Kaukah Gadis Tomboyku?

Kaukah Gadis Tomboyku?
Zayn Arjuna


__ADS_3

Terdengar tangisan keras dari dalam ruang operasi.


"Alhamdulillah!" ucap Bian penuh syukur karna bayinya lahir selamat.


"Anak kita sudah lahir, Yank! Makasih atas pengorbanan kamu buat aku!"


Bian mengecup lembut dahi istrinya yang masih lemah karna obat bius.


"Terimakasih sudah memberiku kepercayaan untuk menjadi seorang ayah kembali, Ya Allah!" ucap Bian penuh syukur pada Sang Maha Pencipta.


"Selamat, Ar. Anak kalian laki-laki. Bawalah dia keluar dulu, dan segera kumandangkan azan. Juna masih harus disteril dan dijahit lukanya." ujar Adit.


Bian pun menggendong putranya sambil terus menatapnya lekat. Kemudian Bian pun azan dan iqomat di telinga kanan dan kiri anaknya.


Semua keluarga yang datang, bahkan Dede dan Jan juga datang menunggu Jojo, bergegas menghampiri Bian dan bayinya.


"Laki-laki apa perempuan, Ar?" tanya mereka hampir berbarengan.


"Baby boy!" jawab Bian, sumringah, membuat semua di sana bahagia mendengarnya.


"Selamat ya, Ar, atas kelahiran putra kalian!" ucap mereka satu per satu.


Bian mencium gemas putranya yang mirip sekali dengannya.


"Pa, dedek mau liat adek!" bocil menarik celana Bian.


Bian pun jongkok di depan bocil.


"Ini adek Dedek, sama kayak Zafran." kata Bian.


Bocil tersenyum senang.


"Asik! Dedek punya adek kayak Zafran. Mbah Kung, Dedek punya adek sekarang!" lapor bocil ke bapak Jojo.


"Dedek seneng?"


"Seneng banget!"


"Asik. Adek kak Dira nambah lagi. Makin rame nanti di rumah!" Dira ikutan girang sambil memeluk bocil dan Ochi.


Semua tersenyum gembira menyambut baby boy yang tampan mempesona, seperti sang papa.


Taklama, Jojo didorong keluar dari kamar operasi ke ruang perawatan.


Mama Bian mengambil alih menggendong baby boy. Bian mengikuti perawat yang mendorong istrinya ke ruang rawat inap.


Ruang mawar, kelas VIP,


"Mak, Dira boleh kasih nama adek ya?" pinta Dira saat hanya mereka sekeluarga yang tinggal di kamar itu.


"Boleh dong, Sayang. Emang Dira udah nyiapin nama adeknya siapa?"


"Zayn Arjuna!"


Bian nampak berpikir.


"Keren tuh! Cocok sama adek yang ganteng." timpal Bang Kiki.


"Aku juga setuju!" sambung Raka.


Bian menatap ketiga anaknya yang sudah besar. Lalu beralih, menatap istrinya.


"Kamu setuju kita kasih nama itu, Yank?" tanyanya.


"Bagus namanya, By. Aku suka!" kata Jojo.


Bian mengangguk.


"Baiklah. Kita kasih baby boy dengan nama Zayn Arjuna! Setuju?"


"Setuju!!!"


Welcome to our big family, baby Zayn!

__ADS_1


Oeeekkk! Oeeeeekkk!


Tangisan Zayn memecah kesunyian ditengah malam. Sambil meringis, Jojo beringsut bangun dari tidurnya.


"Kamu tiduran aja, Yank. Biar aku yang ambil baby Zayn." Bian menahan Jojo untuk bangun.


Bian pun membantu Jojo memberikan ASI pada babynya.


"Kamu tidur aja lagi, By. Besok harus kerja kan?" Jojo membelai pipi Bian yang bersandar, ngantuk, dibahunya.


"Aku cuti, Yank. Mau bantu kamu di rumah."


Jojo terkekeh.


"Aku yang lahiran kok kamu yang repot ambil cuti, By. Lucu!"


"Gak pa-pa, Yank. Demi kamu dan anak-anak senang." kata Bian.


Jojo mengangguk, mengerti.


"Aku bobo di sebelah kamu ya, Yank. Baby biar di situ." Bian menunjuk sisi sebelah dinding.


"Iya."


Bian pun segera memeluk Jojo yang berbaring memunggunginya, berhadapan dengan baby yang nampak sangat lapar.


Taklama terdengar dengkuran Arbyan membuat Jojo tersenyum mendengarnya.


"Maafin kami, By, yang udah merepotkanmu. Semoga lelahmu menjadi ladang pahala untukmu."


Jojo mengecup lembut pipi suaminya setelah menidurkan baby Zayn.


Pagi-pagi sekali Bian, Dira, Kiki dan Raka sudah sibuk mengurus rumah. Di dalam kamarnya Jojo merasa tak enak hati karna tidak bisa melakukan pekerjaannya.


"Kamu mau mandi, Yank?"


"Ntar aja, By. Mau mandi'in baby dulu."


"Ya, udah. Aku siapin air buat baby dulu, ya?" Bian pun menyiapkan. semua keperluan untuk baby mandi dan ganti baju.


"Ini udah tanggung jawabku, Yank. Kamu jangan banyak pikiran. Fokus aja dengan kesehatanmu."


Selesai memandikan baby Zayn, Bian pun membantu memandikan Jojo. Kemudian ia menyiapkan makanan untuk istri tercintanya itu.


"Dedek mana, By?"


"Ikut Dira antar abang sama kakak."


Bian menyuapi Jojo yang sedang menyusui Zayn.


"Yank, kamu tau gak kalo ternyata Yudhis itu anaknya Adit loh!"


"Masak sih, By?"


Bian mengangguk.


"Kemarin aku dikenalin Yudhis sama papanya yang kebetulan datang ke kantor." ujar Bian.


"Wah, kebetulan dong kalo gitu, By!"


"Kebetulan apanya?"


"Kamu bakal besanan deh kayaknya ama Adit, By."


"Maksudnya?" Bian mengernyit, bingung.


Jojo mesem-mesem. Bian jadi curiga. Jangan-jangan...


"Dira pacaran sama Yudhis, Yank?" tanyanya, pelan-pelan.


"Semoga aja gak!" batin Bian.


Tapi anggukan dan senyum Jojo membuat Bian mendadak lemas.

__ADS_1


"Gak bisa! Dira gak boleh dekat sama Yudhis!" tolak Bian, cepat. Wajah tampannya mendadak bete.


"Loh? Kenapa?" gantian Jojo yang bingung.


"Aku gak mau Dira pacaran sama polisi."


Jojo garuk-garuk kepala, bingung.


"Kamu kan juga polisi, By. Apa yang bikin kamu gak suka Dira dekat dengan seorang polisi?" tanya Jojo ingin tau.


"Pokoknya aku gak suka. Titik!"


Jojo mengelus pelan bahu suaminya, berusaha menenangkannya.


"Rileks, By. Jangan galak gitu, ah. Aku takut!" Jojo pura-pura bergidik, ngeri melihat Bian marah-marah.


Bian pun melembut. Direngkuhnya lembut tubuh mungil istrinya.


"Maafin aku ya, Yank! Aku gak maksud bikin kamu takut." ujarnya penuh sesal. Dikecupnya lembut pucuk kepala sang istri.


Jojo tersenyum.


"Semua bisa dibicarakan baik-baik, By. Kalo ada yang gak sreg, katakan. Jangan simpan di hati. Ntar jadi bisul."


Bian terkekeh.


"Dira itu cengeng dan manja, Yank. Dia gak cocok punya suami seorang polisi. Kamu kan tau, jadi seorang istri anggota polisi itu harus kuat fisik dan mental."


"Jadi, menurut kamu Dira itu lemah?" tanya Jojo, cepat.


"Bukan gitu..."


"Dira itu anak yang kuat, By. Sejak lahir dia bisa jalani hidup tanpa kasih sayang seorang ibu. Apa kamu pernah berpikir bagaimana perasaannya bila ada teman-teman atau guru, bahkan orang lain yang menanyakan padanya tentang ibunya? Apa kamu pernah membayangkan bagaimana rasanya jadi Dira yang bila melihat teman-temannya pulang dijemput ibu mereka, sedangkan dira hanya dijemput papa atau omanya?"


Bian masih terdiam.


"Bukan mudah bagi seorang anak yang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, By. Bahkan kamu gak pernah memikirkan itu. Kamu hanya memikirkan egomu sendiri tanpa peduli dengan perasaan Dira yang pasti sangat ingin memiliki seorang ibu yang sayang dan cinta padanya."


"Tapi sekarang Dira kan punya kamu, Yank! Kamu sayang kan sama Dira, Yank?"


"Gak perlu kamu ragukan itu, By! Aku menyayangi Dira sama seperti anak-anakku yang lain. Tidak pernah sekali pun ada niat untuk membedakan mereka. Dan karna itu aku ingin yang terbaik untuk Dira. Aku gak mau Dira kecewa karna penolakanmu pada pilihan hatinya."


"Aku bukannya menolak, Yank. Aku hanya gak mau..."


"Gak mau Adit jadi calon besanmu, begitu?" tebak Jojo.


Bian meringis.


Jojo memutar bola matanya, jengah dengan tingkah suaminya.


"Ngomong pake muter-muter. Bilang aja cemburu sama papanya Yudhis. Dasar!" sungut Jojo.


Bian nyengir. Diciumnya gemas sang istri lalu memeluknya erat.


"Aku belum mengenal Yudhis, Yank. Aku masih meragukannya."


"Makanya kenalan dulu, biar gak mudah menilai jelek orang. Kalo menurutku sih Yudhis itu pria baik, gak jauh beda sama bapaknya."


Jojo nyengir melihat Bian manyun mendengarnya menyebut bapaknya Yudhis.


(pake mancing-mancing lagi lu, Jo! Jo! 🤦‍♀)


"Jangan manyun gitu, By. Percayalah hanya kamu yang ada dihatiku. Makasih atas semua cinta dan perhatianmu sama aku dan anak-anak." Jojo tersenyum manis, menatap lembut sang suami.


"Sama-sama, Yank. Aku juga makasih banget kamu mau menerima aku dan Dira. Aku sayang kalian semua!" Bian balas tersenyum, tampan.


"Mm...pelukk!!" Jojo merentangkan satu tangannya dengan manja. Bian pun menghambur memeluk Jojo.


"I love you, Yank!" Bian mengecup lama pucuk kepala Jojo.


"I love you more, my Biby!" Jojo membenamkan wajahnya di dada bidang Bian.


Cinta memang kadang membuat kita hilang akal. Mengundang cemburu datang tanpa diminta. Padahal hanya sedikit kata yang menyinggungnya.

__ADS_1


Dasar Bian cemburuan!!! 😂😂


__ADS_2