Kekasih Halal

Kekasih Halal
Part 49


__ADS_3

🌺🌺KETIDAKBERDAYAAN SEORANG MANUSIA YANG ADA DI DUNIA INI AKAN MEMBUAT HATI DAN JIWANYA PENUH KEBIMBANGAN DAN KERAGUAN AKANKAH DIRINYA BENAR - BENAR BERPASRAH DIRI PENUH PENGHARAPAN HANYA KEPADA ALLAH SWT ATAUKAH DIRINYA MALAH TERBAWA DALAM DUKA DAN KEPUTUSASAAN.🌺🌺


🌺🌺PERJALANAN HIDUPMU TIDAKLAH MUNGKIN SAMA DENGAN PERJALANAN HIDUPKU NAMUN BUKAN BERARTI KAMU MERASA BINGUNG DENGAN PERISTIWA YANG KAMU ALAMI MAKA LANJUTKANLAH PERJALANANMU DENGAN BAIK AGAR KAMU MENGERTI ADA RAHASIA APAKAH DI BALIK KISAH PERJALANAN HIDUPMU🌺🌺


"Aku kehilangan bayiku Ayah, aku kehilangan calon anakku, aku tidak mau kehilangan istriku, aku sangat mencintainya,"ucap Mas Gagah sesenggukan.


Ibu terkejut, Ibu menutup mulutnya dengan kedua tangannya lalu menangis histeris. Mas Guntur langsung berusaha menengkan Ibu.


Ibu bersimpuh di hadapan Mas Gagah dan Pak Adi.


"Tolong lepaskan anakku Nak Gagah, Inayah sudah cukup menderita, tolong pak Adi, lepaskan anak saya, saya berjanji akan membawa pergi anak saya, tolong hentikan kekejaman ini," Teriak Ibu Fatimah.


Mas Guntur berusaha mengajak Bu Fatimah untuk duduk kembali karena semakin banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berempat.


Mas Guntur juga merasa sangat sedih dan terlebih kecewa pada Ayahnya karena begitu memaksa Gagah dan aku berpisah padahal menurutnya aku adalah gadis baik-baik.


Bu Fatimah duduk di sebelah Mas Gagah lagi, lalu menggenggam kedua telapak tangan Mas Gagah.


"Ibu mohon lepaskan Inayah, talak dia saat ini juga,"ucap Ibu bercucuran air mata.


Mas Gagah menggeleng," Tidak ibu, aku tidak akan mengucapkan kata itu, aku tidak mau, aku mencintai Inayah."


"Jika kamu mencintainya, lepaskan Nak, sebelum Inayah semakin menderita."


Mas Gagah menatap Bu Fatimah, " Aku yang akan menjaganya, sekalipun aku harus melawan Ayahku sendiri, itu janjiku Bu,"ucap Mas Gagah mantap.


Pak Adi baru menyadari ternyata anaknya benar-benar mencintai istri mungilnya. Kebahagiaanku adalah kebahagiaan Mas Gagah.


Bu Fatimah terdiam lalu pergi ke mushola meninggalkan Mas Gagah. Untuk saat ini Mas Gagah sedang tidak bisa dibujuk, Bu Fatimah memilih untuk sholat dan mendoakan anaknya.

__ADS_1


Aku keluar dari UGD, namun tidak dipindahkan ke ruangan rawat inap, tapi ke ruangan kuretase. Yah aku kehilangan bayiku😭.


Mas Gagah menatapku sendu saat suster membawaku ke ruangan kuretase. Mas Gagah menonjokan tangannya di dinding rumah sakit.


Pak Adi langsung menghampiri Mas Gagah dan menghentikannya.


"Ayah minta maaf Gah, ini semua gara-gara Ayah." Pak Adi menunduk malu.


Andai laki-laki yang sudah menua ini bukan ayahnya mungkin Mas Gagah akan menghajarnya sampai babak belur.


Tapi Mas Gagah masih waras, walau bagaimanapun laki-laki yang sudah menua ini adalah ayah kandungnya. Mas Gagah tidak bisa berbuat apa-apa selain bersabar.


"Jangan minta maaf padaku, minta maaflah pada istriku,"jawabnya dengan nada ketus.


Mas Guntur hanya diam menatap interkasi antara kakaknya dan Ayahnya. Sejak Ibunya tiada, Ayahnya memang jadi tidak terkontrol. Apalagi masalah bisnis, Pak Adi sering sekali berlaku kejam pada pesaing bisnisnya. Tidak ada lagi yang bisa melembutkan hatinya.


"Jangan benci Ayah Gah, ayah hanya memiliki kalian berdua,"ucapnya lirih.


"Ayah tidak memikirkan itu sebelumnya, bahkan saat aku mengatakannya didepan semua orang ayah waktu itu tidak perduli,"kata Guntur mencoba mengingatkan ayahnya kembali waktu itu.


"Maaf"


"Terlambat ayah, Inayah pasti akan kecewa jika tahu bayinya tiada"


Mas Gagah tiba-tiba menangis lagi. Andaikan saat itu ia menerima ajakan istrinya agar hari Minggu ini menemaninya selama 24 jam pasti semua ini tidak akan terjadi.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


( Ada yang SAH tapi menyakitkan😡 Sama menyakitkannya seperti saat kamu SAH menjadi seorang suami, namum bukan aku istrinya😆)


Jangan lupa like, komen, vote, makasih😘😘


Salam sayang,


Santy puji

__ADS_1


__ADS_2