
"Ibu"
"Iya, kenapa Mas Gagah"
"Gagah mau tanya, apa sih artinya aku tresno sliramu"
Aku langsung terkejut ketika Mas Gagah menanyakan hal itu pada Ibu. Ih ampun suamiku ini. Membuatku malu saja menanyai menanyakan hal itu pada ibuku.
Ibu mengerutkan dahinya, " Siapa yang bicara seperti itu Gah?"
"Tuh." Mas Gagah menunjukku dengan bibirnya. Haduh aku telat membungkam mulut Mas Gagah.
Ibu melirikku sambil tersenyum.
" Tadi tuh Mas Gagah duluan Bu yang bilang begitu tapi pakai Bahasa Inggris, jadi aku balas pakai bahasa jawa"
"Lho memangnya kenapa, kalian kan memang suami istri, kenapa mesti malu menyatakan cinta?"kata Ibu.
"Apa Bu artinya?"
Hahaha, ternyata Mas Gagah sedari tadi sedang menunggu jawaban Ibu. Aku langsung menggenggam lengan Mas Gagah lalu mengajaknya masuk kedalam kamarku.
Ibu kembali tersenyum, mungkin saat ini Ibu sangat senang karena sudah kembali melihatku tersenyum. Aku bukan sudah memaafkan Mas Gagah tapi dalam hal ini Mas Gagah memang tidak bersalah. Jadi tidak ada kata maaf memaafkan. Bahkan aku merasa bersalah karena sudah mengabaikannya selama sebulan ini.
Sesampainya di kamar aku langsung melepaskan genggamanku. Lalu menatap Mas Gagah. Aku pegang erat kedua pipinya. Aku berjinjit lalu mengecup sekilas bibirnya.
"I love you too"
Mas Gagah terkejut, matanya melotot tidak percaya dengan apa yang aku lakukan. Aku pun tidak percaya dengan apa yang aku perbuat. Aku begitu berani melakukan hal yang tidak biasa aku lakukan namun sepertinya harusnya di biasakan lah yahðŸ¤.
Mas Gagah langsung menarik tengkukku lalu mencium bibirku penuh hasrat, bukan hanya kecupan, tapi sudah menjadi *******-******* kecil dan aku sangat menikmatinya. Sudah satu bulan bibirku kering kerontang.
"Gah, Gagah "
Suara Mas Guntur memanggil Mas Gagah membuatku dan Mas Gagah langsung kaget dan melepaskan pagutan kita berdua.
"Shit"Gumamnya.
Mas Gagah lalu keluar kamar, akupun mengekorinya. Mas Guntur malah geleng-geleng kepala melihat aku dan Mas Gagah keluar dari kamar.
"Hih kalian berdua ini ya, benar-benar, nanti malam ngapa mesra-mesraan nya,"ucap Mas Guntur sambil berdecih kesal.
Mas Gagah menjitak kepala Mas Guntur,"Makanya nikah biar ngrasain rindu sama istri"
Mas Guntur mengelus kepalanya, " Menikmati dulu lah jadi fuckboy"
"Dih matamu, inget umur, nanti mati sebelum ngrasain prawan orang lhoo" Ledek Mas Gagah.
__ADS_1
"Sembarangan banget sih Gah"
Aku dan Mas Gagah terawa melihat ekspresi Mas Guntur yang takut mati sebelum menikah.
Mas Guntur membawa Mas Gagah ke teras depan, sementara aku membantu Ibu menyiapkan sarapan di ruang tengah. Setelah siap aku memanggil Mas Gagah, Mas Guntur juga Kinar untuk sarapan bersama.
Selesai sarapan Ibu menyuruh Mas Gagah dan Mas Guntur istirahat. Aku mengantar Kinar sampai depan teras.
"Kin, kamu ada hubungan spesial ya dengan Mas Guntur"
Kinar menggeleng, " Aku sudah punya gebetan di kampus Nay, jangan aneh-aneh mikit gitu"
"Iya soalnya aku tidak rela jika Mas Guntur sampai ada hubungan spesial dengan mu, dia itu playboy"
"Iya aku juga komunikasi karena sebatas karena kamu Nay"
Aku tersenyum,"Oke, ya sudah, belajar yang rajin yah, aku mau kangen-kangenan sama Mas Gagah dulu,"Ledekku.
Kinar mengerucutkan bibirnya, "Ih, bucin juga"
Aku tertawa, Kinar pulang ke rumahnya dan aku pun masuk kedalam rumah.
Mas Gagah dan Mas Guntur ternyata masih mengobrol diruang tengah.
" Mas, istirahat dulu"
"Iya Dek"
"Sana, sana, hus sana."Mas Guntur bergegas pergi kamar tamu karena sudah tidak tahan melihat aku dan Mas Gagah yang terus meledeknya.
Aku dan Mas Gagah masuk kedalam kamar. Sebelum tidur Mas Gagah mengobrol sebentar denganku. Mas Gagah ingin aku segera pulang ke Jakarta. Aku pun memang berniat demikian.
Tapi satu yang masih aku takuti yaitu ayah mertuaku. Mas Gagah lalu bercerita bahwa saat aku pergi Ayah mertua ingin meminta maaf padaku, tapi aku sudah terlanjur pulang kampung.
Pak Adi sudah tidak lagi mempermasalahkan hubunganku dengan Mas Gagah. Pak Adi sekarang sudah sangat menyesal telah melakukan kesalahan besar padaku. Aku pun akan berbesar hati memaafkannya.
Aku lalu bertanya tentang Novia sekarang bagaimana keadaanya. Mas Gagah bercerita Novia sudah mendekam dipenjara saat ini. Ada cerita yang membuatku terkejut. Novia sebenarnya ingin secepatnya menikah dengan Mas Gagah waktu itu karena dirinya sedang hamil, dan yang menghamili Novia tidak mau bertanggung jawab.
Jadi selama ini saat berpacaran dengan Mas Gagah, Novia sudah berselingkuh makanya saat dilamar Mas Gagah Novia berkelit tidak mau menikah terlebih dahulu dengan alasan ingin melanjutkan sekolahnya dan berkarir.
Sumpah demi apa itu si Novia kupret. Hamil dengan siapa tapi maunya di nikahi suamiku. Andai ada didepanku saat ini ingin sekali aku gejug gejug. Cara berfikirnya sungguh sangat kampungan, enak saja ingin melimpahkan benih orang pada suamiku.
Mas Gagah mengelus pipiku dengan lembut, "Kita mulai lagi yah Sayang, jangan pergi lagi, Mas mohon"
Aku mengangguk, " Iya adek janji, susah senang akan kita hadapi bersama, maafkan Adek ya Mas, belum bisa membahagiakan Mas"
"Sssttt" Mas Gagah menempelkan telunjuknya pada bibirku.
__ADS_1
"Ketika Mas menikah dengan mu, Mas tidak pernah berpikir bagaimana caranya kamu membahagiakan Mas. Yang selalu Mas pikirkan adalah bagaimana caranya Mas dapat selalu membuatmu bahagia Sayang,"ucap Mas Gagah sambil menatap Inayah penuh kehangatan.
Haduh, hati Adek meleleh Bang😆 Andaikan seluruh pasangan suami istri di dunia ini berfikiran sepertias Gagah pasti si Dasim akan tergoncang jiwanya😆😆. Karena kebanyakan dari kita hanya mau menuntut diberi kebahagiaan tanpa berpikir untuk membahagiakan terlebih dahulu, jadi njomplang deh alias terjadi ketidak seimbangan.
"Sayang"
"Hemm"
Mas Gagah mendekat dan semakin mendekat. Ah Mas Gagah, kamu membuatku semakin berdebar. Jantungku saat ini mungkin sedang dipegangi oleh paru-paru agar tidak lepas dari tempatnya. (Emang ada yah jantung dipegangi paru-paru, ah dasar Inayah😆😆)
Cup, Mas Gagah mengecup keningku.
"Mas sebenarnya menginginkanmu Sayang, tapi Mas lelah, kalau lelah nanti tidak maksimal"ucapnya sambil terkekeh.
Aku tersenyum, " Ayo tidur jangan berfikir kesana-sana dulu ih"
Mas Gagah lalu menuntun tanganku ke kepalanya. Aku mengelus-elus kepala Mas Gagah sampai Mas Gagah terlelap.
" Mas, aku mencintaimu,"Gumamku lirih.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like komen dan Vote yah sayang ku, jangan jadi pembaca senyap Yes, minimal komen dikit🤠biar author tambah semangat.
( Kemarin itu habis kerokan kirain masuk angin,tau nya tamu bulanan dateng, q tuh klo tamu dateng perutnya sakit bgt, ini nulis udah ada 2 jam kyanya nulis 1 epsiode doang ge, karena sambil nahan pegel d perut dan pinggang)
__ADS_1
salam sayang,
Santypuji