
Alhamdulillah kami sampai rumah dengan selamat. Aku merasa sangat lelah, aku masuk kedalam rumah lalu duduk di sofa dan meluruskan kedua kakiku. Mas Gagah duduk disebelahku, Kinar juga tidak langsung pulang melainkan ingin istirahat sejenak di rumahku. Kaki Kinar juga pasti pegal-pegal juga.
Mas Guntur masuk kedalalm rumah sambil menenteng oleh-oleh yang kami beli tadi. Mas Guntur lalu memilah-milah oleh-oleh apa saja yang akan ia berikan pada Kinar.
"Kinar, nanti bawa ini yah,"ucap Mas Guntur sambil memberikan bingkisan satu plastik besar pada Kinar.
"Banyak banget sih Mas, mana mahal-mahal"
"Ini tidak akan membuatku miskin kok, tenang saja"ucap Mas Guntur sambil terkekeh.
Kinar memutar bola matanya, "Oh ya, duit Mas kan banyak, apakabar aku yang hanya seorang mahasiswa, punyanya uang receh"
"Nanti kamu juga punya banyak uang kok Kin"
Kinar menatap Mas Guntur, "Tau dari mana kalau nanti aku bakal punya uang banyak?"Tanya Kinar dengan polosnya.
"Ya kalau kamu jadi istri aku nanti kan uangku juga uang mu, jadi nanti uangmu jadi banyak juga"jawab Mas Guntur dengan entengnya.
Aku dan Mas Gagah tertawa terbahak-bahak. Pantas saja Mas Guntur ini di juluki playboy dan mempunyai lusinan mantan. Lihat saja, lihai sekali dalam membuat hati wanita berbunga-bunga.
"Tapi aku tidak mau bergantung dengan uangmu nantinya"ucap Kinar sambil mengerucutkan bibirnya.
"Yes" ucap Mas Guntur dengan semangatnya.
Aku mengernyitkan dahiku. Apaan ini Mas Guntur main yes yes kegirangan seperti itu.
"Yes kenapa?" Tanya Mas Gagah yang ternyata juga penasaran.
"Ya itu, pernyataan Kinar tadi, tidak mau bergantung denganku, berarti Kinar nanti mau dong jadi istriku."Duh Mas Guntur benar-benar percaya diri.
"Berkenala mencari cinta hingga kebelahan dunia, tapi cari istri mah tetep maunya yang perawan ya Gun"Ucap Mas Gagah menyindir Mas Guntur.
"Heh, aku tuh walaupun pecinta wanita tapi tenang saja, masih perjaka kok Gah"ucapnya jumawa dengan keperjakaannya.
Mas Gagah menyunggingkan senyum masamnya. "Masa sih?"
"Ya kan namanya juga cari jodoh, ya harus yang selektif dong, pacaran boleh sama siapa aja tapi cari istri mah tetep cari yang baik, yang solehah harus menemukan bibit unggul, tidak boleh sembarangan Gah"
"Serah kamu deh Gun"
Kinar terlihat senyum-senyum melihat Mas Guntur berbicara perihal jodoh. Aku memperhatikan Kinar sepertinya Kinar mulai tertarik dengan Mas Guntur. Yah Mas Guntur memang tampan, mapan, royal, hanya saja semoga penyakit playboy nya sembuh ya.
"Kinar, mau aku antar pulang?"tanya Mas Guntur.
"Boleh"
Mas Guntur tersenyum sumringah mendapat lampu hijau dari Kinar.
__ADS_1
"Gah, mau ke rumah camer dulu yah, PDKT"
Mas Gagah melempar bantal sofa pada Mas Guntur. Mas Guntur segera menghindar dan keluar rumah bersama Kinar.
"Mas mau istirahat?"tanyaku.
Mas Gagah mengangguk, " Yuk ke kamar, Mas Mau di manjain kamu yah, kangen banget," Bisiknya.
Pipiku langsung merona mendengar kalimat yang membuat jantungku berdesir.
Mas Gagah menggandengku ke kamar, lalu mengunci pintu kamarku.
" Mas tanggung Ashar lhoo"kataku mencoba mengingatkan Mas Gagah.
"Cuma mau dimanjain aja kok sayang"
"Iya, iya"
Aku dan Mas Gagah berbaring di kasur dengan saling berhadap-hadapan.
Mas Gagah menatapku dengan tatapan menginginkanku. Namun langsung aku usap dengan tanganku kedua bola matanya.
Tanganku langsung genggam erat Mas Gagah di ciumi juga.
"Jangan pernah pergi dari Mas lagi ya sayang"
"Mas juga harus janji akan jaga aku yah"
Mas Gagah mengangguk,"Iya Mas janji, Mas tidak akan membiarkanmu di sakiti siapapun"
Mas Gagah mengelus pipiku perlahan, haduh kalau sudah seperti ini seperti nya akan terjadi pertempuran hebat antara putik dan benang sari😆.
"Sayang Mas kangen"
Aku mengangguk,"Aku pasrah deh"
Mas Gagah tersenyum, lalu langsung bergerak melucuti pakaiannya juga pakaianku. Benar saja kan, jika sudah berdua dikamar seperti ini mana mungkin hanya berdiam saja sambil menatap langit-langit kamar, pasti ujung-ujungnya akan terjadi proses pembuahan😆😆.
...***...
Mas Guntur dan Kinar sampai juga di rumah Kinar. Mas Guntur berkenalan dengan kedua orang tua Kinar. Orang tua Kinar juga menyambutnya dengan baik.
Ini untuk pertama kalinya Mas Guntur menghadap ke kedua orang tua perempuan. Biasanya ya hanya pacaran-pacaran biasa tidak pernah melibatkan orang tua. Tapi Mas Guntur sudah merasa jenuh dengan pencarian cinta yang tak kunjung usai hingga akhirnya ingin melabuhkan hatinya pada pelabuhan terakhir, yaitu Kinar.
"Ini pertama kalinya Mas menemui orang tua seorang wanita lhoo"Bisiknya pada Kinar.
"Masa sih"
__ADS_1
"Suer Kin"ucapnya sambil mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya secara bersamaan.
Kinar merasa beruntung, tapi Kinar juga masih tetap harus waspada karena image Mas Guntur yang mantan playboy itu.
Setelah beberapa menit mengobrol dengan kedua orang tua Kinar. Mas Guntur akhirnya berpamitan pulang karena Adzan Ashar sudah berkumandang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(Ini tuh episode spesial, karena apa? karena aku nulisnya pake gamis, jilbab rapi, dandan gincuan, biasanya kan cuma dasteran+belum mandi😆😆. Di suruh mandi sama paksu, kirain mau di ajak jalan-jalan, Eh aku nya siap, cucok meong, paksu nya merem gaes, merem, haduh hati Adek rasanya kya di potek-potek😆. Ya udah deh, nulis aja lah akhirnya 🤠Tenang, nanti hbis ashar mau tek tagih jalan, Mas ke pombensin doang juga adek mau kok+beli cilok juga boleh😆😆)
Jangan lupa, like,komen dan Vote.
Salam sayang,
Santypuji
__ADS_1