
Tawa riang di dalam kantin membuat Adit menoleh. Adit pun menghela napas berat saat melihat Jojo sedang tertawa bersama Bian dan teman-temannya yang lain.
"Manis sekali. Sayang itu bukan untukku." keluh Adit dalam hati.
Jati menyikut pelan pinggang Adit sehingga cowok ganteng itu menggeliat geli. Mata sipitnya pun melotot tajam ke arah Jati yang cengengesan sambil mengacungkan dua jarinya.
"Peace, bro!" cengiran campur meledek menghiasi wajah tampan Jati.
"Makanya, buruan nembak kalo gak mau di ambil orang." bisik Jati, sengaja mengejek dan memanasi Adit.
"Emang udah di ambil kok." sahut Adit lesu.
Jati mengernyit.
"Kata siapa? Kayaknya masih belum milik siapa-siapa. Masih utuh disegel." bisik Jati lagi.
"Niza yang bilang."
Jati melotot.
"Wah! wah! Waaah...lu dikibulin tuh ama si...mmfh!"
Jati tak jadi melanjutkan perkataannya karena Adit sudah lebih dulu membekap mulutnya.
"Bisa pelan kayak tadi gak ngomongnya?!" bisik Adit geram.
Setelah Jati diam, Adit pun melepaskan bekapannya.
Jati meringis sambil garuk-garuk kepalanya yang memang banyak ketombe karena jarang keramas.
author : hiss! Jorok lu, Jat. Kalo males keramas mending lu botakin aja pala lu, daripada ketombe, kutu, dinosaurus dan seluruh isi kebun binatang betah tinggal disitu.😅
Mpok neti : jangan lu ledekin si Jati, thor. Die tuh idol gue.😡
author : 🤢🤮🤮
Niza cekikikan sendiri melihat Adit dari tempat duduknya.
"De, coba lu liat si Adit. Mukanya manyun liat Jojo makan disuapin Arby." bisik Niza pada Dede yang langsung menoleh ke tempat Adit dan kawan-kawannya duduk.
Dede mengangguk dan tertawa.
"Iya, Za. Kecut abis. Hufh!" Dede hampir tersedak akibat menahan tawa.
"Kenapa, De?" tanya Bian sambil menyodorkan air putih ke Dede.
Dede menggeleng, cepat. Tangannya mengambil air yang Bian sodor dan langsung meminumnya.
Jojo, Buan dan Puput menatap Dede heran. Sedangkan Niza tergelak sendirian.
Di meja Adit dan Jati,
"Lu udah dikibulin ama Niza, Dit. Jojo sukanya ama lu, gak mungkin dia jadian sama cowok lain." ujar Jati, membuat Adit terbelalak.
"Serius lu, Jat?"
Jati mengangguk.
"Niza sengaja ngomong gitu ke elu gara-gara Jojo kecewa liat lu sama cewek ditempat lu les."
Adit mengernyitkan dahinya. Dia mencoba mengingat-ingat.
"Masak dia liat gue waktu... Astaghfirullah!" Adit menepuk jidatnya pelan.
"Udah sadar, lu?" ledek Jati.
"Gue gak gila ya?!" protes Adit, kesal.
Jati terkekeh.
"Maksud gue, lu udah inget apa kesalahan lu?" tanyanya kemudian.
"Waktu itu gue sama..."
"Gak usah cerita ke gue. Bukan gue yang butuh penjelasan lu." sahut Jati.
"Lu berdua ngomong apa sih? Dari tadi bisik- bisik gak jelas. Lu datang bulan, Jat?" Tole yang merasa dikacangin dua sahabatnya akhirnya bersuara.
"Ngomong pake jidat! Banci aja gak datang bulan, apalagi gue yang jelas-jelas cowok tulen." sungut Jati, dengan mengiringi jitakan keras di kepala Tole.
"Sakit, Jat!" sentak Tole.
"Lu kira hati gue gak sakit, lu tuduh gitu?!" bentak Jati.
"Gue kan cuma becanda, Jat. Jangan marah gitu ah, ngeri gue!" Tole bergidik melihat Jati sudah melotot dengan mata belonya.
__ADS_1
"Lu tuh, Le. Sakitnya tuh di sini, tau gak?!" Jati merintih dengan tangan memegang dadanya.
sakitnya tuh di sini
di dalam hatiku
sakitnya tuh di sini
kamu sungguh terlalu
sakitnya tuh di sini
pas kena hatiku
sakitnya tuh di sini
gue tonjok juga lu!
Jati langsung bernyanyi dengan goyangan ala Cita Citata. Tole dan Adit pun spontan ngakak melihat aksi alay Jati. Dan seketika seisi kantin pun ikut heboh. Sorak sorai pun bergemuruh di seantero kantin.
"Abis obat ya, bro?"
"Berobat kalo abis obat, Bro!
"Stress tuh si Jati."
"Apa karna cintanya ditolak ya?"
Berbagai macam kelakar dan ledekan mengejek Jati yang sudah menyudahi jogetnya dan kembali duduk dan menikmati lagi makannya dengan cuek.
Jojo menghampiri Jati, Adit dan Tole, lalu duduk di sebelah Tole.
"Ntar sore gue jemput lu!" kata Jojo sambil menunjuk Jati.
Adit dan Tole kompak menoleh ke Jati yang melongo.
"Jemput gue?" Jati menunjuk dirinya sendiri.
Jojo mengangguk mantap.
"Mau kemana emangnya?" tanya Jati bingung.
"Perasaan ntar malem gak ada teman yang ulang tahun." pikir Jati.
"Mau ngajak lu berobat. Lu abis obat kan, makanya kumat lagi." sahut Jojo tenang dengan wajah innocenntnya.
Jati mengusap wajahnya, pelan. Kemudian dia berdiri dan berjalan menghampiri Jojo.
"Lu pengen benjol rupanya ya, Jo! Lu sengaja mau cari gara-gara ama gue ya! Gue bikin perkedel lu!!"
Jati mengepit dan menjitak kepala Jojo dengan brutalnya membuat gadis tomboy itu mengaduh kesakitan dan minta ampun.
Tawa kembali pecah.
"Udah, lepasin." Adit menarik tangan Jojo, menjauhi Jati dan duduk disebelahnya.
"Minum!" Adit memberikan jusnya pada Jojo. Gadis itu menatapnya.
"Minumlah. Itu masih baru, belum ku minum." kata Adit lagi.
Jojo pun minum sambil mendelik ke arah Jati yang cengengesan menatapnya.
"Wah...beneran abis obat nih anak." gumam Jojo.
"Minumnya baca bismillah dulu, Jo. Ntar tersedak..."
Uhukk! uhukk! uhukk!
Belum selesai Tole ngomong, Jojo udah tersedak minumannya ketika menyadari sepasang mata putri salju tengah menatap tajam kearahnya.
"Bajumu basah, Juna." Adit memberikan tisu pada Jojo.
"Maka...sih!" Jojo menerima tisu Adit dengan gugup karena Adit membersihkan bekas air yang muncrat dibibirnya.
"Suit suwiww!" Tole bersiul, menggoda.
"Romantis abess! Tejo sama Surti mah... lewaaattt!!" celutuk Jati, ikutan menggoda.
Wajah Jojo pun memerah, menahan malu. Ia pun beranjak dari duduknya.
"Duduk! Temenin aku makan." perintah Adit. Tangannya menahan tangan Jojo agar tidak pergi.
Jojo pun kembali duduk.
"Kalo gitu, biar kita yang pergi."
__ADS_1
"Eh?" Jojo menatap Jati dan Tole dengan tatapan rasa bersalah.
"Kita udah selesai makannya, Jo. Kalo Adit, lu liat sendiri piringnya masih penuh." ujar Jati, beralasan dengan menunjuk nasi goreng Adit yang tampak belum tersentuh.
"Lu belum makan dari tadi, Dit?" tanya Jojo pelan.
"Adit tadi lagi gak napsu makan, Jo. Sekarang lu temenin dia, kita mau balik ke kelas dulu."
Jati dan Tole pergi meninggalkan Adit dan Jojo. Niza, Puput, Dede, Bian dan Buan juga pergi setelah melambaikan tangan pada Jojo dari meja mereka duduk.
Jojo menatap tajam si putri salju yang masih betah melotot kearahnya.
"Keluar keluar deh tuh mata lu, biar jebol sekalian. Lu kira Adit mau ama lu yang bulet gitu?" Jojo mencibir dalam hati.
"Meski gue juga nyadar sih kalo Adit juga gak bakalan mau ama gue." sambungnya lagi.
Jojo diam menunduk.
"Nanti sore kamu ke tempat les ya?"
Adit menoleh ke Jojo disebelahnya.
"Juna?"
"Eh?" Jojo menoleh.
Ia pun nyengir malu ketika menyadari Adit tengah memperhatikannya.
"Kenapa diam?" tanya Adit.
"Putri salju lagi merhatiin kita." kata Jojo pelan.
"Hah?" Adit mengernyit bingung. Lalu mencari yang Jojo maksud.
Dan saat melihat Rosmalia tersenyum manis padanya, Adit pun membuang pandangannya.
"Suapin aku, Juna!"
"Eh?"
"Ayo, Juna. Aku juga udah bosen harus terus berpura-pura baik sama dia." keluh Adit.
"Kenapa harus pura-pura? Kalo gak suka, ngomong." sahut Jojo.
"Aku gak enak ngomongnya."
"Gue gak mau ikut campur urusan lu sama cewek-cewek yang suka ama lu. Sebaiknya gue balik ke kelas sekarang." Jojo pun bangun dari duduknya.
"Juna!" Adit memegang tangan Jojo dan menatapnya sendu. Pandangan mata itu seolah meminta Jojo agar tidak pergi.
Jojo diam ditempat dengan posisi berdiri.
"Ayo kita pergi."
Adit mengajak Jojo pergi dengan menggenggam tangan Jojo setelah membayar makanannya.
Saat melewati meja Rosmalia, Jojo sengaja mengedipkan matanya pada putri salju itu.
Mata si putri salju pun semakin melotot geram.
"Heh, bocah kurus! Cari perkara lu sama gue." bentak Rosmalia keras.
Jojo cuma menyeringai jahil. Dia terus mengikuti langkah Adit yang menggenggam tangannya. Adit tidak tau kalau Rosmalia membentak Jojo.
"Radit!" panggil Rosmalia dengan nada manja.
Adit menghentikan langkahnya, dan Jojo juga ikut berhenti.
"Putri salju yang manggil lu, bukan gue." sahut Jojo ketika Adit menoleh kearahnya.
"Kenapa?" tanya Adit pada si putri salju.
"Aku pengen ngomong sesuatu sama kamu. Berdua!" kata Rosmalia, masih dengan nada manja. Matanya menatap Jojo remeh, seakan yakin Adit mau bicara berdua dengannya.
"Kalo mau ngomong di sini saja." sahut Adit, dingin.
"Tapi ini masalah pribadi."
"Kita tidak ada hubungan apa-apa, Ros. Dan aku juga bukan teman curhatmu. Maaf, aku pergi dulu. Pacarku cemburuan, aku gak mau dia marah gara-gara aku deket sama cewek lain"
Selesai mengeluarkan uneg-unegnya Adit pergi bersama Jojo yang melongo bingung mendengar ucapannya.
"Sialan lu, kerempeng. Perlu diajar sopan santun lu rupanya."
Rosmalia menatap kepergian Adit dan Jojo dengan penuh dendam. Tak dipedulikannya kasak-kusuk dari mulut para siswa yang ada di kantin.
__ADS_1
"Lu yang belum kenal Jojo, putri salju yang terhormat!"😏