Kaukah Gadis Tomboyku?

Kaukah Gadis Tomboyku?
Pertemuan


__ADS_3

Jojo berdiri kaku ditempatnya. Gelisah menyelimutinya. Malam ini adalah malam dimana ia harus bertemu dengan keluarga Arbyan. Grogi campur minder berbaur menggulung dihatinya.


"Yuk Yank, masuk!" ajak Bian.


"Aku takut, By." Jojo menahan tangan Bian yang menggandengnya.


"Udah, rileks aja! Mereka jinak, kok. Dijamin aman!" seloroh Bian.


"Ishh!" Jojo merengut, sebal. Bibirnya mengerucut, lucu.


"Tolong bibirnya dikondisikan, Bu. Aku gemas liatnya!" Bian merem*s pelan bibir Jojo yang manyun.


Spontan Jojo menutup mulutnya dengan tangannya.


Bian terkekeh, geli.


"Udah ah! Yuk masuk. Lama-lama liat kamu cemberut gitu bikin aku makin gemas tau gak?" Bian menarik paksa tangan Jojo, dan masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum. Ma, Pa, kami datang!"


"Wa'alaikumussalam!"


Ternyata seluruh anggota keluarga Bian sudah berkumpul di ruang tamu.


"Tante Jo!!!" Dira berhambur, memeluk Jojo, erat.


Jojo tersenyum.


"Apa kabar, cantik?"


"Dira sehat, Tante." Dira menempel manja, memeluk Jojo.


"Adik-adik mana? Kok gak ikut?" tanya Dira.


"Ditinggal di K, sama achu sama mbah!" jawab Jojo.


"Sayang, Tante Jo jangan diajak ngobrol dulu. Kamu gak liat yang lainnya lagi pada nungguin kita?" tegur Bian.


Dira nyengir. Dilepasnya tangan Jojo, dan ia kembali duduk di dekat oma dan opanya.


Jojo mencium punggung tangan orangtua Bian dengan santun. Kemudian menyalami kakak dan juga adik Bian.


"Kenapa anak-anakmu gak diajak, Juna? Mama pengen banget ketemu mereka." tanya mama Bian.


"Kami naik motor, Tante. Jadi gak bisa bawa prajurit."


"Loh, mobil kamu mana, bang?" tanya mama ke Bian.


"Ada, Ma. Cuma lagi pengen naik motor aja, biar bisa pelukan di motor. Hehee!" kata Bian seraya nyengir.


Jojo tertunduk lemas, mendengar jawaban absurd Bian.


"Modus lu, Bang!" cibir Arkan, adik Bian yang juga datang bersama istri dan anaknya.


Semua menertawakan Bian.

__ADS_1


"Gak kok. Mereka sekolah, dan yang kecil lagi ikut mbahnya ke K." ujar Jojo.


"Rumahnya Desti ya, Kak?" tanya Arkan.


Jojo mengangguk.


"Desti siapa?" tanya Papa Bian.


"Adiknya Kak Jo, Pa. Dia teman SMP aku." Arkan yang menjawab.


Papa mengangguk, mengerti.


"Aku gak nyangka, bisa jadi saudara sama Desti."


Arkan terkekeh, sendiri.


"Jangan mikir yang aneh-aneh. Liat tuh Dea cemburu lu nyebut-nyebut nama Desti." Bian sengaja menggoda adik iparnya yang selalu posesif sama Arkan.


"Desti itu sahabat aku di SMA, Bang. Aku juga kenal suami Desti, teman SMA kami juga." sahut Dea, sebal karna Bian selalu meledeknya.


"Iya, Bang. Wawan, suami Desti itu juga temanku SMP, cuma beda kelas." timpal Arkan.


"Paham. Yang abang gak paham, kamu kok masih inget aja sama cinta pertama kamu, Dek?" Bian terus menggoda Arkan dan istrinya.


Mata Arkan nyaris keluar mendengarnya. Bian terbahak melihat ekspresi Arkan.


"Berarti... kalian berdua sama dong ya? Yang satu ngejar kakaknya, satu lagi adiknya. Kayak cerita ftv aja!" Sari, kakak Bian yang dari tadi diam akhirnya nyeletuk.


"Itu kan masa lalu, Kak. Masa depannya kan aku sama Dea. Ya kan, sayang?" Arkan merangkul mesra istrinya yang tersipu, malu.


"Kamunya iya, Dek. Tapi kayaknya abang gak bisa move on dari cinta pertamanya." ejek Sari ke Bian.


"Setuju!!!" Bian mengacungkan jempolnya pada Arkan yang cengengesan.


Semua mengangguk, membenarkan ucapan Arkan.


"Yuk, makan dulu. Udah pada laper, kan?" mama mengajak semuanya makan.


Dan mereka pun menikmati makan malam bersama. Setelah makan, mereka kembali berkumpul di ruang keluarga, membahas tentang Jojo dan Bian.


"Jadi, sekarang rencana kalian apa, Bang?" tanya papa.


"Ya nikahlah, Pa! Masak mau ditunda lagi. Gak ada yang ditunggu juga!" mama yang jawab.


"Apa udah kamu ajukan ke kantor, Bang?"


"Pasti udah, Pa. Secara abang udah gak sabar melepas status durennya yang udah karatan." Arkan nyamber aja kayak setrum.


"Sialan, lu! Malu-maluin aja!" umpat Bian sambil melempar Arkan dengan kacang goreng yang dari tadi dinikmatinya.


Arkan tergelak.


"Pake malu-malu segala. Padahal seneng tuh, gak lama lagi mau buka puasa." ledek Arkan.


Arbyan berdecih.

__ADS_1


Dira ngakak melihat omnya menggoda papanya.


"Hush! Anak kecil ngakak aja. Emang ngerti om ngomong apa?" Arkan menyentil pelan hidung Dira yang langsung terdiam.


"Gak!" jawabnya polos.


Semua tertawa mendengar jawaban polos Dira.


"Udah ah becandanya. Kembali ke intinya. Gimana, Bang?" papa menetralisir keadaan.


"Semua sudah beres, Pa. Tinggal kapan papa, mama, kakak dan Arkan siap pergi ke rumah orangtuanya Jojo."


"Gue sih siap kapan aja, Bang. Demi lu gak makin karatan." lagi-lagi Arkan menggoda Bian.


"Sa ae lu, Malih. Bukannya lu yang gak sabar pengen ketemu Desti?" Bian meledek adiknya.


"Lu kalo ngomong suka sekate-kate ya, Bang. Bini gue merajuk tuh!" Arkan cepat-cepat memeluk erat istrinya.


"Siapa yang merajuk? Jangan ge-er, Bib. Kayak Desti mau aja ketemu kamu. Diih!" cibir Dea.


Bian ngakak melihat Arkan disemprot bininya.


"Mampus lu!" Tanpa bersuara mulut Bian meledek Arkan yang merengut.


"Sialan, lu!" balas Arkan, juga tanpa suara.


"Jadi, sekarang kita putuskan kapan kita akan ke rumah Juna." kata papa.


"Gimana kalo minggu depan aja, Pa. Mama kan harus nyiapin barang hantaran untuk lamaran nanti." usul mama.


"Bener tuh, Pa. Sari setuju usul mama." timpal Sari.


"Idem!" sambung Arkan.


Papa mengangguk.


"Oke, deal. Minggu depan kita langsung lamaran ya? Arby besok harus bilang ini ke orangtuanya Juna. Ya?"


"Siap, Pa!"


Papa mengangguk, mantap.Yang lainnya tersenyum lega. Termasuk Jojo yang akhirnya bisa lancar bernapas. Karna dari tadi dia deg-degan, takut.


Awalnya Jojo merasa minder dan tidak pantas mendampingi Bian dan berpikir keluarga Bian akan menolak kehadirannya.


Ternyata keluarga Bian menerimanya dengan sangat baik dan dengan tangan terbuka. Bian benar. Mereka sudah jinak. Dan malah sangat jinak.


author : Arbyan gak ada akhlak. Masa keluarganya disamain fauna liar? Hadeeehh!🤦‍♀


Bian : Gue gak bilang gitu, ya? Lu aja mikirnya ke situ."🤭


author : Au' ah! Puyeng gue liat lu!🙄


Bian. : Emang gue kenapa?


author : Arbyan karatan ea ea eaa🎤🎤💃💃💃

__ADS_1


Bian. : otor somplaaakkkk!!!😠😠😠


author : 🏃‍♀💨🏃‍♀💨🏃‍♀💨


__ADS_2