Kaukah Gadis Tomboyku?

Kaukah Gadis Tomboyku?
46.


__ADS_3

🎵Tak ada kisah tentang cinta


yang bisa terhindar dari airmata


namun kucoba menerima


hatiku membuka, siap untuk terluka


Cinta tak mungkin berhenti


secepat saat aku jatuh hati


jatuhkan hatiku kepadamu


sehingga hidupku pun berarti


Cinta tak mudah berganti


tak mudah berganti jadi benci


walau kini aku harus pergi


'tuk sembuhkan hati


Walau seharusnya bisa saja


dulu aku menghindar dari pahitnya cinta


namun ku pilih begini biar ku terima


sakit demi jalani cinta


Cinta tak mungkin berhenti


secepat saat aku jatuh hati


jatuhkan hatiku kepadamu


sehingga hidupku pun berarti


Cinta tak mudah berganti


tak mudah berganti jadi benci


walau kini aku harus pergi


'tuk sembuhkan hati


Hanya kamu yang bisa


bisa membuat ku rela


rela menangis karnamu


 


***Cinta Tak Mungkin Berhenti***


 


Bian terus memperhatikan Jojo yang asik memetik gitar dan bernyanyi dengan suara merdunya, di saat jam pelajaran kesenian.


Bukan hanya Bian, seluruh penghuni kelas


XIA dan bahkan beberapa siswa dari kelas lain ikut terhanyut menikmati suara indah Jojo.


Aplaus heboh, juga sorakan girang, plus siulan-siulan gembira bersahut-sahutan terdengar ketika Jojo mengakhiri nyanyian dan alunan gitarnya.


"Keren, Jo!" Puput menepuk bahu Jojo, bangga.


"Ternyata lu bisa main gitar juga." Puput menatap takjub, sahabatnya.


"Dikit-dikit bisalah, Put." ujar Jojo, merendah.


"Ini luar biasa, Jo! Kita pengen denger lu nyanyi lagi. Ya gak, guys?" Yayan meminta dukungan teman-teman sekelasnya.


"Iya!!!" para siswa pun menjawab secara berjamaah.


(kayak mukmin menjawab alfatihah imam. Aamiin!😂)


"Ayo Jo, nyanyi lagi!"


"Iya, Jo!"


"Ayo, Jo. Duet bareng Puput!"


Jojo melirik Puput.


"Ayo! Siapa takut?!" ajak Puput.


🎵 Jojo :


Usik mengusik semakin lama


menjadi rindu


hati merindu asik merindu


tersentuh rasa


tidak terduga timbullah sayang


andai tak jumpa menjadi gundah


Puput :


Gurau-gurauan masih terasa


dalam bayangan


setiap detik ingin bersama


memadu kasih


apakah hati dah gila bayang


merindu kasih darimu sayang


Jojo :


Andai kata rajuk dihati


jangan sampai merosak cinta


andai payah merawat rindu


hadirlah hadirlah sayang...


Puput :


Rindu dendam bisa terubat

__ADS_1


andai sudah bertentang mata


pasti kasih berpadu


terlerai rindu dihati


Jojo feat Puput :


Indah di rasa waktu berkasih


kita saling merayu


merindu di angin lalu


Puput :


Ingin ku sentuh hatimu sayang


dalam rinduku


moga kau tau hebatnya cinta dihati ini


sekian lama memendam cinta


payah ku rasa, menyiksa jiwa


Gelora cinta mengkhayal rasa


dalam anganku setiap waktu


hanya namamu mekar di kalbu


sayang menyayang ceria rasa


antara kita tersimpul kasih💕💕💕


 


***Gurauan Berkasih***


 


"Lagi!"


"Lagi!"


"Lagi!"


Tepuk tangan dari para penggemar eh pendengar menggema diiringi teriakan untuk duo tengil ups🤭 dua sohib itu bernyanyi lagi.


"Udah!"


Jojo mengangkat tangannya, menyuruh teman-temannya diam.


"Gue haus!"


Jojo nyengir sambil meraba lehernya. Tenggorokannya terasa kering.


"Nih, minum!"


Entah sejak kapan Adit sudah berdiri di sebelah Jojo sambil mengangsurkan sebotol air mineral pada Jojo.


"Makasih!" Jojo pun segera meminum air tersebut.


"Alhamdulillah!" ucapnya penuh syukur setelah merasa tenggorokannya lebih segar.


"Gimana, Jo? Lanjutkah?" Puput mengedipkan matanya, genit.


"Bahasa lu, Put..!" olok Jojo, geli.


Puput terkekeh.


"Ayo dong, Jo. Nyanyi lagi." pinta teman-temannya.


Jojo mengangguk.


Ketika ia hendak berunding lagu yang akan dinyanyikan dengan Puput, Bian mengambil gitar ditangan Jojo.


Adit hanya diam memperhatikan Bian.


"Lu nyanyi bareng gue!" bisik Bian di telinga Jojo.


Bian duduk di kursi sebelah Jojo.


"Sekarang gue yang nyanyi bareng Jojo. Rindu dalam hati dari Arsy dan Brisia ya?"


"Wuokehh! We like it!!"


"Go, Jojo! Arbyan! Yes!!"


"Lanjutttt!!!"


🎵 Arbyan :


Kadang hati berharap ku terbangun


dari sebuah mimpi ini bukan kenyataan


namun adanya tak ada di sini


kau meninggalkanku karna kesalahanku


Mungkin ingin bertemu masih ada


ingin memeluk masih ada


sayang kini tak bisa kau telah memilihnya


Mungkin saat hatiku masih sayang


salahku memutus cinta


dan kini ku menyesal


rindu hanya di dalam hati


Jojo :


Andaikan aku tak tergesa


memutuskanmu karena egoku


hati ini tak akan begini setiap ingat dirimu


rasanya ingin kembali


Mungkin ingin bertemu masih ada


ingin memeluk masih ada


sayang kini tak bisa kau telah memilihnya

__ADS_1


Mungkin saat hatiku masih sayang


salahku memutus cinta


dan kini ku menyesal


rindu hanya di dalam hati


Bian feat Jojo


Ingin memutar waktu


ingin mengulang lagi


aku tak bisa berpaling lagi


Bian :


Begitu juga aku


jauh di relung hati


sudi tak mampu berpindah cinta


Dihati kau tetap terindah❤


Jojo : *s'lalu di hati**❤* 😔🎶


Bian menatap dalam mata Jojo yang juga tengah menatapnya. Tapi tak lama, karna Jojo cepat-cepat mengalihkan pandangannya ke arah lain, lalu bergegas pergi keluar dari dalam kelas.


"Mau kemana, Jo?" tanya Puput.


"WC!"


"Ikut!"


Dede berlari mengikuti Jojo.


"Sebegitu marahnya kamu sama aku, Yank, sampai kamu gak mau menatap mataku."


Bian menghela napas panjang sambil menatap tubuh mungil Jojo yang sudah menghilang di balik tembok.


Puput menepuk pelan bahu Bian, membuat si ganteng itu spontan menoleh.


"Berusaha terus bro, jangan patah semangat. Kalo lu masih mau dia jadi milik lu!"


Bian hanya mengangguk, lesu.


"Ada apa dengan Arbyan dan Juna?"


Adit terus saja memperhatikan Bian.


"Ahh, leganya!"


Jojo merapikan rok sekolahnya setelah selesai pipis. Dede ikut merapikan rambut Jojo yang sedikit berantakan.


"Heh, cewek dekil!!"


Bagai dikomando, Jojo dan Dede menoleh ke sumber suara.


Bak wonder women yang tingginya semeter kotor, putri salju berdiri menghalangi jalan Jojo dan Dede dengan gaya pongah bersama dua temannya yang sama bohai n bontetnya dengan sang putri.


"Mau apa lu, tuan putri?" tanya Jojo, santai. Sedangkan Dede sudah keluar keringat dingin, takut.


"Jo, jangan cari gara-gara ya?" bisik Dede sambil memegang tangan Jojo, takut.


Jojo menepuk tangan Dede yang gemetar dengan senyum tenang.


"Sekarang gue mau bikin perhitungan ama lu, cewek kucel! Apa lu takut?" Rosmalia menyeringai sinis.


Jojo nyengir.


"Apa yang mau lu itung? Bulu ketek gue?" tanya Jojo polos.


"Maaf ya putri salju, ketek gue bebas bulu. Ada juga bulu keteknya Dede, lu mau itung?"


Jojo mendorong Dede yang terus menarik bajunya dari tadi.


"Gug...gue juga...gak ada bu...bulu ketek, Jo. Puput kali yang banyak bulu keteknya." sahut Dede takut-takut. Dia berbalik, dan sembunyi di belakang Jojo.


Jojo terkekeh.


"Emang lu pernah liat bulu keteknya Puput, De?" tanya Jojo.


Dede menggeleng jujur.


"Puput gak punya bulu, De. Dari betis, tangan ampe keteknya mulus tanpa bulu."


"Masak sih, Jo?" wajah polos Dede menatap Jojo, tak percaya.


"Kalo 'itunya' ada gak ya bulunya?" 🤭


Jojo terkekeh melihat wajah lugu Dede.


"Kalo gak percaya, ntar lu liat aja sendiri." sahut Jojo, jahil.


"Ogah! Lu ngerjain gue." sungut Dede.


"Gak! Bener, dah! Sumpah!" Jojo mengacungkan dua jarinya.


Dede melengos, kezal, membuat Jojo tergelak.


"Heh, cu*guk! Lu berdua emang kudu dikasih pelajaran ya biar bisa ngehargai senior lu!"


Putri salju menatap kesal dua gadis mungil didepannya yang sedari tadi terus nyerocos tanpa mengindahkan kehadirannya dan dua abdinya.


"Oh maaf, putri! Berhubung ketek kita gak punya bulu, mending kita diloloskan bae. Ntar kita cari'in bebek deh buat lu itung bulunya." laksana hamba sahaya Jojo menghaturkan sembah pada sang putri.


Dede terkikik geli, berusaha menahan tawanya karna masih takut dengan gertakan kakak kelasnya itu.


Rosmalia yang sudah tak bisa menahan amarahnya segera melayangkan tangannya, hendak menampar Jojo.


Tapi dengan cepat Jojo mengelak hingga si putri bontet itu nyusruk jatuh menghantam dinding toilet.


"Hajar cewek kumel kurang ajar itu." perintah putri salju pada dua abdinya yang berniat membantunya bangun.


Jojo pun langsung dipegang dua teman Rosmalia tanpa perlawanan.


Dede yang merasa aman langsung berlari keluar dari dalam toilet, menuju kelasnya.


"Put, Ar, tolongin Jojo!"


Dengan napas ngos-ngosan Dede meminta bantuan Puput dan Bian untuk menolong Jojo yang dibully Rosmalia cs.


"Jojo kenapa, De? Dimana Jojo sekarang?" tanya Bian, cemas. Perasaannya jadi tak enak.


Puput dan Adit ikutan cemas.


"Jojo dikeroyok sama putri salju dan dua temannya, Ar, di toilet."


Tanpa bertanya lagi Bian langsung berlari menuju toilet sekolah di ikuti Adit, Puput dan Dede.

__ADS_1


"Semoga Jojo gak ngeluarin ilmu Naruto shipudden!" 😲


__ADS_2