
Waktu liburan pada akhir pekan dua hari kemarin digunakan dengan baik oleh zen dengan yuri bersama-sama dengan keluarga, mereka semua sekeluarga banyak memghabiskan waktu untuk berkumpul bersama-sama dan melakukan hal-hal membahagiakan bersama keluarga.
Hari ini adalah hari senin, zen dengan yuri sudah kembali masuk kuliah.
Kegiatan kuliah dilakukan dengan biasa saja tanpa ada masalah atau hal mengejutkan dan serius lainnya yang mereka berdua temui selama di kampus, setelah pulang kampus hari ini zen berencana untuk pergi ke kantor.
"Sayang" ucap zen.
"Kenapa?" jawab yuri.
"Aku akan pergi ke kantor, mau ikut?" tanya zen.
"Aku dirumah saja" jawab yuri.
"Yaudah aku bakalan anterin kamu pulang dulu, batu habis itu pergi ke kantor" ucap zen.
"Hm" jawab yuri singkat.
Setelah itu perjalanan berlalu dengan singkat dari kampus menuju rumah tanpa ada hambatan berarti, kemudian zen langsung pergi lagi dari rumah menuju kantor setelah ganti pakaian dengan setelan bos.
... ....
Dalam perjalanan sekarang ini menuju kantor, zen kepikiran untuk mempekerjakan seorang art di rumah miliknya.
"Sebelum aku melakukan perekrutan art, lebih baik tanyakan pendapat yuri terlevih dahulu" gumam zen.
Dengan menggunakan kendaraan mobil sport, jaraka antara rumah dan perusahaab yang jauh dapat ditempuh dengan cepat.
Sampai kantor.
Zen selesai parkir mobil langsung pergi masuk kedalam kantor, kebetulan pada bagian lobby kantor ketemu dengan wiliam. Wiliam sendiri yang melihat kedatangan sang bosa ke kantor terkejut sekali dan segera menyambut.
"Selamat datang tuan muda" sambut wiliam.
"Wiliam, kau disini rupanya" ucap zen.
"Begitulah tuan muda" jawab wiliam.
Sementara orang-orang kantor lainnya yang melihat interaksi antara wiliam dengan pria muda dan tampan tersebut di bagian lobby perusahaan meresa bingung dan heran.
Bahkan ada beberapa bisikan yang terdengar oleh zen sendiri dari mulut orang-orang kantor disekitar mereka berdua.
"Siapa pria muda tampan tersebut?" ucap karyawan wanita.
"Entahlah, tapi sepertinya orang besar" sahut karyawan pria.
"Kau benar, lihatlah bagaimana sikap tuan wiliam yang terlihat seperti sangat menghormati pria muda tersebut" ucap karyawan kantor pria lain.
"Jangan-jangan dia bos perusahaan ini yang dikenal misterius itu?!" seru salah satu karyawan kantor wanita disana.
!
__ADS_1
Segera semua pekerja di kantor tersebut yang mendengar ucapan karyawan wanita barusan soal pria muda tampan ini adalah sosok bos misterius pemilik perusahaan tempat mereka bekerja menjadi tegang dan kaget.
Kembali pada wiliam dan zen.
"Wiliam, antarkan aku keruangan kerjaku" ucap zen.
"Baik, silahkan lewat sini tuan muda" jawab wiliam hormat.
Mereka berdua pergi dari loby kantor dan masuk menuju sebuah lift, kemudian begitu mereka masuk kedalam lift. Terlihat lift mulai naik menuju lantai teratas kantor ini begitu pintu tertutup barusan.
Sedangkan para karyawan kantor semuanya kembali bekerja pada kerjaan masing-masing mereka semua.
... ....
Dalam ruangan kerja miliknya, zen duduk dengan wajah biasa sambil memeriksa semua laporan-laporan perusahaan yang diminta dirinya dari wiliam.
Setelah membaca dengan cermat dan teliti, ditambah sebuah kemampuan master bisnis miliknya. Zen bisa tahu bahwa diperusahaan dirinya ada seekor tikus pencuri.
Wiliam menyimpan berkas-berkas laporan perusahaan yang baru saja dirinya periksa dan baca, kemudian menatap wiliam yang berdiri disamping dirinya tepat.
"Wiliam apakah kau bisa menebak aku akan bicara apa?" tanya zen.
Wiliam menjadi dilanda bingung, dirinya harus berkata apa?
"Saya tidak tahu tuan muda" jawab wiliam.
"Kalau begitu aku akan menunjukan caraku mengatasi masalah diperusahaan ini" ucap zen sambil tersenyum.
Deg!
"Sial,apakah ada masalah yang tidak aku ketahui di perusahaan ini?" gumam wiliam dalam hatinya.
"Panggilkan orang bernama andrian,jessie,willi dan adrian" ucap zen.
"Segera tuan muda" jawab wiliam.
Sementara wiliam pergi keluar dari dalam ruangan kerja milik zen, sekarang ini zen memanggil empat orang pasukan boneka miliknya yang entah datang dari mana secara tiba-tiba.
"Kalian berempat bersiaplah melakukan pekerjaan" ucap zen.
"Baik" jawab keempatnya.
Sekitar sepuluh menit kemudian.......
Wiliam sudah kembali kembali kedalam ruangan kerja milik zen, wiliam nampak terkejut melihat empat sosok misterius bertudung hitam dan berjubah hitam didalam ruangan milik bos nya tersebut.
"Saya kembali tuan muda" ucap wiliam.
Zen berbalik dan menatap keempt tikus pencuri dari perusahaan miliknya tersebut tengah berdiri dengan muka bingung.
"Kalian berempat masih muda rupanya" ucap zen.
__ADS_1
Jessie yang merupakan satu-satunya perempuan diantar keempatnya merasa terpesona melihat sosok bos muda dihadapan dirinya sekarang ini, bahkan terbesit sebuah pemikiran untuk menjadi wanita simpanan sang bos muda tersebut.
"Kalian berempat berapa lama kerja disini?" tanya zen.
Keempatnya saling lirik sebelum menjawab ucapan sang bos muda.
"Kami masuk kerja secara bersama-sama dulu, dan baru saja bekerja disini selama 3 tahun tuan" jawab andrian mewakili tiga lainnya untuk berbicara pada sang bos.
"Dan setahun terakhir nampaknya kalian sangat bahagia dan puas sepertinya" ucap zen mulai membuka arah dari pembicaraan sebenarnya.
Deg!
Keempat orang tersebut nampak merubah raut wajah mereka menjadi tegang dan tak karuan sebab mendengar perkataan dari sang bos.
"Apakah tidak mau berbicara?" tanya zen memancing.
"A-pa maksud anda tu-an?" tanya jessie.
"Kalian melakukan korupsi, bagaimana aku harus mengurus kalian. Coba katakan jessie?" ucap zen mengatakan maksudnya memanggil mereka berempat kemari.
"Apa!! kalian korupsi rupanya. Dasar tidak tahu malu, lihat saja aku akan mengurus kalian secara pribadi" ucap wiliam meraung marah.
"Jadi bagaimana kalian berempat akan bertanggung jawab?" tanya zen.
Jessie tiba-tiba berlutut dibawah kaki zen sambil memohon-mohon.
"Tuang muda, saya rela jika harua membayar dengan tubuh saya. Namun tolong jangan penjarakan saya tuan muda" begitulah ucapang mengemis dari jessie.
"Kalian bereska mereka berempat pencuri ini, dan wiliam kau urus mereka untuk dihukum" ucap zen.
"Baik" jawab keempat pasukan boneka milik zen tersebut.
Sebelum wiliam pergi mengikuti keempat anggota pasukan boneka milik zen, dia dipanggil oleh zen.
"Wiliam" panggil zen.
"Disini tuan muda" sahut wiliam.
"Ini bukti korupsi mereka" ucap zen sambil menyerahkan beberapa berkas yang dibuatnya sebelum ini.
Wiliam menerima berkas-berkas tersebut dari tangan zen, dan segera berkata "saya janji pada anda akan mengurus semua masalah ini dengan sebaik-baiknya"
"Lain kali lebih teliti dalam bekerja" ucap zen sambil berbalik badan menghadap jendela kaca yant langsung menghadap keluar.
"Saya mengerti, dan mohon maaf atas segala kelalaian saya" ucap wiliam sungguh-sungguh.
"Kau urus mereka" ucap zen.
"Baik, akan saya selesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya sebagai penebusan kesalahan saya dan kelalaian saya dalam bekerja" ucap wiliam sebelum pergi dari sana.
Bersabung.......
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
Makasih Minna.