
Setelah melaksanakan sholat Dzuhur, Aku di ajak Mas Gagah ke kolam renang di dekat tempat Gym . Mas Gagah akan mengajariku berenang agar aku tidak tenggelam lagi.
Melihat air bening yang begitu menyegarkan disiang bolong begini, ingin sekali aku mencebur ke dalamnya.
" Mas, Aku langsung lompat saja yah"
"Itu dalam, nanti kamu tenggelam Nay"
" Ih masa sih, tapi kelihatannya hanya sepinggangku Mas"
Mas Gagah membuka kaosnya, hanya menanggalkan celana boxernya saja.
Byur...
Mas Gagah menengok kearah kolam renang. Bagaikan dejavu, Mas Gagah melihatku yang tidak sabar untuk masuk dan bermain air di sana. Dan benar kata Mas Gagah, kolam renangnya sangat dalam. Aku mulai gelagepan.
Mas Gagah langsung lari dan masuk ke dalam kolam renang, mencariku disana dan membawaku ke tepi.
" Kan sudah Mas bilang itu kolam dalam, kenapa kamu malah ngeyel." Mas Gagah terus saja nyerocos seperti emak yang mengomeli anak bandelnya😁.
Aku tersenyum, Mas Gagah mendelik.
" Malah tersenyum, Mas sangat khawatir Nay"
Mas Gagah memelukku, mengusap rambutku. Pelukannya nyaman sekali. Seperti pelukan bapak dulu.
" Maaf." Hanya satu kata yang terlontar dibiburku.
"Kalau nakal nanti Mas tidak akan mengajarimu berenang"
" Jangan, janji aku tidak akan nakal lagi Mas"
"Ya sudah tunggu disini yah, Mas ambilkan haduk di lemari ruangan Gym dulu"
Aku mengangguk. Tidak lama kemudian Mas Gagah datang membawa handuk dan menangkupkan di kepalaku, lalu membawaku ke kamar untuk berganti baju.
Setelah berganti baju, aku melihat Mas Gagah sedang menonton berita. Aku menghampirinya sambil menggosok rambutku dengan handuk karena masih basah.
"Sini biar Mas saja." Mas Gagah meraih handuk yang ku pegang.
Perlakuan manis Mas Gagah selalu membuatku jatuh cinta, lagi dan lagi. Siapa sih yang tidak akan luluh dengan pesona Mas Gagah, ganteng, baik, manis, mapan. Satu kata untuk Mas Gagah IDAMAN.
"Jangan lakukan hal itu lagi,"ucapnya tegas.
Aku mengangguk.
__ADS_1
" Mas tidak mau masih muda sudah jadi duda,"ucapnya sambil terkekeh.
"Ih, Mas Gagah." Aku mencomot mulut Mas Gagah.
"Aku juga tidak mau mati Mas."
Mas Gagah tertawa.
"Apalagi belum ngerasain geli-geli sedep,"sambungku.
"Apa Nay? geli-geli sedep apaan?"Mas Gagah penasaran.
Aku nyengir kuda khas Inayah. Aku menggeleng, " Tidak Mas, tidak ada"
"Apa Nay?"
"Bukan apa-apa"
Mas Gagah terlihat gemas, ia lalu memegang kedua pipiku, menatapku sendu. Ah tatapanmu itu Mas membuat jantungku dag dig dug tidak karuan.
"Mas mau apa?"
"Mau kamu!"
Mas Gagah langsung nyosor, seperti biasa😁 Aku mulai bisa mengimbangi karena sudah sering melakukannya dengan Mas Gagah.
"Mas"
Mas Gagah tidak menghiraukanku. Mas Gagah malah semakin gencar menyerangku. Mas Gagah lupa dengan komitmennya. Aku pun lupa dengan komitmenku.
Ah ini tuh enak, bagaimana ini, masa ditolak sih yang enak-enak begini😆😆. Lupakan komitmen, taro dulu di kandang kebo tuh komitmen.
Aku menikmati setiap sentuhan yang Mas Gagah lakukan. Aku memejamkan mataku dan merasakan setiap detik sentuhan Mas Gagah yang memabukkan.
Aku terkejut ketika tubuhku digendong Mas Gagah menuju kasur. Mas Gagah meletakanku di atas kasur, lalu kembali melakukannya. Aku hanya bisa pasrah, bukan karena aku tidak bisa melawan, tapi karena memang aku sukarela😁.
"Nay."Mas Gagah menatapku dengan tatapan penuh nafsu.
Aku hanya mengangguk. Mas Gagah langsung melucuti semua pakaiannya juga pakaianku. Aku dan Mas Gagah tidak lupa berdoa sebelum melakukannya.
Siang ini adalah siang bersejarah dalam kehidupanku, terutama dalam rumah tangga yang sedang ku jalani.
(Udah ngintipnya sampe sini aja, masa lagi ena-ena Author intip juga, bintitan nanti😁😁)
Setelah melakukannya, aku dan Mas Gagah tertidur sampai Ashar.
__ADS_1
Adzan Ashar membangunkanku dan Mas Gagah. Aku tertidur berbantalkan dada bidang Mas Gagah. Aku meraba dadanya, sementara Mas Gagah mencium pucuk kepalaku.
Aku masih tidak percaya ini akan terjadi secepat ini. Segelku akhirnya terbuka juga karena sebuah tragedi tenggelam untuk yang kedua kalinya. Tenggelam rupanya menjadi takdir yang sangat ajaib untuk seorang Inayah dan Mas Gagah.
Tenggelam yang pertama membuatku menjadi Nyonya Gagah. Tenggelam yang kedua ini membuatku berkesempatan menjadi Ibu dari anak-anak Mas Gagag kelak😁.
"Nay"
" Hemm"
" Maafkan Mas yah"
Aku mengangguk.
" Kamu marah ya Nay"
Aku menatap wajah Mas Gagah lalu menggeleng.
" Aku ikhlas Mas, masalah cinta, kita bisa menumbuhkannya sambil terus menjalani rumah tangga ini Mas"
Mas Gagah mengeratkan pelukannya. Aku dan Mas Gagah masih berada di bawah selimut tanpa menggunakan sehelai baju.
" Terimakasih"
" Untuk?"
"Kamu masih perawan, enak Nay"
Aku membelalakan mataku lalu mencubit perut Mas Gagah.
" Aw ... Ganas ih"
" Mas tuh yang ganas"
" Ih nanti kalau kamu sudah pintar, pasti Mas yang kalah"
"Masa sih"
"Lihat deh nanti, tapi kamu merasa enak juga tidak?"
Aku mengangguk lalu berbisik ditelinga Mas Gagah, " Nanti malam lagi, ajari yang bener tapi"
Mas Gagah tertawa terbahak-bahak, "ketagihan kan?"
Aku langsung menutup mukaku dengan kedua telapak tanganku. Ya aku memang tidak bisa menybunyikan keinginanku tapi Masa sih suatu saat nanti aku akan mengalahkan Mas Gagah. Aku tersenyum, sudahlah jangan dibayangkan😁.
__ADS_1
Aku dan Mas Gagah menutup hidangan nikmat ini dengan hamdalah. Lalu aku dan Mas Gagah mencoba mandi bersama seperti Rosulullah dan Bunda Aisyah Ra bermain air sambil berucap kata yang membuat hati berbunga-bunga.