
Aku dan Mas Gagah pulang dalam keadaan basah kuyup. Mas Gagah membantuku membawakan keranjang cucian, rasanya lucu sekali, biasa membawa tas kantor dan berdasi, kini Mas Gagah dengan baju basah kuyup membawa keranjang cucian. Tapi dimataku, Mas Gagah tetaplah tampan dan selalu tampan. (Ya lah, lakik sendiri 🤭)
Sesampainya di rumah, aku langsung masuk ke kamar mandi. Sebelumnya keadaan kamar mandi dan dapurku sangat memprihatinkan. Ibu sempat kaget namun aku beri penjelasan. Akhirnya Ibu legowo dan mau memaafkan perbuatan Pak Adi. Dapurku juga sudah direnovasi sehingga sudah bisa digunakan kembali.
Walaupun aku jauh dari Mas Gagah, tapi Mas Gagah masih sering memberikanku uang, bahkan semua renovasi dapur di biayai Mas Gagah.
Ibu yang saat itu sedang memasak didapur mengernyitkan dahinya. Ibu kaget melihatku dan Mas Gagah basah kuyup.
"Tenang Bu, aku tidak tenggelam untuk yang kedua kalinya,"ledekku pada Ibu.
Ibu menepuk lenganku,"Ibu akan tenggelamkan Gagah juga jika sampai kamu tenggelam Nay"
Aku terkekeh, aku masuk ke kamar mandi, sementara Mas Gagah masuk keruang tengah. Mas Gagah mengambil perlengkapan mandi dan juga baju ganti. Setelah itu bergegas ke kamar mandi.
Mas Gagah mengetuk pintu kamar mandi.
"Dek..."
"Hemm, iya Mas," Aku mengeluarkan sedikit kepalaku dari celah pintu yang aku buka sedikit.
"Mas mau masuk"
Mataku melotot,"Ih Mas gantian dong"
"Bareng saja biar cepat"
Astagfirullah, suamiku ini, sedang ada Ibu didapur masih sempat-sempatnya ingin mandi berdua. Ih kan malu.
Aku mendorong pintu kamar mandi,"Malu ih"
Tidak mau kalah, Mas Gagah ternyata mendorong juga dengan kuat hingga pintu terbuka semakin lebar, aku terlonjak.
"Kita sudah menikah, Ibu pasti memaklumi,"ucapnya sambil masuk lalu langsung mengunci pintunya dari dalam.
Haduh Mas Gagah ini, di desa dengan di kota lain atuh Mas. Tapi akhirnya aku membiarkan Mas Gagah masuk dan mandi dengan janji tidak akan berbuat macam-macam di kamar mandi.
Satu bulan tidak bertemu, tidak kontak fisik rasanya canggung sekali. Aku bahkan meneguk salivaku saat melihat tubuh Mas Gagah tanpa sehelai benang pun. Jantungku berdegup kencang, padahal jangankan melihat, akupun sudah menyentuhnya dan mengunyel-nguyelnya sesuka hati. Tapi karena LDR 1 bulan inilah yang membuat aku berada pada mode CANGGUNG.
Mas Gagah menyiram tubuhku dengan air, Mas Gagah memperlakukanku dengan baik, membantuku mandi seperti emak memandikan anaknya. Tapi bedanya disini aku masih menggunakan dalaman lengkap. Aku merasa risih jika sampai polos.
"Buka Dek"
"Tidak mau,"jawabku.
"Adek, nurut."Sorot Mata Mas Gagah terlihat menuntut.
Akupun membiarkan Mas Gagah membukanya, membuka dalaman yang masih melekat ditubuhku.
Aku melihat ada sorot mata penuh hasrat dari mata Mas Gagah ketika memandang tubuhku sepersekian detik hingga akhirnya mengalihkannya pada gayung dan air yang ia siramkan lagi ke tubuhku.
__ADS_1
Aku dan Mas Gagah mandi berdua tanpa suara. Walaupun Mas Gagah sudah bilang tidak akan melakukan hal lebih, tapi Mas Gagah hanyalah laki-laki normal yang juga memiliki hasrat. Aku melihat tower di bawah sana sudah menjulang tinggi siap memancarkan sinyal-sinyal kerinduan yang sudah lama terpendem🤭.
Tapi tenang saja Mas Gagah menepati janji Kok, kita hanya mandi tidak lebih. Selesai mandi dan berganti baju aku dan Mas Gagah bergegas kedepan. Mas Gagah bilang ia datang kemari bersama Guntur.
Aku sedikit terkejut saat sudah sampai di teras rumah. Ku lihat Kinar sedang tertawa riang saat berbincang dengan Mas Guntur.
Aku menghampiri mereka berdua lalu mencubit lengan Kinar.
"Aw, ih Nay, main cubit aja"
"Ih Niy, mi'in cibit iji,"ucapku menirukan gaya Kinar berbicara.
Kinar tersenyum simpul. Apa maksudnya coba masih bisa tersenyum seperti itu. Di ajak aku mencuci bersama tidak mau, eh ternyata mau bertemu Guntur toh.
"Katanya sibuk pagi ini? sibuk ketemu Mas Guntur?"Sindirku, Aku lalu duduk disebelah Kinar.
"Bukan seperti itu, ini itu bagian dari rencana memberi kejutan untukmu, kan kamu berniat pulang ke Jakarta kemarin kan tapi aku tahan karena memang Mas Gagah dan Mas Guntur mau kesini, jemput kamu Nay,"ucap Kinar mencoba menjelaskan.
Aku mengangguk, " Iya tenang saja, tadi aku bercanda kok,"ucapku sambil tersenyum lebar.
"Gah, pagi-pagi sudah keramas saja, Woy di rumah mertua nih"Ledek Guntur.
"Memangnya kalau dirumah mertua keramas tidak boleh?"
"Ih Gak ada risihnya sama sekali apa Gah?"Celetuk Guntur.
"Ya kenapa risih, kan cuma keramas"
"Ada dong"
"Tahan nanti malam apa Gah, langsung hajar aja, kasihan Inayah,"Cerocos Guntur.
" Apaan sih Mas Guntur, tadi tuh bukan adegan apa-apa, aku dan Mas Gagah terjebur di sungai, jadi ya basah semua lah,"ucap Kinar mencoba menjelaskan.
"Noh, otakmu ini isinya jorok-jorok terus," Mas Gagah menjitak kepala Guntur.
Mas Guntur langsung mengaduh sambil mengelus kepala yang terkena jitakan dari Mas Gagah.
"Makanya kewong, biar yang ngeres-ngeres keluar, tidak di pendam disini," sambung Mas Gagah sambil menunjuk ke arah kepala Mas Guntur.
"Nikah dulu Gah, baru kewong,"Jawab Guntur.
"Sudah ih, aku jewer dua-duanya nih"ucapku sambil melirik mereka berdua secara bergantian.
Mas Gagah dan Mas Guntur reflek memegangi kedua telinganya. Mereka berdua menggeleng pelan. Aku tertawa kecil dengan Kinar. Tingkah Mas Gagah dan Mas Guntur jika sedang berdekatan itu memperlihatkan sisi lain dari keduanya yang terkenal tampan dan berwibawa.
Aku beranjak dari tempat dudukku karena ingin membantu Ibu memasak sarapan untuk makan kami nanti. Mas Gagah akhirnya mengekoriku dari belakang. Sebelum sampai dapur, Mas Gagah menarik pinggangku lalu memelukku dari belakang.
"I Love You"ucapnya lirih tepat ditelingaku.
__ADS_1
Bulu kudukku langsung meremang. Bukan karena melihat hantu. Tapi kata-kata yang Mas Gagah bisikan membuat seluruh persendianku lemas. Mas rahim Adek mendadak menghangat jika dekat denganmu Mas🤭🤭.
"Nay... Nay." Aku mendengar panggilan Ibu. Aku hendak melepaskan pelukan Mas Gagah. Namun Mas Gagah malah semakin mengeratkan pekukannya.
"Jawab dulu"
"Aku juga tresno maring sliramu Mas,"jawabku dengan bahasa jawa.
Mas Gagah mengerutkan keningnya. Aku langsung meloloskan diri dari pelukan Mas Gagah dan bergegas menghampiri Ibu.
Mas Gagah tidak tinggal diam, ia menyusulku kedapur. Mas Gagah lalu mendekati Ibu.
"Ibu"
"Iya, kenapa Mas Gagah"
"Gagah mau tanya, apa sih artinya aku tresno sliramu"
Aku langsung terkejut ketika Mas Gagah menanyakan hal itu pada Ibu. Ih ampun suamiku ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
( Jangan lupa like, komen dan Vote. Maaf ya baru Up, tadi siang ada tamu, teman silaturahmi, terus tadi habis kerokan juga. Sehari di guyur hujan rasanya adem bgt, tapi ya gitu masuk angin)
Quotes: Kemuliaan manusia tidak terletak dari apa yang ia miliki, melainkan dengan apa yang ia beri.
Matahari memiliki api, tetapi mengisi alam semesta dengan menerangi.
Salam sayang,
__ADS_1
Santy puji