
🎵Masa yang terindah
kini semua t'lah berakhir
karna kau berubah
tak seperti dulu lagi
Sampai kapan kamu
s'lalu menyalahi hatiku
tak pernah kau tau begitu sakitnya aku
Kau anggap diriku, melihatku
dengan sebelah matamu
dilema 'tuk diriku
ku mencintaimu, mengerti kamu
Biarkan aku bersalah di depan matamu
selalu kau membenarkan apa katamu
cintamu membuatku sedih dan tak berdaya
namun ku terlanjur cinta💔🎶
Bian terpaku menatap kosong papan tulis yang masih bersih, belum tersentuh kapur tulis.
Puput datang tak sedikitpun menoleh ke arah Bian. Setelah menaruh tasnya di atas meja, cowok imut itu berlalu begitu saja, keluar lagi dari kelas.
"Ar!"
Dede yang baru datang menghampiri Arbyan.
"Jojo mana?" tanyanya.
Dede sama sekali tidak tau yang terjadi antara Jojo dan Bian karna sudah seminggu tidak masuk sekolah .
"Bentar lagi juga da...tang!"
Bian tercekat. Jojo datang diikuti Adit dibelakangnya.
"Juna!" panggil Adit.
Jojo melangkah santai menuju bangkunya tanpa menoleh ke Adit dan duduk tenang di sebelah Bian.
"Juna!"
Jojo tetap saja cuek. Bian menoleh kearahnya dengan berbagai perasaan yang berkecamuk.
"Jo, Adit kenapa, tuh?" tanya Dede yang sudah duduk manis menghadap Jojo.
Gadis itu hanya mengendikkan bahunya dengan cuek.
"Kok Jojo sikapnya dingin banget ya, sama kayak Jojo yang dulu pertama gue kenal?"
Dede mengkerut, bingung melihat sikap cool Jojo. Dede menoleh pada Arbyan yang duduk diam di sebelah Jojo.
Cowok tampan itu ikut-ikutan mengendikkan bahunya, membuat Dede makin bingung.
"Aneh! Ada something wrong nih!" batin Dede.
Puput masuk sambil membawa gitar ditangannya.
"Jo, Adit mau ngomong ama lu istirahat ntar." kata Puput, memberitahu Jojo pesan dari Adit.
"Hm." Jojo hanya berdehem, masih dengan nada cuek.
__ADS_1
Tak lama ibu guru masuk, dan pelajaran pun dimulai.
Tiga jam pelajaran, Jojo sama sekali tak menggubris Bian yang duduk disebelahnya. Jangankan ngajak ngomong, noleh pun enggak.
Bian merasa sedih karena terus dicuekin Jojo.
Jam istirahat tiba.
"Untung Arbyan pergi ke kantin tadi."
Adit menghela napas lega setelah tidak melihat sosok Bian di sebelah Jojo. Adit menghampiri Jojo dan duduk dihadapannya.
"Beneran kamu udah merebut Arbyan dari Ria, Jun?" tanya Adit to the point.
Jojo menatap Adit, tajam.
flashback on
"Kenapa adik Bang Oyik yang cantik nangis?" tanya Oyik sambil membelai rambut panjang Ria.
Oyik adalah teman Bang Randa, abangnya Ria, yang malam itu datang ke rumah Ria ditemani Adit.
"Ia sedih, Bang. Cowok yang Ia suka direbut temen Ia sendiri." adu Ria manja.
Ria memang selalu bersikap manja pada semua orang, karna dirumahnya dia juga selalu dimanja.
"Hah?!"
Oyik dan Adit saling pandang.
"Kurang ajar banget temanmu itu, Dek. Tunjukkin ke abang siapa orangnya, biar abang tatar dia." Oyik terlihat geram.
Adit diam saja.
"Cewek itu tetangga Ia, Bang. Di sana tuh rumahnya." Ria menunjuk ke sebuah rumah dan membuat Adit terperanjat.
"Itu kan rumah Juna, Ia." kata Adit, kaget.
"Bang Radit kenal sama Jojo?" tanya Ria sambil sesenggukan.
"Iya, Bang. Jojo udah merebut Arby dari Ia."
"Apa?!!"
"Emangnya Ia pacaran sama Arbyan?" selidik Adit.
Ria mengangguk mantap.
Adit menghela napas, berat.
"Lu kenal cewek yang Ria maksud, Dit?" tanya Oyik, penasaran.
Adit mengangguk, lemah.
"Dia cewek yang gue cerita kemarin, Yik!" katanya pelan.
Oyik mulai ngeh.
"Jadi, cewek yang Radit suka ternyata perebut pacar Ria." pikir Oyik, jelek.
"Berarti cewek yang lu suka itu gak beres, Dit."
Dalam bayangan Oyik, cewek yang Adit sukai bukanlah cewek baik-baik karena sudah menolak Adit dan malah merebut pacar Ria.
"Kok lu bisa berasumsi kayak gitu, Yik? Lu kan belum kenal siapa Juna?" protes Adit yang tidak suka Oyik berpikiran buruk tentang gadis yang disukainya.
"Bang Oyik bener, Bang Radit. Kalo Jojo baik, gak mungkin dia ngerebut pacar Ia." sentak Ria, cepat.
Adit pun terdiam.
flashback off
__ADS_1
"Juna?"
"Menurut lu...apa gue orangnya seperti itu, Dit?" tanya Jojo balik.
"Gadis ini, demen banget mojokin orang."
Adit mengusap wajahnya kasar.
"Mana aku tau, Jun. Makanya aku tanya kamu biar jelas semuanya." dengus Adit, kesal.
"Serah lu mau mikir apa, Dit. Yang jelas, gue gak rebut apa pun dari siapa pun!" Jojo hendak beranjak pergi ketika Adit memegang tangannya.
"Ceritakan saja, Jun. Biar gak makin salah paham." perintahnya.
"Gue gak peduli."
Jojo menghempas genggaman tangan Adit. Tapi karena genggaman itu lebih kuat, yang Jojo lakukan pun sia-sia.
"Lepasin tangan lu!"
Sebuah tepukan keras ditangan Adit, membuat genggaman Adit pun terlepas. Adit menatap Bian tajam, dan dibalas lebih tajam oleh mata elang milik Bian.
"Ternyata lu biang kerok masalah ini, Ar!" Adit menunjuk wajah tampan Bian
"Ngomong yang bener, jangan asal main tuduh." Bian menepis kasar tangan Adit di depan muka gantengnya.
"Gue perjelas ya, Ar! Lu pacaran sama Juna dan juga sama Ria. Ria bilang Juna yang merebut lu dari Ria."
"Dan lu percaya?" sergah Bian dengan senyum meremehkan Adit.
"Cih! Mau aja dibohongi sama cewek muka tembok itu!" cibir Bian membuat Adit bertambah kesal melihat gaya sengaknya.
"Jangan kurang ajar, Ar!!" bentak Adit, emosi.
Bian tertawa keras.
"Gue tau maksud lu, Dit." ejek Bian.
"Sombong sekali dia. Cih!" desis Adit.
"Jangan coba cari kesempatan dalam kesempitan, Dit. Apa yang Ria katakan itu bukan cerita yang sebenarnya. Itu hanya kehaluan dia aja." ujar Bian membuat Adit mengerutkan dahinya, bingung.
"Jojo gak pernah merebut gue dari Ria. Yang sebenarnya terjadi, Ria yang mencoba merebut gue dari Jojo."
"Itu sama saja, Ar. Lu tetep cowok brengsek!" umpat Adit, marah.
"Jangan sok nge-judge orang kalo lu gak tau faktanya."
Bian tersenyum sinis.
"Gue sama sekali gak pernah memberi harapan buat Ria. Dia yang selalu ganggu gue. Kalo saja bukan karna Jojo yang mengenalkan kami, gue juga gak bakalan mau kenalan sama cewek manja kayak dia."
Adit diam.
Dia mulai paham kalo Ria yang 'budeng' sama Arbyan dan cemburu melihat kedekatan Bian dengan Jojo.
"Maaf ya, gue permisi mau ke kantin. Kalian selesaikan aja urusan kalian."
Jojo hendak pergi meninggalkan dua pria ganteng itu. Tapi dengan cepat Bian menarik tangannya hingga ia terduduk kembali ditempat duduknya.
Bian memberi bungkusan yang dibelinya tadi di kantin belakang.
"Makanlah! Itu gue beli buat lu!"
Jojo diam menatap bungkusan yang berisi pastel, risol dan donat kesukaannya.
"Makan...atau gue suapain!"
Jojo pun menurut dan memakan kue yang Bian beli.
Adit mengernyit, melihat tingkah pasangan didepannya.
__ADS_1
"Ada yang aneh sama mereka."
Adit terus menatap lekat keduanya.