Kaukah Gadis Tomboyku?

Kaukah Gadis Tomboyku?
Mengejar Cinta Dede


__ADS_3

"Serius, Jan?"


Januar mengangguk sambil tertawa geli.


"Lu tanya Anto kalo gak percaya." sahut Januar masih dengan tawanya.


"Beneran, To?" tanya Bian ke Anto.


"Iya, Bang. Habis gue kesel tuh laki sok-sok'an banget ama statusnya yang PNS itu. Padahal bang Jan jauh lebih tinggi pangkatnya dari dia yang hanya SekDes." sungut Anto.


Anto tadi terpancing emosinya saat mendengar Erza menghina atasannya. Sehingga bukan Januar yang tersinggung, malah Anto yang marah dan balas membungkam mulut lemes Erza.


Hahahahahaaa!


Bian dan Januar tertawa ngakak mendengar alasan Anto mengerjai mantan suami teman mereka.


"Bagus, To. Gue suka gaya lu!" Bian mengacungkan jempolnya tanda setuju.


Anto hanya nyengir malu.


"Jadi, Jan...serius lu mau deketin Dede?" tanya Bian.


"Serius dong, Ar! Dua rius, malah." sahut Jan, cepat.


"cie ciee... Sistem kebut nih judulnya." goda Bian.


"Harus, dong. Daripada keduluan ama yang lain? Apalagi mantannya, ngebet banget pengen rujuk." keluh Jan saat mengingat mantan suami Dede begitu menyesali kesalahannya pada Dede.


Bian tertawa melihat Jan yang mulai menunjukkan gejala jadi bucin sejati.


"Maju terus pantang mundur, Jan. Meski masih anget Dede jadi janda, lu harus tetap semangat mengejar cinta Dede. Semangat!" Bian memberikan dukungannya.


"Lu dukung gue, Ar?"


"Yo'i, Bro. Pria baik kayak lu pantes dapet wanita baik kayak Dede. Biarpun bekas orang, sih!" puji Bian setengah meledek.


"Cinta gue ke Dede gak pandang status, Ar! Setidaknya dia beneran janda, bukan gadis hanya statusnya gadis tapi ternyata udah jebol juga."


"Cakep! Yang penting cintanya suci dan tulus ya, Jan?"


Januar mengangguk setuju.


"Izinkan aku mengejar cintamu, Dede Salamah. Tunggu dan sambut cintaku dengan ketulusanmu. Ku mohon!"🙏


Januar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan berikan untuknya.


Sejak Dede memberinya nomor telpon, Januar memulai pendekatannya. Dan malam ini untuk kesekian kalinya Januar ketemuan dengan Dede dirumahnya. Januar pun sudah akrab dengan putri Dede yang berusia tiga tahun.


"Assalamualaikum, cantik!" Jan menyapa Bella, putri Dede, dan Uci, adik bungsu Dede, yang sedang duduk-duduk di teras.


"Wa'alaikumussalam." jawab Uci.


"Halo, om ganteng!" Bella salim pada Januar.


Uci masuk ke dalam rumah memanggil Dede.


"Om Jan mau jalan-jalan ya sama mama?" tanya Bella, polos.


"Bella mau jalan-jalan gak?" tawar Januar.


"Mau, Om!" jawab Bella cepat.


"Nanti kita ajak mama, ya?" kata Januar. Bella tertawa girang. Gigi susunya yang putih berderet rapi terlihat disela-sela tawanya.


Januar mengacak gemas rambut si putri mungil.


Dede keluar dengan nampan berisi kopi dan kue.


"Lu gak ngapel, Jan. Ini malam minggu, loh." Dede mengingatkan Januar.


"Ini gue lagi ngapel. Ya kan, Bel?" Januar mengedipkan matanya pada Bella yang nyengir lucu.


Dede mengangkat sebelah alisnya.


"Lu ngapel gue, Jan?" tanyanya.


"Menurut lu?" tanya Jan, balik.


"Mama jangan ge-el. Om Jan ngapelin Bella, bukan mama." si kecil yang nyaut.


Januar tersenyum di kulum melihat Dede membelalakkan matanya, kaget.


"Astaghfirullah. Nih bocah, pasti Uci yang ngajarin. Awas aja Uci nanti!" ancam Dede dalam hati.


"Mama, kita jalan-jalan, yuk! Om Jan tadi ngajak Bella jalan-jalan." rengek Bella.


Dede melihat ke arah Januar yang pura-pura memandang ke arah lain.

__ADS_1


"Kok ni anak jadi kolokan gini. Lu janji'in dia apa, Jan?" Dede menatap Januar, curiga.


"Gak ada. Bella tadi mau jalan-jalan. Gue iya'in aja." jawab Jan, kalem.


Dede menghela napas panjang.


"Harusnya gak lu iya'in, Jan. Bella kalo kemauannya gak dituruti, suka ngamuk."


"Makanya ayo kita kabuli permintaannya... sekalian kita pacaran!" bisik Januar diujung ucapannya,


Mata bening Dede membulat, dan ia pun terdiam kaku.


"Gue gak lagi halu kan, ya?" gumamnya tanpa sadar.


Januar tersenyum melihat semburat merah di pipi Dede, membuatnya makin gemas saja.


"Malam ini aku harus bisa mendapatkan hatimu, De. Aku tak mau melepaskanmu lagi."


Tekad Jan sudah bulat. Malam ini dia akan langsung melamar Dede.


Setelah melewati drama ngambeknya Bella karna Dede menolak pergi jalan-jalan, akhirnya ketiganya sudah duduk manis di sebuah taman hiburan sambil menikmati es krim kesukaannya Bella.


"Dede! Bella!"


"Mas!"


Erza tampak sumringah bertemu dengan anak dan mantan istrinya.


Tapi demi melihat Jan yang tengah membersihkan sisa es krim di bibir Bella, Erza sungguh tidak suka melihatnya.


Erza cemburu melihat kedekatan anaknya dengan Jan, saingannya dalam merebut hati Dede lagi.


"Bella, papa kangen sama Bella. Peluk papa, sayang!"


Erza hendak memeluk Bella, tapi gadis mungil itu menolak dan malah memeluk tangan Januar, erat.


"Salim dulu papanya, Neng." ajar Jan.


Bella pun menuruti ucapan Jan dan salim dengan papanya, lalu kembali memeluk lengan Jan.


"Bella gak mau peluk papa?" tanya Erza kecewa.


"Gak mau. Papa udah ada yang peluk, tuh..." Bella menunjuk ke arah seorang wanita yang tengah menatap tajam ke arah mereka. Wanita itu adalah pacar baru Erza.


"Tante itu dali tadi melototin Bella kayak pengen makan Bella, Emangnya Bella pisang. Lapal ya?" ledek Bella, jahil. Tangannya menunjuk wanita cantik di samping Erza yang spontan merengut, kesal.


"Yuk, Yah! Ma! Kita ke sana. Bella pengen naik yang itu." Bella menarik tangan Jan dan Dede menghindar dari papanya.


"Bahkan Bella pun membenciku. Maafkan papamu, Nak!"


Erza tertunduk lesu.


Harapannya musnah untuk bersatu kembali dengan keluarganya, melihat anak dan mantan istrinya sudah bahagia dengan pria lain yang dipanggil anaknya, Ayah!


"Bella gak boleh gitu sama papa. Bagaimana pun juga itu papa Bella, dan Bella harus menghormatinya." Dede menasehati putrinya setelah mereka menjauh dari Erza.


"Bella gak mau! Bella gak suka sama papa yang selalu bikin mama sedih. Papa jahat, seling bikin mama nangis." teriak Bella, mengeluarkan isi hatinya yang selama ini ia pendam dihati.


Dede tersentak.


Ternyata gadis kecilnya melihat pertengkarannya dengan Erza dulu, saat mereka masih jadi suami istri. Dan Bella menyimpan dendam pada papanya.


Jan membelai rambut Bella, lembut.


"Bella sayang, Bella tidak boleh membenci papa. Bella harus hormat sama papa. Karna itu papa Bella." Januar mencoba membujuk gadis kecil itu.


"Iya, Om. Bella gak benci kok sama papa, Bella cuma kesel aja papa seling malah-malah sama mama." Bella menunduk, sedih.


Januar mengacak lembut kepala Bella.


"Tapi sekarang Bella gak malah lagi kok sama papa, Om."


"Bagus, dong. Memang harus seperti itu kan?" kata Jan.


"Iya. Sekalang papa gak bisa lagi malah-malah sama mama, kalena kita udah tinggalin papa. Iya, Ma?!" sahut Bella, lucu.


Dede geleng-geleng kepala, geli melihat tingkah anaknya.


Januar tersenyum.


"Duh, kamu kok ngegemesin banget. Anak siapa sih nih?!" Januar mencubit pelan pipi cubby Bella.


"Anaknya mama Dede, dong!" Bella mengedip- kedipkan matanya, lucu. Januar pun mencium gemas pipi si kecil.


Dede tersenyum melihat kedekatan putrinya dengan teman SMAnya itu.


"Andai kamu bisa sehangat Januar, Mas?!"

__ADS_1


🎵 Ku tuliskan kenangan tentang


caraku menemukan dirimu


tentang apa yang membuat


ku mudah berikan hatiku padamu


Takkan habis sejuta lagu


untuk menceritakan cantikmu


'kan teramat panjang puisi


'tuk menyuratkan cinta ini


Telah habis sudah cinta ini


tak lagi tersisa untuk dunia


karna t'lah ku habiskan


sisa cintaku hanya untukmu


Aku pernah berpikir tentang


hidupku tanpa ada dirimu


dapatkah lebih indah dari


yang kujalani sampai kini


Aku s'lalu bermimpi tentang


indah hari tua bersamamu


tetap cantik rambut panjangmu


meskipun nanti tak hitam lagi


Bila habis sudah waktu ini


tak lagi berpijak pada dunia


telah aku habiskan


sisa hidupku hanya untukmu


Dan t'lah habis sudah cinta ini


tak lagi tersisa untuk dunia


karna t'lah ku habiskan


sisa cintaku hanya untukmu


Bila musim berganti


sampai waktu terhenti


walau dunia membenci


ku 'kan tetap disini


Bila habis sudah waktu ini


tak lagi berpijak pada dunia


telah aku habiskan


sisa hidupku hanya untukmu


Telah habis sudah cinta ini


tak lagi tersisa untuk dunia


karna t'lah ku habiskan


sisa cintaku hanya untukmu


Karna t'lah ku habiskan


sisa cintaku hanya untukmu😘🎶


 


** Surat Cinta Untuk Starla - Virgoun **

__ADS_1


 


__ADS_2