
flashback on
"Juna, bisa tidak kamu jauhi Pak Arbyan. Emangnya kamu gak nyadar siapa kamu?"
Tatapan tajam Tante Amy, mama Novi yang notabene adiknya emak Jojo, membuat Jojo meringis. Sesak dihatinya mendengar cemoohan sang tante.
"Emangnya kenapa aku harus jauhi Arbyan, Tante. Dia temanku. Orangtuanya aja gak pernah melarang, kenapa Tante yang sewot?" tanya Jojo.
"Novi menyukai Arbyan, dan kamu harus mengalah dengan menjauhi Arbyan!"
Jojo tertawa geli sambil geleng-geleng kepala, tidak menyangka dengan alasan yang sang tante berikan.
"Apa Tante pikir Novi senang kalo tau Tante menyuruhku menjauhi Bian?" tanya Jojo lagi.
"Pastilah. Novi gak berani bilang ke kamu soal perasaannya ke Pak Arby, jadi Tante yang harus ngomong."
"Kenapa tante gak ngomong langsung ke Bian biar dia jangan deketin aku lagi?"
Tante Amy diam.
"Asal Tante tau, Bian yang selama ini deketin aku dan Novi tau itu. Aku tau ini bukan mau Novi, tapi mau Tante kan? Tante gak mau anak Tante kalah sama janda anak empat sepertiku untuk mengambil hati Arbyan, kan?"
"Kamu pasti sengaja mau merebut Pak Arby kan, Juna?"
Mata Tante Amy nyaris melotot keluar saking kesalnya melihat Jojo berani membantahnya.
"Tante pernah gak tanya ke Novi apa Bian menyukainya juga?" tantang Jojo, lagi.
Tante Amy diam. Dia sebenarnya tau fakta yang sebenarnya. Adiknya, yaitu busu Jojo, sudah memberi tahunya.
"Ma! Tolong jangan permalukan aku di depan kak Juna!"
Entah sejak kapan Novi sudah berdiri di dekat mereka. Jojo dan Tante Amy pun spontan menoleh.
"Vi, mama hanya gak mau Juna merebut Pak Arby dari kamu..."
"Kak Juna gak pernah merebut Pak Arby dari aku, Ma. Pak Arby gak pernah menyukaiku, bahkan gak pernah memberi celah untukku mendekatinya. Kami tidak pernah akrab!"
Jojo melihat Novi tertunduk, lesu.
"Vi, maafkan aku. Aku gak..."
"Kak Juna gak salah. Pak Arby bukan milikku. Jadi Kak Juna gak merebut Pak Arby dari siapa pun, termasuk aku." Novi tersenyum bijak. Jojo balas tersenyum.
"Mama, tolong jangan pernah lakukan ini lagi. Kita tidak bisa memaksakan hati seseorang untuk menyukai atau pun membenci seseorang. Mama sudah tua, seharusnya sudah mengerti apa maksud perkataanku." tegas Novi pada sang mama.
Tante Amy kembali terdiam. Kali ini tak berkutik. (Kalo masih berani koar-koar, gue bacemin tuh mulut! 😏)
"Bahkan tante Amy pun menganggap aku gak pantas menjadi pendampingmu, By."
flashback off
Bayangan masa lalu membuat Jojo kadang merasa down. Tapi demi melihat kebahagiaan keluarganya sekarang, Jojo tak ambil pusing.
"Masa bodoh dengan pandangan orang. Lebih baik aku menjaga keharmonisan keluargaku daripada memikirkan pendapat orang yang iri dengan kehidupanku. Bomat, dah! Bodo amat!"
🌷
🌷
🌷
Setengah tahun kemudian,
"Selamat ya, Ar. Akhirnya lu sama Adit besanan." Dede terkekeh, menggoda Bian.
"Iya. Makasih ya! Berkat do'a lu gue bisa besanan ama mantan saingan gue." dengus Bian, kesal.
Dede tergelak.
"Selamat ya, Jo! Sekarang lu udah jadi emak mertua." gantian Jojo yang jadi bahan bullyan Dede.
"Lu bakal jadi nenek, Jo." sambung Niza.
Jojo nyengir.
"Gue emang udah jadi nenek kali, Za. A keponakan suami gue dulu, cucu gue juga. Jadi gue udah biasa dipanggil nenek."
"Emang udah pantes lu dipanggil nenek, Jo. Nekga alias nenek gaul. Haaa!" timpal Puput, seraya meledek Jojo.
__ADS_1
Jojo nyengir.
"Lu boga, Ar!"
"Apaan tuh?"😜
"Abok gaul! Hahahaaa!"
"Diih, maksa banget! Haaa!"
Bian terbahak. Semua menertawakannnya.
Dihari bahagia Dira dan Yudhis, Bian mengundang semua sahabat-sahabatnya dan juga teman-teman SMP Jojo.
"Selamat ya, Jo. Gue gak nyangka, ternyata teman sebangku lu dulu akhirnya bisa jadi suami lu. Kalo udah jodoh emang gak bisa di elak lagi." ujar Novri yang datang bersama istri dan anak bungsunya yang seumuran si bocil.
"Loh bang, yang nikah tuh anak gue loh bukan gue."
"Sama aja, Jo. Selamat buat lu dan anak lu. Semoga bahagia selalu."
"Makasih, bang!" Jojo membalas Novri yang memeluknya. Begitu juga istri Novri, dipeluk Jojo erat.
"Makasih ya, mbak, udah mau dateng ke tempat aku."
"Sama-sama, Jo. Mbak juga udah kangen banget sama kamu."
Jojo tersenyum bahagia, dimana semuanya berkumpul di hari bahagia putrinya, Dira Putri Andini.
"Selamat menempuh hidup baru, sayang. Semoga bahagia selalu menyertaimu!" doa Jojo tulus, dalam hati.
😍😍😍
"Aku senang, By. Lihat kamu, Dira dan lainnya bahagia. Semoga bahagia selalu menyertai kita, ya?" Jojo bersandar manja di dada suaminya.
"Iya, Yank! Pasti kita akan selalu bahagia. Aku akan selalu membuat kita semua bahagia."
Jojo makin mempererat pelukannya.
"Seperti sekarang ini, aku sedang bikin kamu bahagia dan bawa kamu ke surga dunia." bisik Arbyan lembut ditelinga Jojo.
Jojo meringis, geli. Lalu mendongakkan kepalanya, menatap dalam wajah tampan suaminya. Bian mengecup singkat bibir sang istri.
"Manis." ujarnya sambil tersenyum.
Jojo mendesah. Gairahnya semakin tinggi saat ciuman Bian turun ke lehernya, lalu turun lagi ke bukit kembarnya, hingga ke perutnya membuat wanita itu menggeliat, geli.
"Akhh! By! Geli!"
Bibir Bian berpindah kembali ke leher Jojo dan lidahnya bermain-main di belakang telinga Jojo yang membuatnya makin menggeliat tak karuan.
Bian makin gemas dan terus mempermainkan perasaan Jojo membuat Jojo tidak sabaran.
Dan akhirnya Jojo merubah posisinya, mengambil langkah, balik mempermainkan Bian.
Dengan bibir yang tak lepas dari bibir Bian, tangan Jojo terus meraba dada suaminya, merem*s bahunya, terus meraba seluruh tubuh Bian, dan berakhir di 'rudal' milik Bian.
Mulut Bian menganga, menikmati sensasi nikmat yang ditimbulkan akibat permainan Jojo.
Bibir Jojo pun turun di leher, lalu ke dada Bian dan bermain lagi di sana.
"Aku gak kuat, Yank!" desah Bian membuat Jojo terkekeh.
Bian pun balik menindih tubuh mungil Jojo dan mulai memasukinya dengan bibir mereka terus saling mengul*m, cepat.
Perlahan namun pasti, Bian pun mendominasi permainan yang cukup lama hingga akhirnya keduanya pun terkulai lemas sambil berpelukan di akhir permainan.
"Makasih, Yank. Kamu selalu memuaskan aku." Bian mengecup lembut kening Jojo.
"Sama-sama, By. Aku juga puas sama kamu."
"I love you, my sweety wife! Love love and always love you forever and ever!"
"I love you too, my jealous husband! More more and love you more!"
Bian dan Jojo pun kembali berciuman dan tetap saling memeluk, seakan tak ingin terpisahkan lagi.
Cinta telah menyatukan hati Jojo dan Bian meski waktu telah memisahkan keduanya. Namun cinta tetaplah cinta. Yang takkan bisa merubah hati untuk berpaling. Cinta sejati yang akan terus terpatri di hati hingga mati. Seperti itulah cinta yang ingin Arbyan terus berikan untuk Juna hingga akhir sisa hidupnya.
Cinta sejati yang tanpa syarat. ❤️
__ADS_1
🎵Ku bersyukur memiliki kamu
Ku bahagia ada di sampingmu
Hati ini terasa tenang
Bila kau selalu bersama diriku
Ku terima kekurangan kamu
Kau terima kekurangan aku
Lengkapilah lembar jalanku
Untuk mengarungi di setiap langkahku
Dari dalam hati kau takkan terganti
Sampai nanti aku mati
Dari dalam hati kau takkan terganti
Ku cintai kau setulus hati
Ku sayangi kau sepenuh hati
Aku mohon kau tetap di sini
Menemani aku sampai akhir nanti
Kan ku jaga kau s'lama-lamanya
Sampai raga tak lagi bernyawa
Aku mohon kau tetap setia
Menemani aku sampai akhir dunia
Dari dalam hati kau takkan terganti
Sampai nanti aku mati
Dari dalam hati kau takkan terganti
Ku cintai kau setulus hati
Ku sayangi kau sepenuh hati
Aku mohon kau tetap di sini
Menemani aku sampai akhir nanti
Kan ku jaga kau s'lama-lamanya
Sampai raga tak lagi bernyawa
Aku mohon kau tetap setia
Menemani aku sampai akhir dunia
Ku cintai kau setulus hati
Ku sayangi kau sepenuh hati
Aku mohon kau tetap di sini
Menemani aku sampai akhir nanti
Kan ku jaga kau s'lama-lamanya
Sampai raga tak lagi bernyawa
Aku mohon kau tetap setia
Menemani aku sampai akhir dunia
Aku mohon kau tetap setia
Menemani aku sampai akhir dunia 🎶
__ADS_1
Tammat.😘
Terimakasih buat para readers yang sudi membaca ceritaku. Mohon komentarnya, yang positif ya! Pantengin terus karyaku yang lainnya. Pleaseeeee!!!🙏🙏🙏