Kaukah Gadis Tomboyku?

Kaukah Gadis Tomboyku?
Flashback


__ADS_3

Bian duduk diam sambil memperhatikan putrinya sedang bermain kejar-kejaran bersama anak-anak lain yang juga ikut orang tuanya reunian di pantai itu.


Kenangannya bersama Jojo pun kembali menari-nari diingatannya.


flashback on


"Kok sepi, Jo? Pada kemana makhluk-makhluk bucin itu?" tanya Bian saat melihat rumah Niza sepi.


Sore ini Buan, Niza, Puput, Bian dan Jojo akan pergi nyantai di pantai.


"Auk!" Jojo mengendikkan bahunya.


"Udah jam berapa sekarang?"


Jojo melirik ke jam tangannya.


"Jam tiga lewat tiga menit tiga detik."


"Gak perlu lengkap gitu jawabnya, Jo." ujar Bian sambil tersenyum geli.


Jojo nyengir.


"Gimana? Kita tunggu mereka, atau pulang, Jo?" tanya Bian lagi.


"Serah lu!"


Bian menghidupkan mesin motornya. Jojo pun naik diboncengan Bian.


"Pulang aja ya?"


Jojo mengangguk.


"Jo?" panggil Bian agak keras, karna dia tidak melihat Jojo mengangguk dibelakangnya.


"Apa Arbyan ganteng, tampan, baik hati, mempesona idamannya Ria yang cantik jelita, indah mewangi di pagi hari putih...aduh!" Jojo meringis kesakitan. Dan ia pun langsung ciut saat melihat mata elang Bian menatapnya marah.


"Ampun, By! Peace!"


Jojo nyengir seraya mengacungkan jarinya, mengajak damai.


"Peluk gue yang kenceng!" perintah Bian tanpa menoleh ke arah Jojo yang spontan memeluk Bian erat setelah si ganteng itu tancap gas.


"Bian gilaaaaaaaa!!!"


Jojo terus memejamkan matanya, takut, sambil memeluk erat perut Bian. Dia tidak tau kalau komplek rumahnya sudah terlewati oleh Bian.


"Udah nyampe."


Jojo perlahan membuka matanya setelah Bian menghentikan motornya.


"Hah?"


Jojo bengong.


"Kok ke sini, By?" tanyanya bingung.


"Refreshing, Jo! Buang stress dulu!"


Bian berdiri di atas pasir pantai menghadap ke laut, membentangkan kedua tangannya seraya menghirup udara laut yang masih alami.


Pelan-pelan Jojo melangkah menghampiri Bian, dan


Bagh! Bugh! Bagh! Bugh!


"Aduh! Aduh, Jo! Sakit!"


Bian mengaduh setelah serangan brutal Jojo luncurkan ditubuh kekarnya.


"Rasain. Tadi lu mau bunuh gue! Nih, makan gebukan gue!"


Jojo makin ganas menyerang Bian.


"Ampun, Jo. Ampun..."


"Tiada ampun bagi lu!"


Tap!


Bian menangkap kedua tangan Jojo dan mendekapnya didadanya.


"Gue gak mungkin mau bunuh lu, Jo. Gue kan sayang ama lu?"


Bibir Jojo mencebik, menambah imut wajahnya. Bikin Bian gemas dan ingin ******* bibir itu.


"Bibirnya biasa aja."


Bian mencubit pelan bibir Jojo. Dan ditepis gadis itu, cepat.


"Lu yang cari gara-gara duluan ama gue." cibir Jojo, membela diri.


Bian melotot.

__ADS_1


"Elu yang duluan mulai!" sergahnya, cepat. Kesalnya muncul kembali, mengingat perkataan Jojo tadi.


"Gue?" Jojo menunjuknya sendiri.


Bian mengangguk. Jojo mengernyit, bingung.


"Jangan pernah lagi lu sebut nama Ria. Lu tau kan gue gak suka sama dia?"


"Ish, By...gak boleh gitu. Ntar bucin loh!" ledek Jojo.


Matanya sengaja mengerdip jahil, menggoda Bian yang nampak kesal.


"Gak bakalan!"


"Eh, nanti..."


"Jo!!" sentak Bian, kesal.


"Sekali lagi gue denger lu sebut nama dia, gue cium lu ya?!" ancam Bian.


Jojo pun mingkem seketika.


"Rupanya lu harus di ancam dulu baru nurut, Jo. Sekarang gue tau kelemahan lu."


Bian tersenyum geli sambil melirik Jojo yang terdiam duduk di atas motornya.


Di lain waktu di rumah Niza, saat itu Jojo dan Bian baru jadian.


"Kok balik lagi, Yank? Gak jadi bobo?" tanya Bian yang sedang bermain PS dengan Eri ketika melihat Jojo datang menghampiri mereka dengan wajah masam.


Jojo duduk di sebelah Bian.


"Nyesel gue ke kamar tadi." sungut Jojo dengan bibir mencetut.


"Kenapa?" tanya Bian lagi sambil masih tetap asik dengan permainannya.


"Di ruang tamu, para bucin itu lagi dalam mode 18+." kata Jojo masih dengan bersungut-sungut.


Matanya melirik Eri, takut bocah empat belas tahun itu paham dengan apa yang ia katakan.


Bian tertawa. Dia tau pasti Jojo memergoki Buan dan Niza, juga Puput dan Linda lagi mut-mutan.


"Ya udah. Kamu bobo sama aku aja...aduh!"


Bian mengusap-usap lengannya yang Jojo cubit. Dan Bian pun nyengir saat mendapati tatapan marah Jojo.


"Maksud aku, kamu bobo di sini aja dulu. Kalo keadaan udah aman, baru kamu pindah lagi ke kamar." jelas Bian sambil menepuk-nepuk pahanya.


"Hayo! Pasti mikirnya....hmpf!" Bian yang ingin menggoda Jojo langsung gelagapan ketika Jojo membekap mulutnya.


"Kalo ngomong dipikir dulu. Ada Eri di sini!" bisik Jojo.


Bian melirik Eri. Lalu melepaskan tangan Jojo dari mulutnya.


"Apa kamu juga pengen coba mode 18+ itu, Yank?" Bian mengedipkan matanya, menggoda Jojo.


Sang gadis melotot, sewot.


"Yuk, kita coba. Yuk!" ajak Bian. Diletakkannya stik PS lalu mengedipkan matanya lagi.


Jojo perlahan mundur.


"Berani maju, nih!" Jojo mengancam sambil mengacungkan bogemnya.


Bian ngakak.


"Hadeeh. Untung aja Ewin ikut mamah sama ayah. Kalo gak pasti sawan tuh anak liat kalian kayak gini." Eri memperhatikan Bian yang terus menggoda pacarnya.


"Maksud kamu apa, Dek?"


"Aku tau kok apa yang tadi kalian omongin. Dan aku juga tau kalo kalian ini pacaran kan?"


Jojo dan Bian saling pandang.


"Kamu kan masih kecil, Dek. Masak ngerti apa yang kita omongin tadi?" tanya Jojo, tidak mengerti.


"Aku udah punya pacar, Kak. Aku juga udah pernah cip*kan sama pacarku."


"Astaghfirullah!" ucap Jojo dan Bian, kompak.


Eri nyengir.


"Apa Bang Arby sama Kak Jo belum pernah ciu*an?" goda Eri.


Melihat wajah Bian dan Jojo yang bersemu merah, Eri pun tertawa.


"Waduh! Bang Arby cemen. Masak gak berani cium Kak Jo? Aku aja udah berkali-kali cium pacar aku. Hahahaa!"


Eri ngakak.


Bian cemberut.

__ADS_1


"Yank! Masak aku diketawain Eri? Kita nyoba, yuk!" rengek Bian pada Jojo.


"Beneran pengen nyoba?" tanya Jojo.


Bian mengangguk cepat.


"Nih!"


Jojo kembali mengacungkan bogemnya dengan mata melotot.


Bian cepat-cepat menunduk, takut. Dan Eri pun kembali ngakak.


flashback off


Bian senyam senyum sendiri mengingat kenangannya saat bersama Jojo.


"Aku kangen kamu, Yank!" gumam Bian, pelan.


"Gue juga kangen Jojo. Hiks!"


Bian menoleh.


"Astaghfirullah! De, sejak kapan lu datang?"


Bian kaget melihat Dede yang tiba-tiba sudah duduk disampingnya.


"Udah dari tadi, Ar. Ketiduran juga udah sempet tadi."


"Kebiasan lu itu mah, molor gak tau tempat." ejek Bian.


Dede nyengir. Keduanya pun berpelukan akrab.


"Gimana kabar lu, De?" tanya Bian.


"Alhamdulillah, sehat, Ar. Lu?"


"Gue juga baik."


Dede menatap lekat Arbyan.


"Lu pernah ketemu Jojo, Ar?" tanyanya kemudian.


Bian menggeleng, lemah.


"Lu?"


"Pernah. Waktu gue nganter undangan nikahan gue ke rumah emaknya, dan Jojo pas lagi ada di sana."


"Dimana Jojo tinggal sekarang, De?" tanya Bian, cepat. Sepertinya dia mendapat pencerahan dalam mencari keberadaan Jojo.


"Di kota T, tepatnya di kampung yang dekat lapangan merdeka."


Bian mencoba mengingat tempat yang dimaksud Dede.


"Gue tau tempat itu, De. Gue pernah tugas di sana." sahut Bian, girang.


Dede tersenyum


"Girang amat lu dapet kabar tentang Jojo, Ar. Emangnya lu ga takut bini lu tau kalo lu cari informasi tentang Jojo?" tanya Dede.


"Gue single parent, De. Gak ada yang marah kalo gue cari tau soal Jojo." Bian memberi tahu Dede tentang statusnya sekarang.


"Ada yang marah, Ar."


"Siapa?"


"Lakinya Jojo."


Bian terdiam.


"Jojo udah punya suami. Dan punya tiga anak." ujar Dede lagi.


"Gimana keadaan Jojo sekarang, De?" tanya Bian ingin tau. Dia berharap Jojo bahagia bersama suaminya.


"Baik. Dan suaminya juga nampak sangat mencintai Jojo."


"Apa itu hanya kelihatannya, De?"


"Gak, Ar. Meski suami Jojo hanya buruh harian, kehidupan mereka sangat bahagia."


"Syukurlah."


Dede memandang lekat wajah tampan sahabatnya.


"Lu masih sering mikirin Jojo, Ar?" tanyanya, pelan.


Arbyan mengangguk.


"Jangan dipikirin janji lu ke gue dulu, Ar. Jojo sudah bahagia dengan suami dan anak-anaknya. Mungkin kalian gak berjodoh." ujar Dede hati-hati, takut menyinggung Bian.


Bian mengangguk lagi. Hatinya sedih. Tapi dia juga bahagia saat mendengar bahwa Jojo sudah bahagia dengan kehidupannya sekarang.

__ADS_1


"Semoga bahagia selalu menyertaimu, Juna Andini!"


__ADS_2