
"Ayolah,Jo!"
"Gak!"
"Gue serius loh!"
"Ogah!"
"Ntar gue beli'in lu coklat deh!"
"Bodo am...mat." Jojo tercekat ketika melihat Adit duduk bersama Jati dan Niza.
Jojo terdiam kaku di depan pintu. Bian yang mengekorinya ikut berhenti karena hampir menabrak gadis mungil itu.
"Masuk cepetan. Gue laper."
Bian mendorong pelan tubuh Jojo, sambil memberi isyarat pada Niza agar mengikuti mereka.
"Lu berdua kenapa sih? Pulang-pulang ribut, kayak lagi rebutan makanan aja." omel Niza.
"Emang lagi rebutan makanan."
"Hah?"
"Bian ngajak tuker baksonya ama mie ayam gue. Siapa tadi yang suruh pesen bakso? Enak aja." sungut Jojo. Tangannya memindahkan mie ayamnya ke dalam mangkuk.
"Gue kan pengen nyoba makan mie ayam, Jo. Gue belum pernah makan, soalnya."
"Kenapa tadi lu pesennya bakso, Arbyan yang ganteng tampan mempesona dambaan hatinya Linda...ups!"
Jojo meringis ketika Bian menatapnya tajam.
"Heee!" Jojo pun nyengir, memperlihatkan deretan giginya yang rapi.
"Udah." Niza menenangkan mereka berdua.
"Gimana kalo bakso dan mie ayamnya lu bagi dua aja?" usul Niza.
"Setuju!" sahut Jojo dan Bian, kompak.
__ADS_1
"Eh, tapi Radit gimana? Masak dia cuma liatin kita makan?" Niza teringat Adit yang tadi datang bersama Tole.
"Kapan Adit datang, Za?"
"Tadi...sama Tole. Tapi Tole pulang dulu kerumahnya."
Jojo mengangguk mengerti.
"Udah, gini aja. Bakso lu kasih ke Adit, By. Mie ayam ini kita bagi dua." kata Jojo.
"Oke. Gue sih hayu aja."
Akhirnya Jojo, Niza dan Bian keluar dengan masing-masing membawa nampan ditangannya.
"Kok mangkuknya cuma empat, Jo? Punya lu mana? Esnya juga cuma empat gelas." tanya Jati ketika melihat Jojo memberikan mangkuk bakso pada Adit dan mie ayam pada Bian.
"Gue nanti bagi ama Bian mie ayamnya. Ya kan, By?"
"Iya. Esnya juga." kata Bian.
"Gak pa-pa, Jun. Kamu makan aja baksonya, aku juga masih kenyang." Adit menyodorkan mangkuknya.
"Gue gak suka bakso, Dit. Bakso itu punya Arbyan. Maaf tadi kita gak beli buat lu. Gue gak tau lu mau kemari."
"Aku yang salah, datang gak di undang. Maaf ya?" Adit jadi gak enak hati karena Bian merelakan makanannya untuk Adit.
"Di sini gak ada hajatan. Lu boleh datang kapan aja lu mau." kata Jojo, menenangkan Adit.
"Kode tuh, Dit. Kode!" seloroh Jati, sengaja menggoda Adit, membuat si Akhew mesem-mesem, malu.
"Haishh lu, Waluyo! Gue lempah juga lu!" sungut Jojo, sebal.
Jati, Niza, Bian dan Adit tertawa.
"Kalo udah masak gue mau nyoba ya, Jo?" seru Bian.
"Jangan, Ar. Daging gue pait loh." sergah Jati.
"Deuh, siapa yang mau makan elu? Orang Jojo mau ngelempah kambing." Bian dengan lihai berkelit.
__ADS_1
Hidung mancung Jati berkerut.
"Aku yang budek apa Arbyan yang budek ya, Niz?" tanya Jati sambil menatap Niza, bingung.
"Gak ada yang budek, Arby dan Jojo cuma ngerjain kamu aja." jawab Niza kalem.
Bian dan Jojo tertawa geli. Adit hanya tersenyum kecil. Matanya terus melirik Bian dan Jojo yang asik makan mie ayam dengan bergantian dalam satu mangkuk, juga satu sendok. Kadang keduanya malah saling suap-suapan. Begitu juga ketika meminum esnya yang hanya menggunakan satu pipet.
"Lu berdua mesra banget, deh. Mirip Romi dan Yuli."
Uhuk! Uhuk! Uhuk!
Jojo tersedak. Bian menyodorkan gelas es pada Jojo yang langsung meminumnya.
"Nama gue Juna ya, bukan Yuli." elak Jojo. Kepalanya pun menunduk dan berpura-pura makan saat matanya bersitatap dengan mata Adit.
"Gue kan bilang mirip, Jo. Gak bilang nama lu." sahut Jati cepat.
"Emang gue mirip ya sama si Yuli?" tanya Jojo, blo'on.
Jati menepuk jidatnya. Niza dan Bian terkekeh geli. Sedangkan Adit hanya diam tanpa ekspresi, walaupun dalam hatinya geli juga melihat wajah polos Jojo.
"Lucu banget nih cewek. Bener-bener polos banget."
"Pusing gue liat lu, Jo. Dibilang pinter, lu beg*. Dibilang beg*...emang beg*. Ckckck." Jati garuk-garuk kepala, pura-pura bingung.
"Paan, lu? Ngeledek gue lu, Waluyo!" sungut Jojo kesal.
"Jaga emosimu, Juna. Jati hanya menggodamu. Dia seneng lihat kamu marah-marah kayak gitu." Adit mencoba menenangkan Jojo.
"Emang lu gak gemes liat Jojo ngamuk, Dit. Atau... lu demen liat Jojo berbagi suap-suapan sama Arbyan?" sekarang Adit yang jadi sasaran ledekan Jati.
Bian diam melirik Jojo disebelahnya. Si gadis tengah menatap kesal cowok ganteng yang meledeknya.
"Haish, Waluyo. Gue karungin juga lu!" sahut Jojo, kesal.
Jati ngakak, heboh.
"Hati lu sulit ditebak, Jo."
__ADS_1