Kaukah Gadis Tomboyku?

Kaukah Gadis Tomboyku?
8.


__ADS_3

Pukul 00.00 wib. Minggu dini hari,


"Ayo, semuanya bangun. Acara inti dimulai sebentar lagi. Semuanya kumpul di pinggir laut."


Dwi dan para kakak OSIS yang lain membangunkan para siswa baru.


Setelah semua kumpul, Dwi memberi pengarahan pada adik-adik kelasnya. Dan mulailah mereka dikerjain para Kakak OSIS.


Pelatihan bak militer pun dimulai tengah malam itu. Dari mulai lari sambil bernyanyi, push up, sit up, sampai tiarap dan guling-guling di air laut yang untungnya tidak dingin. Suasana pantai yang terang oleh cahaya bulan yang sangat mendukung,


Para siswa mengikuti pelatihan itu dengan penuh semangat dan hati riang. Hilang sudah rasa ngantuk mereka, berganti dengan semangat yang penuh membara.


"Cukup sampai di sini. Sekarang kalian boleh membersihkan diri dan beristirahat."


Dwi menutup acara dan menyuruh adik kelas membubarkan diri.


"Dingin, Jo?" tanya Bian ketika melihat Jojo berjalan pelan sambil menggigil.


"He-eh!"


"Cepetan bersihkan badan lu mumpung air masih terasa anget. Habis ganti baju jangan lupa pake jaket tebal." saran Bian.


"Ggi..ma..na mau ce..pet, ggugg..gue... meng... giggil tau gak?" gigi Jojo gemeretak saking kedinginannya.


Bian menggendong tubuh mungil Jojo dibelakang punggungnya. Sampai di air tawar yang tak jauh dari tenda mereka, Bian menurunkan tubuh Jojo duduk di dalam air.


"Mandi yang cepet. Bersihin pasir-pasir yang nempel di badan lu. Gue ambilin anduk sebentar." kata Bian sebelum pergi meninggalkan Jojo. Teman-teman mereka yang lain juga sibuk membersihkan diri.


"Jo! Jojo!" panggil Bian di depan pintu bilik ganti yang mereka buat tadi sore. Dia sudah selesai mandi dan berganti baju.


"Hm!"


"Nih, anduknya." Bian mengangkat handuk yang dibawanya. Tangan Jojo terulur meraih handuk itu.


"Tttasnya...By."


Bian memberikan tas Jojo. Lima menit kemudian Jojo keluar dari dalam bilik dengan masih menggigil.


"Masih menggigil?" tanya Bian melihat Jojo yang mengenakan kaos putih polos dibalut jaket jeans.


Jojo mengangguk. Bian merangkul erat bahu gadis itu.


"Kita duduk-duduk dulu di depan api unggun. Setelah itu baru tidur." ujar Bian.


Jojo mengangguk pasrah. Rasa dingin yang teramat sangat seakan menusuk didadanya.


Bian mendudukkan tubuh Jojo didekat api unggun. Dan rasa hangat pun seketika menjalar di seluruh tubuh mungil Jojo, mengusir rasa dingin yang tadi menyergap seakan ingin membunuhnya.


Bian duduk di sebelah Jojo. Tangan Jojo yang sudah mengkerut dingin diraihnya dan diangsurkan ke depan api unggun yang menyala besar.


"Jangan lu bakar tangan gue, By, ntar gue gak bisa makan." sentak Jojo kaget dan menarik tangannya cepat, menjauh dari api.


"Ishh, gue kan cuma mau ngangetin tangan lu biar gak dingin lagi, Jo."


Jojo menatap Bian.

__ADS_1


"O."


Bian terkekeh mendengar jawaban singkat Jojo. Diraihnya kepala Jojo, cepat, dan ditaruhnya di bahu sambil merangkul erat gadis itu.


"Gak dingin lagi kan?" bisik Bian di telinga Jojo.


"Ciee...mentang-mentang malam minggu, romantis terooosss." goda Yayan.


Bian melempar batu kecil ke arah si biang usil itu.


"Cuit...cuit...cuwiww..." Puput ikutan menggoda.


"Serasa dunia milik berdua ya, Ar. Yang lain anggep aja ngontrak." sambung yang lain.


"Cihh, gak ada yang lebih jelek dari dia, Ar?" Linda berdecih, mencibir iri melihat perhatian Bian pada Jojo.


"Gue lagi kan yang kena?!" gumam Jojo, pasrah.


Bian tersenyum kecil. Pelukannya di bahu Jojo makin dipererat.


"Jangan sirik lah, Lin. Anggap aja cinta lu ditolak sama Arbyan." celutuk Yayan, datar, yang otomatis bikin Linda merengut masam.


"Udah ah, gue mau tidur. Have fun deh tuk semua." Jojo bangun dari duduknya dan berjalan meninggalkan tempat itu menuju tendanya dengan beberapa teman cewek sekelasnya.


"Gue ikut, Jo." Dede dan Niza mengikuti Jojo. Bian, Puput dan Buan ikutan pergi.


"Kalian bertiga mau kemana?" tanya Yayan pada trio most wanted.


"Tidur."


"Otak lu perlu dicuci deh kayaknya, Yan. Sini gue sikat biar bersih." Buan melotot geram, menatap Yayan.


"Heee!" Yayan nyengir.


"Gue ikut juga deh." ujarnya kemudian.


"Ikut kemana?"


"Ya ikut lu lah, masak ikut Jojo. Tapi kalo Jojo ngizinin sih gue mau-mau aja ikut, kan enak tidur sambil pelukan, anget." jeplak Yayan seraya nyengir.


Puput merangkul Yayan.


"Sini gue pelukin lu, anget kan?" goda Puput sambil mengerling genit pada Yayan, membuat cowok usil itu merinding.


"Hii, ogah. Gue gak mau ya main anggar." celutuk Yayan sambil bergidik jijik.


"Dasar mesum, lu!"


Yayan pun hanya bisa mengaduh pasrah saat Bian, Buan dan Puput menjitaknya beramai- ramai.


07.30 wib Pagi hari,


Para siswa sudah bangun dan mulai dengan kegiatan masing-masing. Para cewek, dengan dibantu para cowok mulai bekerja. Ada yang memasak nasi, ada yang memotong sayur, ada yang menggoreng ikan, ada yang menumis bumbu, dan lain-lain.


"Astaghfirullahaladziim!!!"

__ADS_1


Jeritan bu Rusti membuat semua yang ada di luar menoleh ke arah tenda cewek.


"Ngapain kalian tidur di sini?! Bangun cepetan!!!" teriak bu Rusti kesal.


Hahahahaaaa!!!


Tawa pun pecah ketika mereka melihat ke dalam tenda. Jojo sedang tidur dikelilingi Buan, Yayan, Puput, dan beberapa anak cowok yang lain.


"Dek, bangun woy!"


Dwi menepuk pelan pipi Jojo yang tidur nyenyak dengan tubuh dilapisi beberapa kain dan ditindih beberapa tas. Hanya wajah mungilnya yang terlihat.


"Apaan sih, Bang? Masih ngantuk nih!" Jojo ngedumel tanpa membuka matanya.


"Bangun. Lu liat siapa yang tidur bareng lu." Dwi menarik badan Jojo supaya bangun.


"Ap...Hah?!"


Jojo melotot kaget melihat teman-temannya yang cowok tidur mengelilinginya. Dan Jojo cuma bisa nyengir malu ketika melihat wajah bu Rusti yang melotot kesal.


"Bangun, woy! Ngapain lu tidur di sini? Ini kan tenda cewek."


Jojo menimpuki teman-temannya dengan tas yang ada didekatnya.


"Kamu kok bisa gak sadar kalo kamu tidur sama mereka, Juna. Bingung ibu jadinya." Bu Rusti menatap mereka sambil mengaruk- garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Jojo tidurnya emang kayak kebo, bu. Tiap pagi emaknya kayak nyanyi rock kalo lagi ngebangunin dia." sahut Dwi seraya nyengir geli melihat Jojo merengut.


"Mereka cuma tidur doang kok bu, gak ngapa-ngapain. Kan saya tadi duduk di sini nungguin mereka." jelas Bian yang memang dari awal sudah tau ketika melihat Yayan dan yang lainnya tidur setelah menindih Jojo dengan tas-tas dan barang lainnya yang ada di dalam tenda.


"Terus...kenapa kalian tidur di tenda cewek?" tanya bu Rusti pada para pelaku.(berasa jadi tersangka tindak kriminal mereka🤭)


"Tadinya saya sudah bangun, bu. Liat Jojo masih tidur ya saya jadi ngantuk lagi, makanya saya tidur di sini." jawab Yayan dengan wajah tertunduk.


"Saya juga, bu."


"Sama, bu."


"Idem."


"Akur."


Bu Rusti mengusap wajahnya dengan beragam rasa di dalam dadanya. Ada geli dan juga kesal melihat tingkah anak muridnya.


"Baiklah. Kali ini kalian ibu maafkan. Ibu juga tau kalian hanya tidur di sini. Untung saja pacar Juna gak ikutan tidur, kalo gak ibu pasti udah punya pikiran jelek sama mereka berdua." celoteh bu Rusti sambil melirik Bian.


"Emang kamu punya pacar, dek?" tanya Dwi surprise mendengar celotehan bu Rusti.


"Haish." Jojo membuang pandangan ke arah lain, jengah melihat tatapan Dwi yang seakan mengintimidasinya.


"Gue gak punya pacar, bang. Kalo temen cowok banyak...nih." Jojo menunjuk semua teman-temannya. Dwi mengangguk.


"Iya juga sih. Mana ada cowok yang mau ama lu, dek. Udah dekil, jorok, jarang mandi... aduh!" Dwi pun berhenti nyerocos ketika dengan cepat Jojo menimpuk mukanya dengan tas kecil, entah punya siapa.


"Dodol tape lu, bang!" sungut Jojo menghadirkan tawa yang berjemaah dari guru dan teman-temannya.

__ADS_1


__ADS_2