
🎵Tak ada kisah tentang cinta
yang bisa terhindar dari airmata
namun kucoba menerima
hatiku membuka, siap untuk terluka
Cinta tak mungkin berhenti
secepat saat aku jatuh hati
jatuhkan hatiku kepadamu
sehingga hidupku pun berarti
Cinta tak mudah berganti
tak mudah berganti jadi benci
walau kini aku harus pergi
'tuk sembuhkan hati
Walau seharusnya bisa saja
dulu aku menghindar dari pahitnya cinta
namun ku pilih begini biar ku terima
sakit demi jalani cinta
Cinta tak mungkin berhenti
secepat saat aku jatuh hati
jatuhkan hatiku kepadamu
sehingga hidupku pun berarti
Cinta tak mudah berganti
tak mudah berganti jadi benci
walau kini aku harus pergi
'tuk sembuhkan hati
Hanya kamu yang bisa
bisa membuat ku rela
rela menangis karnamu
***Cinta Tak Mungkin Berhenti***
Bian terus memperhatikan Jojo yang asik memetik gitar dan bernyanyi dengan suara merdunya, di saat jam pelajaran kesenian.
Bukan hanya Bian, seluruh penghuni kelas
XIA dan bahkan beberapa siswa dari kelas lain ikut terhanyut menikmati suara indah Jojo.
Aplaus heboh, juga sorakan girang, plus siulan-siulan gembira bersahut-sahutan terdengar ketika Jojo mengakhiri nyanyian dan alunan gitarnya.
"Keren, Jo!" Puput menepuk bahu Jojo, bangga.
"Ternyata lu bisa main gitar juga." Puput menatap takjub, sahabatnya.
"Dikit-dikit bisalah, Put." ujar Jojo, merendah.
"Ini luar biasa, Jo! Kita pengen denger lu nyanyi lagi. Ya gak, guys?" Yayan meminta dukungan teman-teman sekelasnya.
"Iya!!!" para siswa pun menjawab secara berjamaah.
(kayak mukmin menjawab alfatihah imam. Aamiin!😂)
"Ayo Jo, nyanyi lagi!"
"Iya, Jo!"
"Ayo, Jo. Duet bareng Puput!"
Jojo melirik Puput.
"Ayo! Siapa takut?!" ajak Puput.
🎵 Jojo :
Usik mengusik semakin lama
menjadi rindu
hati merindu asik merindu
tersentuh rasa
tidak terduga timbullah sayang
andai tak jumpa menjadi gundah
Puput :
Gurau-gurauan masih terasa
dalam bayangan
setiap detik ingin bersama
memadu kasih
apakah hati dah gila bayang
merindu kasih darimu sayang
Jojo :
Andai kata rajuk dihati
jangan sampai merosak cinta
andai payah merawat rindu
hadirlah hadirlah sayang...
Puput :
Rindu dendam bisa terubat
__ADS_1
andai sudah bertentang mata
pasti kasih berpadu
terlerai rindu dihati
Jojo feat Puput :
Indah di rasa waktu berkasih
kita saling merayu
merindu di angin lalu
Puput :
Ingin ku sentuh hatimu sayang
dalam rinduku
moga kau tau hebatnya cinta dihati ini
sekian lama memendam cinta
payah ku rasa, menyiksa jiwa
Gelora cinta mengkhayal rasa
dalam anganku setiap waktu
hanya namamu mekar di kalbu
sayang menyayang ceria rasa
antara kita tersimpul kasih💕💕💕
***Gurauan Berkasih***
"Lagi!"
"Lagi!"
"Lagi!"
Tepuk tangan dari para penggemar eh pendengar menggema diiringi teriakan untuk duo tengil ups🤭 dua sohib itu bernyanyi lagi.
"Udah!"
Jojo mengangkat tangannya, menyuruh teman-temannya diam.
"Gue haus!"
Jojo nyengir sambil meraba lehernya. Tenggorokannya terasa kering.
"Nih, minum!"
Entah sejak kapan Adit sudah berdiri di sebelah Jojo sambil mengangsurkan sebotol air mineral pada Jojo.
"Makasih!" Jojo pun segera meminum air tersebut.
"Alhamdulillah!" ucapnya penuh syukur setelah merasa tenggorokannya lebih segar.
"Gimana, Jo? Lanjutkah?" Puput mengedipkan matanya, genit.
"Bahasa lu, Put..!" olok Jojo, geli.
Puput terkekeh.
"Ayo dong, Jo. Nyanyi lagi." pinta teman-temannya.
Jojo mengangguk.
Ketika ia hendak berunding lagu yang akan dinyanyikan dengan Puput, Bian mengambil gitar ditangan Jojo.
Adit hanya diam memperhatikan Bian.
"Lu nyanyi bareng gue!" bisik Bian di telinga Jojo.
Bian duduk di kursi sebelah Jojo.
"Sekarang gue yang nyanyi bareng Jojo. Rindu dalam hati dari Arsy dan Brisia ya?"
"Wuokehh! We like it!!"
"Go, Jojo! Arbyan! Yes!!"
"Lanjutttt!!!"
🎵 Arbyan :
Kadang hati berharap ku terbangun
dari sebuah mimpi ini bukan kenyataan
namun adanya tak ada di sini
kau meninggalkanku karna kesalahanku
Mungkin ingin bertemu masih ada
ingin memeluk masih ada
sayang kini tak bisa kau telah memilihnya
Mungkin saat hatiku masih sayang
salahku memutus cinta
dan kini ku menyesal
rindu hanya di dalam hati
Jojo :
Andaikan aku tak tergesa
memutuskanmu karena egoku
hati ini tak akan begini setiap ingat dirimu
rasanya ingin kembali
Mungkin ingin bertemu masih ada
ingin memeluk masih ada
sayang kini tak bisa kau telah memilihnya
__ADS_1
Mungkin saat hatiku masih sayang
salahku memutus cinta
dan kini ku menyesal
rindu hanya di dalam hati
Bian feat Jojo
Ingin memutar waktu
ingin mengulang lagi
aku tak bisa berpaling lagi
Bian :
Begitu juga aku
jauh di relung hati
sudi tak mampu berpindah cinta
Dihati kau tetap terindah❤
Jojo : *s'lalu di hati**❤* 😔🎶
Bian menatap dalam mata Jojo yang juga tengah menatapnya. Tapi tak lama, karna Jojo cepat-cepat mengalihkan pandangannya ke arah lain, lalu bergegas pergi keluar dari dalam kelas.
"Mau kemana, Jo?" tanya Puput.
"WC!"
"Ikut!"
Dede berlari mengikuti Jojo.
"Sebegitu marahnya kamu sama aku, Yank, sampai kamu gak mau menatap mataku."
Bian menghela napas panjang sambil menatap tubuh mungil Jojo yang sudah menghilang di balik tembok.
Puput menepuk pelan bahu Bian, membuat si ganteng itu spontan menoleh.
"Berusaha terus bro, jangan patah semangat. Kalo lu masih mau dia jadi milik lu!"
Bian hanya mengangguk, lesu.
"Ada apa dengan Arbyan dan Juna?"
Adit terus saja memperhatikan Bian.
"Ahh, leganya!"
Jojo merapikan rok sekolahnya setelah selesai pipis. Dede ikut merapikan rambut Jojo yang sedikit berantakan.
"Heh, cewek dekil!!"
Bagai dikomando, Jojo dan Dede menoleh ke sumber suara.
Bak wonder women yang tingginya semeter kotor, putri salju berdiri menghalangi jalan Jojo dan Dede dengan gaya pongah bersama dua temannya yang sama bohai n bontetnya dengan sang putri.
"Mau apa lu, tuan putri?" tanya Jojo, santai. Sedangkan Dede sudah keluar keringat dingin, takut.
"Jo, jangan cari gara-gara ya?" bisik Dede sambil memegang tangan Jojo, takut.
Jojo menepuk tangan Dede yang gemetar dengan senyum tenang.
"Sekarang gue mau bikin perhitungan ama lu, cewek kucel! Apa lu takut?" Rosmalia menyeringai sinis.
Jojo nyengir.
"Apa yang mau lu itung? Bulu ketek gue?" tanya Jojo polos.
"Maaf ya putri salju, ketek gue bebas bulu. Ada juga bulu keteknya Dede, lu mau itung?"
Jojo mendorong Dede yang terus menarik bajunya dari tadi.
"Gug...gue juga...gak ada bu...bulu ketek, Jo. Puput kali yang banyak bulu keteknya." sahut Dede takut-takut. Dia berbalik, dan sembunyi di belakang Jojo.
Jojo terkekeh.
"Emang lu pernah liat bulu keteknya Puput, De?" tanya Jojo.
Dede menggeleng jujur.
"Puput gak punya bulu, De. Dari betis, tangan ampe keteknya mulus tanpa bulu."
"Masak sih, Jo?" wajah polos Dede menatap Jojo, tak percaya.
"Kalo 'itunya' ada gak ya bulunya?" 🤭
Jojo terkekeh melihat wajah lugu Dede.
"Kalo gak percaya, ntar lu liat aja sendiri." sahut Jojo, jahil.
"Ogah! Lu ngerjain gue." sungut Dede.
"Gak! Bener, dah! Sumpah!" Jojo mengacungkan dua jarinya.
Dede melengos, kezal, membuat Jojo tergelak.
"Heh, cu*guk! Lu berdua emang kudu dikasih pelajaran ya biar bisa ngehargai senior lu!"
Putri salju menatap kesal dua gadis mungil didepannya yang sedari tadi terus nyerocos tanpa mengindahkan kehadirannya dan dua abdinya.
"Oh maaf, putri! Berhubung ketek kita gak punya bulu, mending kita diloloskan bae. Ntar kita cari'in bebek deh buat lu itung bulunya." laksana hamba sahaya Jojo menghaturkan sembah pada sang putri.
Dede terkikik geli, berusaha menahan tawanya karna masih takut dengan gertakan kakak kelasnya itu.
Rosmalia yang sudah tak bisa menahan amarahnya segera melayangkan tangannya, hendak menampar Jojo.
Tapi dengan cepat Jojo mengelak hingga si putri bontet itu nyusruk jatuh menghantam dinding toilet.
"Hajar cewek kumel kurang ajar itu." perintah putri salju pada dua abdinya yang berniat membantunya bangun.
Jojo pun langsung dipegang dua teman Rosmalia tanpa perlawanan.
Dede yang merasa aman langsung berlari keluar dari dalam toilet, menuju kelasnya.
"Put, Ar, tolongin Jojo!"
Dengan napas ngos-ngosan Dede meminta bantuan Puput dan Bian untuk menolong Jojo yang dibully Rosmalia cs.
"Jojo kenapa, De? Dimana Jojo sekarang?" tanya Bian, cemas. Perasaannya jadi tak enak.
Puput dan Adit ikutan cemas.
"Jojo dikeroyok sama putri salju dan dua temannya, Ar, di toilet."
Tanpa bertanya lagi Bian langsung berlari menuju toilet sekolah di ikuti Adit, Puput dan Dede.
__ADS_1
"Semoga Jojo gak ngeluarin ilmu Naruto shipudden!" 😲