Kaukah Gadis Tomboyku?

Kaukah Gadis Tomboyku?
23.


__ADS_3

"Jo, Arby itu ganteng ya? Ia suka banget liatnya, adem gitu." kata Ria sambil merebahkan tubuhnya, berbaring di sebelah Jojo yang sedang membaca novel. Matanya menatap langit-langit kamar Jojo sambil membayangkan senyuman tampan Arbyan.


"Hm."


"Jo, Arby orangnya kalem ya?"


"Hm."


"Baik juga, kayaknya."


"Hm."


"Apa Arby sudah punya pacar, Jo?"


"Hm."


Ria terdiam sesaat.


"Pacar Arby cantik ya, Jo?"


"Hm."


"Teman sekelas kalian juga?"


"Hm."


"Kalo boleh Ia tau, nama ceweknya Arby siapa? Anak mana? Apa Ia kenal?"


"Hm."


"Jo!"


"Hm."


"Jojo!"


"Hm."


"Kamu denger Ia ngomong gak sih, Jo?" Ria mulai kesal melihat Jojo yang ternyata asik dengan bacaannya.


"Hm."


"Nama pacarnya Arbyan siapa?" tanya Ria lagi.


"Hm."


"Jojo!" Ria memanggil Jojo dengan suara manjanya.


"Hah? Apa?" Jojo pun menghentikan membacanya dan menoleh ke Ria.


"Nama pacarnya Arbyan siapa? Apa Ia juga kenal dengan cewek itu?"


"Hah? Pacar? Siapa yang pacaran?" Jojo melongo, tak mengerti.


"Tadi kamu bilang Arby sudah punya pacar, Ia ingin tau siapa pacarnya Arby." Ria memasang wajah innocentnya.


"Kapan aku bilang Arbyan udah punya pacar? Aku aja gak tau dia punya pacar apa gak?" Jojo jadi bingung sendiri.


Ria menatap Jojo sebal.


"Jadi sebenarnya Arby udah punya pacar apa belum, Jo?" tanya Ria sekali lagi.


Jojo mengendikkan bahunya, cuek. "Auk!" jawab Jojo sekenanya.


"Kok kamu jawabnya gitu, Jo. Gak suka ya Ia tanya-tanya tentang Arby?" wajah cantik Ria nampak sedih.


Jojo menghela napas pelan. Dia pun bangun dari pembaringannya.


"Aku emang gak tau, Ia. Itu privasi dia. Aku gak pernah dan gak berhak ikut campur urusan pribadinya." Jojo jadi serba salah.


"Kenapa kamu gak tanya langsung ke Arbyan aja." usul Jojo.


Ria meringis, malu-malu.


"Gimana caranya? Apa kita harus datang kerumahnya?" tanya Ria antusias.


Jojo mengernyit.


"Kita? Lu aja kali! Gue mah ogah. Lagian lu yang mau tanya kok gue yang repot? Sorry dorry stroberry ya?" Jojo ngedumel dalam hati.


"Kita ke rumah Arby ya, Jo? Kapan? Sekarang?" Ria benar-benar tidak sabar ingin segera bertemu Arbyan..


"Aku gak tau rumah Arbyan, Ia. Aku belum pernah kerumahnya." jawab Jojo jujur.


"Yaaa...jadi gimana dong? Ia kan pengen ketemu Arbyan dan pengen ngobrol-ngobrol bareng dia." keluh Ria.


Jojo garuk-garuk kepala bingung dengan sikap tetangganya ini.

__ADS_1


"Ya udah. Nanti aku ajak Arbyan ke sini." ujar Jojo. "Tapi gak janji ya?"


Ria tersenyum gembira. Hatinya senang mendengar ucapan Jojo.


"Akhirnya aku bisa ketemu Arby lagi!" sorak Ria dalam hati.


"Nanti di sekolah kamu cerita-cerita sama Arby soal Ia ya, Jo?"


"Hah?" Jojo mengernyit tak mengerti.


"Yah...kamu cerita-ceritalah siapa dan bagaimana Ia sama Arby, biar Arby sedikit tau tentang Ia."


Jojo mengangguk-angguk, meskipun masih bingung.😋


"Diiyain aja deh, biar cepet."😂


Ria tersenyum riang.


Di sekolah,


"Arbyan yang ganteng, tampan dan mempesona... Ada seseorang yang mau ketemu elu." Jojo bersyair layaknya mpok Atik.😅


Bian menaikkan alisnya, sebelah.


"Ria pengen ketemu elu. Kangen katanya." kata Jojo lagi.


Bian melengos cuek, kembali asik dengan catatannya.


"Serah lu mau nanggepinnya apa gak, yang penting pesannya udah gue sampein." Jojo bangun dari duduknya.


Bian memegang tangan Jojo dengan cepat. "Lu ngomong tentang gue sama dia?" tanyanya pada Jojo.


"Gak!"


"Duduk dulu." Bian menarik tangan Jojo dan Jojo pun duduk lagi dikursinya.


"Darimana dia tau tentang gue?"


"Katanya dia sering merhatiin elu kalo lu ke rumah gue. Dia bilang elu ganteng, dan dia jatuh cinta ama lu." jawab Jojo apa adanya.


Bian menatap dalam mata Jojo.


"Lu gak bohong kan, Jo?"


"Ngapain gue bohong? Dibayar juga kagak."


"Ria cantikkan, By? Cocok ama lu." Jojo menepuk bahu Bian.


"Darimana lu tau gue cocok apa enggaknya sama dia? Ketemu aja baru sekali." Bian menatap Jojo, kesal.


"Masak lu gak naksir sama cewek secantik Ria sih, By? Puput aja suka. Cuma sayangnya Ria lebih pilih lu dibanding Puput."


"Kalo Puput mau, buat dia aja deh." tolak Bian langsung.


"Eh, gak boleh gitu. Lu kan belum kenal siapa Ria, By?" Jojo mengingatkan Arbyan agar tidak gegabah mengambil keputusan.


"Emang lu tau siapa dia? Sejak kapan lu jadi mak comblang?" tanya Bian, balik.


Jojo nyengir sambil garuk-garuk kepala. (Kebiasaan Jojo yang makin lama makin mirip banget sama Ongki.🙊)


"Gue juga baru deket sih sama Ria. Itu juga dia ke rumah gue karna mau tanya-tanya tentang lu." jawab Jojo jujur.


Bian melengos, sebal.


"Dia sendiri gak tau malah sok-sok'an nyuruh-nyuruh gue. Gak ada akhlak bener nih bocah. Dia gak tau apa gue sukanya sama siapa?"


Bian menoleh ke arah Jojo, dan menatapnya masih dengan wajah kesal.


"Jo, gue gak suka ya dicomblang-comblangin."


"Gue gak comblangin elu, By. Sumpah!" Jojo mengacungkan dua jarinya. Jojo takut melihat Bian yang begitu serius menatapnya, tajam.


"Gue serius, By. Awalnya gue juga bingung kenapa kemarin Ria bisa datang ke rumah gue nanyain elu. Padahal sebelumnya dia gak pernah main ke rumah. Teguran aja gak pernah, apalagi akrab."


Jojo berusaha menjelaskan yang sebenarnya pada Bian. Jojo gak mau Bian mengira kalo Jojo yang sengaja mendekatkan Bian dengan Ria.


Bian diam menatap Jojo.


"Dia tanya ke gue nama elu, apa hubungan gue ama lu, dan bilang pengen kenalan ama lu." Jojo berkata apa adanya tanpa menambah atau mengurangi apa yang Ria bilang kemarin.


"Terus?"


"Ya gue jawab apa adanya lah kalo kita teman sebangku."


"Terus?"


"Gue gak salah dong, By."

__ADS_1


"Terus?"


Jojo menghela napas pelan.


"By?"


"Hm."


"Berantem yuk?"


"Serius?"


Bian menatap lekat tepat bola mata Jojo. Bukannya takut, Jojo malah balas menatap Bian, ampe matanya nyaris mau keluar.


Bian berusaha menahan tawanya, gemas dengan Jojo yang seolah ingin menantangnya.


"Lu terlalu imut buat jadi lawan sparing gue, Jo." ejek Bian.


"Loh...gue gak bilang mau tanding otot ama lu..."


"Terus tanding apa?"


"Kita adu melotot aja. Siapa yang kalah harus nurutin perintah yang menang, apapun itu." ujar Jojo, serius.


"Oke. Siapa takut!"


"Gue hitung mundur ya? Tiga...dua...satu. Mulai!" Jojo memberi aba-aba.


"Ngegemesin banget lu, Jo."


"Ganteng juga lu, By."


"Apa lu masih suka ngeliatin Adit dari jendela kelas?"


"Ternyata Ria jeli juga ya matanya. Lah...gue yang selama ini bareng Bian kok baru ngeh ya? O'on banget!"


Tanpa sadar Jojo menggelengkan kepalanya.


"Kenapa, Jo? Pusing?" tanya Bian tanpa mengalihkan pandangannya dari Jojo.


"Gak pa-pa."


"Inget Adit ya?" goda Bian sambil memainkan alisnya, lucu.


"Hush! Gue lagi fokus nih." mata Jojo makin melotot besar.


Bian nyengir, geli.


Keduanya pun kembali fokus dengan berantemnya ala-ala Jojo.


"Lu kok lucu banget sih, Jo?"


Bian mendekatkan wajahnya ke Jojo.


"Nantangin gue lu ya?"


Jojo pun melakukan hal yang sama.


"Bibir itu..." mata Arbyan fokus ke bibir mungil nan tipis milik Jojo.


Bian tersenyum penuh arti. Dia pun memajukan lagi wajahnya menghadap Jojo hingga jarak mereka tinggal sejengkal saja.


"Juna!"


Panggilan itu membuyarkan konsentrasi Jojo hingga ia pun menoleh ke arah pintu kelas.


"Adit?"


"Aku boleh ngomong sama kamu sebentar?" tanya Adit.


Pandangan matanya tertuju pada Bian yang duduk tenang ditempatnya.


"Inget perjanjian yang lu buat tadi." kata Bian ke Jojo.


"Ntar kita lanjutin lagi. Gue mau ngomong sama Adit dulu."


Bian mengangguk. Jojo pun menghampiri Adit.


"Mau ngomong apa, Dit?" tanya Jojo to the point.


Uhuk! Uhuk!


Jojo menoleh ke belakang, dimana Bian terbatuk-batuk karena tersedak, seperti sedang menahan tawa. Bian meringis ketika menyadari Jojo dan Adit tengah menatapnya tajam.


"Kita ngomong di belakang kelas XIIB, ya!" ajak Adit.


Jojo mengangguk dan mengikuti Adit yang berjalan lebih dulu.

__ADS_1


"Pengagum lu ternyata bukan hanya gue, Jo."


__ADS_2