
Bian pov
Aku senang akhirnya bisa bertemu dan dekat lagi dengan Jojo. Dan aku lebih bahagia lagi bisa kenal dan akrab juga dengan keluarga Jojo, terutama anak-anaknya. Mereka sudah ku anggap seperti anakku sendiri.
Bukan hanya karna aku mau mengambil emaknya, bukan. Tapi karna aku memang menyukai dan menyayangi mereka.
Jojo hebat, bisa membesarkan anak-anaknya dengan baik. Mereka saling menyayangi dan saling membantu. Benar-benar hal yang jarang ditemui sekarang.
Dimana, para anak muda kebanyakan yang taunya hura-hura tanpa peduli dengan orangtuanya yang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Tapi berbeda dengan Kiki dan Raka. Biarpun masih remaja, mereka mau membantu pekerjaan emaknya.
Aku salut dengan Jojo dan juga anak-anaknya. Mereka sungguh kompak dan saling mengasihi. Aku sangat berharap bisa menjadi bagian dari keluarga mereka.
Dan sekarang aku berusaha mengambil hati mereka, untuk bisa semakin dekat dengan mereka. Dan aku juga ingin menuntaskan janjiku dulu pada Dede 'akan selalu membahagiakan Jojo'.
Dan untungnya buatku, Jojo saat ini benar-benar tidak ada yang memiliki, termasuk Ewin. Aku jadi geli sendiri bila ingat bocah itu.
Apa kabar dia sekarang? Pastinya sudah dewasa dan sukses. Mudah-mudahan apa yang Ewin ucapkan itu memang hanya dari mulut seorang bocah yang masih bau kencur, dan Ewin sudah melupakan Jojo. Aamiin.
Kok aku jahat banget ya? Tapi, biarlah! Biar aku bebas mendekati Jojo tanpa ada mengganggu kami.
Tapi...tapi masalahnya, apakah Jojo masih menyimpan perasaan yang sama denganku?
Aku bingung gimana lagi caraku untuk mengatakan pada Jojo bahwa aku tulus memintanya menjadi milikku. Namun Jojo selalu berusaha mengelaknya, seakan dia tidak menyukai kedekatan kami lebih dari seorang teman.
"Bagaimana ini???"
Jojo pov
Bukannya aku tak paham maksud Bian selama ini. Aku hanya tak berani berharap lebih. Bian terlalu sempurna untukku. Dan aku hanyalah butiran debu bila berada disampingnya. Cukuplah bagiku persahabatannya kami di atas segalanya.
__ADS_1
Syukur-syukur kami bisa menjadi saudara. Meski ku akui, rasaku dulu masih ada untuk Bian. Jujur, aku tidak pernah melupakannya sejak kami berpisah dulu. Aku selalu mengingatnya. Mengingat kekakuannya, kelucuannya, keromantisannya, juga manjanya.
Dan selama aku kenal dan dekat dengannya memang belum pernah kulihat dia bersikap manja dan alay pada wanita manapun, kecuali padaku. Ya, hanya padaku Bian bisa berbuat 'aneh' seperti itu.
Bahkan dengan Dede pun dia tidak pernah manja, meskipun mereka juga sangat akrab. Sikap dingin dan arogan yang selalu dia tunjukkan pada wanita-wanita yang mencoba mendekatinya.
Aku tak pernah memikirkan kehidupanku selanjutnya. Yang ada dipikiranku sekarang adalah anak-anakku. Mereka prioritasku sekarang. Aku akan berusaha sekuat tenaga memberikan yang terbaik untuk anak-anakku.
Mereka harus bisa hidup layak, sekolah yang baik, dan bahagia meski hanya memiliki aku saja. Karna aku sudah berjanji pada almarhum suamiku untuk menjaga anak-anaknya.
Biarlah rasaku pada Bian kusimpan dalam hati saja. Demi kebahagiaan kami, cukup persahabatan saja yang terjalin. Dan takkan pernah ku berharap lebih.
autor pov
Antara Bian dan Jojo sebenarnya terjalin ikatan batin yang cukup kuat. Mereka masih sama-sama menyimpan rasa yang sama.
Hanya saja, Jojo yang selalu merasa tidak pantas berdampingan dengan Bian dan selalu menutupi perasaannya, hingga selalu mengelak apabila Bian mencoba untuk menyatakan perasaannya.
Dan sebenarnya itu sangat menggugah hati Jojo. Tapi lagi-lagi, rasa minder yang terlalu membuat Jojo memendam perasaannya. Dia pasrah hanya cukup menerima persahabatan mereka saja.
Jojo yang malang. Cobalah membuka hati dan menerima Arbyan. Yakinlah bahwa cintanya tulus untukmu dan anak-anakmu.
Dan untuk Arbyan, teruslah berusaha menjinakkan hati Jojo. Buang semua kegundahan dan keraguannya padamu. Tunjukkan bahwa kamu benar-benar tulus dan ikhlas mencintainya.
Percayalah! Cinta tau dimana tempatnya ia harus tinggal. Hati takkan pernah salah memilih. Cinta sejati pasti tempatnya untuk kembali. Ingatlah itu!
🎵 Cinta sejati yang bisa
memberi tanpa harus menerima
__ADS_1
dia membawa damai
dan bahagiakan jiwa
'tuk semua manusia
Hanya cinta sejati yang bisa
bertahan tanpa mengenal waktu
takkan pernah sirna
bagai karang di samudera
akan abadi 'tuk selamanya
Seperti itulah cintaku untuk dirimu
tulus dan apa adanya
Datang dari sebuah rasa sucinya hati
atas nama cinta sejati
Dan bila engkau t'lah mengerti
berapa besar artinya cinta
hingga setiap nafas
__ADS_1
yang mengalir ditubuhmu
mengandung cinta dari Yang Kuasa 🎶