Kekasih Halal

Kekasih Halal
Part 34


__ADS_3

Setelah selesai makan siang dengan Mas Gagah di kantornya, aku segera pulang ke rumah. Aku akan kembali menjahit baju karena kebetulan ada beberapa yang order lewat online.


Sore ini aku sudah berkutat di dapur dengan Bi Asih, sementara Ibu sedang menyiram tanaman di taman belakang. Walaupun ada Bi Asih, aku tetap ingin masak untuk suamiku, sekalian belajar masak juga.


Ting ... tong


Terdengar suara bel berbunyi.


" Biar aku saja yang buka pintu Bi,"kataku pada Bi Asih, kini Bi Asih yang mengambil alih melanjutkan memasak.


Aku berjalan menuju ruang tamu, ku buka hordeng samping, mengintip siapa yang datang. Di luar ku lihat lelaki yang membelakangi pintu dengan balutan kaos fit body, punggungnya telihat tegap, pas banget buat senderan🤭 senderan jomblo😆.


Tanpa pikir panjang, aku langsung membuka pintunya, laki-laki di hadapanku itu langsung berbalik lalu mengulas senyum. Ganteng, kulitnya putih, matanya belo, bibirnya merah. Astagfirullah kenapa jadi begini, padahal jelas-jelas laki ku yang paling ganteng.


"Hai" dirinya melambaikan tangan.


Aku tersenyum," Ada apa ya Mas?" tanyaku.


" Wah, Gagah benar-benar kurang ajar tidak memberi tahu pada kakak ipar kalau punya adik" ucapnya.


Eh sebentar-sebentar, aku baru ngeh, alias aku baru ingat, laki-laki di depanku ini persis sekali dengan seseorang yang ada di dalam foto keluarga Mas Gagah.


"Eh, Mas Guntur." Ibu menghampiriku di depan pintu.


"Di ajak masuk Nay, itu Mas Guntur, adiknya Mas Gagah."


" Eh.. emm mari masuk Mas." Aku mempersilahkan Mas Guntur masuk.


"Kita belum kenalan kakak ipar." Mas Guntur menjulurkan tangannnya sambil tersenyum. Namun aku menangkupkan tanganku di dada.


"Inayah,"kataku.


Mas Guntur menarik kembali tangannya, "Guntur"


Ibu mempersilahkan Mas Guntur duduk, Ibu lalu pamit ke belakang untuk membuatkan minum. Aku masih terpaku di ruang tamu. Keluarga Mas Gagah satu persatu datang ke rumah. Aku harus siapkan mentalku dan kesabaranku.


"Selera kakakku sudah berubah ternyata setelah sekian tahun tidak jumpa,"katanya.


Aku mengerutkan dahiku," Maksudnya Mas"


"Iya dulu Gagah suka wanita yang sexy, bukan yang tertutup seperti kamu Nay,"ucap Mas Guntur sambil terkekeh.


Hemm, aku juga sexy kali Mas, sampai-sampai Mas Gagah tidak pernah absen mencolek-colek tubuku, Batinku.


Aku menyunggingkan senyumku, "Halah yang terbuka itu sudah biasa Mas, kalau tertutup kan bikin penasaran, berasa buka kotak hadiah"


Mas Guntur tetawa, " Bisa saja kamu Nay"


" Eh, sudah 3 bulan menikah dengan kakakku, bagaimana? dia baik kan?" tanyanya lagi.


"Alhamdulillah, Mas Gagah sangat baik"

__ADS_1


"Syukurlah, aku kira Gagah akan semena-mena karena pernikahan kalian kan terjadi karena tragedi itu"


Aku membulatkan mataku, sepertinya Mas Gagah memang menceritakan semuanya pada keluarganya.


" Intinya kita berdua sudah jodoh, kalau sudah jodoh dengan ataupun tanpa tragedi pasti akan di persatukan juga, kalau tidak jodoh dipacari bertahun-tahun, ditunggu bertahun-tahun juga pasti Allah akan dipisahkan juga" ( Ya ka Thor😁)


Mas Guntur tersenyum lalu mengacungkan jempol padaku. Mas Guntur lalu berdiri dan berjalan ke ruang Tv. Mas Guntur melihat mesin jahit juga beberapa koleksi baju yang ku jahit.


"Kamu jahit Nay?"


Aku mengangguk, " Mas Guntur mau aku jahitin baju? tapi nanti bantu promosiin di sosmed yah, kan Mas Guntur cakep tuh, pasti nanti banyak yang order deh kalau Mas Guntur jadi bintang iklannya,"ledekku.


Mas Guntur tertawa, " Kenapa tidak Mas Gagah saja?"


"Ih jangan, Mas Gagah kan sudah sold out, jangan di pamerin ah, kalau Mas Guntur kan masih ready, jadi siapa tahu aja aku iklanin bajunya nanti konsumen aku sekalian mau juga sama bintang iklannya,"kataku sambil terkikik.


Mas Guntur lagi-lagi tertawa, apaan sih ini Mas Guntur, tertawa terus, memangnya aku sedang stand up komedi apa.


"Memangnya uang belanja dari Gagah kurang ya sampai kamu jahit segala?"tanya Mas Guntur.


Aku menggeleng, " Aku suka jahit, hidup kan tidak ada yang tau Mas, siapa tau hari ini di atas, besok di bawah, siapa tau juga hari ini masih jadi CEO besok sudah jadi tukang pecel lele, jadi apa yang aku bisa lakukan hari ini, aku akan lakukan yang terbaik"


Mas Guntur hanya manggut-manggut.


" Mas Guntur, ayo makan dulu." Terdengar suara Ibu dari ruang makan yang bersebelahan dengan ruang TV mempersilahkan Mas Guntur makan.


Mas Guntur menghampiri Ibu, lalu mencomot tempe goreng yang ada di piring.


"Cuci tangan dulu Mas"kata Ibu.


Ting tong... Suara bel berbunyi.


Aku yakin itu Mas Gagah pulang dari kantor. Aku segera membukakan pintu. Setelah pintu terbuka Mas Gagah menyunggikan senyuman termanisnya padaku.


Ah pacar halalku ini, walaupun sudah sore tapi gantengnya masih paripurna😁.


"Mas Ada Mas Guntur," Ucapku lirih.


Mas Gagah langsung membelalakan matanya. Ekspresi kaget bercampur tidak suka. Aneh, bertemu adik sendiri bukannya girang tapi malah terkejut.


"Mana dia?"ucapnya ketus.


" Makan" jawabku singkat.


Mas Gagah langsung berjalan menuju ruang makan. Terlihat Mas Guntur mengulas senyum saat Mas Gagah datang sambil mengunyah makanan di mulutnya.


Mas Gagah berhenti sejenak lalu menatap Mas Guntur tajam.


" Pulang sana, ngapain kesini?" ucap Mas Gagah ketus.


Haduh, suasana sore ini benar-benar mencekam pemirsah. Boleh tidak aku melambaikan tangan😁.

__ADS_1


"Galak banget Gah, aku kan mau kenalan sama istri cantik kamu itu,"ucap Mas Guntur sambil terkekeh.


Haduh Mas Guntur ini sengaja memperkeruh suasana apa bagaimana sih, tidak peka sekali kalau suamiku sedang marah, tapi sepertinya memang sengaja. Bu susi tolong tenggelamkan orang ini.


Mata Mas Gagah memerah, tangannya mengepal. Mode senggol bacok. Haduh kok serem sih Mas Gagah kalau marah. Ini pertama kalinya aku melihat Mas Gagah emosi.


Aku segera mengelus lengan Mas Gagah, berusaha menenangkan Mas Gagah agar tidak terjadi perang mahabarata di rumah ini.


"Mas makan dulu aja yuk, Mas pasti lelah, kalau mau marah sama Mas Guntur makan dulu aja deh, kan marah butuh tenaga, Mas Guntur sudah makan tuh, pasti sudah punya tenaga buat melawan Mas, kalau Mas cape, lemes nanti kalah" ucapku sambil menuntun Mas Gagah duduk di meja Makan, aku lalu melepaskan jas yang Mas Gagah pakai.


Guntur tertawa terbahak-bahak.


" Tenang Gah, aku tidak akan membuat istrimu jatuh cinta denganku seperti dulu pacarmu yang jatuh cinta padaku"


Ih bener-bener yah Mas Guntur ini mulutnya pengen banget aku comot, sudah tahu suamiku sedang emosi malah mulutnya nyinyir persis lambe-lambean di akun gosip.


Mas Gagah bangun dari duduknya lalu hampir saja menonjok Mas Guntur namun secepatnya aku cegah.


"Haduh, kalian berdua ini kakak beradik bukan sih, lama tidak jumpa bukannya kangen-kangenan malah mau tonjok-tonjokan, herman deh," aku mengerucutkan bibirku lalu meninggalkan mereka berdua.


Mas Gagah ternyata mengikutiku dari belakang sambil misuh-misuh tidak jelas. Mas Gagah bilang aku membela Guntur lah, ini lah itu lah.


Haduh padahal tuh aku tidak mau ada genderang perang di rumah ini, serem melihat laki-laki saling adu jotos.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Jangan lupa like, komen dan Vote yah, Ayok jangan jadi readers yang silence dong, suarakan pendapatmu tentang jalan cerita ini biar authornya semakin semangat.


Makasih sekali yah)


Oh ya kemarin makasih ya sama pendapat kalian, banyak juga ternyata yang usul di cetak😁 tapi nanti pada pesen yah😁 sebenernya tujuan author biar punya kenang2an aja, ada buku fisiknya.


Gak bisa milih dua2nya mbak say, di terbitkan dan d kontrak noveltoon, soalnya klo di terbitkan juga ada kontrak nya.

__ADS_1


Salam sayang,


Santypuji


__ADS_2