
Pagi ini aku mencuci di sungai sendirian, entahlah mungkin karena bukan hari minggu jadi yang mencuci di sungai hanya diriku sendiri. Jika hari Minggu biasanya banyak remaja-remaja yang mandi dan mencuci disini. Kinar diajak juga tidak mau, tumben sekali, padahal katanya hari ini ada jam kuliah jam 10, tapi pagi ini katanya sibuk menggarap tugas. Oke lah tak apa aku sendiri.
Pagi ini tumben sekali saat mencuci tiba-tiba aku mengingat kembali kejadian hari itu, tragedi itu, yang membuatku akhirnya menikah dengan Mas Gagah.
Sambil menyikat dan menggilas baju diatas batu pipih aku mulai melamunkan saat-saat indah dengan Mas Gagah. Aku tersenyum sendiri. Ah sebulan lamanya tidak bersua rasanya sungguh rindu sekali. Hanya membayangkan saja rasanya sudah deg degan segila ini, entahlah rasa itu ada hanya untuk Mas Gagah.
Walaupun pernikahanku karena tragedi, tapi percayalah aku mencintainya. Ya aku mengakui aku mencintainya. Aku menyayanginya, sikap Mas Gagah yang selalu membuatku merasa menjadi wanita beruntung.
Tiba-tiba aku merasa bersalah karena sudah singgah di kampung selama sebulan penuh. Seharusnya yang di hukum bukan Mas Gagah. Namun aku bertekad akan kembali lagi dan berusaha lebih dewasa lagi dalam bersikap.
"Adek..."
Aku menepuk pipiku, sepertinya aku mendengar suara Mas Gagah, ah iya lupa aku kan sedari tadi sedang berhalu mengenang kebersamaan dengan Mas Gagah.
"Adek..."
Eh, tapi kok seperti nyata yah suara itu. Aku langsung membasuh mukaku dengan air sungai agar fresh terlebih otakku juga agar fresh, tidak menghalu berlebihan.
"Sayang"
Hah, suaranya semakin nyata, aku mendongakkan kepalaku ke atas. Deg... Ya Allah Gusti, aku mengucek kedua mataku. Apa yang diatas itu benar-benar Mas Gagah.
Mas Gagah menghampiriku, lalu mengusap kepalaku. Haduh hatiku langsung meleleh. Jantungku memanas. Rasanya ingin sekali menceburkan diri ke sungai, biar adem gitu😊 eh tapi aku langsung ingat, aku tidak bisa berenang.
"Ma...s" Sapaku sedikit tergagap.
"Iya..."
Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku lalu membukanya kembali. Benar, aku tidak sedang berhalusinasi.
"Mas Gagah?"
"Iya Adek manis,"ucapnya sambil tersenyum.
Demi Allah, rasanya nyes sekali melihat senyumannya, senyuman yang selalu ku rindukan. Senyuman yang sudah sebulan lamanya tidak ku lihat kini ada didepan mataku.
"Jangan melamun Sayang, nanti bajunya hanyut lagi,"katanya sambil terkekeh.
"Eh, ih Mas Gagah." Aku memukul lengan Mas Gagah.
Sebulan tidak bertemu dengan kekasih halalku, kok rasanya malu sekali saat kembali bertatap muka seperti ini, seperti ada desiran yang membuat hatiku menggeleser. (Apaan tuh menggeleser😆😆)
Ya pokoknya begitulah.
Aku memfokuskan kembali ke cucian, rasanya aku masih sangat malu untuk bertatap-tatapan dengan Mas Gagah. Sementara Mas Gagah terus saja menatapku. Sesekali aku juga meliriknya.
"Sayang"
Aku melirik Mas Gagah, "Iya Sa..yang." Ku beranikan diri memanggil Mas Gagah dengan sebutan sayang juga walaupun dengan terbata.
Wajah Mas Gagah langsung berubah, ada pancaran kebahagiaan disana.
Mas Gagah mendekat dan lebih mendekat kearahku, untung saja pagi ini tidak ada siapapun selain kita berdua. Bukan karena takut di grebeg, hey ingat kita berdua sudah sah. Tapi rasanya masih canggung saja untuk bermesraan di tempat terbuka seperti ini.
__ADS_1
"I Love You," Bisiknya ditelingaku.
Degup jantungku semakin tak beraturan. Pagi ini sudah di suguhi manisnya cinta dari Mas Gagah.
"I love you Nay,"bisiknya lagi.
Sumpah demi apa, ini pertama kalinya Mas Gagah bilang cinta, tapi aku merasa geli sendiri. Kenapa mengatakannya harus di sungai seperti ini sih Mas.
Aku mengerucutkan bibirku, aku belum menjawabnya, aku pura-pura merajuk.
" Kenapa Dek? kamu tidak suka yah Mas mengatakan hal itu?"
Aku menggeleng pelan. Mas Gagah mengernyitkan dahinya.
"Lalu?"
"Mas ini, katanya kaya 7 turunan 7 tanjakan 7 belokan 7 persimpangan tapi mengatakan cinta saja tidak ada romantis-romantisnya, masa di sungai seperti ini, dengan keadaan aku yang seperti inem ini"
Tawa Mas Gagah langsung pecah, Mas Gagah tertawa terbahak-bahak.
"Tapi tempat ini tempat bersejarah untuk kita sayang"
"Bersejarah apanya, yang ada ini tempat kelam untuk kita Mas, kita di tuduh melakukan hal tak senonoh disini,"jawabku.
"Mas tidak perduli, yang terpenting gara-gara tempat ini, Mas akhirnya menemukan jodoh yang terbaik yang sangat Mas cintai,"ujarnya sambil tersenyum manis, manis sekali pokoknya😊.
Aku benar-benar tersipu dan bahagia sekali mendengar pengakuan Mas Gagah.
"Bisa saja kamu Mas." Aku mengambil air dengan tanganku lalu menyiramkannya ke arah Mas Gagah.
"Eh, mau main-main rupanya"
Mas Gagah langsung turun ke sungai lalu memelukku dan menceburkan diri bersama denganku.
"Mas...aku takut"
"Ada Mas Sayang"
Aku memeluk erat Mas Gagah, aku takut hanyut seperti waktu itu. Tapi kali ini Mas Gagah benar-benar menjagaku dengan baik. Cengkramanku tidak lepas dari tubuh Mas Gagah. Sebulan tidak bertemu rasanya Kangen bin rindu, ah sama saja ya.
Apa yang terjadi selanjutnya ketika kita berdua sudah basah kuyup seperti ini. Hahaha jangan membayangkan yang tidak-tidak yah, karena ini tempat terbuka. Kita berdua hanya saling tatap, mataku dan mata Mas Gagah menyiratkan kerinduan yang mendalam.
Aku dan Mas Gagah berpelukan beberapa detik sebelum aku protes untuk menepi dan menyudanhi basah-basahan di sungai. Basah-basahannya nanti saja di tempat yang aman ya Mas🤭.
"Kenapa?" tanyanya.
Aku menggeleng.
" Takut terciduk lagi?"
Aku mencubit perut Mas Gagah.
Mas Gagah terkekeh, " Jika kita harus dinikahkan untuk yang kedua kalinya Mas tidak akan menolak juga Dek"
__ADS_1
Aku tersipu malu, " Ah sudah, ayo cepat bantu Adek mencuci ini semua, Adek mau bertanya banyak kenapa Mas bisa sampai sini dan tidak mengabari Adek"
"Iya, iya, ya sudah ayo Mas bantu"
Mas Gagah dan aku segera menyelesaikan acara cuci mencucinya dan kita berdua pulang dalam keadaan basah kuyup. Cukup dingin tapi hatiku sangat hangat jadi dingin di tubuhku tidak terlalu terasa😊. Tenang, kali ini ada Mas Gagah yang akan menghangatkan semuanya hatiku juga tubuhku🤭. Karena masa nifasku juga sudah selesai, sepertinya malam nanti akan menjadi malam yang panjang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
( Yang dari kemarin sudah kangen sama Mas Gagah, Nih Mas Gagah sudah muncul, gimana gimana Mas Gagah dan Inayah? tambah mesra yah.
Ingat pesan Abah, SEHATI bukan karena Memberi, tapi sehati karena saling Memahami.
CINTA bukan karena Terpesona, tapi cinta karena saling Terbuka.
BETAH bukan karena Mewah, tapi betah karena saling Mengalah.
BERSAMA bukan karena Dunia, tapi bersama karena SALING MENGISI.
INDAH bukan karena selalu Mudah, tetapi indah karena dihadapi bersama setiap Kesusahan.)
Salam sayang,
Santy puji
__ADS_1