Kekasih Halal

Kekasih Halal
Part 58


__ADS_3

Setelah puas berkeliling Lawang Sewu, Aku dan yang lain mencari makanan khas Semarang.


Kota yang diberi julukan Venetie van Java (Venesia di Pulau Jawa) ini tidak hanya menawarkan keragaman destinasi wisata yang menarik, tapi juga makanan khas yang akan membuatmu gagal diet🤭. Tidak heran jika pada tahun 2015, Semarang dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata kuliner unggulan oleh Kementrian Pariwisata.


Aku mampir di salah satu tempat makan, Aku sengaja memesan makanan Khas semarang, Mas Gagah dan Mas Guntur pasti belum pernah merasakan makanan Khas Semarang.


Aku memesan Sate Buntel dan Pepes Opor lalu Mangut welut, tahu gimbal, es puter dan Mie kopyok. Mas Gagah dan Mas Guntur nampak bingung melihat makanan yang aku pesan.


"Kin, kamu Gak lagi diet kan?"tanyaku meledek.


"Gak lah, sudah langsing ramping kaya model luar negri gini"ucapnya jumawa.


Aku tergelak, sahabatku yang satu ini walaupun sedang patah hati tapi masih saja bisa bercanda.


Kami berempat makan bersama dengan lahap, apalagi Kinar. Entahlah mungkin ia mencurahkan kesakitan hatinya pada makanan.


"Kinar." Mas Guntur menatap ke arah Kinar yang memang ada disebrangnya.


"Hemm." Kinar masih sibuk mengunyah makanan.


"Type kamu seperti apa sih?"


"Hah, emm... ya kalau gak 21 ya 27 lah yang cicilannya tidak mahal,"ucapnya dengan begitu santai.


Aku tertawa, aku tahu Kinar bukannya tidak mengerti dengan pertanyaan Mas Guntur, tapi mungkin saat ini Kinar sedang malas membicarakan perihal cinta apalagi type laki-laki yang dia suka. Baru beberapa jam lalu di hianati soalnya🤭.


Mas Guntur dan Mas Gagah mengerutkan dahinya.


"Serius Kin"ucap Mas Guntur.


"Ya, aku sih tidak punya kriteria khusus Mas, yang penting baik, baik sama kedua orang tuaku juga, terus juga takut sama Allah, biar takut juga kalau mau nyakitin aku" Jawabnya.


"Gak ada kriteria ganteng dan mapan gitu?"tanyaku pada Kinar.


"Ya pasti ada lah, tapi itu bonus sih, gak harus yang utama banget"jawabnya.


Yupz, aku dan Kinar bukan type wanita yang neko-neko, menurutku juga tampan itu bonus. Karena fisik itu akan memudar pada waktunya tapi berbeda dengan sikap dan hati. Sedangkan mapan bisa di cari bersama, tapi jika sudah mapan, siapa sih yang Gak mau🤭 karena hidup itu memang harus realistis.


"Kamu berbeda sekali dengan kebanyakan perempuan-perempuan yang dekat denganku selama ini."Mas Guntur menatap Kinar lekat.


Kinar pun menatap Mas Guntur, "Perempuan-perempuan? dasar crocodile"ucapnya ketus.


Mas Gagah tergelak, " Gimana sih kamu Gun, buka kartu sendiri"


"Maksudku bukan begitu Kin, oke lah aku playboy tapi aku bukan tukang selingkuh kaya pacarmu itu, aku kalau sudah tidak nyaman ya putus lah, Gak main selingkuh, itu sih bukan Guntur banget"ucap Mas Guntur mencoba menjelaskan pada Kinar.


"Ya sudah sih, Mas Guntur masih banyak waktu kok buat usaha, Kinar juga masih muda, masih kuliah, masih panjang jalan kedepannya, Mas Guntur tinggal buktikan kalau Mas Guntur memang sudah berubah"ucapku sedikit menasehati.


"Iya, kalian berteman saja dulu, siapa tahu teman jadi demen."Mas Gagah tergelak.

__ADS_1


Kinar mencubitku karena terus di ledek aku dan Mas Gagah.


Selesai makan Mas Gagah membantuku mengelap mulutku dengan tisyu lalu mengelap tanganku juga dengan tisyu. Perhatian kecil dari Mas Gagah mampu membuat hatiku seperti di guyur segentong berbagai macam bunga, kecuali bunga bangkai yah,hehe.


Kinar dan Mas Guntur memperhatikan sikap Mas Gagah padaku.


"Ya ampun Gah, bikin iman jomblo naik turun nih"Celetuk Mas Guntur dengan tatapan sebalnya.


Aku tertawa, " Di simpan Mas apa yang tadi Mas lihat, nanti praktekin deh sama istrinya, istrinya lhoo"


"Jomblo Nay aku tuh"


"Di depan Kinar saja bilang jomblo, nanti kalau sudah sampai Jakarta ya lain cerita,"Ledek Mas Gagah.


"Dih, pencemaran nama baik itu."Mas Guntur membela diri.


"Ih, sudah ayo pulang, jangan bertengkar disini."ucapku sambil menggandeng tangan Mas Gagah.


"Nay, beli oleh-oleh dulu yuk, besok kan kita akan kembali ke Jakarta"


Aku terdiam, entahlah aku masih takut, tapi aku juga tidak mau jauh dari Mas Gagah. Sepertinya Mas Gagah tahu kekhawatiranku.


Mas Gagah menggenggam tanganku lalu menatap mataku.


"Dek, Mas akan menjagamu, jangan khawatir" ucapnya begitu meyakinkanku.


Aku tersenyum sumringah, kali ini aku sangat mau jika hubunganku dengan Mas Gagah diketahui banyak orang, agar semua wanita di ponsel Mas Gagah yang bagaikan asrama wanita itu tahu diri dan mundur alon-alon.


"Jangan lupa undang aku lhoo,"ucap Kinar.


"Iya, tenang saja, nanti aku akan siapkan tiket pesawat atau kereta untuk kamu dan keluargamu juga Kin."Mas Gagah memang begitu baik.


"Tidak perlu Gah, biar aku yang jemput saja." Mas Guntur menawarkan diri.


"Dih, modus,"Celetukku.


"Namanya juga usaha Nay"


Aku tergelak, Mas Guntur ini benar-benar gencar mendekati Kinar. Tapi siapa sih yang tidak suka dengan Kinar, sahabatku yang sangat baik ini memang pantas untuk dicintai, bahkan jiwa crocodile Mas Guntur pun luntur didepan Kinar.


Akhirnya kami berempat keluar dari rumah makan dan mencari tempat oleh-oleh khas Semarang.


Menurut Mas Gagah jika berlibur atau jalan-jalan di sebuah kota tak lengkap rasanya jika tidak membawa buah tangan. Apalagi jika daerah terebut memiliki beberapa oleh-oleh khas yang tersohor.


Jika sedang berlibur ke kota Semarang, ada beberapa cindera mata khas Semarang yang tidak boleh dilewatkan. Karena selain makanan ada juga cindera mata berupa barang. 


Sampai di kedai yang menjual oleh-oleh khas Semarang, kami langsung masuk dan memilih-milih apa saja yang akan di beli.


Ada oleh-oleh khas semarang seperti wingko babat. Olahan dari tepung ketan dan campuran kelapa yang membuat rasanya sangat khas.

__ADS_1


Ada juga Tumpi yang merupakan makanan kering khas Semarang yang juga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh. Bentuknya seperti peyek dengan topping kacang hijau yang memiliki rasa gurih dan renyah.


Lalu torakur yang berarti tomat rasa kurma ini adalah olahan tomat yang dikeringkan kemudian dijadikan manisan. Rasanya memang menyerupai buah kurma dari Arab untuk itu disebut Torakur.


Ada juga Lontong Spekkoek merupakan inovasi baru dari kue spekkoek yang dibentuk menyerupai lontong.


Semua makanan itu sudah masuk keranjang belanjaan. Mas Gagah dan Mas Guntur sedang melihat kaos-kaos juga.


Rasanya memang tak lengkap jika tak menjadikan kaos sebagai oleh-oleh Khas Semarang. Kaos tersebut adalah kaos Costa Brava Van Java yang menjadi buatan asli anak Semarang. Desainnya yang unik dan freh akan membuat kaos ini tak ketinggalan jaman.


Selesai membeli oleh-oleh yang ternyata lumayan banyak karena Mas Guntur juga membeli lumayan banyak juga untuk orang tua Kinar, sebagai bentuk usahanya juga untuk mendapatkan Kinar tentunya😆.Kami berempat bergegas pulang karena hari semakin sore.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Maaf ya kemarin Gak Up,.lagi gabut banget, kadang penulis juga ada waktunya memang benar-benar tidak ada ide atau Gak ada mood bt nulis dan moodboster nya biasanya klo q tuh nnton drama cina/korea atau bisa juga baca novel kesukaan dan itu tuh bisa kembaliin mood jd bagus lagi.


Terus entahlah lagi kesamabet apa😆😆 tiba2 q jd demam tiktok, klo yg punya tiktok boleh lah follow akun q nonasan69🤭🤭terimakasih atas pengertiannya jangan lupa like komen dan Vote)


Salam sayang,


Santypuji

__ADS_1


__ADS_2