
Assalamualaikum Readers semuanya, novel Kekasih Halal mohon dukungannya yah dengan cara like (tekan tombol icon jempol di bawah, jangan lupa icon love juga biar selalu tahu jadwal updatenya), komen (kritik, saran, kesan boleh banget😘), dan Vote. Terimakasih ya😘😘
☘️Selamat membaca☘️
Sesampainya di Seaword Ancol, tanganku di gandeng Mas Gagah. Ah rasanya kemana-mana selalu di gandeng, truk saja gandengan masa kamu engga😁.
Aku dan Mas Gagah menikmati pemandangan yang di sekeliling, bermacam-macam jenis ikan di sini, dari yang berukuran kecil sampai yang paling besar.
Aku sangat girang, ini pengalaman pertamaku. Dulu waktu masih sekolah pernah terbesit ingin jalan-jalan ke Jakarta. Teman di sekolah pernah bercerita jalan-jalan ke Ancol, Dufan dan Taman Mini.
"Mas terimakasih banyak yah?"
" Untuk?"
"Karena sudah membawaku kesini, ke tempat ini, tempat yang sempat aku cita-cita kan untuk dikunjungi"
" Cita-citamu hanya sebatas itu Nay?"
"Memang cita-cita Mas apa?"
Mas Gagah menatapku, lalu menggengam kedua tanganku dengan erat, "Mas ingin menjadi atmosfir bila kamu yang menjadi bumi. Sehingga Mas bisa melindungimu setiap saat dari serangan komet dan meteor yang menyakiti."
Haiya, persendianku terasa lemas mendengar gombalan Mas Gagah. Sepertinya aku butuh tandu untuk menompang badanku karena anganku rasanya tubuh ini ingin tergletak di lantai😁.
" Gombal." Aku memukul lengan Mas Gagah.
" Serius"
Aku mengusap bibir Mas Gagah dengan jari jempolku, "Rasanya kopi yang pahit pun akan menjadi manis jika menyesapnya sambil di gombali kamu Mas, manis sekali soalnya,"ucapku sambil terkekeh.
Mas Gagah mengusap bibirnya,"Nay jangan nakal disini, nanti Mas hilaf lho," bisik Mas Gagah.
"Memang Mas mau apa?"
" Sun sun hot"
"Dih"
Aku segera menggandeng tangan Mas Gagah, melanjutkan menikmati pemandangan yang ada di Sea Word.
Karena ini hari Jumat. Aku dan Mas Gagah beristirahat terlebih dahulu, mencari masjid untuk Mas Gagah melaksanakan sholat Jumat. Aku dari rumah sudah menyiapkan baju ganti untuk Mas Gagah melaksanakan sholat jumat.
"Masih jam 11 Nay." Mas Gagah merasa masih terlalu awal untuk datang ke masjid.
" Biar dapat unta Mas"
Mas Gagah mengernyitkan dahinya, " Unta? maksudnya?"
"Mas Jika tiba hari Jum'at, maka para Malaikat berdiri di pintu-pintu masjid, lalu mereka mencatat orang yang datang lebih awal sebagai yang awal. Perumpamaan orang yang datang paling awal untuk melaksanakan shalat Jumat adalah seperti orang yang berkurban unta, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berkurban sapi, dan yang berikutnya seperti orang yang berkurban kambing, yang berikutnya lagi seperti orang yang berkurban ayam, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berkurban telur. Maka apabila imam sudah muncul dan duduk di atas mimbar, mereka menutup buku catatan mereka dan duduk mendengarkan dzikir (khutbah)."
__ADS_1
"Jadi jangan sampai tidak kebagian, kan rugi Mas," ucapku sambil nyengir kuda.
"Oke siap," Mas Gagah mencubit kedua pipiku lalu bergegas ke Masjid.
Aku mengusap kedua pipiku, dicubit orang yang kita sayang itu ternyata rasanya lain.
"Enak,"Gumamku.
Aku menunggu Mas Gagah sholat jumat hingga selesai, lalu bergantian Mas Gagah yang menungguiku sholat Dzuhur.
Selesai sholat, Aku dan Mas Gagah keluar dari Seaword dan akan berganti tempat. Mas Gagah ingin mengajakku ke Taman Mini.
Aku dan Mas Gagah menuju parkiran. Aku dan Mas Gagah naik ke dalam mobil. Mas Gagah mendekati tubuhku. Tangannya meraih sabuk pengaman dan memasangkannya.
Setelah itu menatapku lalu mengecup bibirku sekilas.
Aku terkejut, aku memegangi bibirku.
" Mas, kok kamu nyosor sih, kalau yang aku baca dinovel-novel biasanya hanya memasangkan sabuk pengaman saja, tidak di sosor"
Mas Gagah mengusap kepalaku,"Kita tidak sedang hidup dinovel Nay😁🤭"
"Kapan yah aku berani nyosor duluan,"Gumamku lirih.
"Kenapa Nay?"
Aku memandang ke arah luar.
Soang, ajari aku sosor menyosor,Batinku.
Aku membuka ponselku, lalu membuka salah satu platform novel kesukaanku. Setelah itu aku keluar sebentar lalu membuka aplikasi youtube.
Drama korea romantis. Enter.
Haduh banyak sekali, aku jadi bingung. Aku mencoba membuka salah satunya.
"Kamu nonton apa Nay?" tanya Mas Gagah sambil menyetir.
"Film korea"
"Kamu suka korea memangnya?"
"Mencoba untuk suka, aku lihat dulu Mas"
" Memangnya kenapa, kok tiba-tiba mau nonton film korea?"
"Ya aku mau belajar biar pinter sun sun panas."Aku langsung menutup mulutku dengan telapak tanganku.
Mas Gagah melirikku, "Siapa yang menyuruhmu?"
__ADS_1
" Ti...tidak ada Mas"
"Jangan bohong?" Ledek Mas Gagah.
"Aku lihat disalah satu komennya @Desi bundanya alif yang ada di novelnya teh santy, katanya banyak tutorial kissing di drama korea."
Mas Gagah tertawa terbahak-bahak, Aku menatap Mas Gagah heran.
"Kok tertawa sih Mas?"
"Nanti biar Mas yang ajarin Nay, bila perlu setiap hari biar cepat pintar"
(Modus bet lu Gagah😁😁)
"Setiap hari?"tanyaku.
Mas Gagah mengangguk, " Iya, mau pintar kan, di sekolah biar pintar juga guru menganjurkan kita belajar setiap hari kan?"
(Sa' ae lu Gagah😁)
"Baiklah"
Tak terasa aku dan Mas Gagah sudah sampai di Taman Mini. Aku dan Mas Gagah menikmati keliling kota Jakarta ini seharian penuh sampai Malam.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(Episode awal mengandung gula, tapi namanya kehidupan pasti ada asam asin pahit. Tulisan yang berhasil itu jika saat tulisannya mengandung yg manis-manis yg baca ya senyum2, berbunga2 hatinya, jika pas nulis bagian sedih ya yg baca bisa sampai nyesek, nangis, sedih bgt. Jadi jangan baper di gebugin authornya😁, ini hanya novel🤭🤭😁😁😁)
__ADS_1