Kartu Sihir

Kartu Sihir
Kembar?


__ADS_3

"Sayang" ucap yuri.


"Kenapa?" jawab zen menyahut.


"Mau langsung pulang aja?" tanta yuri.


"Emang kamu mau jalan-jalan dulu?" tanya zen balik.


"Gak juga sih, tapi aku ingin gak cepet-cepet pulang kerumah aja" ucap yuri.


"Yaudah, jalan-jalan aja dulu" ucap zen.


"Mall" sagut yuri.


"Ok" jawab zen setuju.


Dengan menggunakan lamborghini, zen dengan yuri pergi menuju mall sesuai keinginan dari yuri. Karena kondisi jalanan yang sedang tidak macet, membuat zen dengan mudah berkendara di jalan raya.


15 menit melakukan perjalanan dengan kecepatan normal, akhirnya telah sampai pada tujuan. Setelah parkir, segera zen dengan yuri turun dari dalam mobil dan berjalan masuk kedalam mall.


Namun baru saja masuk beberapa langkah kedalam mall, yuri langsung merengek ingin beli ice cream.


"Suami, beliin ice cream" pinta yuri.


Melihat sekeliling, zen dapat menemukan sebuah stand penjual ice cream. "Yaudah, ayo beli" jawab zen.


"Asyik!" yuri berseru bahagia, saking senangnya.


"Kayak anak kecil" ucap zen saat melihat kelakuan yuri yang nampak seperti anak kecil tersebut.


"Tapi kamu suka kan?" tanya yuri.


"Iya" ucap zen.


Cup.


Sambil mendaratkan sebuah kecupan lembut pada puncak kepala yuri, membuat orang-orang disekeliling jadi iri dan cemburu melihat mereka berdua.


Selain tampan dan cantik, terlihat dari gaya pakaiannya saja sudah pasti bukan orang sembarangan lagi. Orang besar!


Namun walau zen sebenarnta tahu, bahwa mereka jadi perhatian beberapa pasang mata. Dia tetap saja santai dan cuek tak peduli, lagipula ini buka area pribadu.


Juga, yuri adalah istrinya.


Setiap bagian tubuh yuri, sudah menjadi hak miliknya. Secara sah!


Sampai ada stand penjual ice cream, segera zen melihat daftar menu yang ada. Termasuk yuri juga melihat-lihat isi daftar menu yang ada.


"Mau yang mana?" tanya zen.


"Strawbery" seru yuri dengan senyuman senangnya.


"Ok" jawab zen.


Segera zen memesan ice cream sesuai keinginannya sendiri dan yuri barusan.


"Satu ice cream strawbery dan satu ice cream coklat" ucap zen menyebutkan pesanannya pada si penjaga stand atau penjual ice cream tersebut.

__ADS_1


"Baik, silahkan ditunggu sebentar saja" jawab si penjaga stand tersebut.


Penjaga stand tersebut segera membuatkan dua ice cream pesanan zen barusan, satu rasa strawbery dan satu lagi rasa coklat. Tak lama ice cream telah jadi, setelah dibayar dan ice cream diterima.


Zen dengan yuri pergi dari sana.


"Nih, punya kamu" ucap zen, sambil memberikan ice cream rasa strawbery pada yuri.


"Makasih, suamiku yang baik" jawab yuri.


"Iya, sama-sama" jawab zen.


Sambil berjalan keliling mall, dari sana kesini sambil makan ice cream juga. Setelah ice cream habis dimakan oleh keduanya, tiba-tiba yuri menarik lengan zen.


"Kenapa?" tanya zen heran.


"Boleh belanja gak?" tanya yuri, dengan mata memohon.


Seyuman terbit dari wajah zen, kemudian mengusap lembut puncak kepala yuri sebelum berkata "boleh kok, emang mau belanja apa?" tanya zen.


"Baju" ucap yuri.


"Yaudah, ayo" jawab zen.


Yuri segera menarik zen masuk kedalam salah satu toko pakaian mewah dan elit didalam mall tersebut, dengan perlahan dan teliti. Yuri memilah-milah baju mana yang akan dibelinya.


Zen hanya diam dan memperhatikan saja disamping yuri dengan tenang dan sabar, sampai ketika yuri bertanta.


"Menurut kamu lebih cocok yang mana?" ucap yuri kepada zen bertanya sambil memperlihatkan dua baju, satu dipegang dengan tangan kanan dan satu lagi dipegang dengan tangan kiri.


Zen melihat kedua baju tersebut bagus, dan jika dipakai oleh yuri pasti akan cantik dan sesuai.


"Beneran!?" seru yuri bahagia dan semangat dengan mata berbinar.


"Iya" jawab zen sambil menganggukan kepalanya.


Pada akhirnya yuri membeli dua pasang baju tersebut, selesai melakukan pembayaran. Mereka pergi keluar dari dalam toko pakaian tersebut.


"Sekarang mau apa lagi?" tanya zen.


"Bingung" jawab yuri jujur.


"Hihihi, kamu memang jujur" ucap zen.


"Aku kan gak suka bohong seperti yang aku bilang waktu itu padamu" sahut yuri.


"Itu yang jadi salah satu alesan aku buat suka dan sayang sama kamu" ucap zen.


"Makasih" ucap yuri.


"Iya" jawab zen.


"Kalau gitu, gimana kalau beli perhiasan aja gimana?" tanya zen.


"Boleh, kamu yang pilihin buat aku ya" pinta yuri menjawab.


"Ok" jawab zen.

__ADS_1


Sisa hari itu pada akhirnya zen habiskan berduaan saja dengan yuri, dari mulai sebelumnya pergi ke mall sampai degan pergi jalan-jalan ke setiap tempat wisata yang ramai akan pengunjung karena daya tarik keindahan nya.


.....


Jam delapan malam mereka baru saja sampai dirumah, dan sebelum pulang mereka juga sempatkan makan malam diluar berdua. Dengan suasan yang romantis dan juga perasaan bahagia dari calon baby yang ada didalam kandungan yuri.


Menambahkan kesan yang lebih dan lebih baik lagi bagi mereka berdua.


"Udah selesai mandinya?" tanya zen pada yuri dari atas tempat tidur.


"Iya" jawab yuri singkat.


"Yaudah, sini tidur dah malem kamu jangan gadang" ucap zen.


"Ehm" jawab yuri singkat sambil naik keatas tempat tidur.


Yuri berbaring dalam pelukan hangat zen, sedangkan zen mengelus-ngelus kepala yuri lembut dan perlahan.


"Sayang" panggil yuri.


"Iya, kenapa?" jawab zen bertanya.


"Kamu mau anak kita perempuan atau laki-laki?" tanya yuri.


"Gimana tuhan kasih aja, mau perempuan ataupun laki-laki bagiku sama saja. Dia adalah anak kita" jawab zen.


"Kamu tahu gak" ucap yuri.


"Apa?" tanya zen.


"Kemunginan anak kita kembar" ucap yuri tiba-tiba.


"Kenapa kamu bisa berpikiran kayak gitu?" tanya zen.


"Kamu tahu kan bahwa feeling wanita itu kuat?" tanya yuri.


"Iya aku tahu, jadi perkataanmu itu barusan berdasarkan feeling saja?" tanya zen.


"Iya" jawab yuri.


"Mau dua sekaliguspun gak papa" ucap zen.


"ehm" jawab singkat yuri.


"Udah tidur" ucap zen.


Mereka berdua akhirnya tertidur pulas dengan saling menautkan lenga satu sama lainnya dibawah selimut tebal yang hangat dan lembut, menambahkan sihir tidur yang lebih kuat bagi keduanya.


Apalagi setelah mengetahui kehadiran calon baby mereka kelak, membuat kehidupan mereka berdua makin berwarna kedepannya.


Sedangkan siang tadi yang bahagia juga bukan hanya zen dengan yuri saja, melainka dewi. Dia telah mendapatkan pasangannya atau pacar untuk dirinya yang sebelum ini jomblo.


Dan pacar dewi itu adalah juna sang supir taxi yang mengantarkan zen degan yuri kebandara sebelumnya, dimana juna ternyata juga kuliah di kampus yang sama dengan zen tapi mengambil jurusan sastra.


Jadi karena zen tahu seperti apa orangnya juna ini melaluo scan, maka sekalian saja zen jadi mak comblang untuk dewi dan juna.


Bersabung.......

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang


Makasih-


__ADS_2