Kekasih Halal

Kekasih Halal
Part 57


__ADS_3

Aku mengajak Mas Gagah, Mas Guntur serta Kinar mengunjungi Lawang Sewu karena memang destinasi wisata yang terkenal di Semarang salah satunya adalah Lawang Sewu.


Lawang Sewu Bangunan peninggalan Belanda yang tampak megah di pusat Kota Semarang ini sangat ikonik dan terkenal di Semarang.Kita dapat menjumpai Lawang Sewu di Kawasan Bundaran Tugu Muda, kota Semarang, Jawa Tengah. Bangunan indah dan megah dengan dua menara kubah yang menjulang ini bisa membangkitkan jiwa petualangan yang ingin merasakan sesuatu yang baru, sesuatu yang menantang nyali.


Disebut Lawang Sewu karena arsitekturnya menyertakan pintu dan jendela-jendela berukuran besar yang banyak jumlahnya. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu.


Bila ingin menghitungnya dengan tepat, maka hanya terdapat 600 daun pintu di sana. Namun, jendela jendela yang besar khas jendela bangunan Belanda yang besar bisa di tambahkan untuk menggenapi jumlah kekurangan daun pintu tadi. Ya, secara harafiah, Lawang Sewu berarti seribu pintu, walau tidak tepat berjumlah seribu akan tetapi untuk menggambarkan betapa banyaknya pintu yang ada di dalam bangunan Lawang Sewu.


Sesampainya disana kami berempat langsung masuk kedalamnya. Mas Guntur sibuk jeprat sana jepret sini Alias memfoto keindahan yang ada di Lawang Sewu.


"Kinar, yuk selfi sama aku"ucap Mas Guntur yang melambaikan tangannya ke arah Kinar.


"Jangan mau Kin" Celetuk Mas Gagah.


"Nanti kamu hanya akan di jadikan koleksi di galeri Guntur,"ucapnya sambil terkekeh.


"Sembarangan, sudah alim gini lhoo Gah"


"Pret, itu di perjalanan tadi yang telfon sudah berapa wanita itu, 10 ada seperti" Ledek Mas Gagah.


"Ya makanya tidak di angkat Gah, kan sudah alim sekarang mah, sholat sudah 5 waktu lhoo." Mas Guntur terus saja membela diri, tidak mau kalah.


Kami berempat kembali mengelilingi bangunan yang sangat besar ini. Aku meminta Berfoto dengan Latar Belakang Arsitektur Kuno dengan Mas Gagah, jelas ada Mas Guntur yang memasang wajah masam karena melihat aku dan Mas Gagah foto dengan mesranya. Salah satu hal yang pasti dilakukan saat berkunjung ke suatu tempat wisata adalah berfoto.


Lalu kami berempat memberanikan diri untuk Menyusuri Ruangan Bawah Tanah.


Jika Kamu seorang yang pemberani, Kamu perlu mencoba beruji nyali di ruangan bawah tanah yang kental dengan aura mistis. Di Lawang Sewu basement ini, penuh dengan penjara berdiri yang lebarnya hanya satu jengkal.


Mas Guntur memegangi bahu Kinar. Aku berdehem cukup keras hingga Mas Guntur melirik ke arahku.


"Apa sih Nay"


"Tangan itu"


" Ya Ampun, ini kan lagi usaha"


Mas Guntur lalu melepaskan pegangannya sambil mengerucutkan bibirnya.


Selesai menyusuri ruang bawah tanah kami melihat-lihat miniatur kereta api. Disini juga bisa Belajar Sejarah Kereta Api.


Sejatinya, Lawang Sewu merupakan museum kereta api. Di tempat ini, pengunjung bisa belajar tentang pembuatan kereta api dari awal hingga akhir, sejarah tentang kereta api, bahkan ada miniatur-miniatur lokomotif.


"Gerbong Kereta api ini bagaikan mantan Mas Guntur"ucap Kinar melirik Guntur. Mas Guntur mengernyitkan dahinya.


"Beruntun"sambung Kinar.


Aku dan Mas Gagah tertawa, begitu juga dengan Kinar.


" Nama nya juga sedang berkelana mencari yang ter ter terbaik Kin, eh ternyata Gak jauh-jauh di jepang, disini juga ada"

__ADS_1


"Gombal." Kinar menggandeng tanganku. Sementara Mas Guntur dan Mas Gagah mengikuti di belakang. Biarlah sekali-kali mereka akur😆.


Kinar menghentikan langkahnya, Kinar terdiam lalu berbalik, kini Kinar menghadap Mas Guntur.


"Kenapa? jangan kesambet disini Kin"ucap Mas Guntur.


"Kenapa?"tanyaku.


Kinar masih terdiam, matanya kini mulai berkaca-kaca. Aku melihat dari kejauhan ada sepasang laki-laki dan perempuan yang sedang berjalan-jalan melihat-lihat bangunan lawang sewu.


Mas Guntur yang mengerti dengan situasi saat ini langsung menggengam tangan Kinar. Mas Guntur berjalan lebih dulu. Aku dan Mas Gagah mengikutinya dari belakang.


" Kamu cantik, kamu menarik, dia tidak pantas untukmu, jangan lepaskan genggaman tanganku" Bisik Mas Guntur di telinga Kinar.


Sampai akhirnya mereka berpapasan, laki-laki itu tampak gugup di depan Kinar, tapi ada kilat kemarahan juga dimatanya.


"Kinar" Sapanya.


"Reno,"Kinar menyapanya kembali.


"Siapa?"


"Itu siapa juga?"


Mereka berdua nampak canggung.


"Sayang itu temanmu?" Kinar terkejut mendengar Mas Guntur memanggilnya sayang.


Aku langsung menengahi kecanggungan mereka dengan mengajak Mas Guntur dan Kinar segera berjalan lagi karena belum sepenuhnya melihat lawang sewu ini.


Akhirnya kami meninggalkan Reno dengan ekspresi Reno yang sepertinya memendam kekesalan.


"Kamu jangan mau diberi harapan palsu Kin sama laki-laki begitu"Ucap Mas Guntur.


"Kamu juga suka begitu ke perempuan" Celetuk Mas Gagah.


"Diem Gah ih"


Mas Gagah tersenyum. Aku menutup mulut Mas Gagah dengan telunjukku.


"Kin, itu tadi pacarmu?"tanya Mas Guntur.


Kinar mengangguk dengan wajah lesu.


"Kin, jangan pernah terlihat frustasi di depan pasangan, apalagi tak lagi peduli pada penampilanmu sendiri. Bagaimanapun juga kamu harus tetap tampil menawan di depannya. Meski di dalam kamu sangat tergoncang, tapi usahakan tetap tampil tangguh di hadapannya. Sikapmu ini bakal membuat pasangan segan"


Kinar kembali mengangguk. Menurutku apa yang dikatakan Mas Guntur benar adanya. Mungkin karena Mas Guntur lebih pengalaman dalam hal cinta.


"Kin, tekankan padanya bahwa apa yang dia lakukan sudah merusak komitmen dan menginjak harga dirimu. Pastikan dia tahu bahwa tak seorang pun berhak mendapat perlakuan macam ini, apalagi kamu. Tapi tetap jelaskan secara elegan dan tanpa emosi ya. Pasanganmu justru bakal terpesona dengan ketenanganmu" Sambung Mas Gagah mencoba menenangkan Kinar.

__ADS_1


"Hafal banget" ucap Mas Gagah.


"Petualang cinta mah sudah biasa menggadapi seperti ini Gah"ucapnya jumawa.


Kinar tersenyum melihat penuturan Mas Guntur.


"Nah itu senyum kan cantik, tenang, dari pada dia, ganteng juga aku."Mas Guntur terkekeh.


"Kamu ini mau menenangkan apa mau modus sih Mas?"Tanya Kinar.


"Ya dua-duanya, sambil menyelam minum air"


"Dih"


"Ya sudah ayo kita lanjut lagi, kan kita kesini mau senang-senang, bukan mau bersedih"ucapku.


Kami berempat melanjutkan berkeliling di lawang sewu dan berselfi untuk mengabadikan moment selama di Semarang ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Mf klo bnyk typo, lg nulis d tarik2 dede trs minta ke pasar malam🤦, ya wis tek tinggal ke pasar malam dulu yah)


Jangan lupa like, komen dan Vote.


Salam sayang,

__ADS_1


Santi puji


__ADS_2