucap salah satu pasukan boneka dihadapan zen menjawab.


"Bagus, kalian bisa kembali" ucap zen.


Wush.


Keempat pasukan boneka langsung menghilang begitu saja, zen sendiri juga keluar dari dalam ruangan kantor miliknya untuk pergi pulang kerumah.


Bertepatan saat zen keluar dari dalam ruangan kantornya, ada sosok wiliam didepan pintu ruangannya.


"Ada apa?" tanya zen.


"Anda mau pergi?" tanya wiliam.


"Begitulah, apa masih ada sesuatu yang kau perlukan dariku?" tanya zen.


"Tidak ada tuan muda" jawab wiliam.


"Kalau begitu sisa pekerjaannya kau urus, dan aku akan kembali kesini lagi kapan-kapan" ucap zen.


"Baik, saya akan melakukan pekerjaan saya dengan lebih baik lagi kedepannya" ucap wiliam.


"Bagus" ucap zen.


Wiliam kemudian mengantarkan zen sampai bagian depan perusahaan, baru setelah zen pergi dengan kendaraan miliknya dan menjauh dari perusahaan. Wiliam kembali masuk kedalam kantornya.


Setelah wiliam masuk kedalam kantor, segera wiliam melakukan himbauan dan peringatan pada setiap pekerja lainnya di perusahaan agar tidak berani-beraninya melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan.


Jika sampai diketahui dirinya maka akan segera dihukum oleh dirinya secara langsung dan bahkan dituntu seberat-beratnya.


... ....


Zen sendiri sekarang sudah sampai dirumah, namun ada sebuah keanehan yang dirasakan oleh dirinya.


"Kemana yuri, biasanya dia menyambut kepulanganku" gumam zen.


Zen kemudian hendak masuk naik kelantai atas, namun malah menemukan yuri tergeletak diatas lantai tepat dibawah anak tangga.


"Yuri!" teriak zen.


Zen segera mendekati yuri, dan mencoba membangunkannya namun tidak bisa.


Sehingga zen segera mengatakan pada kartu sihir.


"Gunakan satu permohonan miliku yang disimpan waktu itu" ucap zen.


[Satu permohonanan digunakan]


"Sembuhkan yuri dan juga janin nya jangan sampai kenapa-napa bagi mereka berdua" pinta zen.


[Permohonan berhasil]


Sekarang ini tubuh yuri terlihat bersinar terang sesaat dengan warna hijau menyala, begitu sinar hijau menghilang terlihat yuri pun sadar.


Yuri memegangi kepalanya saat mencoba membuka mata.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya zen.


"erg, aku tadi terjatuh ditangga" ucap yuri.


"Kamu kenapa gak hati-hati" ucap zen sambil memangku yuri ala tuan putri dan membawanya kedalam kamar mereka dilantai atas.


Setelah membaringkan yuri diatas kasur dengan perlahan, zen kemudian duduk disamping yuri sambil memegangi lengannya.


"Sayang anak kita dia gak papa kan?" tanya yuri cemas.

__ADS_1


Zen tersenyum dan kemudian menjawa "anak kita kuat kok, jadi dia baik-baik saja walau kamu tadi terjatuh dati tangga" ucap zen.


Yuri kemudian mengelus perutnya dan sangat beryukur buah hati mereka masih aman.


"Anak bunda hiks....hiks...maafin bunda hampir buat kamu celaka nak" ucap yuri menangis.


Zen memeluk erat badan yuri, kemudian berkata "jangan nangis sayang, entar anak kita juga sedih"


"Tapi aku udah lalai dan hampir buat anak kita celaka" ucap yuri sedih.


"Kamu jangan ngerasa bersalah begitu dong, kan anak kita juga baik-baik saja" ucap zen.


"Ehm" jawab yuri.


"Nah mulai sekarang aku akan 24 jam selalu ada disisi kamu" ucap zen.


"Kamu kan kerja" ucap yuri.


"Kalau soal pekerjaan ada asisten aku yang urus, tinggal naikin gajih dia baru aku suruh kerja 2x lipat" ucap zen.


"Anak bunda maafin bunda yang hampir buat kamu celaka sayang" ucap yuri sambil mengelus-ngelus perutnya yang masih rata.


"Anak kita pasti maafin kamu kok sayang, lagian musibah siapa yang sangka dan gak ada yang mau" ucap zen menenangkan.


"Bunda akan ekstra hati-hati lagi buat jagain kamu" ucap yuri.


"Ayah juga akan bantuin jagain kamu hingga lahir kedunia dengan selamat" ucap zen meyakinkan.


"Udah dong kamu jangan sedih lagi" ucap zen sambil menghapus air mata yuri.


"Ehm" yuri hanya menjawab singkat begitu dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik zen.


Setelah itu akhirnya mereka menghabiskan waktu di kamar sampai waktunya makan malam tiba.


"Sayang aku mau makan sesuatu" ucap yuri.


"Makan apa?" tanya zen.


"kayaknya makanan yang dipinggiran jalan itu enak" ucap yuri.


"Mau makan langsung ditempat aja" ucap yuri.


"Yaudah ayo kamu ganti pakaian dulu dengan pakaian hangat, setelah itu kita bisa pergi keluar buat makan sate ayam" ucap zen.


Yuri segera ganti pakaian dengan pakaian hangat, setelah selesai kemudian mereka berangkat menuju sebuah tempat kios-kios makanan jajanan malam di lokasi tertentu yang terdekat dari rumah.


... ....


"Kamu mau makan apa?" tanya zen.


"Kita jalan aja dulu, baru habis itu aku mungkin bida mutusin buat beli apa buat dimakan" ucap yuri.


Mereka berdua berjalan-jalan diwilayah tersebut hingga akhirnya yuri membeli banyak makanan jajanan yang terjual pada kios-kios makanan jajanan malam disekitaran sana.


Zen sendiri juga tidak lupa untuk waspada, sebelum yuri membeli dan memakan makanan jajaj yang dibeli. Zen melakukan scan terlebih dahulu pada setiap makanan yang dibeli yuri dan hendak dimakan olehnya.


Zen baru tahu juga jika scan bisa dipakai untuk makanan tidak hanya untuk manusia saja, membuat zen bisa lebih tenang dala menjaga kesehatan yuri dengan anak mereka yang masih berada dalam kandungan.


Puas dengan berkeliling selama kurang lebih satu jam diwilayah sekitaran sana, akhirnya zen dengan yuri memutuskan untuk pulang kerumah kembali.


Tapi pada saat mereka berdua berjalan menuju tempat parkiran ada sebuah ledakan bersahut-sahutan terjadi didekat mereka berdua, bahkan guncangannya terasa sampai tempat mereka berdiri saat itu.


Duar!


Duar!


Duar!


Duar!


Zen segera mendekap tubuh yuri dengn kuat sampai efek ledakan tersebut menghilang dan kemudian terdengar lagi sebuah suara tembakan.


Dor!


Dor!

__ADS_1


Dor!


Dor!


"Sayang takut" teriak yuri.


Zen segera menggendong yuri ala tuan putri dan membawanya ke lokasi lain dari tempat tersebut, lebih tepatnya zen berlari menuju parkiran mobil.


Namun sayang, dari kejauhan zen dapat melihat ada banyak orang-orang bersenjata yang berdiri didekat parkiran mobil disana. Sehingga zen memilih untuk bersembunyi di sebuah bangunan kios kosong didekat sana.


"Sayang sebenarny ada apa ini?" tanya yuri ketakutan.


"Aku juga tidak tahu, namun kamu tenang saja" ucap zen.


"Aku takut" ucap yuri dengan wajah murung.


Zen mempererat pelukan nya pada tubuh yuri, kemudian berkata "selama ada aku disini kalian akan aman dan tidak akan kubiarkan kalian terluka satu goresan kecilpun"


"Ehm" jawab yuri singkat.


Setelah itu zen mengeluarkan 30 pasukan boneka miliknya, mereka 30 pasukan boneka datang langsung entah dari mana dan berdiri dibelakang zen.


"Sebagian dari kalian lindungi kami, kemudian sebagian lagi bereskan orang-orang bersenjata tersebut" perintah zen.


"Baik" jawab 30 pasukan boneka tersebut yang mengenakan sebuah pakaian hitam dengan jubah hitam dan tudung kepala hitam.


"Sayang siapa mereka?" tanya yuri.


"Mereka orang-orangku" ucap zen.


"Sejak kapan mereka ada disini?" tanya yuri.


"Mereka memang selalu ada didekat kita sedari tadi, karena aku hanya ingin berjaga-jaga saja" jawab zen.


"Kalau begitu mereka kuat?" tanya yuri.


"Tentu saja" jawab zen.


"Jadi mereka yang akan bereskan masalah disini untuk kita?" tanya yuri.


"Bukan hanya untuk membantu kita, melainkan semua orang disini" jawab zen.


Kemudian setelah itu terdengar kembali suara ledakan yang bersahut-sahutan disekitaran mereka berdua dan para pasukan boneka.


Duar!


Duar!


Duar!


Duar!


"Sebenarnya apa yang sedang terjadi ditempat ini?" ucap zen dalam hatinya.


"Kalian kenapa masih diam saja disini?" tanya zen.


"Kalau begitu kami segera pergi" ucap salah satu pasukan boneka.


Setelahnya sekutar 15 pasukan boneka pergi dari sana dan segera membereskan sumber kekacauan yang tengah terjadi disekitaran tempat tersebut.


Sedangkan sisanya melindungi zen dengan yuri dtempat tersebut dari mara bahaya.


Tiba-tiba ada sekitar sepuluh orang bersenjata mendekat kearah tempat mereka bersembunyi sekarang, zen yang melihat hal tersebut segera memberikan perintah.


"Dua dari kalian segera bereskan orang-orang bersenjata tersebut" ucap zen.


"Baik" jawab dua orang diantara mereka semua sambil kemudian pergi dari sana untuk membereskan kesepuluh orang bersenjata tersebut.


Bersabung.......


Note : Baru Mulai.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang


Makasih.

__ADS_1


__ADS_2